CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Jumat, 27 November 2020

Jumat.27.11.20 Inspirasi pagi :"kata katanya adalah pelita bagi langkahku"

Jumat.27.11.20 Inspirasi pagi

Lk.21:29-33 “kata-kataNya pelita bagi langkahku”

Musim panas sepertinya masih lama bagi kita melihat tanda tanda yang ada. Tiap hari hujan, cuaca begitu cepat berubah. Mungkin situasi ini akan bertahan sampai Februari tahun depan. Baru bulan Maret kita akan melihat tanda tanda nyata musim panas tiba. Itu perkiraan saya. 


Dalam pembacaan Injil pagi ini, Yesus berbicara tentang perubahan, tidak hanya perubahan dalam skala kecil, tetapi perubahan dalam skala kosmik, perubahan yang sangat signifikan. Musim datang dan kemudian pergi. Musim berubah, begitu banyak perubahan di dunia kita dan dalam hidup kita. 


Namun, di akhir pembacaan Injil, Yesus berkata bahwa ada sesuatu yang tidak pernah berubah, yang bertahan. 'Langit dan bumi akan berlalu', katanya, 'tapi kata-kataku tidak akan pernah berlalu'. Yang tidak berubah adalah firmannya. Selalu hadir memberi motivasi untuk kita di saat buruk, dalam musim dan luar musim.

Ada dua hal yang bisa kita ambil sebagai pembelajaran.


Kita hidup di dunia yang berubah cepat dalam masyarakat, juga dalam  gereja. Banyak orang menganggap perubahan membingungkan dan meresahkan. Tapi percayalah ditengah-tengah semua perubahan yang terjadi, firman Tuhan tetap konstan. Di tengah perubahan yang membingungkan kita tahu bahwa Tuhan tetap setia; ketika segala sesuatu bergerak, dia tetap stabil. Pembelajaran pertama.


Kedua, meski terkadang dalam keadaan sulit kita mudah menyalahkan situasi atau bahkan orang lain, bahkan tidak jarang kita menyalahkan Tuhan, kehadiran-Nya tidak akan pernah berlalu. Dia tampil dalam berbagai cara untuk menicintai kita. Paulus dalam salah satu suratnya, mengingatkan kita “jika kita tidak setia, dia tetap setia'. 


Selamat pagi sahabat, sudari saudaraku. Tetap semangat, awali pagi dengan gembira. Kalau buat status buatlah status tanpa keluhan, ayo dengan kata kata yang memotivasi hidup hari ini, tanpa menghabiskan energi untuk menyalahkan situasi. “Kata-kata-Nya pelita bagi langkahku”. Tuhan memberkati.

Sharing sr. Anthonella:

Selamat pagi Romo, terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang mantap. Hidup kita penuh dengan dinamika Romo. Perubahan tidak pernah bisa dihindari. Tidak jarang juga bisa menimbulkan pro dan kontra. Namun apabila kita mempunyai motivasi positif, Tuhan akan menunjukkan bahwa perubahan itu memang perlu...Yang   penting kita tetap berpegang pada SabdaNya, Tuhanlah yang berkarya...Tuhan memberkati.


Kamis, 26 November 2020

Kamis.26.11.20 Inspirasi pagi "katastrofe"

Kamis.26.11.20 Inspirasi pagi


Lk.21:20-28 “katastrofe”


Adalah  malapetaka besar yang datang secara tiba-tiba; perubahan besar tiba tiba terjadi, tsunami, gempa berskala besar, banjir bandang. Bisa juga kudeta yang tiba tiba membuat negara hancur berantakan oleh perang.


Dalam bacaan Injil pagi ini, Yesus menggambarkan keadaan “katastrofe” yang akan terjadi kelak pada akhir jaman yang gelap dan mengerikan serta menggemparkan iman. Ada gangguan semesta alam yang menakutkan. Akan ada tanda-tanda pada matahari, bulan, dan bintang yang bergemuruh, Yerusalem dikelilingi oleh tentara. 


Orang-orang akan lari ke pegunungan, ibu ibu yang sedang hamil dan yang menyusui anaknya akan celaka, pembalasan akan tiba, kesengsaraan besar akan turun di negeri itu. Manusia sakarat karena ketakutan, kekuatan surga akan terguncang. Tidak ada yang bertahan selamanya, bahkan kerajaan besar dan kuat seperti Yerusalem waktu itupun  runtuh. 


Namun, ketika semuanya berada pada titik paling gelap, Yesus menyatakan bahwa Anak Manusia akan menampakkan diri dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya membawa penebusan, pembebasan, bagi semua yang menyambut kedatangan-Nya. Ketika hal itu terjadi, berdirilah tegak, angkat kepalamu tinggi tinggi. 


Apa arti tanda tanda dan peringatan Tuhan bagi kita saat ini?


Ada saat-saat tergelap menghampiri  hidup kita, ketika situasi kita sendiri tampak berantakan. Ada kejadian-kejadian  yang mengganggu dan  terjadi di mana, dan terkadang tidak terkendali, kita menjadi terguncang gelisah, ketakutan dan kawatir. 


Ketika hal hal seperti itu terjadi,  Tuhan  memanggil dan menjaga kita  untuk bangkit dan mengangkat muka, dan mengarahkan pandangan kita kepada-Nya karena hanya Dialah yang mampu menyelamatkan kita dari kehancuran. Meski mungkin tidak ada banyak kekuatan untuk optimis, namun sekurang kurangnya kita diingatkan untuk berharap disaat saat begitu banyak kesuraman dan ketidak pastian hidup terjadi.


Berusahalah  hidup benar, berpegang pada perintah-Nya dan mengandalkan kekuatanNya, sehingga kita memang benar benar didapatinya berdiri tegak siap menyambut kedatangannya yang sudah sedemikan dekat, pesan Tuhan dalam sabdanya pagi ini.



Jangan tergoda menyia-nyiakan waktu yang masih tersisa. Lakukan sesuatu yang menggembirakan dan membanggakan. Hidup perlu memiliki arti bukan. 


Selamat pagi, selamat mengisi hari hari dengan hal yang positif. Berdirilah  tegak mengangkat kepala tinggi-tinggi.Tuhan memberkati.

Sharing sr. Anthonella Osf:

Selamat pagi Romo, terima kasih atas kiriman inspirasinya yang bagus...Kita bersyukur mempunyai andalan yang selalu bisa kita andalkan bila suatu saat terjadi sesuatu Romo yaitu Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Kita tetap pasrah dan percaya kepada beliau2 kita tidak akan ditinggalkan. Mari  kita mohon kepada Tuhan agar kita senantiasa mampu mengupayakan yang terbaik didalam hidup kita, sehingga apabila tiba saatnya, ada sesuatu yang indah bisa kita persembahkan kepadaNya...Tuhan memberkati....

Rabu, 25 November 2020

Rabu.18.11.20 Inspirasi pagi "jangan takut gagal"

Rabu.18.11.20 Inspirasi pagi

Lk.19:11-28 “ jangan takut gagal”

Menarik dialog antara Tuan yang baru datang dari luar negeri dengan pelayan yang telah dipercaya untuk membungakan modal usaha yang dipercayakan kepada hamba yang ketiga dalam Lukas 19:11-28.

'Tuan, ini modal uangmu. Aku menyimpannya di sapu tangan, karena aku takut padamu, karena kamu pria yang menuntut; kamu mengambil apa yang tidak kamu taruh dan kamu memanen apa yang tidak kamu tanam. Lalu Tuannya menjawaab “dengan kata-katamu sendiri aku akan menghukummu, kamu hamba yang kurang kreatif malas jahat. Kamu tahu saya adalah orang yang menuntut, mengambil apa yang tidak saya taruh dan memanen apa yang tidak saya tanam; mengapa kamu tidak menaruh uang saya di bank? Minimal aku bisa menerima bunganya sekarang. ' Ayo ambil modalnya dan  berikan kepada hamba yang telah memutar modalnya dengan tekun. Tapi  Tuan, mereka kan sudah sukses kenapa harus diberi lagi. Ingat!! kata tuanya, kepada setiap orang yang memiliki lebih banyak akan diberikan, tetapi dari orang yang tidak punya, bahkan apa yang dia miliki akan diambil. 


Belajarlah  dari kegagalan. Setiap orang diberi tanggungjawab besar atas hidupnya. Jangan terlalu curiga dan kawatir yang berlebihan. Belajarlah menjadi orang yang kreatif, dan murah hati. Kira kira seperti itu pesan yang dapat  diambil dari perumpamaan Yesus. Lalu jadi ingat tentang perumpamaan orang Samaria yang baik hati.


Kita masing masing diberikan modal peluang  dan kesempatan yang sama untuk mengolah hidup, namun kita sering bertindak seperti  hamba yang mendapatkan sedikit modal lalu  tidak melakukan apa pun dengan apa yang telah diberikan tuannya kepadanya. Alasannya, karena takut gagal saja, takut ambil resiko. Orang bijak bilang, kegagalan jauh lebih disukai dari pada ketidakaktifan yang menakutkan. Bahasa surat pertama Yohanes “cinta yang sempurna mengusir semua ketakutan”



Kita tidak termasuk orang yang enggan melakukan sesuatu pekerjaan karena tidak mau merasakan pahitnya kegagalan, bukan? Takut gagal, sering membuat kita ragu untuk melangkah. Apa iya, takut gagal membuat kita enggan bertindak.


Selamat pagi sahabat, mari kita hadapi ketakutan kita, jangan takut gagal, mulai dengan tindakan kecil saja hari ini. Tuhan memberkati.


Sharing sr. Anthonella Osf

Selamat siang Romo, terima kasih atas inspirasi pagi yang bagus....Takut gagal adalah sangat manusiawi Romo, karena biasanya orang ingin memberi yang terbaik dan tidak ingin disebut bodoh atau malas...Sehingga apabila mendapat suatu tugas akan dikerjakan dengan sebaik mungkin agar sukses. Tetapi pada umumnya asal kita mau berusaha pasti ada hasil.Namun disini kayanya selain orangnya takut gagal karena image nya terhadap tuannya adalah negatif, namun ada kesan dia juga malas. Mari kita mohon rahmat agar kita berusaha melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya, karena suatu saat kita akan dimintai pertanggungjawaban atas tersebut... Tuhan memberkati...


Rabu 25.11.20 Inspirasi pagi

Rabu.25.11.20 Inspirasi pagi


Lukas 21: 12-19 “daya juang kitalah yang akan memenangkan hidup kita” 

Ada saatnya anda akan dibenci, anda akan dikianati,  anda akan diperkusi, bahkan anda di hukum mati, tidak saja oleh lawan, namun oleh kawan oleh saudaramu laki-laki, oleh orang tuamu.  Sungguh sebuah gambaran yang suram tentang apa yang terbentang di depan para muridnya, saat mereka berangkat untuk memberikan kesaksian tentang Dia. Bukan kisah sukses, namun kegagalan yang mungkin akan terjadi. 

Benih yang jatuh di tanah yang berbatu akan cepat layu dan mati, namun benih yang jatuh di tempat yang tepat, akan kuat bertahan. “Tak satu rambutmupun akan hilang. Sebab ketekunanmu akan memenangkan hidupmu”, tantang Tuhan.

Apa yang dapat dipetik dari sabda Tuhan pagi ini?

Semangat dan konsistensi kita sungguh diuji dalam berbagai kesulitan. Hidup tidak akan pernah berhenti dari berbagai persoalan dan kesulitan, bahkan ujaran kebencian penghinaan semakin menjadi jadi. 

Pertanyaannya akankah kita lalu menyerah dan takut? Merasa tidak nyaman ya. Merasa gelisah dan was was ya. Satu  motivasi yang Yesus tawarkan kepada kita sungguh menantang.  Tak satu helai rambutmu akan hilang. Daya juang dan ketekunanmu akan memenangkan hidupmu. Hanya ketika kita bertahan, kita akan memperoleh kekuatan kita.

Selama kita masih memiliki semangat juang, dan harapan, masa sulit yang dihadapi akan berakhir. Masalahnya kita sering tidak tahan dan memilih mundur. Yah itulah kehdupan. Ada orang yang memilih menyerah ketika ada tekanan, tapi ada yang melihat dan bersikap menghadapi tantangan dengan positif. Dimanakah posisimu sahabat?


Kita bersaksi bukan dengan kekuatan kita sendiri tetapi dengan kekuatan yang Tuhan bisikan  kepada kita.  Ia akan memberi kita kefasihan dan kebijaksanaan kepada yang setia bertahan ditengah kesulitan. 

