Caritas Ketapang

Website Resmi Caritas Keuskupan Ketapang

CMLP

BELA RASA

Senin.23.11.20 Inspirasi pagi


Lk.21:1-4 kwantitatif - kwalitatif


Yesus sedang    memperhatikan  seorang janda miskin yang kekurangan dan memberikan dari kekurangannya. Janda ini memberikan persembahan sedikit, namun jumlah sedikit itu adalah dari kekurangannya. Ia tidak memiliki uang yang cukup. Serba berkekurangan, namun dia tetap memberi persembahan bukan karena kelebihan uang, namun dari kekurangannya. Ada juga orang kaya yang memberikan persembahan banyak jumlahnya, namun jumlah yang banyak itu merupakan recehan atau sisa dari harta kekayaannya.


Guru  bertanya kepada murid-muridnya, siapakah yang memberikan persembahan  terbesar antara orang kaya yang berkelebihan dengan sang janda miskin yang kekurangan itu? Secara kwantitas, jumlah, tentu orang kaya.


Ini kata sang Guru “Saya benar-benar memberi tahu Anda, janda yang miskin, lemah, malang ini, telah mempersembahkan jauh lebih banyak  dari semua; karena orang-orang lain semuanya telah memberikan persembahan dari kelebihan kekayaan mereka, tetapi dia, dari kemiskinannya, Janda ini telah mempertaruhkan  seluruh mata pencahariannya. "


Apa point pembelajaran yang dapat dipetik?


"Ternyata persembahan dengan jumlah besar belum tentu terbesar. Persembahan jumlah kecil belum tentu terkecil," Maksudnya , pemberian persembahan jumlah besar, itu memang besar secara kwantitatif. Namun karena jumlah besar itu adalah sisa-sisa kekayaan atau hanya sedikit sekali jika dibandingkan dengan harta orang kaya itu, maka secara kwalitas atau mutu, itu kecil. Sementara si janda miskin memberikan jumlah kecil, dari segi kwantitas atau jumlah, itu kecil. Namun karena pemberiannya itu dari kekurangannya atau bagian besar daripada apa yang dimilikinya, maka secara kwalitatif itu besar," 


Pemberian seseorang ditentukan bukan oleh jumlah yang ia berikan, tetapi oleh jumlah pengorbanan yang terlibat dalam pemberian itu. Ukuran pemberiaan adalah  kadar pengabdian, pengorbanan, iman, dan kasih yang tulus yang terlibat di dalamnya. 


Yesus mengingatkan kita bahwa yang penting bukanlah seberapa banyak kita memberi, melainkan seberapa murah hati kita dengan apa yang kita miliki. Mungkin sangat kecil bagi orang lain, namun dimata Tuhan, dapat memiliki nilai yang sangat besar.


Selamat pagi sahabat, mari kita melakukan pekerjaan kita dengan senang hati, jangan kurbankan passion kita. Bila kita  menyenangi pekerjaan kita, kita akan mendapatkan energy kehidupan kita kembali. Yakinlah. Tuhan memberkati.

Sharing sr. Anthonella Osf

Selamat sore Romo. Terima kasih untuk kiriman inspirasi paginya yang mantap... Mengharukan persemnahan janda miskin yang wujudnya kecil namun nilai amat sangat besar karena merupakan seluruh nafkahnya. Dalam hidup sehari-hari kita mungkin belum seperti janda tadi ya Romo. Maka mari belajar dari janda tadi untuk merefleksi motivasi dan ketulusan hati didalam memberikan diri bagi Allah dan sesama. Jujur kadang2 masih pamrih, belum mampu seperti janda tadi, agar Injil hari ini semakin memurnikan motivasi dan ketulusan kita berbagi kepada sesama. Tuhan memberkati.


| Blogger Templates - Designed by Colorlib