CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Selasa, 20 Oktober 2020

Selasa.20.10.20 Inspirasi pagi. "rancangan Tuhan bukan Cara kita"

Selasa, 20.10.20 Inspirasi pagi

Lukas 12: 36-38 “Rancangan Tuhan bukanlah cara kita”.

Perumpamaan Yesus dalam injil kali ini memang tidak biasa. Seorang majikan katakanlah tuan yang terhormat, muda, kaya, hebat, sekembalinya dari pernikahan atau week-end, menemukan assitennya siap membukakan pintu. Assissten atau satpam cukup berlari lari menyambut bosnya, sementara pintu telah dibuka dengan remote control dari dalam mobil. Untuk zaman sekarang pristiwa itu bisa jadi biasa saja.

Zaman Yesus pastilah mengherankan, dimana hamba-hamba betapapun hebat dan baik dan setia, menunggu tuanya dengan semangat siaga, tetaplah seorang hamba yang boleh diperlakukan seenaknya, suka suka tuannya. 

Namun  kalau kemudian diperlakukan secara terhormat, memanggilnya masuk ke ruang keluarga dan makan bersama, memberinya pakian makan lengkap seperti di resto (dengan celemek pria), mendudukannya di meja makan, kemudian gantian melayaninya, pastilah majikan yang luar biasa, dan jarang terjadi di dunia nyata.

Namun seperti itulah penggambaran Yesus akan Tuan yang baik. Peristiwa hidup sehari hari yang  biasa tapi disampaikan degan cara yang mengejutkan. Kisah kisah seperti itu telah diceritrakan turun temurun bahkan dapat diketemukan dalam  naskah  kitab suci, “rancangan Tuhan bukanlah cara kita”.

Yesus mau menunjukakan “itulah Cara Tuhan. Dia hadir untuk melayani, bukan dilayani. Masih ingat kenangan perpisahan Yesus dengan para muridnya, “Ia berdiri mengenakan celemek, kain putih di pinggannya dan berlutut mencuci kaki Petrus dan murid murid yang lain? Lalu pesannya, “ lakukanlah, ini sebagai kenangan akan Aku”. Nasehat yang sama disampaikan dalam kisah ini. Tetap ikat pinggangmu, jaga api semangatmu,  jaga pelitamu  selalu siap siaga, maka kamu akan menerima banyak hal yang akan mengejutkan kamu. Apa pembelajarannya?

Mari belajar tentang kesetiaan dan kewaspadaan. Tuhan tidak peduli anda seorang majikan atau hamba. Tuhan hanya peduli akan kesetiaan kita, kewaspadaan kita. Maka jangan biarkan pelitamu padam, selalu berjaga jaga. 

 Bukan rencana kita yang bekerja melainkan rencana Tuhanlah yang bekerja dalam hidup kita. Susah memahami, tapi itu dia “jalan dan cara Tuhan”.

Terkadang kita momohon banyak hal kepada Tuhan lewat doa doa kita, macam macamlah pokoknya, tapi sering merasa tidak dikabulkan. Tidak perlu berkecil hati  lalu berhenti berharap.

Jika kita selalu mengingat Tuhan dalam semua yang kita katakan dan lakukan, bahkan pada saat-saat ketika Dia tampak jauh dari kita, Tuhan mengerti hal yang terbaik untuk kita. Ia menolong kita dengan cara yang mengejutkan. Rencananya akan bekerja untuk kita. 

Selamat pagi, teman, saudari saudaraku. Jangan kawatir kita tidak akan dilayani dengan baik. Dia mengetuk pintu hati kita setiap saat. Buka dong pintunya. Tuhan memberkati.(rm made)




Senin.19.10.20 Inspirasi pagi : "hidup ini hanya sekali saja"

Senin.19.10.20 Inspirasi pagi

Lk.12:13-21 “hidup ini hanya sekali saja”

Perumpamaan yang Yesus ceritakan dalam pembacaan Injil hari ini adalah kisah tentang seorang pria yang berusaha untuk membuat hidupnya aman dengan berpegang pada banyakanynya harta   yang dimilikinya. 