Selamat pagi sahabat. “ketekunan dan daya juang anda akan memenangkan hidupmu. Tuhan memberkati.

Sharing sr. Anthonella Osf

Mohon maaf Romo, saya dalam perjalanan ke Bali mengantar anggota komunitas yang pindah ke Bali, naik mobil. Padahal saya tidak bisa membaca saat mobil jalan, pasti mabuk. Ini pas masu penyeberangan baru buka HP. Terima kasih Romo, renungan yang bagus. Iya tantangan tidak akan pernah berhenti, namun penyertaan Tuhan juga selalu menyertai kita. Semoga kita selalu dianugerahi kekuatan, sebab pada waktunya kalau kita tetap bertahan kita akan dianugerahi kebahagiaan bersamaNya...Tuhan memberkati Romo...


Selasa.24.11.20 Inspirasi pagi

Selasa.24.11.20 Inspirasi pagi

Luk 21:5-11 “Bait Allah bisa hancur, namun cinta-Nya tak kan pernah luntur”

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Suci, mereka berkomentar bagaimana bangunan yang sedemikian indah itu, yang  dihiasi dengan batu halus, namun  kata Yesus, 'Semua hal ini yang kamu lihat sekarang - waktunya akan tiba ketika tidak ada satu batu pun yang tersisa di atas yang lain: semuanya akan dihancurkan. 

Mari belajar sedikit tentang bait Allah yang mungkin pada waktu itu dipandang segagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Bangunan yang megah itu dalam sejarah dikenang warisan Raja Raja hebat, seperti Daud, dan Salomon, 3000 tahun yang lalu, mereka mendirikan pusat pemerintahan dan pusat seremonial bangsa Yahudi  kepada Allah. Mereka juga ingat ketika bangsa yang hebat ini dibuang dari negeri yang mereka cintai.

Para murid Yesus waktu itu juga mengingat bahwa Bait Allah didirikan kembali oleh Herodes Muda. Namun sejarah juga mencatat 40 th setelah wafat Yesus th  70   Jenderal  Titus Dari Angkatan Perang Roma meluluh lantakan bangunan tersebut.

Masuk akal, siapun mereka amat terkejut tentang ramalan Yesus bahwa akan tiba waktunya bangunan yang sedemikian indah, butuh 50 th untuk untuk mendirikan, akan hancur rata, tidak ada satu batupun yang akan tersisa. Mereka pasti merasa Kuil itu akan bertahan selamanya. 

Orang pasti bertanya-tanya bagaimana  bangunan permanen yang kokoh kuat  bisa hancur. Kenapa Tuhan bisa membiarkan tempat suci yang berhubungan dengan kehadiran-Nya ini dihancurkan. Bagaimana Tuhan bisa bertahan dari kehancurannya? 


Ingat selalu ada pembelajaran yang baik dari setiap moment kehidupan kita entah gagal hancur, lenyap berkeping keping atau berada dipuncak keberhasilan. Ingatlah ketika begitu banyak hal yang dianggap penting bagi Tuhan, hancur atau dihancurkan.  Cinta-Nya tidak akan pernah luntur dan  hancur. Kasih Tuhan tetap sama kemarin, hari ini dan besok, dan di situlah terletak jaminan kita di tengah banyak hal lain yang berlalu.

Sedih rasanya mengingat masa masa covid ini  ketika kita merasakan   kehilangan begitu banyak yang penting bagi kehidupan iman. 

Namun hidup tetap harus berjalan bukan?  Tetap anthusias, jalani saja, sambil selalu koreksi diri. Jangan mudah tergoda. Jangan biarkan rasa kawatir, takut dan tidak semangat menguasai hidup kita. Awali pagi ini dengan hal hal yang baik, menyenangkan dan menyemangati. Tuhan memberkati.

Sharing sr. Anthonella Osf

Senin.23.11.20 Inspirasi pagi "kwantitatif-kwalitatif

Senin.23.11.20 Inspirasi pagi


Lk.21:1-4 kwantitatif - kwalitatif


Yesus sedang    memperhatikan  seorang janda miskin yang kekurangan dan memberikan dari kekurangannya. Janda ini memberikan persembahan sedikit, namun jumlah sedikit itu adalah dari kekurangannya. Ia tidak memiliki uang yang cukup. Serba berkekurangan, namun dia tetap memberi persembahan bukan karena kelebihan uang, namun dari kekurangannya. Ada juga orang kaya yang memberikan persembahan banyak jumlahnya, namun jumlah yang banyak itu merupakan recehan atau sisa dari harta kekayaannya.


Guru  bertanya kepada murid-muridnya, siapakah yang memberikan persembahan  terbesar antara orang kaya yang berkelebihan dengan sang janda miskin yang kekurangan itu? Secara kwantitas, jumlah, tentu orang kaya.


Ini kata sang Guru “Saya benar-benar memberi tahu Anda, janda yang miskin, lemah, malang ini, telah mempersembahkan jauh lebih banyak  dari semua; karena orang-orang lain semuanya telah memberikan persembahan dari kelebihan kekayaan mereka, tetapi dia, dari kemiskinannya, Janda ini telah mempertaruhkan  seluruh mata pencahariannya. "


Apa point pembelajaran yang dapat dipetik?


"Ternyata persembahan dengan jumlah besar belum tentu terbesar. Persembahan jumlah kecil belum tentu terkecil," Maksudnya , pemberian persembahan jumlah besar, itu memang besar secara kwantitatif. Namun karena jumlah besar itu adalah sisa-sisa kekayaan atau hanya sedikit sekali jika dibandingkan dengan harta orang kaya itu, maka secara kwalitas atau mutu, itu kecil. Sementara si janda miskin memberikan jumlah kecil, dari segi kwantitas atau jumlah, itu kecil. Namun karena pemberiannya itu dari kekurangannya atau bagian besar daripada apa yang dimilikinya, maka secara kwalitatif itu besar," 


Pemberian seseorang ditentukan bukan oleh jumlah yang ia berikan, tetapi oleh jumlah pengorbanan yang terlibat dalam pemberian itu. Ukuran pemberiaan adalah  kadar pengabdian, pengorbanan, iman, dan kasih yang tulus yang terlibat di dalamnya. 


Yesus mengingatkan kita bahwa yang penting bukanlah seberapa banyak kita memberi, melainkan seberapa murah hati kita dengan apa yang kita miliki. Mungkin sangat kecil bagi orang lain, namun dimata Tuhan, dapat memiliki nilai yang sangat besar.


Selamat pagi sahabat, mari kita melakukan pekerjaan kita dengan senang hati, jangan kurbankan passion kita. Bila kita  menyenangi pekerjaan kita, kita akan mendapatkan energy kehidupan kita kembali. Yakinlah. Tuhan memberkati.

Sharing sr. Anthonella Osf

Selamat sore Romo. Terima kasih untuk kiriman inspirasi paginya yang mantap... Mengharukan persemnahan janda miskin yang wujudnya kecil namun nilai amat sangat besar karena merupakan seluruh nafkahnya. Dalam hidup sehari-hari kita mungkin belum seperti janda tadi ya Romo. Maka mari belajar dari janda tadi untuk merefleksi motivasi dan ketulusan hati didalam memberikan diri bagi Allah dan sesama. Jujur kadang2 masih pamrih, belum mampu seperti janda tadi, agar Injil hari ini semakin memurnikan motivasi dan ketulusan kita berbagi kepada sesama. Tuhan memberkati.


Minggu.22.11.20 Inspirasi pagi "tidak heroik adalah heroik"

 Minggu.22.11.20 Inspirasi pagi

Mt.25:31-46 “Tidak heroik adalah heroik”


Ini kisah tentang seniman patung yang memiliki ambisi yang besar untuk menghasilkan karya besar yang akan dikenang sepanjang masa, yakni  ia membuat patung Kristus Raja yang paling besar, terpajang di studionya yang terbuka di tepi pantai.  Ia menggambarkan Yesus sebagai raja yang perkasa, lengkap dengan mahkota, tongkat raja ada di tangannya, wajahnya sedikit menengadah keatas. Patung  itu sungguh menunjukkan Kristus yang agung dan perkasa, hanya sayang terbuat dari tanah liat.


Malam itu hujan lebat. Terpaan air laut telah mengubah bentuk patung yang gagah itu menunduk dan wajah patung menjadi rusak, mahkotanya tidak tampak lagi, tongkat di tangan patah, yang ada hanya benjolan benjolan tak teratur, wajah Yesus jadi jelek oleh alur alur dan tetesan air hujan dan air laut yang berbau garam. 


Kini patung itu mengekspresikan sosok yang menderita. Sang pematung telah kehilangan begitu banyak waktu untuk menghasilkan karya seni yang anggun. Ia terhempas dalam kesia- siaan. Namun kemudian ia teringat, bukankah Yesus sendiri mengatakan di depan Pilatus dalam keadaan tangan terikat, darah mengucur, sikapnya yang diam menunduk. “Akulah Raja, namun Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”

Hari ini minggu terakhir dalam liturgi gereja, kita kenangkan dan rayakan Kristus Raja semesta alam.  Bacaan pertama pagi ini Kitab Yehezkiel berbicara tentang yang terhilang, tersesat, terluka dan lemah. Refren Mazmur tanggapan berkisah tentang Tuhanlah Gembalaku, sekalipun aku berjalan dalam lembah yang kelam aku tidak takut, aku tidak kekurangan, namun aku selalu dituntunnya. Indah sekali.

Namun  Injil hari ini menunjukkan bahwa peran Yesus sebagai raja lebih dekat dengan peran gembala tradisional yang  memisahkan kambing dengan domba, yang lemah, yang kuat, yang jantan, yang terluka. Gembala yang memperhatikan kambing domban yang lemah.

Demikaian sahabat, Yesus mengingatkan kepada muridnya dan kepada kita juga belajar untuk menjadi gembala yang memiliki sikap sederhana, rendah hati, bukan pertama tama melakukan yang heroik.

Tindakan paling sederhana adalah yang penting; perbuatan kecil kebaikan, seperti menyambut orang asing, mengunjungi yang sakit, mengunjungi mereka yang berada di penjara, memberi makan yang lapar dan pakaian mereka yang berpakaian buruk. Pepatah lain tentang Yesus dalam Injil menegaskan bahwa, 'siapa pun yang memberi Anda secangkir air untuk diminum ... tidak akan kehilangan pahala mereka'. Yesus sepertinya mengatakan bahwa tidak heroik adalah heroik. 

Selamat pagi sahabat, selamat Hari minggu Kristus Raja Alam semesata. Tuhan memberkati.


Sharing sr. Anthonella osf

Selamat siang Romo, maaf terlambat membalas...Terima kasih kiriman inspirasi pagi yang mantap..Kita sungguh2 bersyukur mempunyai seorang gembala yang begitu baik, rendah hati, peduli, dan bertanggung jawab atas keselamatan domba2nya. Sungguh luar biasa...Rasanya semakin mantap jadi orang Katolik, soalnya nantinya... ada yang diandalkan...Sungguh hari ini saya hanya mau  mengatakan terima kasih Tuhan saya dipanggil sebagai orang katolik...Bahkan Beliau mengidentikkan DiriNya sebagai orang miskin, telanjang, haus, lapar, dalam penjara dan sebagainya. Marilah kita mohon berkat agar kita lebih peka kepada saudara2 kita yang kurang beruntung karrna Kristus hadir dalam diri mereka...Tuhan memberkati...


Sabtu.21.11.20 Inspirasi pagi "tidak ada kebencian tidak ada permusuhan"

Sabtu.21.11.20 Inspirasi pagi

Lk.20:27-40 “tidak ada kebencian, tidak ada permusuhan”.


Bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan kehidupan sesudah kematian. Apa yang sesungguhnya terjadi, seperti apa situasinya. Orang Saduki adalah kelompok orang jaman Yesus  yang tidak percaya pada kehidupan setelah kematian. 


Situasi yang mereka hadirkan kepada Yesus seperti ini. Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama  menikah dengan seorang wanita lalu meninggal tanpa meninggalkan anak, lalu wanita itu dinikahi oleh yang kedua, meninggal juga, tidak punya anak juga, demikian berturut turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semua mati tanpa meninggalkan anak. Wanita itupun mati. Pertanyaan orang Saduki kepada Yesus, lalu nanti siapa yang akan menjadi suami wanita itu di kehidupan sesudah Kebangkitan? 


