Caritas Ketapang

Website Resmi Caritas Keuskupan Ketapang

CMLP

BELA RASA

 Minggu.22.11.20 Inspirasi pagi

Mt.25:31-46 “Tidak heroik adalah heroik”


Ini kisah tentang seniman patung yang memiliki ambisi yang besar untuk menghasilkan karya besar yang akan dikenang sepanjang masa, yakni  ia membuat patung Kristus Raja yang paling besar, terpajang di studionya yang terbuka di tepi pantai.  Ia menggambarkan Yesus sebagai raja yang perkasa, lengkap dengan mahkota, tongkat raja ada di tangannya, wajahnya sedikit menengadah keatas. Patung  itu sungguh menunjukkan Kristus yang agung dan perkasa, hanya sayang terbuat dari tanah liat.


Malam itu hujan lebat. Terpaan air laut telah mengubah bentuk patung yang gagah itu menunduk dan wajah patung menjadi rusak, mahkotanya tidak tampak lagi, tongkat di tangan patah, yang ada hanya benjolan benjolan tak teratur, wajah Yesus jadi jelek oleh alur alur dan tetesan air hujan dan air laut yang berbau garam. 


Kini patung itu mengekspresikan sosok yang menderita. Sang pematung telah kehilangan begitu banyak waktu untuk menghasilkan karya seni yang anggun. Ia terhempas dalam kesia- siaan. Namun kemudian ia teringat, bukankah Yesus sendiri mengatakan di depan Pilatus dalam keadaan tangan terikat, darah mengucur, sikapnya yang diam menunduk. “Akulah Raja, namun Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”

Hari ini minggu terakhir dalam liturgi gereja, kita kenangkan dan rayakan Kristus Raja semesta alam.  Bacaan pertama pagi ini Kitab Yehezkiel berbicara tentang yang terhilang, tersesat, terluka dan lemah. Refren Mazmur tanggapan berkisah tentang Tuhanlah Gembalaku, sekalipun aku berjalan dalam lembah yang kelam aku tidak takut, aku tidak kekurangan, namun aku selalu dituntunnya. Indah sekali.

Namun  Injil hari ini menunjukkan bahwa peran Yesus sebagai raja lebih dekat dengan peran gembala tradisional yang  memisahkan kambing dengan domba, yang lemah, yang kuat, yang jantan, yang terluka. Gembala yang memperhatikan kambing domban yang lemah.

Demikaian sahabat, Yesus mengingatkan kepada muridnya dan kepada kita juga belajar untuk menjadi gembala yang memiliki sikap sederhana, rendah hati, bukan pertama tama melakukan yang heroik.

Tindakan paling sederhana adalah yang penting; perbuatan kecil kebaikan, seperti menyambut orang asing, mengunjungi yang sakit, mengunjungi mereka yang berada di penjara, memberi makan yang lapar dan pakaian mereka yang berpakaian buruk. Pepatah lain tentang Yesus dalam Injil menegaskan bahwa, 'siapa pun yang memberi Anda secangkir air untuk diminum ... tidak akan kehilangan pahala mereka'. Yesus sepertinya mengatakan bahwa tidak heroik adalah heroik. 

Selamat pagi sahabat, selamat Hari minggu Kristus Raja Alam semesata. Tuhan memberkati.


Sharing sr. Anthonella osf

Selamat siang Romo, maaf terlambat membalas...Terima kasih kiriman inspirasi pagi yang mantap..Kita sungguh2 bersyukur mempunyai seorang gembala yang begitu baik, rendah hati, peduli, dan bertanggung jawab atas keselamatan domba2nya. Sungguh luar biasa...Rasanya semakin mantap jadi orang Katolik, soalnya nantinya... ada yang diandalkan...Sungguh hari ini saya hanya mau  mengatakan terima kasih Tuhan saya dipanggil sebagai orang katolik...Bahkan Beliau mengidentikkan DiriNya sebagai orang miskin, telanjang, haus, lapar, dalam penjara dan sebagainya. Marilah kita mohon berkat agar kita lebih peka kepada saudara2 kita yang kurang beruntung karrna Kristus hadir dalam diri mereka...Tuhan memberkati...


| Blogger Templates - Designed by Colorlib