Di awal cerita dia sudah menjadi orang kaya; dia memiliki lebih dari yang dia butuhkan. Ketika dia memiliki hasil panen yang lebih besar dari yang diharapkan, satu-satunya masalah adalah bagaimana menyimpan kelebihan yang tidak terduga ini. Jawaban yang dia dapatkan adalah dengan merobohkan lumbung-lumbung yang ada yang masih bagus dan  membangun yang lebih besar agar hasil panen tertampung dan tidak kemana mana.


Keasyikannya dengan menyimpan kelebihannya membutakannya. Yang  dipikirkannya adalah untuk apa kekayaannya. Hai jiwaku ada banyak barang padaku, berisitirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah. Pertimbangan yang ada hanya untuk kesenangan sendiri, yang pada akhirnya ketika Tuhan bilang hai orang bodoh, malam ini juga jiwamu akan diambil. Apa jadinya? 

Demikialah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri,tapi tidak kaya dihadapan Allah” Kesimpulan perumpamaan Yesus.

Apa pembelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini?

Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan (mengutip lagu Herline Pirene). 

Memiliki harta yang banyak pasti juga dambaan setiap orang. Ada tabungan yang cukup membuat kita aman. Setuju. Pertanyaannya, betulkah  berpikir bahwa harta yang lebih banyak akan membuat hidup lebih aman?. 

Teringat nasehat orang hebat di dunia, saat terbaring di rumah sakit, “harta yang paling mahal dan berharga adalah ranjang rumah sakit ini”. Tidak ada yang bisa menggantikannya. Maka buatlah kebaikan selagi anda dianugrahi kemampuan untuk mengumpulkan harta. Berbagilah untuk orang lain dengan kelebihan yang dianugrahkan Tuhan kepadamu. Life is unpredictable.(steve Jobs)


Pembelajaran berikutnya: Yesus berkata kepada kita bahwa apa yang membuat hidup kita benar-benar aman adalah kaya di mata Tuhan. Kita menjadi kaya di hadapan Tuhan dengan menyadari bahwa semua yang kita miliki pada akhirnya adalah pemberian dari Tuhan. 


Jika kita membuat diri kita kaya di hadapan Tuhan dengan hidup bermurah hati  rela berbagi dari rejeki yang telah Tuhan berikan kepada kita, maka hidup kita akan benar-benar terjamin dengan keamanan yang bertahan melampaui kehidupan duniawi ini sampai ke keabadian.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku tidak ada yang kekal di dunia ini. Hidup hanya sekali, jangan sia-siakan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Tuhan memberkati. (rm. made)


Sabtu, 17 Oktober 2020

Sabtu.17.10.20 Inspirasi pagi: semuanya akan baik baik saja

Sabtu.17.10.20 Inspirasi pagi PW. Ignasius dari Antiokia

Lk.12:8-12 “semuanya akan baik baik saja”

 

Dalam keadaan lesu, dukungan yang diharapkan tidak kunjung tiba, pembangunan gereja sudah dimulai, orang juga tidak anthusias,  biasa biasa saja, bahkan ada yang cuek bebek, saya sering berkata kepada diri saya sendiri, “semuanya akan baik baik saja”, pada waktunya orang akan bersemangat, umat akan bergairah lagi, pembangunan gereja tetap akan jalan. 

Tidak perlu terlalu kawatir. Suatu saat nanti selalu akan ada orang baik yang iklas membantu. 


Saya amat yakin. Tuhan akan mengirimkan orang yang iklas berbagi, ketika kita juga bekerja dengan tulus, jujur dan bertanggungjawab. Hal itu selalu saya sampaikan kepada panitia pembangunan. Sebuah cara memberi kesaksian yang sederhana.