Menanggapi karikatur orang Saduki tentang kehidupan di luar kehidupan duniawi ini, Yesus menyatakan bahwa kehidupan di dunia lain, kehidupan sesudah kebangkitan, yang kita sebut surga, akan menjadi sesuatu yang sangat baru sehingga tidak ada pengalaman duniawi, seperti pernikahan ganda, bekerja, berdoa, sakit sehat, lapar haus kenyang, berkelahi, membenci, memaafkan. 


Di bagian lain dalam Injil, Yesus menggunakan gambar perjamuan untuk kehidupan di kerajaan Allah. Gambaran yang menunjukkan bahwa hidup ini adalah kehidupan di mana semua rasa lapar dan haus kita yang terdalam akan dipuaskan sepenuhnya, terutama rasa lapar dan haus kita akan cinta yang lebih kuat dari dosa dan kematian. Hidup seperti malaikat malaikat dan menjadi anak Allah. Tuhan terus memeluk kita dalam pelukan kasih setianya, meski Bapa Abraham, Ishak, Yakub telah meninggal, jawab Yesus.


Sekurang kurangnya ada dua hal yang bisa menjadi refleksi kita dari injil Tuhan hari ini.

Cinta sejati Tuhan tidak akan pernah mati. Ia akan memeluk kita dalam untung dan malang perjuangan hidup kita. Ia  yang menjaga  agar kita  tetap anthusias tetap bersemangat dalam pergumulan hidup kita.

Tetap hidup dalam harapan iman dan kasih, sebab rencana Tuhanlah yang selalu hidup dan bekerja dalam hidup kita.


Mari kita persembahkan hidup kita kepadaNya. Seperti Maria dipersembahkan kepada Allah  menjadi putri terberkati, semoga hidup kita hari ini menjadi berkat bagi orang lain. Selamat pagi, Tuhan memberkati.

Sharing sr. Anthonella Osf

Selamat pagi Romo, selamat berakhir pekan. Terima kasih atas isnpirasi pagi yang bagus. Merenungkan kebangkitan kita tidak bisa melewati kematian. Saat yang penuh misteri dan tidak ada teori yang secara jelas mengulas bagaimana situasi saat manusia mengakhiri perjalanannya di didunia ini menuju ke dunia yang berikutnya. Penuh misteri. Namun kita bersyukur sebagai orang Katolik sedikit mendapat bocoran apa yang akan terjadi saat kita meninggal. Dan kita sedikit optimis bahwa ada pribadi2 seperti Yesus dan Maria menjadi andalan kita nantinya. Asal kita tetap berpegang padanya. Marilah terus mohon agar kita tetap setia dengan iman kita, bahwa Tuhan Yesuslah sasaran, tujuan dan harapan hidup kita. Dia yang telah bangkit dari kematian, semoga juga Beliau akan menemani kita saat kematianh dan dan layak dibangkitkan bersamaNya...Tuhan memberkati...

Jumat.20.11.20 Inspirasi pagi "dari altar menuju pasar"

Jumat.20.11.20 Inspirasi

Lukas 19: 45-48 “dari altar menuju pasar”

“Pura” itu,  adalah tempat orang Hindu berdoa dan bebantan. Orang Katolik Bali kalau hari minggu pagi dengan pakian rapi ditanya kemana, jawabanya adalah  “pergi ke pura”. Jarang mendengar jawaban “ke gereja”. “Pura” adalah tempat yang sakral untuk orang Bali, entah dia kritiani ataupun hindu. Kalau hari raya besar kami orang kristiani juga dengan bangga memakai pakian adat Bali, bahkan liturgi gereja semua dalam Bahasa Bali lengkap dengan iringan gambelan Bali yang khas. Hampir semua bentuk gereja mengacu pada arsitekstur pura, dengan ornament dan  seni yang tinggi yang indah dan agung. 

Dalam  era tourisme, “pura” tetap menjadi tempat yang sakral, anda boleh sekadar masuk dan melihat lihat tapi harus pake ikat pinggang tanda hormat memasuki tempat kudus. Bahkan selalu ada tulisan “bagi mereka yang datang bulan, tidak diijinkan memasuki pura Agung. 

Namun kurang lebih 500 meter anda akan disuguhi berbagai jenis souvenir dan barang dagangan serta pendagang yang sering bikin gerah dan mengganggu konsentrasi melihat dan menikmati keindahan tempat para dewa dewi bersemayam. Tapi tidak jarang kita dikejar oleh pedagang asongan ataupun para penukar dolar sampai ke pura/ kuil. Sungguh menjengkelkan.

Memang sih tidak sampai mereka menjadikan kuil seperti sarang pencuri, yang jelas sangat mengganggu menikmati kesucian dan keagungan tempat orang memuja dan dan berdoa. 

Dalam Injil hari ini, Yesus mengacu pada Kuil Yerusalem sebagai 'rumah doa'. Dia jelas merasa bahwa beberapa dari kegiatan lain yang sedang berlangsung di sana bertentangan dengan rumah atau tempat berdoa yang Tuhan maksudkan di Bait Suci, seperti berjualan, atau transaksi tukar-menukarkan uang.

Yesus kecewa dan marah sehingga Ia mengusir para pedagang sambil berteriak “Anda menjadikannya seperti saring pencuri saja, padahal ada tertulis, rumahKu adalah  rumah doa”. Sejak itu Yesus mengajar di bait Suci, sementara para pejabat bait Allah, ahli taurat, para pemimpin berusaha membunuh Yesus, karena perannya diambil, namun mereka tidak berhasil karena orang takjub pada perkataan-Nya yang sedemikian berwibawa saat mengajar.


Ada dua hal yang bisa diambil sebagai point pembelajaran.

Pertama soal rumah  Tuhan. Kita menyebutnya gereja adalah rumah doa. Tidak ada bangunan lain yang bisa digambarkan sebagai rumah doa. Keindahanya, patung yang dipajang, mozaik, gambar motiv, kaca patri, pencahayaannya, semuanya ada untuk mendukung agar kita bisa berdoa. 


Kedua, dalam suasana kidmad agung, dekornya dibuat indah dan tertata, gereja adalah tempat mendengarkan firman Tuhan yang berwibawa sehingga keluar dari rumah Tuhan kita mendapatkan energy yang baru. Masuk untuk berdoa keluar untuk mendapatkan energy dan keberanian yang lebih besar untuk bersaksi dalam keseharian hidup.


Selamat pagi sahabat, altar adalah tempat mempersembahkan diri dalam doa. Berdoa dulu kemudian bekerja mencari rejeki kehidupan. Dari altar menuju pasar, pusat transaksi kehidupan yang tidak bisa disangkal. Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Anthonelli Osf.

Terima kasih Romo  untuk kiriman inspirasi pagi yang bagus. Semula saya agak sulit membayangkan bait Allah yang dipakai untuk berjualan mencari untung.

 Namun setelah Romo diidentikkan dengan pura/Gereja jadi mengerti. Jadi sekali lagi tks banyak Romo...Iya sekarang sepertinya berjualan barang suci dekat rumah ibadat sekarang sudah membudaya, termasuk Gereja Katolik. Yang penting masih pada batas wajar, ya sudahlah. Namun dalam Injil ini sepertinya sudah kebablasan, mencari untung sebesar-besarnya, dan menghalalkan segala cara, sehingga bait suci kurang menjadi tempat yang sakral lagi untuk berdoa. Marilah kita mohon agar dianugerahi rahmat, untuk semakin menghormati tempat yang kita sucikan, sehingga kita sungguh dapat menghadap Tuhan dengan khidmat,  mampu berjumpa dan berkomunikasi dengan Tuhan dengan baik, sehingga Gereja menjadi tempat kita mendapatkan kekuatan batin dalam hidup kita. Tuhan memberkati...



Kamis.19.11.20 Inspirasi pagi "tetesan air mata Yesus"

Kamis.19.20 Inspirasi pagi

Luk.19:41-44 “ tetesan air mata Yesus”

Seseorang yang sering menangis dianggap cengeng dan dan emosian. Semakin parah lagi kalau yang menangis itu lelaki. Dia dianggap kurang tegar. Namun orang yang mengalami kehilangan apapun yang dicintainya, akan menangis.

Tuhan Yesuspun terharu dan menangis. Ia menangis saat Ia kehilangan sahabatnya Lazarus. Saat Ia mendekati Yerusalem dan melihat kota itu akan hancur, Ia meneteskan air matanya. Untuk apa Ia menangis dan sampai meneteskan air matanya?

“Andai saja anda mengerti pesan damai yang Kubawa, tapi sayangnya, itu tersembunyi dari matamu”. Orang Yahudi, tokoh agama dan ahli kitab bergeming untuk percaya padaNya, mereka sedemikian tegar tengkuk. 

Pastilah ingatan Yesus kembali pada sejarah kelam Yerusalem, sebegitu banyak nabi-nabi dibantai di tempat ini, mereka terbunuh karena menyampaikan kebaikan  Allah  yang selalu setia  mendampingi umat-Nya. 


Kini, Yesus sendiri harus mengalami hal yang sama di kota yang sama pula. Mereka yang dicintai-Nya lebih memilih hidup menuju kehancuran daripada damai yang diberikan Tuhan.

Lantas, saat memandang Yerusalem Dia menangis lagi karena harus melihat kematian-Nya, dan orang-orang yang dicintai-Nya menuju kebinasaan. 


Yesus menangis karena cinta yang tulus dan begitu mendalam di tengah hamparan pengabdian secara murni sampai titik salib Kalvari. Tetesan air mata perjuangan-Nya dalam rangka mengembalikan martabat manusia yang luhur ini telah dipuncaki dengan tetesan darah.

Apa yang bisa dipetik dari pristiwa Yesus menangisi Yerusalem?


Hehe teringat kisah hidup Santa Monika, tangis dan air mata menjadi santapan siang dan malam untuk pertobatan putra terkasihnya Agustinus. . Ketika kata-kata sudah buntu, lidah telah kelu, air mata menjadi alat penuh rindu sekaligus harapan yang pasti akan kebaikan Tuhan. 

Menangislah dalam setiap perjuanganmu, menangislah untuk orang orang yang kalian cintai.


 Segala kesulitan dan tekananan atau masalah yang kita alami saat ini bahkan kegagalan hidup  memang membuat kita menangis.  Namun segala sesuatunya akan baik baik saja. Selalu saja ada pembelajaran yang dapat kita petik. Serahkan semuanya kepada Tuhan. Sebab Air mata-Nya telah tertumpah untuk kita.


Selamat pagi sahabat. Gagal, kacau, berantakan bahkan kematian  akan datang silih berganti, namun hidup tetap harus berjalan. Doakan mereka yang telah pergi. Singsingkan lengan untuk tetap melanjutkan kehidupan.  Mari kita gunakan setiap pristiwa hidup kita dengan penuh syukur. Tuhan memberkati


Sharing sr. Anthonella Osf:


Terima kasih Romo kiriman inspirasi paginya yang bagus. Iya rasanya mengharukan merenungkan Injil hari ini ya Romo. Tuhan Yesus sampai menangis bukan karrna tangisan emosional tetapi tangisan cinta yang begitu dalam terhadap Yerusalem dan semua yang mrnjadi korban disana. Beliau begitu berbelarasa terhadap mereka semua. Semoga kitapun dianugerahi kepekaan terhadap lingkungan kita, yang membutuhkan perhatian, bantuan dan sapaan kita, khususnya pada saat2 sulit seperti ini....Selamat pagi Romo dan Tuhan memberkati...


Selasa, 17 November 2020

Selasa,17.11.20 Inspirasi pagi "aneh saja"

Selasa.17.11.20 Inspirasi pagi

Luk. 19:1-10 “aneh saja”

Lucu memang laki laki bernama Zakheus ini.  Pemungut pajak senior,  kaya, mungkin juga sedikit gemuk karena tinggi badannya kurang dari 160 cm. Namun tekadnya untuk berjumpa dengan Yesus sungguh luar biasa. Ketika dia tidak dapat melihat Yesus karena kerumunan itu, dia melakukan sesuatu yang  dianggap sangat aneh bagi orang yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Ia  naik ke pohon ara untuk memastikan dapat melihat Yesus. Anehkan.

Tidak berhenti sampai di situ, tiba tiba Yesus berhenti dan melihat keatas pohon dan berkata: “He he Zakheus, turun, hari ini aku mau singgah dan numpang di rumahmu”. Boleh kan?

Bisa dibayangkan kegembiraan Zakheus dapat kunjungan yang sudah lama dirindukannya, namun banyak orang lain tidak terima, kenapa Yesus justru singgah ditempat orang kaya yang hidup dari memungut pajak masyarakat. Dua duanya aneh. Orang kesohor seperti Yesus kok mampir di rumah orang berdosa bisik mereka satu dengan yang lain.

Apa pembelajarannya?

Kisah Zakheus mengajarkan kepada kita bahwa kegembiraan yang orisinil muncul karena Tuhan tidak melihat seberapa besar dosa Zakheus. Ia merasa mendapat penguatan dan kesadaran baru dari pencariannya bertemu dengan Yesus. Adalah tidak berlebihan bila muncul keinginan dan hasrat untuk berbagi kebaikan kepada orang lain, seperti terucap dari komitmennya akan memberikan setengah hartanya kepada orang miskin, dan jika ia telah menipu seseorang, ia  akan mengembalikannya empat kali lipat jumlah tersebut.

Tuhan selalu mengetuk pintu kehidupan kita. Dia mendahului  mencari kita. Zakheus, dengan semua kekayaan haramnya, telah mendapatkan kegembiraan hidupnya kembali. “Lihat Yesus singgah di rumahku dan berbagi meja denganku”,  kenangnya

Suatu hari di minggu pagi, datang seorang laki laki  separuh baya ke pastoran, menyerahkan amplop kepada saya, dengan tulisan, ucapan syukur telah mendapatkan kembali kehidupan keluargaku. Mohon didoakan Romo. Saya kenal bapak ini sudah lama tidak ke gereja. Setelah selesai misa, seperti biasa saya menjumpai umat di depan pintu gereja, dan bersalaman dengan umat. Bapak  tadi bersama istri dan anaknya datang menghampiri saya, “terimakasih romo, terimakasih. Saya menyaksikan kegembiraan ayah ini bersama istri dan dua anak remajanya. Selanjutnya saya sering melihat keluarga ini pada hari minggu. Mereka telah mendapatkan kembali sukacita kehidupan bersama mereka. 

“Hari ini, keselamatan telah datang ke rumahnya. Ia telah mendapatkan kembli hidupnya. Selamat pagi sahabat. Ternyata tidak aneh. Ketika kita mengambil langkah kecil menuju Tuhan, kita menemukan bahwa Dia telah mengambil langkah besar menuju kita. Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Anthonella Osf

Selamat siang Romo, terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang sangat menyentuh. Kisah tentang zakeus memang menarik. Menarik karena seorang pejabat yang tidak malu atau gengsi sampai memanjat pohon karena penasaran akan pribadi Yesus yang luar biasa. Sapaan Yesus terhadapnya membuat dirinya bertekuk lutut, dan langsung berubah haluan 100 derajad. Luar biasa kuasa rahmat yang diterima. Sapaan dan kehadiran Yesus dapat mengubah segalanya, asal yang bersangkutan terbuka akan rahmatNya. Marilah kita mohon keterbukaan hati agar kehadiran Yesus setiap pagi sungguh2 dapat mengubah hati dan hidup kita sehingga kitapun rela untuk berbagi dengan mereka yang ada disekitar kita...


Senin.16.11.20 Inspirasi pagi "seberapa gigih kita"

Senin.16.11.20 Inspirasi pagi

Luk 18:35-43 “Seberapa gigih kita”

Ada pepatah yang mengatakan: “anda tidak bisa mendorong atau memaksa seseorang untuk naik ke atas tangga kecuali ia sendiri yang mau memanjatnya”. Seberapa kuat kemauan anda itu lah yang mendorong anda untuk sampai pada tujuan yang mau dicapai.

Hari ini dalam injil kita berjumpa dengan orang yang memiliki keteguhan hati, niat yang murni, tulus, penuh pengharapan. Orang buta dari Yeriko. Begitu dia mendengar bahwa Yesus dari Nazaret sedang melewati Yerikho, dia memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan perhatian Yesus, berseru meminta pertolongan, 'Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku'. 

Usahanya meminta bantuan mendapat perlawanan. Orang-orang yang ikut Yesus menyuruhnya diam. Namun, pria ini tetap kekeh untuk menerobos rintangan yang dihalangi orang lain. Ia tidak peduli, ia nekat. Yang ada dalam dirinya adalah semangat untuk sembuh. I must..

Apa yang bisa diambil  sebagai pembelajaran?

Orang buta tidak hanya menunjukkan kepada kita bagaimana mencari belas kasihan Tuhan tetapi bagaimana kegigihannya menaklukan keterbatasannya.

Dia mungkin buta secara fisik, namun keterbatasannya menggapai dan melihat Yesus dengan mata hatinya, tidak sedikitpun menyurutkan langkahnya. 

Hambatan dari orang orang sekitarnya yang tidak ramah,  membuatnya memohon  lebih keras. Saat itulah dia menemukan bahwa Yesus tidak seperti orang yang menghalanginya. Yesus menghentikan jalannya ketika dia mendengar jeritannya, memanggilnya dengan cara yang sangat pribadi dan hormat, 'Apa yang kamu ingin aku lakukan untukmu?' 

Yesus pasti tahu apa yang diinginkan pria itu tetapi dia memberinya kesempatan untuk mengungkapkan apa yang dia inginkan, 'biarkan aku melihat lagi'. 

Iman yang teguh dari pria itu menciptakan celah bagi Yesus untuk menyembuhkannya. Setelah disembuhkan, dia mengungkapkan lebih jauh imannya dengan mengikuti Yesus sambil memuji Tuhan. 

Mari bertanya, seberapa kuat niat kita dan seberapa besar kegigihan kita untuk menjadi lebih baik hari ini. Kunyahlah apel itu, maka anda akan menikmati rasanya. Tidak ada orang yang mampu menjadikan anda pribadi yang tegar yang lebih baik. Gurupun tidak, hanya anda sendiri yang mampu. Selamat pagi sahabat, selamat bertemu Tuhan dalam perayaan ekaristi dan doa di pagi hari ini. Tuhan memberkati.

Sharing sr. Anthonella Osf

Prrtama-tama saya mohon maaf dua hari saya tidak berdaya karena agak sakit Romo....Puji Tuhan sudah agak baikan hari ini. Terima kasih Romo untuk kiriman inspirasi paginya yang bagus. Iya Romo kita bisa belajar banyak dari pengemis buta itu... Dia mempunyai iman yang luar biasa akan Yesus dan hati yang kuat bahwa Yesus pasti bisa menyembuhkannya. Maka Yesus mendekati dan berkata bahwa imannya yang menyembuhkannya. Luar biasa... Kitapun percaya dalam Yesus tidak ada yang mustahil, asal kita dengan tekun memohon dan percaya kepadaNya. Semoga kita kita juga dianugerahi ketajaman hati untuk tidak buta bagi sesama yang membutuhkan, siapapun dia. Butuh bantuan, sapaan, perhatian atau pertolongan kita...Tuhan memberkati..

Minggu,15.11.20 Inspirasi pagi "takut"

Minggu.15.11.20 Inspirasi pagi

Matius 25: 14-30  “takut”

Bicara tentang modal, uang atau talenta orang mudah kagum dan memuji muji orang yang berhasil dan sukses. Apalagi kita mendengar sejarah dan riwayat usaha  mereka ini berawal dari modal kecil, kerja keras, kehidupan yang susah dan kini berkat talenta (uang) yang mereka usahakan dengan terkun, sekarang mereka menjadi orang sukses, orang sangat sejahtera.

Ceritra akan berbeda dengan mereka yang sama sama pernah berusaha, pernah memutar modal usaha, tapi gagal, tidak berhasil, usahanya dari dulu ya itu saja kios kecil. Ada yang mengatakan karena fengsuinya kurang baik, atau nasibnya kurang beruntung. Tapi banyak yang mengatakan mereka malas, kurang cerdik, mudah puas, atau “takut ambil resiko”.

Saya simpati saja dengan pria ketiga ini dalam perumpamaan talenta ini. Mari kita focus sejenak dengan  kisah ceirtra Yesus tentang  talenta yang diterima oleh pria yang ketiga. Pria itu hanya menerima satu talenta. Simak potongan kisahnya: 'Terakhir muncul pria yang memiliki satu talenta. “Tuan,” katanya, “Saya telah mendengar Anda adalah orang yang keras, menuai di mana Anda belum menabur dan mengumpulkan di tempat yang belum Anda hamburkan; jadi saya takut, dan saya pergi dan menyembunyikan uang anda. Masih utuh kok; Ini dia; ini milikmu, saya kembalikan lagi kepadamu.  Tapi tuannya menjawab, “Kamu hamba yang jahat dan malas! Jadi Anda tahu bahwa saya orang keras, suka marah, menuai di mana saya belum menabur dan mengumpulkan di tempat yang belum saya taburkan? Heran, kenapa anda tidak menyimpannya di bank atau di CU biar berkembang. Saya susngguh kecewa. Kisah imaginasi saya, saya  potong di sini.

Apa yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran dari kisah talenta ini?

Dalam akhir kisah itu  Yesus, menegaskan “setiap orang yang memiliki akan diberikan lebih banyak, tetapi dari orang yang tidak memilikinya, bahkan apa yang dimilikinya akan diambil. 

Setiap dari kita besar atau kecil diberi kesempatan atau memiliki peluang yang sama. Hanya saja apakah kita bertindak seperti pria pertama kedua menggunakan kesempatan dan peluang, apa yang kita miliki dengan penuh tanggung jawab, atau kita ini termasuk pria  ketiga yang “takut” ambil resiko, takut kena marah, atau orang yang hanya suka cari sensasi biar viral saja. Hidup ini proses belajar saja, tidak ada makan siang yang gratis

Tetap berjuang jangan mudah puas. Kembangkan potensi kemampuan bakat yang kita miliki. Kata teman yang kini sudah punya rumah burung walet dan kebun sawit  20 kapling bahkan lebih, “sukses yang saya raih ini tidak ditentukan oleh apa yang saya miliki, tapi oleh kerja keras yang saya lakukan” Luar biasa.

Selamat pagi sahabat, selamat hari minggu. Mari kita sirami terus benih, bakat, potensi yang kita miliki. Kalau hanya disimpan terus, kayaknya kurang memiliki nilai. Jangan bilang lagi “saya takut”, saya tidak mampu, bangun komitmen kita mulai hari ini. Tuhan memberkati.

Sharing sr. Antonella Osf

Sabtu, 14 November 2020

sabtu.14.11.20 Inspirasi pagi "belajar dari wanita tangguh"

Sabtu 14.11.20 Inspirasi pagi

Luk 18:1-8 “belajar dari wanita tangguh”

Dalam dunia pendampingan kelompok lemah, rentan, kecil difabel, istilah “resiliens” menjadi tuntutan yang terus menerus disuarakan. Resiliens sendiri artinya,  kemampuan untuk beradaptasi dan tangguh dalam situasi sulit. Individu yang resilien adalah individu yang optimis. Ia memiliki harapan pada masa depan dan percaya bahwa ia dapat mengontrol arah hidupnya, ia dapat menangani masalah-masalah yang muncul pada masa yang akan datang. Tetap tenang dibawah tekanan, berpikir positip, punya komitmen tinggi, tidak berkecil hati menghadapi kesulitan hidup.

Sosok janda dalam perumpamaan injil pagi ini, adalah gambaran yang bagus tentang penolakan orang orang yang  berkecil hati, tetap tangguh memperjuangkan hak haknya, bahkan ketika ia harus menghadapi hakim yang brengsek, yang tidak menghormati Tuhan atau orang lain. 

Godaan untuk berkecil hati, mutung, selalu menyertai kita. Kita bisa sangat tergoda untuk putus asa disaat pandemi ini. Takut hasil test swap, takut kalah, takut dengan tekanan orang orang penuh ambisi. Sebagai orang yang beriman kita dapat tergoda untuk berkecil hati di hari-hari sulit ini. 

Godaan orang percaya untuk berkecil hati itulah yang ada dalam pikiran Yesus ketika Dia berbicara perumpamaan tentang janda dan hakim yang tidak adil. Inilah seorang wanita yang menolak untuk berkecil hati, meskipun dia menghadapi hakim yang tidak takut akan Tuhan atau tidak menghormati orang lain. Janda yang tidak berdaya ini sedang dihadapkan pada hakim yang berkuasa,   kemungkinan besar kalah melawan hakim.