 Bekerja secara   baik, bertanggungjawab disaat orang meragukan ketulusan dan niat kita, memang tidaklah mudah. Akan selalu ada orang  yang cendrung hanya mencari-cari  kesalahan, sebaik apapun anda bekerja.  Bekerja baik saja masih dianggap tidak becus, apa lagi kalau kita bekerja kurang baik, asal asalan.  Namun tetaplah bertahan, bekerjalah dengan sepenuh hati, karena semuanya “akan baik baik saja” Roh kebaikan akan selalu memberi dukungan ketika anda bekerja keras jujur iklas dan bertanggungjawab. 


Pada pembacaan Injil pagi ini, Yesus memberikan semangat kepada murid muridnya: disaat kalian berhadapan dengan kesulitan, jangan kawatir. Jika kamu menyatakan diri untuk saya, saya akan menyatakan diri untuk kamu”.  Jika kamu bekerja dengan baik, itu juga bagian dari kesaksian hidup, tidak aneh aneh, Roh kebaikan, Roh kudus akan membelamu. Sebaliknya jika kamu melakukan penyangkalan, jangan kan orang lain, Aku sendiri yang akan menyangkalmu. 


Kekuatan bekerja dengan jujur dan tulus dalam keadaan apapun akan memiliki dampak besar.  Segala sesuatunya akan baik baik saja.  Roh Kudus akan membantu kita dalam kelemahan kita.  Tetap mohon kekuatan Roh Kudus, agar kita tetap tegar menghadapi krisis iman yang sering muncul disaat saat kita lemah jiwa, nasehat St. Paulus kepada jemaat di Efesus.


Roh Kudus diberikan kepada kita pada saat-saat seperti itu, jika kita membuka hati untuk menerima Dia. Lagi-lagi Roh Kudus diberikan kepada kita pada saat-saat seperti itu, Kita dapat percaya bahwa Roh Kudus akan selalu ada untuk membantu kita, 'ketika saatnya tiba', kapanpun waktunya dan apa pun situasi yang kita hadapi.



Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tetap semangat, mulailah kembali hari hari kita dengan anthusias, miliki pristiwa pentakosta lagi, kembali dengan semangat baru yang lebih kuat. Hadapi tantangan. Semuanya akan baik baik saja. Tuhan memberkati.



Jumat, 16 Oktober 2020

Jumat.16.10.20 Inspirasi pagi: Tuhan sedemikian detail mencintai....

Jumat.16.10.20 Inspirasi pagi

Lk.12:1-7 : Tuhan sedemikian detail menicintai kita.

Di tengah persoalan hidup, tidak jarang kita kehilangan harapan, merasa diri tidak penting, merasa kecil dan tidak berdaya, dan tidak berharga. Apakah memang benar demikian? 

Tidak juga sepenuhnya benar. Tidak baik juga sering merasa minder, mengisi ruang pikiran dan perasaan kita dengan hal hal yang melemahkan.

Jika orang lain menganggap diri kita tidak berharga, atau bahkan jika kita  sendiri memang berkpikir bahwa  kita ini sampah saja, tidak demikian halnya dengan Sang Pencipta kita, yang menjadikan kita “gambarnya sendiri”. 

Saya percaya Tuhan tetap menganggap  anda adalah pribadi yang berharga dimata-Nya. Ia begitu detail memperhatikan ciptaannya, gambarnya sendiri.

Bayangkan,  Yesus menyatakan bahwa lima burung pipit dapat dibeli dengan dua duit, artinya harga yang paling murah, sungguh tidak ada yang terlupakan. Sepertinya Yesus mengatakan bahwa Bapanya mengetahui detail ciptaannya. Apa yang tidak terlalu berharga di mata kita, seperti seekor burung pipit, sungguh bernilai di mata Tuhan. 

Yesus melanjutkan dengan mengatakan jika itu yang terjadi dengan burung pipit, terlebih lagi kita yang diberi materai “citra-Nya”, kita yang lebih berharga dari ratusan burung pipit, seperti yang Yesus katakan, bahkan rambut di kepala kita pun sudah dihitungnya, sangat diperhatikan Tuhan. Benar benar detail bukan?

Hari ini Yesus bersikukuh bahwa kita berharga di mata Bapa-Nya. Kita sangat berharga dan bernilai. Mari kita syukuri selalu sambil mundur sejenak dari hiruk pikuk kehidupan yang ramai, ada orang demo, ada korona yang tidak kunjung padam. 