Namun, dia menolak untuk menyerah karena dia tahu bahwa keadilan ada di pihaknya. Dia menolak untuk berkecil hati. 

Yesus menempatkan wanita ini di hadapan kita sebagai model iman yang teguh, tangguh resilien dalam menghadapi rintangan yang hampir tidak dapat diatasinya. 

Apa pembelajaran yang bisa diambil dari pesan injil pagi ini?

Di akhir komentarnya tentang perumpamaan ini, Yesus mengajukan pertanyaan, 'Ketika Anak Manusia datang, apakah dia akan menemukan iman di bumi?' Dengan kata lain  Yesus bertanya apakah dia akan menemukan jenis orang orang yang beriman  tangguh, dan orang gigih, atau, sebaliknya, dia akan menemukan bahwa orang-orang telah kehilangan hati dan mudah patah semangat, menyerah pada perjuangan?

Selamat pagi sahabat. Mari belajar dari sabda Tuhan yang sangat inspiratif: “Berdoalah dengan tak jemu jemu”. St. Agustinus bilang, yang tidak boleh hilang dalam hidup adalah keinginan; berdolah selalu dengan keinginan yang tak pernah kunjung padam. St. Ignasius Loyola mengekspresikan seperti ini:  “berdoalah selalu seakan-akan segalanya tergantung dari Tuhan”, namun “bekerjalah dengan keras seakan akan itu semua dari usahamu”. Tim yang tangguh tidak mundur hanya karena ada hambatan. Keep going.


Sharing Sr. Anthonella Osf





Jumat.13.11.20 Inspirasi pagi "jangan pernah berhenti berharap"

Jumat.13.11.20 Inspirasi pagi

Luk. 17: 26-37 “Jangan pernah berhenti berharap”


Pembacaan Injil pagi ini memperingatkan agar kita tidak terlalu asyik dengan hal-hal biasa dalam kehidupan sehingga kita mengabaikan apa yang paling penting. Tuhan Yesus berbicara tentang makan dan minum, jual beli, menanam dan membangun, kawin dan dikawinkan. 


Yesus mengingatkan para pendengarnya bahwa pada zaman Nuh semua orang terlibat dalam kegiatan seperti itu, tiba-tiba, bencana melanda, banjir datang dan semua kegiatan manusia yang sangat penting ini tampak kurang penting. Demikian juga zaman Lot, semuanya akan menjadi hancur, tidak ada yang tersisa, yang ada hanyalah penyesalan. Yang terlanjur mencintai tubuhnya akan kehilangan. 


Atas dasar itu Yesus memperingatkan orang-orang, dan murid muridnya untuk tidak terlalu asyik dengan kegiatan-kegiatan yang sangat manusiawi dan perlu ini sehingga ketika Dia, Putra Manusia, datang pada akhir zaman, mereka tidak lengah melainkan siap sedia.

Apa pembelajaran yang bisa kita ambil?

Benar sekali hidup hidup tidak bisa berjalan tanpa hal hal itu. Hidup begitu penting sehingga kita dapat melihatnya sebagai yang paling penting.

Namun, di atas dan di luar semua kegiatan  yang diperlukan itu, ada kenyataan hidup yang lebih dalam, apa yang dirujuk oleh bacaan itu sebagai hari kedatangan  Anak Anak Manusia  di akhir zaman dan  akhir dari kehidupan pribadi kita sendiri, yakni ketika Tuhan memanggil kita pulang. Hari itu menjadi sedemikian keramat, semua yang hidup akan merasa kehilangan apa yang dicintai dan orang orang yang dicintai.

Selamat pagi sahabat. Semua kehidupan adalah ajakan untuk merenungkan Tuhan yang ada di jantung kehidupan kita. Dia memanggil kita, saat kita menjalani kehidupan sehari-hari, saat kita bekerja, saat kita istirahat, saat karier sedang baik, saat kita sedang membangun.

Terus melangkah, terus bekerja, dan tidak mengeluh, sekalipun virus corona  bergeriliya dalam senyap. Jangan pernah berhenti berharap. Proses penantian kita akan menjadi sangat berarti dan indah pada waktunya,  ketika kita mengandalkan Tuhan yang setia mendampingi   kita. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Anthonella Osf

Selamat sore Romo....Terima kasih untuk kiriman inspirasi paginya yang mantap. Iya kita .emang penting diingatkan akan tujuan akhir hidup kita. Sebab kalau tidak kuta terlalu asyik, lupa akan apa yang menjadi cita2 kita.. Entah mudah entah sulit hidup ini memang sering mengasyikkan. Sehingga terkadang lupa akan tujuannya. Marilah mohon rahmat Tuhan agar kita didalam  mengisi waktu dan hari2 kita, kita tetap komit terhadap apa yang mrnjadi tujuan dan sasaran hidup kita. Tuhan memberkati...


Kamis.12.11.20 Inspirasi pagi "belajar peka"

Kamis.12.11.20 Inspirasi pagi

Lk 17:20-25 “ Belajar peka”

Terkadang kita bisa melewatkan sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita.  Ada di depan mata kita, tetapi kita tidak melihatnya, seringkali kita tidak peka. Dalam pembacaan Injil pagi ini, orang Farisi bertanya kepada Yesus “kapan kerajaan Allah akan datang. 


Sebagai jawaban Yesus berkata kepada mereka, 'Kamu harus tahu, kerajaan Allah ada di antara kamu'. Orang Farisi dan ahli kitab  gagal untuk melihat bahwa kerajaan Allah hadir di tengah  mereka di dalam dan melalui pribadi Yesus. Mereka pikir Allah yang menjadi Raja itu pasti Allah yang wah, yang serba hebat dan menyenangkan. Pokoknya dramatis. Punya mata tidak sungguh melihat. Punya telinga tidak mendengar. Punya Hati kurang peka.


Pembacaan Injil mengingatkan kita bahwa Tuhan hadir dalam hidup yang tidak selalu dalam bentuk tanda tanda lahiriah hebat. Seringkali tidak dramatis, tidak heboh. 


Ketika hati tulus mengasihi, ketika  dengan sepenuh hati mendaraskan doa Bapa kami, memohon pengampunan, miskin hati dihadapan Tuhan, Kerajaan Allah hadir . Ketika hidup menjadi garam yang mengasinkan dan pelita yang menerangi, disitulah tandanya Allah menjadi Raja kita. Bahkan ketika kita dibenci, dihujat karena Tuhan Yesus, disitu Allah hadir. Ketika kita belajar berbagi seperti janda miskin, memberi dengan hati, di situlah hadir kerajaan Allah. 

Yang kita butuhkan adalah mata iman  untuk melihat,  hal hal baik dan positip di sekitar kita, telinga iman untuk mendengarkan. Menjadi pendengar yang baik, tidak merasa menjadi orang yang paling berpengalaman.

Mari belajar menjadi pendengar yang baik, peka akan situasi. Belajar untuk melihat hal hal positip di sekitar kita. Jangan mudah tergoda untuk putus asa pada hal hal yang belum kita capai. Ketika kita menutup diri untuk belajar, maka kita menutup kemungkingan diri kita bertumbuh dalam iman. 

Selamat pagi teman, “Miliki mata iman dan telinga yang tajam dan peka”. Satu hati dalam doa dan ekaristi mengawali  pagi hari. Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo, terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang mantap.Kadang kita sibuk dengan diri kita sendiri sehingga kita kurabg peka akan kehadiran, kebaikan, bantuan yang diharapkan sesama kita yang ada disekitar kita Romo. Mari kita mohon rahmat agar kita berani lebih mengosongkan/berani keluar dari diri kita sehingga semakin dapat bermanfaat bagi sesama. Mampu menjadi pendengar dan pemerhati bagi mereka yang sangat membutuhkan bantuan dan perhatian kita. Semoga rahmat Tuhan memampukan kita...


Rabu.11.11.20 Inspirasi pagi :tetap konsisten belajar berterimakasih"

Rabu.11.11.20 Inspirasi pagi


Lk.17:11-19 “tetap konsisten belajar berterimakasih”



Terkadang kita menjadi lupa berterimakasih atas berkat yang diberikan kepada kita. Kita lupa kita diberi sahabat yang selalu mendukung, lupa dengan keluarga, lupa dengan orang tua yang selalu mendoakan kita. Lupa keadaan kita seperti saat ini, adalah dukungan dari banyak orang baik.

Dari bacaan injil pagi ini kita diingatkan oleh orang Samaria yang dianggap hina, tapi justru satu satunya yang berbalik memuji Tuhan. Dari sepuluh penderita kusta yang disembuhkan oleh Yesus, “hanya satu yang  berbalik kepada Yesus”. Kemana yang lainnya? Mereka lupa bersyukur? Bisa jadi. Mereka terlalu asyik gembira karena telah sembuh, telah sukses.

Mari kita hening sejenak, begitu banyak hal baik dalam hidup kita telah diberikan kepada kita. Orang yang paling penting dalam hidup kita telah diberikan kepada kita; mereka datang kepada kita sebagai berkat. Kita dianugrahi  kemampuan tertentu, memiliki talenta. Tuhan telah karuniakan kesempatan untuk mengembangkan usaha, yang awalnya kecil sekarang berkembang baik. Kemarin kita orang yang was was karena merasa sakit, sekarang sudah pulih kembali. Kemarin- kemaren kita jauh dari gereja, kini sudah hadir kembali.

Tidak perlu iri dan silau oleh kesuksesan orang lain, lalu kita lupa mensukuri keadaan kita saat ini. Kembali kepada Yesus itu yang membedakan orang Samaria. Demikian pula kita, jika kita konsisten untuk mensyukuri keadaan apapun, pasti banyak kwalitas hidup yang bermakna yang akan kita rasakan.

Selamat pagi sahabat, apapun yang kita alami saat ini, senang, susah, dijauhi, dibuli, tetap belajar memetik pelajaran dari setiap peristiwa hidup, memaknainya dengan penuh syukur.

Satu dalam doa dan perayaan ekaristi. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Anthonella Osf

Selamat siang Romo...terima kasih untuk inspirasi paginya. Betul apa yang Romo katakan diatas bahwa keberadaan kita sampai saat ini merupakan berkat dari banyak orang. Semoga kitapun dimampukan juga menjadi berkat bagi banyak orang. Mampu senantiasa bersyukur krpada Tuhan atas begitu banyak orang yang mencintai, memberi perhatian dan menolong kita atau yang mrnjadi perpanjangan tangan Tuhan. Seperti telah diteladankan kepada kita oleh St. Martinus yang pestanya kita rayakan rela berbagi berkat dengan orang yang membutuhkan bantuan kita... Untuk itu semoga Tuhan memampukan kita dengan rahmatNya....


Selasa.10.11.20 Inspirasi pagi "ada udang dibalik batu"

Selasa.10.11.20 Inspirasi pagi
Lukas 17: 7-10
“Ada udang dibalik batu” do ut des.
Kami adalah hamba yang tidak berguna; kami telah melakukan apa yang wajib kami lakukan.
Perumpamaan singkat yang Yesus ucapkan dalam pembacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa kita tidak pernah bisa menuntut Tuhan untuk apa yang telah kita lakukan. Kalau sudah menjadi ketua tim ini itu, menjadi ketua panitia ini itu kemudian  berkata:  ah Tuhan saya berhak mendapatkan balasan atas semua yang telah saya lakukan'. Tidak seperti itu.
Yang harus terucap adalah “Aku hanyalah hamba yang tidak berguna. Aku hanyalah pelayan tuanku. Aku orang yang tidak boleh ego. Istilah Paus Leo Agung yang kita rayakan pestanya pagi ini “berhati lapang dan berpendirian teguh” diantaranya memberi tidak mengharapkan imbalan. Do ut des.
Apa pembelajaran yang bisa dipetik dari wejangan singkat Yesus pagi ini?

Dalam dunia bisnis do ut des  akan menjadi hal biasa.  Do ut Des mengandung pengertian bahwa kita memberikan sesuatu kepada orang lain karena mengharapkan orang lain pun memberikan sesuatu untuk kita. Secara lugas dapat dikatakan bahwa kita memberikan sesuatu kepada orang karena mengharapkan imbalan tertentu. Ada udang di balik batu.

Coba siapa yang tidak akan berkomentar miring, ketika orang yang selama ini dianggap tokoh baik, murah hati, rela berkorban, tiba tiba demi urusan bisnis apapun  dilakukan, termasuk mengorbankan reputasinya. Waduhh kok tega ya.

“Saya memberi dan engkau memberi” menjelang pilkada, hal yang marak dan menjadi pemandangan yang lumrah, biasa. Para calon seolah berlomba-lomba tidak hanya menjual program dan janji-janji, kalau engkau mau menjadi timku, kelak bila aku terpilih seluruh perusahan yang ada di wilayah ini akan menjadi ladang usahamu. Orang cerdas akan bergeming, karena ia pikir, ndak menangpun, memang aku sudah berbisnis di wilayah ini. Tapi orang tidak cerdik akan merasa hebat dan bangga, kalau pilihanku menang otomatis bisnisku akan menjadi besar karena diberi hak istimewa di wilayah yang kaya tambang ini.

Pinter pinterlah berpolitik. Saya ingat nasehat seorang kawan yang sudah malang melintang di tim sukses, “ rakyat sudah pinter romo, terima setiap pemberian, tetapi soal pilih, pada hari H di bilik, hanya aku dan Tuhan yang tahu. Hehe, bener juga ya. Jadi …. Jangan dibohongi atau diperbodoh oleh politik Do ut Des. Yang pasti pasti sajalah.

Jadilah hamba yans setia, berani sedikit berkorban, kalau memberi atau beramal, bersedekah, tulus sajalah. Tidak mengorbankan jabatan hanya untuk janji bisnis. Saya memilih engkau karena engkau berjanji akan membantu aku dalam bisnis kelak. Jangan jadi bagian dari lima gadis yang bodoh. Jangan gadaikan reputasimu yang baik hanya untuk mimpi jadi orang  hebat. Jadilah orang  hebat yang  smart. Hindari  semangat memberi supaya diberi. Kalau ada udang goreng di piring jangan habiskan. Selamat pagi sahabat, tetap semangat. Tuhan memberkati.
 

Sharing sr. Anthonella Osf

Selamat sore Romo, maaf baru sempat balas.. Kalau membaca Injil hari ini, kita merasa bahwa kita bukanlah siapa2 dihadapan Tuhan Romo. sungguh2 seorang hamba yang memang harus melayani, tidak lebih...Tidak jarang kemanusiaan kita protes, karena dalam perikop lain mengatakan bahwa orang bekerja berhak mendapat upah. Semoga kita tetap menjadi pelayan yang setia walau apapun yang terjadi.



Senin, 09 November 2020

Senin.9.11. Inspirasi pagi "cinta akan rumah-Mu membuat aku semangat

Senin.9.11.20 Inspirasi pagi

Yoh.2:13-22 “Cinta akan rumah-Mu membuat aku semangat….

“Pada pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran”



Mungkin baik mengenal profile Basilika Lateran yang kita peringati pada hari ini.

Lokasinya di Roma, negara Italia. Sejarah singkatnya: gereja ini dipersembahkan untuk mengenang Yohanes Pembaptis dan Yohanes Rasul. Didirikan pada tahun 324 menuju abad ke 4 selesai pada tahun 1735, didirikan oleh Kaisar Konstantin, Kaisar Kristen yang pertama. Jadi proses pembangunan fisiknya dalam waktu yang lama dan panjang,sekali, tidak terbayangkan.

Basilika Lateran adalah salah satu dari empat Basilika Roma yang agung. Basilika ini  adalah gereja Katedral Roma dan, juga, adalah gereja Uskup Roma, yakni di mana  Paus Fransiskus bertahta sekarang. Sebagai Gereja Katedral Paus, gereja ini memiliki gelar 'Ibu dan Kepala semua gereja di Kota dan Dunia'. 

Ada banyak gereja yang indah di Roma dan di seluruh dunia. Namun, kita semua sangat sadar bahwa gereja pada dasarnya bukanlah sebuah bangunan saja, betapapun megahnya. Gereja adalah kumpulan umat  beriman yang berkumpul di gedung  yang kita sebut gereja. Kalau kita sekarang merayakan pemberkatannya, kita merayakan sejarah iman kita yang sering bertemu dan berkumpul di rumah Tuhan.

Mari kita belajar arti pentingnya rumah Tuhan. Mengapa Yesus menjadi  sedemikian marah melihat rumah Allah dijadikan tempat untuk mencari keuntungan pribadi? Karena Ia sadar Rumah Allah, bahasa Yesus Bait Allah, seharusnya menjadi tempat orang berdoa, beribadah, orang bersukacita karena Allah hadir dalam kemegahan gereja. Rumah kediaaman Allah yang membuat hatiNya bernyala nyala, bersemangat dalam pelayanan. ( “Cinta akan Rumahmu menghanguskan Aku”)

Teringat ujaran  Paulus kepada orang-orang Kristen di Korintus, 'Anda adalah bangunan Allah ... Anda adalah bait Allah'. Paulus mengingatkan kita bahwa yang lebih mendasar daripada bangunan yang kita sebut gereja adalah orang-orang yang kita sebut gereja yakni kita umat Allah.

Gereja paroki kita  adalah bangunan  sederhana bahkan tidak bisa dibandingkan  dengan  Basilika Santo Yohanes Lateran di Roma, namun  keduanya sama-sama merupakan tempat meneguhkan iman kita. Mari dijaga keindahannya, dirawat kebersihannya agar iman kita tetap terjaga, agar seluruh kehidupan kita menjadi gerakan menuju Allah Bapa melalui Kristus yang adalah Rumah Allah sendiri.

Cinta akan rumah Tuhan membuat hatiku bersemangat dalam pelayanan untuk membangun umat yang mencintai Tuhan. Mari kita rawat Gereja  dengan setulus hati, sebab itulah cara membangun dan memperlihatkan  identitas kristiani kita dimata umat lain. Selamat pagi sahabat, Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Anthonella Osf:

Selamat pagi Romo, tks untuk inspirasi pagu yang menambah wawasan kami tentang Gereja, khususnya Gereja Lateran yang pada hari ini kita rayakan. Kita sungguh bersyukur sebagai orang Katolik walaupun jauh namun terasa dekat, walaupun bermacam- macam namun terasa satu, karena disatukan oleh Kristus. Tidak ada agama yang seperti agama kita. Mari kita tetap berdoa dan menjaga kesatuan dan persatuan Gereja kita agar apapun tantangan dari luar kita tetap mampu mengatasinya karrna kita bersatu.

Minggu.8.11.20 jangan terlena di zona nyaman...

Minggu.8.11.20 Inspirasi pagi

Mt.25:1-13 “Jangan terlena di zona nyaman”

Ada pepatah yang mengatakan begini : orang bodoh yang menganggap diri bijaksana adalah orang bodoh yang sesungguhnya, sedangkan orang bodoh   yang sadar bahwa dirinya bodoh adalah awal kebijaksanaan.


Kami sering menggunakan joke ini di meja makan dengan rekan imam, untuk menertawakan anak yang telmi, malas, telatan, seperti ini; Ayo Coba ucapkan apa yang kami eja ini, nak    “B O D O H”, anak itu dengan pede menjawab, “GOBLOK”. 


Orang bijaksana biasanya lebih banyak diam. Ia sadar jalan satu satunya menghadapi covid ini ya ikuti protokoler kesehatan. Rajin menggunakan masker, rajin cuci tangan. Sepertinya sering dicap sombong kalaupun ikut arisan duduknya agah menjauh. Sangat disiplin dan rajin mengontrol serta menyiapkan segala sesuatu untuk anak-anaknya ke sekolah. Baginya kata kunci kehidupan adalah rajin, tidak pernah lelah untuk mengecek dan mempersiapkan segala sesuatunya. Kelihatannya sangat idealis, sempurna dan pelit enak enak.


Sebaliknya orang bodoh lebih banyak cakap, merasa tahu banyak hal, merasa unggul dalam berbagai hal, menganjurkan orang berbuat, namun terkadang malas melakukan apa yang dianjurkan. Sadar kesehatan itu penting dan mahal, tapi jarang orlah raga atau ikuti protokol kesehatan. Hidup terasa enak saja, easy going, peduli apa dengan segala tetek bengek persiapan aturan


Sesederhana itu lah gambaran kisah lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh. Yang satu rajin, yang satu malas. Yang satu tidak hanya membawa pelita tapi juga membawa cadangan minyak untuk jaga jaga. Yang lain berpikir, ah untuk apa repot repot, nanti juga bisa pinjam dari tetangga. Kurang cerdas dan cerdik saja menyikapi hidup.


Berkali kali Yesus mengajarkan agar murid murid cerdik, cerdas seperti bendahara yang akan dipecat tuanya, memanfaatkan segala sesuatu, bahkan seperti kemarin bila perlu taklukan mammon bila ingin selamat. Namun tetaplah setia dengan perkara perkara kecil menyangkut kehidupan, agar kelak kita dipercaya untuk perkara perkara besar.


Apa hal yang berharga yang ditawarkan Tuhan dalam injil hari minggu ini?


Sederhana saja. Yang jelas segala sesuatu tidak akan pernah selesai jika kita hanya berwacana saja, namun tidak mulai melakukannya. Punya keinginan itu baik. Punya rencana yang terukur sangat dianjurkan, punya mimpi-mimpi apa lagi. Hanya saja seperti gadis yang digambarkan “bodoh” akan menjadi sia sia jika kita tidak pernah ambil tindakan.


Punya banyak pertimbangan terkadang membuat kita ragu untuk melangkah. Banyak duduk, merenung, berpikir seperti kelihatan bijaksana, tapi tidak disertai langkah apa apa tidak akan membuat perubahan apa apa. Jangan terlena di zona nyaman. Kata anak muda milineal sekarang, ide saja tidak ada nilainya tidak diaplikasikan.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, selamat hari minggu. Jangan ragu, lakukan saja sekarang juga. Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Anthonella osf

Selamat pagi dan selamat hari minggu Romo... Tks banyak untuk inspirasi paginya yang bagus. Hari ini Firman Tuhan mengajak kita bertindak seperti lima gadis bijaksana dalam perumpamaan diatas. Serta dengan bijaksana dan siaga menyikapi setiap peristiwa hidup kita sehari-hari. Karena kita tidak tahu kapan dan dalam situasi apa Tuhan akan datang menjemput kita. Semoga suatu saat Tuhan tiba2 datang kita didapati sedang berjaga sehingga bersama Beliau kita dapat menikmati damai abadi di Surga. Selamat hari Minggu Romo, Tuhan memberkati.


Sabtu, 07 November 2020

Sabtu.7.11.20 Inspirasi pagi "jadilah orang yang dapat dipercaya"

Sabtu.7.11.20 Inspirasi pagi 

Lk.16:9-15 “”

“Jadilah orang  yang layak dipercaya”


Teringat lagu “ oh uang, lagi lagi uang” Pretty Sisters, th.1976  sebagian lirik lagunya seperti ini:  Memang uang bisa bikin orang senang bukan kepalang, namun uang bisa juga

bikin orang mabuk kepayang, lupa sahabat, lupa kerabat, lupa saudara, mungkin juga lupa ingatan…uh..uh. 


Pagi ini Yesus juga bicara tentang uang, “jika anda tidak dapat dipercaya dengan kekayaan yang tidak jujur, siapa yang akan mempercayai Anda dengan kekayaan sejati?”

“Aku berkata kepadamu, bertemanlah dengan dirimu sendiri dengan kekayaan yang tidak jujur(mamon), sehingga ketika gagal, jatuh, kamu akan disambut ke dalam tempat tinggal yang kekal. Orang yang dapat dipercaya dalam hal-hal kecil juga dapat dipercaya dalam hal-hal yang hebat; dan orang yang tidak jujur ​​dalam hal-hal kecil juga tidak jujur ​​dalam hal-hal besar. Karena itu, jika Anda tidak dapat dipercaya dengan kekayaan yang tidak jujur, siapa yang akan mempercayai Anda dengan kekayaan sejati?


Apa yang bisa dipetik dari nasehat Yesus soal uang ini?


Pembelajaran pertama; uang adalah bagian dari hidup kita dengan satu atau lain cara. Kita semua butuh uang  untuk hidup. Itu tidak bisa disangkal. Namun perhatian Yesus bukan tentang uang itu sendiri, melainkan tentang pengelolaan  uang itu. Dia menyatakan, 'gunakan uang, yang bisa bikin pusing kepala ini, untuk menyenangkan hati   teman anda, agar dengan demikian memastikan bahwa ketika anda terpuruk, mereka akan menyambut Anda ke dalam tenda keabadian'. Mirip dengan kisah bendahara yang cerdik.

Pembelajaran kedua; Dia menggunakan bahasa kepercayaan dalam hubungannya dengan uang. 'Orang yang bisa dipercaya dalam hal-hal kecil bisa dipercaya dengan hebat'. Uang adalah sesuatu yang dipercayakan untuk kita gunakan dengan baik, dan jika kita menunjukkan diri kita layak untuk kepercayaan itu, maka akan tiba saatnya kita akan dipercayakan dengan apa yang Yesus sebut sebagai kekayaan sejati, kehidupan yang membuat orang gembira. 

Yesus tampaknya mengatakan bahwa yang lebih penting untuk apa yang kita miliki adalah apa yang kita lakukan dengan talenta yang kita miliki. Apa pun sumber daya yang kita miliki, kita dipanggil untuk menggunakannya dalam melayani orang lain, menjadi admin finance yang baik 'untuk memenangkan banyak orang dalam bahasa managemen, mengadminstrasikan uang dengan tatakelola yang bertanggungjawab, dapat diukur, profesional. 

Injil menantang kita setiap hari untuk menggunakan apa yang kita miliki untuk memberi manfaat bagi orang lain, dan apa yang kita miliki tidak hanya mencakup harta benda kita, tetapi karunia kita, bakat kita, pengalaman kita, waktu kita. Kita semua memiliki sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seseorang, jika kita mau membagikannya.

Tidak  perlu atau berhasrat untuk menjadi hamba Mammon, agar bisa dipercaya orang. Yang penting jujur dan professional, tanggungjawab dalam mengelola uang.

Selamat pagi sahabat. Tuhan memberkati.

Sharing sr. Antonella Osf

Selamat siang Romo, terima kasih untuk inspirasi paginya yang mantap. Setuju dengan apa yang Romo tulis diatas bahwa kita tidak boleh munafik. Kita sangat membutuhkan uang agar kita bisa sehat, dan dapat melayani dengan baik. Namun yang penting bagaimana kita mengelola uang yang ada dengan profesional dan bertanggung jawab. Sehingga kita tidak menjadi abdi uang tetapi memanfaatkan uang atau apa saja yang ada sesuai dengan tujuannya. Sr. Paulus juga mengajak kita untuk  senantiasa bersyukur atas anugerah saat kita berkelimpahan atau berkekurangan. Tuhan memberkati.


Jumat, 06 November 2020

Jumat.6.11.20 Inspirasi pagi

Jumat.6.11.20 Inspirasi pagi

Luk. 16:1-8 “proaktif, kreatif dan produktif saat krisis”

Corona Covid ini membuat banyak kegiatan harus dipertimbangkan kembali. Yang melibatkan kerumunan orang banyak harus ditiadakan.. Dibeberapa perusahan menerapkan aturan ketat, banyak orang kehilangan pekerjaan karena melanggar aturan, tidak boleh keluar dari kompleks untuk menghindari wabah virus ini. Bahkan orang yang ketahuan tidak memakai masker kena denda. Seandainya anda terpilh jadi bupati, apa yang akan anda lakukan? Itu salah satu pertanyaan panelis dalam debat  candidat bupati Ketapang

Seorang calon wakil bupati menjawab, kalau saya jadi pemimpin nanti saya akan membuat kebijakan agar semua orang mendapat kemudahan untuk test swap, kalau memang hasilnya positip kita akan wajibkan penderita covid untuk menggunakan gelang penanda covid.

Apakah itu gagasan yang cerdas-cerdik seperti yang dilakukan bendahara yang boros dan tidak jujur dalam bacaan pagi ini? Jangan kan pakai gelang covid, baru hasil reaktif saja orang sudah heboh. 

Yesus berkata kepada murid-muridnya, “ada kisah orang kaya memiliki seorang bendahara yang dilaporkan kepadanya telah menyia-nyiakan hartanya. Dia digambarkan sebagai orang yang boros dengan harta tuannya, akibatnya, diberhentikan dari jabatannya. Namun, ada sesuatu tentang bendahara ini yang menurut Yesus dapat dipelajari oleh anak anak terang. 

Apa program yang dipikirkan oleh bendahara itu menghadapi saat kritis ini? Mencangkul aku tidak cakap, fund-rising aku malu karena namaku sudah hancur, katanya!

Saya tahu apa yang harus saya lakukan  ketika saya dicopot dari jabatan saya. "Dia memanggil orang orang yang berutang kepada  tuannya satu per satu. Kepada yang pertama dia berkata, 'Berapa banyak hutang tuanku?' Dia menjawab, 'Seratus takaran minyak zaitun.' Dia berkata kepadanya, 'Ini surat utangmu. Duduk dan cepat tulis surat utang lain, tulis  satu untuk lima puluh tempayan. 'Kemudian ke yang lain dia berkata,' Dan kamu, berapa banyak hutangmu? 'Dia menjawab,' Seratus takar gandum. 'Dia berkata kepadanya,' Ini surat kwitansi ; tulis satu untuk delapan puluh. Ayo cepat tanda tangani, ini kesempatan langka.

'Dan sang guru memuji bendahara yang boros dan  tidak jujur ​​itu karena bertindak cerdik dan bijaksana. Apakah ia cerdik seperti ular dan bijaksana seperti merpati? Yang jelas Yesus bilang,  “anak-anak dunia ini lebih bijaksana dalam menghadapi generasi mereka sendiri daripada anak-anak terang”. ”

Kita perlu memberikan kecerdikan yang sama dalam menjalani hidup  seperti yang dilakukan oleh bendahara ini untuk menjaga dirinya sendiri. Ia bertindak proaktif kreatif pada saat krisis. Kita perlu melakukan hal yang sama dalam menghidupi iman kita. Saat ini kita ada dalam tantangan besar. Kita membutuhkan semua keterampilan dan karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita untuk menanggapi krisis ini. 

Ini saat membangun komitmen menjadi  orang proaktif, kreatif,  poduktif. Tidak santai apalagi putus asa. Bekerjalah apa yang bisa kita kerjakan. Tuhan akan tujukan cara yang sering mengejutkan untuk kita. Selamat pagi sahabat. Tuhan memberkati.

Sharing sr. Antonella osf

Selamat pagi Romo... Terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang bagus. Pada hari ini Tuhan mengajak kita untuk tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan. Banyak tantangan yang harus kita hadapi dalam perziarahan hidup ini. Tantangan iman, pelayanan, persaudaraan dan masih banyak yang lain. Namun Tuhan bersabda kepada Paulus. rahmatKu cukup bagimu. Maka kita harus proaktif untuk mencari terobosan2 agar kita tidak mandeg. Tuhan menyertai kita. Semoga  kita cerdas didalam mencari solusi2 dari masalah2 yang ada dihadapan kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian...


Kamis, 05 November 2020

Rabu.4.11.20 Inspirasi pagi

Rabu.4.11.20 Inspirasi pagi

Lukas 14: 25-33 “tangguh, dan tidak  menyerah”, resiliens

Tuntutan Yesus memang berat. Menjadi muridnya membutuhkan lebih banyak pengabdian.  'Jika ada pria yang datang kepada-Ku tanpa membenci ayah, ibu, istri, anak-anak, saudara laki-laki, perempuan, bahkan hidupnya sendiri, dia tidak bisa menjadi murid-Ku. Siapapun yang tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku tidak dapat menjadi murid-Ku. Ini dia mental tangguh seorang murid Tuhan.

Sekali lagi tidak mudah, bahkan harus duduk terlebih dahulu membuat rencana kerja atau kerangka kerja  logis untuk dua atau tiga tahun ke depan bahkan seumur hidup agar capaian atau target bisa maximal. 'Dan memang, siapa di antara Anda di sini, yang berniat membangun menara, tidak akan duduk dan menghitung biayanya untuk melihat apakah dia memiliki cukup uang untuk menyelesaikannya? Jika  dia meletakkan fondasi dan kemudian mendapati dirinya tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya, orang orang  akan mulai mengolok-oloknya, bisa membangun tapi tidak mampu menyelesaikan. Ia tidak ingin di cap orang lemah yang memalukan. Selalu memiliki semangat juang yang terukur dan terencana. Kira-kira seperti itu bahasanya.

Apa ya pembelajaran yang bisa diambil dari sabda Tuhan pagi ini?

Tentu kita tidak mengartikan tuntutuan Yesus secara arafiah. Kalau Ia mengatakan bahwa mereka yang ingin mengikutinya harus mencintainya lebih dari mereka mencintai orang-orang yang mereka memiliki secara alami, orang tua, istri harus dibaca dalam konteks Ia telah melakukan terlebih dahulu. 

Bayangkan di tempat lain Yesus meminta murid untuk mencintai  musuh, memberkati mereka yang mengutuk kita. Mendoakan dan mengampuni mereka yang bersalah kepada kita, seperti terungkap dalam “doa Bapa kami”. Lebih ektrim lagi mendoakan  mereka yang menyalibkannya.

Yesus memberi sudut pandang yang istimewa untuk mutu seorang  murid-Nya. Menjadi muridnya memang menakutkan dan menggentarkan tapi sekaligus menarik. 'Kerjakan keselamatanmu dalam ketakutan dan gemetar', kata Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Jangan pernah menyerah. Orang yang memanggilmu itu setia dan dia telah membuktikan. 

Selamat pagi sahabat, tuntutan Yesus memang berat, Ia ingin agar kita tidak mudah pasrah dan menyerah, seakan akan Ia mengingatkan diriku, hidup boleh susah, tapi sikap mental tidak boleh seperti orang yang lagi menyerah. “Berani memulai berani menyelesaikan” Santo Carolus Barromeus Uskup

Tuhan memberkati.

Sharing sr. Antonella Osf

Selamat sore Romo....Wah mantap Romo walaupun pelaksanaannya tidaklah mudah. Memang Yesus minta agar kita mengikutinya dengan sepenuh hati, tidak setengah2. Demikian juga agar kita betul2 memberi pelayanan dengan tekun, tulus dan tanggung jawab. Tuntutan Yesus memang berat, namun kalau kita mau dan rela, rahmatNya tidak pernah kurang, bahkan berlimpah. Semoga kita dimampukan untuk selalu melaksanakan tugas pelayanan kita dengan rela dan setia. Semangat Romo....

Kamis.5.11.20 Inspirasi pagi: mutiara yang hilang

Kamis.5.11.20 Inspirasi pagi

Luk. 15:1-10 “mutiara yang hilang dulu”

Apa sih yang paling berharga dalam hidup ini? Ibu Theresia dari Kalkuta menjawab, dengan memberi kesaksian, pertama tama anda dipanggil bukan untuk kesuksesan, melainkan untuk sebuah kesetiaan”

Paulus kepada jemaat Tesalonika, bersaksi, tidak ada yang lebih berharga selain boleh mengenal Kristus Yesus. Nilai yang  paling tinggi  adalah berjumpa dengan Tuhan Yesus dalam pertobatanku. Aku orang sempurna dalam  dalam hal hukum taurat, bahkan aku berusaha membunuh orang yang melawannya. Kini semuanya tidak berarti bagiku, karena Aku telah ditangkap oleh Yesus. Mutiara iman yang sangat berharga.

Apa yang sangat berharga di mata Yesus? Bacaan Injil hari ini menunjukkan bahwa nilai yang tertinggi dalam hidup ialah kita mendapatkan kegembiraan hidup kembali setelah kehilangan banyak hal dalam hidup. 

Dengar dan simak kritik orang Farisi dan ahli Taurat kepada Yesus : “Ia menyambut orang berdosa dan makan bersama mereka” Kita simak pula tanggapan Yesus.

'Siapa di antara kamu dengan seratus domba, kehilangan satu, yang tidak akan meninggalkan sembilan puluh sembilan di hutan belantara dan mengejar yang hilang sampai ia menemukannya? 'Atau  wanita mana dengan sepuluh koin, jika dia kehilangan satu, menyalakan lampu dan menyapu rumah dan mencari dengan saksama sampai dia menemukannya? Ketika ia menemukan, ia mengalami kegembiraan yang luar biasa.

Apa pembelajaran dari dua perumpamaan ini?

Prioritas hidup yang sebenarnya adalah menemukan kembali kehidupan kita dari keterpurukan, kegagalan, kekacauan, dalam arti tertentu ‘kegilaan hidup’. Menemukan kembali bagian yang hilang dalam hidup kita.

Bagimana dengan komitmen saat saat awal yang sedemikian so sweet, bersemangat, dalam kebersamaan hidup, bagaimana dengan janji suci yang terucap dihadapan Tuhan dalam untung dan malang dalam pelayanan yang kini mulai terasa hambar memudar oleh karena kegiatan rutin dan cita cita mengerjar mimpi mimpi hidup yang sedemikian terfokus? ……Waduh ingat lagu mutiara yang hilang…. Rupanya bukan kiasan saja kan

Selamat pagi sahabat, sebuah refleksi saja. Akan ada sukacita di surga atas satu orang berdosa yang bertobat. Akan ada kegembiraan kembali,  ketika orang menerima maaf, pengampunan atas kekeliruannya selama ini. Percayalah, hidupnya  akan berbunga bunga kembali. Mutiara yang hilang ditemukan kembali.

Barang bermutu harus dibayar dengan harga yang mahal, kesetiaan memang  harus dibayar dengan harga yang mahal pula. Tuhan memberkati.


Selasa, 03 November 2020

Selasa.3.11.20 Inspirasi pagi " November kelabu"

Selasa.3.11.20 Inspirasi pagi

Lk.14:15-24 “November kelabu?


Anda bisa bayangkan betapa kesalnya hati tuan rumah yang mengadakan pesta besar besaran, namun  para undangan yang semula sudah menyatakan datang, tiba tiba berubah pikiran, membatalkan janjinya untuk menghadiri undangan makan dengan berbagai macam alasan. Dari pada makanan mubasir, akhirnya Tuan rumah  menyuruh pembantunyanya untuk paksa orang  datang ke pestanya.  "Cepat pergi ke jalan-jalan dan gang-gang kota dan paksa orang untuk datang ke pesta yang telah kusiapkan, bawa ke sini orang miskin, orang cacat, orang buta dan orang lumpuh." Kesal aku, karena tidak satu pun dari mereka yang diundang akan merasakan perjamuanku”. Waduh…


Kita baru saja merayakan arwah orang beriman, saat kita merenungkan kematian orang orang yang kita cintai. Bulan November ini menjadi saat yang baik merenungkan saat saat kelak Tuhan mengundang kita ke perjamuan-Nya.


Sabda Tuhan pagi ini menggambarkan saat saat itu, gambar pesta besar, yang Yesus kenal dari tradisi waktu itu. Salah satu rekan tamu Yesus di meja menyatakan, 'Berbahagialah orang yang akan berada di pesta di kerajaan surga'. Yesus menanggapi ucapan bahagia itu dengan perumpamaan tentang seorang pria yang mengadakan perjamuan besar. 


Tuan rumah adalah gambar Tuhan yang terus mengundang bahkan ketika orang menolak undangannya dan yang tidak akan berhenti untuk memastikan bahwa sebanyak mungkin hadir pada pesta besar di kerajaan surga. 

Tuhan sedemkian ramah, terkesan Ia tidak dalam urusan mempersulit kita untuk datang ke rumahnya. Dengan berbagai cara Tuhan yang murah hati, ramah, mengundang orang untuk datang dan hadir  pada pesta-Nya.

Namun, Tuhan bisa jadi hampir tidak berdaya kesal hati, karena banyak orang enggan untuk memenuhi undangannya dengan serius. Banyak yang mengelak dengan berbagai alasan. 

Seperti orang-orang yang pertama kali diundang dalam perumpamaan itu, kita bisa membiarkan diri kita begitu asyik dengan kesenangan  dan urusan hidup ini sehingga kita menganggap enteng undangan Tuhan. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, jangan biarkan November menjadi nyanyian kelabu. Katakan ya untuk hal yang baik. Mari kita lantumkan kisah-kisah hidup yang baik,   pada bulan yang baik ini. Dtanglah padaku kalian yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.

Sharing sr. Antonella Osf

Selamat sore Romo...Terima kasih untuk inspirasi paginya yang bagus...Tuhan setiap saat mengundang kita serta menyiapkan rahmat bagi kita. Namun respon kita terhadap undangan Tuhan tidak selalu seperti yang Tuhan harapkan. Marilah kita mohon rahmat agar kita berani meninggalkan egoisme kita, sehingga lebih terbuka terhadap undangan Tuhan untuk keselamatan kita sendiri. Tuhan memberkati...


Senin, 02 November 2020

Senin.2.11.20 Inspirasi pagi "Requescat in Pace

Senin.2.11.20 Inspirasi pagi “2 Nov peringatan semua orang setia yang telah pergi” Requescat  in Pace


Hari ini kita mengingat semua jiwa jiwa 'orang yang setia'. Kebanyakan dari kita akan mengingat orang yang kita kenal dan cintai, seperti orang tua yang telah tiada, anggota keluarga, suami dan teman baik. Sungguh, hari ini 2 November  adalah waktu ketika kita mengenang orang yang telah pergi selamanya dengan cara yang istimewa. Begitu bangun saya kenang dan sapa orang terdekat dalam hidupku, beristirahat dalam damai Tuhan saudaraku, orang tuaku, sahabatku. 


Sebagai orang Kristen, ingatan kita akan orang-orang yang telah meninggal selalu merupakan kenangan yang didoakan. Kita mengingatnya di hadapan Tuhan. Berdoa untuk mereka, adalah salah satu cara kita mengungkapkan persekutuan kita yang berkelanjutan dengan mereka di dalam Tuhan. 


Kami percaya bahwa orang yang kami cintai yang telah meninggal ada bersama Tuhan, yang menyertai kami dalam hidup ini sampai akhir zaman. Seperti yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus dalam bacaan hari ini,  “setiap orang yang percaya kepada Anak Allah akan memperoleh hidup yang kekal” dan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman. Setiap orang yang datang kepada-Ku tidak akan Kubuang. (Yoh.6:37-40)


Jangan takut akan kata “mati”, tetapi bergembiralah akan berkat karunia yang menyusul sesudah kematian bahagia, ucap Santo Ambrosius orang suci.



Hari ini, kita mempercayakan orang yang kita cintai yang telah meninggal kepada Tuhan. Dalam bacaan pertama hari ini, Santo Paulus memberi tahu kita bahwa 'Kasih Tuhan telah dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah diberikan kepada kita', dan tidak akan pernah berakhir. Kami berdoa agar orang yang kami kasihi mengalami kasih Tuhan yang memberi hidup sepenuhnya.


Setiap tahun, gereja memberi tanggal 2 November, untuk mengungkapkan hubungan kita dengan orang-orang terdekat kita dalam kehidupan ini yang telah meninggal.  Mari berhenti sejenak dari keribetan hidup kita. Bersyukur atas kesempatan hidup bersama mereka. Mendoakan  mereka, dan meminta mereka mendoakan kita. 


Selamat menikmati hidup tenang orang orang  yang kucintai. Kedua orang tuaku, bibiku, adikku yang sangat berarti dalam hidupku, keluarga besarku yang sudah mendahuluiku, semua orang setia yang telah pergi.  


Requescat  in Pace. Beristirahatlah dalam damai Tuhan.


Sharing Sr. Anthonella Osf

Selamat pagi Romo, kita bersyukur sebagai orang Katolik dimana Gereja secara khusus memberi waktu dalam liturgi untuk mengenangkan orang tua, saudara/i, sahabat dan teman kita yang telah mendahului kita. Suatu kesempatan yang mungkin tifak dialami oleh agama lain. Dimana kita sebagai anggota keluarga, sahabat atau teman, masih tetap merasakan adanya hubungan bati drngan mereka sekalipun mereka telah tiada disekitar kita. Pada hari ini kita mengenangkan dan mendoakan dalam Perayaan Ekaristi dan dalam doa2 kita. Kita merasa masih ada hubungan yang begitu dekat dengan mereka. Semoga melalui doa2 kita mereka dianugerahi kebahagiaan abadi bersama Para Kudus di Surga, serta berkenan menjadi pengantara doa2 kita dihadapan Allah. Amin. Tuhan memberkati 


Minggu, 01 November 2020

Minggu.1.11.20 Inspirasi pagi "orang kudus adalah....

Minggu.1.11.20 Inspirasi pagi

Mt. 5:1-12a “Hari Raya semua Orang Suci”

Orang suci adalah orang yang melakukan hal kecil dengan passion  yang luar biasa. Teringat Ibu Theresa dari Kalkuta.

Tak lama setelah diangkat menjadi uskup agung Saigon di Vietnam, Francois Xavier Nguyen Van Thuan dipenjarakan oleh penguasa  komunis selama tiga belas tahun, dari tahun 1975 hingga 1988. Selama masa penahanannya, ia menulis serangkaian meditasi singkat, kata-kata penghiburan untuk umatnya dengan judul “Jalan Harapan”. Dalam salah satu meditasinya dia menulis: 'Para Orang Suci tidak menjadi orang suci melalui tindakan, nubuat atau pertunjukan mukjizat. Mereka sama sekali tidak melakukan hal yang luar biasa, tetapi mereka adalah orang  yang  setia menjalankan tugasnya yang biasa '.meski di dilecehkan, dianiaya (dipersekusi)sekalipun.

Hari ini kita merayakan bukan hanya orang-orang kudus yang dikanonisasi oleh Sri Paus, tetapi semua yang menjalani kehidupan yang baik dengan cara sederhana setia, penuh pengabdian,  sekarang ada bersama Tuhan di surga. 

Mereka adalah orang-orang yang, dengan cara berbeda, mengungkapkan beberapa aspek kehidupan manusia yang Yesus tempatkan di hadapan kita dalam sabda bahagia, happy, blessed,  gembira, dan diberkati seperti dalam bacaan injil pagi ini. Mereka yang miskin  dalam roh, artinya yang menyadari ketergantungan penuh mereka kepada Tuhan dalam segala hal. Mereka yang memiliki kemurahan hati dan   kelembutan. Mereka berduka karena dunia. Mereka lapar dan haus akan apa yang benar, untuk apa yang Tuhan inginkan. Seperti Dia, penuh belas kasihan, mengulurkan pengampunan, memeberikan maaf kepada mereka yang membutuhkannya.

Menjadi  penyembuhan bagi mereka yang hancur pikiran, jiwa atau tubuhnya. Hati mereka suci bersih, murni karena  terfokus pada Tuhan dan pada tujuan Tuhan bagi hidup kita. Mereka adalah orang-orang yang membawa kedamaian Tuhan kepada orang lain, bekerja untuk rekonsiliasi, penuh toleransi untuk sebuah perbedaan. 

Hari ini kita bersyukur untuk semua orang  yang mengungkapkan Tuhan dalam kehidupan yang biasa tapi dengan cara yang luar biasa. Mereka yang tidak takut gagal dan jatuh, mereka yang berani bangkit, dan tidak mudah mengeluh, namun taat asas. Mereka tidak tersesat oleh kesalahan yang terjadi di sekitar mereka, tetapi tetap berada di jalur dengan tetap menatap Tuhan. Mereka yang berani menyelesaikan pertandingan dengan penuh gigih. Mereka yang telah memberikan warisan yang sangat berharga. Mereka yang tetap anthusias menghadapi berbagai persoalan hidup. Mereka yang hidup dengan rendah hati.

Mereka adalah guru kita, orang tua kita, saudara kita, orang tua baptis kita, teman kita, rekan kerja kita, pimpinan kita, tetangga dan kenalan kita. Mereka adalah orang-orang yang kebajikannya telah meninggalkan jejak pada kita. Mereka adalah orang yang memiliki semangat, gairah untuk menjalani hidup.

Selamat pagi sahabat, selamat hari minggu, selamat pesta semua orang kudus.  Mari belajar melakukan hal yang kecil, biasa saja dengan passion kita, you will be happy, and blessed. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Anthonella Osf

Selamat pagi dan selamat Hari Raya Orang Kudus Romo..Pada hari ini saya pribadi hanya mampu bersyukur bahwa melalui bacaan hari ini saya merasa mendapat gambaran sepintas bagaimana situasi di Surga...Dan kita sebagai orang beriman Katolik, mempunyai harapan suatu saat menikmati situasi tersebut dengan kata2 Yesus sesuai yang tertera dalam Injil "berbahagialah...."semoga kita tekun melaksanakan hal2 kecil dan sederhana dengan tulus dan Cinta yang Besar...seperti yang telah Romo katakan diatas...Sehingga akhirnya kita layak dipuji sebagai orang yang berbahagia.... Tuhan memberkati..

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com