Tetap anthusias membangun harapan bahwa kita bukan orang yang dilupakan, kita perlu mengingatkan diri kita sendiri bahwa Tuhan tidak melupakan kita. Jika tidak satu burung pipit dilupakan di hadapan Tuhan, Ia pasti tidak akan pernah melupakan diriku. Dia hadir dalam rupa cinta. Dia menjelma dalam orang-orang baik dan murah hati yang rela berbagi rejeki. Ia hadir pada orang tua yang peduli dengan anak anaknya. Ia hadir pada rekan kawan yang menyemangati mereka yang terpuruk. Ada seribu cara Tuhan memperhatikan dan mencintai kita. Percayalah.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Mari mengingat  mereka yang berharga bagi hidup kita, siapa dia, siapa mereka, anda lebih merasakan, anda lebih detail mengetahuinya. Tuhan memberkati.


Kamis, 15 Oktober 2020

Kamis.15.10.20 Inspirasi pagi: "belajar dari Teresa avila....

Kamis.15.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:47-54 “belajar dari Santa Teresa Avila”

Dalam  Injil pagi ini, Yesus menuduh para ahli kitab, yang juga  ahli dalam Hukum Yahudi, telah mengambil kunci pengetahuan. Inilah para agamawan, tokoh  zaman itu yang mengaku tahu kehendak Tuhan dan jalan Tuhan serba lebih. Kesombongan mereka adalah menganggap diri pintar dalam hal Tuhan.

Namun, ketika Yesus mencoba untuk mengajar mereka tentang Tuhan, mereka menolak untuk belajar dan mereka mencoba untuk mencegah orang lain belajar juga dari Yesus. 

Injil pagi ini merekam, “ kalian telah mengambil kunci pengetahuan, tapi kalian sendiri tidak masuk ke dalamnya, tapi orang yang berusaha masuk kalian halangi”. 

Mereka sendiri tidak mau terima ajaran Yesus, tapi   mencegah orang lain untuk masuk belajar mendengar ajaran Yesus. Mereka selalu merasa tahu dan mampu, berusaha berdebat dan mengalahkan dan menyalahkan Yesus, sehingga ada alasan untuk menghukumnya. 

Justru mereka yang kurang terpelajar seringkali lebih terbuka terhadap ajaran Yesus. Teringat Yesus berdoa, “Saya berterima kasih kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena Engkau telah menyembunyikan hal-hal ini dari yang bijak dan cerdas ini dan mengungkapkannya kepada orang orang kecil” 

'Anak kecil” dalam konteks itu adalah mereka yang memiliki keterbukaan untuk belajar, pasrah menerima dari Yesus, siap  menjadi pembelajar dalam hal Tuhan. Anak anak biasanya selalu berusaha untuk mengenal  tidak hanya dengan kepala, tetapi dengan hati. 

Pada suatu kesempatan para murid datang kepad Yesus  seperti 'anak kecil, ingin belajar. 'Ajari kami untuk berdoa', kata mereka kepada-Nya. Sikap rendah hati, “untuk mencari”, dan untuk selalu belajar,  inilah yang disukai dan ditanggapi oleh Yesus.

Dalam keseharian hidupnya sebagai seorang Karmelites, Teresa dari Yesus hidup mengandalkan kekuatan Tuhan. Hanya dalam Tuhan, solo Dios basta, aku mampu bertahan. Hanya dalam Tuhan saja hidupku berarti. Santa Teresa dari Yesus yang lahir di Avila, ( Teresa dari Avila) Sepanyol menulis , “Semakin maju anda mencintai sesama, semakin maju anda mencintai Allah”. Terasa dari Yesus selalu belajar untuk melewati tantangan dan godaan dengan penuh ketekunan dan kesabaran dan kepasrahan dalam melayani sesama anggota rubiah Karmelites. Pasti hal yang  tidak mudah.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tidak ada yang tahu segalanya tentang segala hal, namun setiap orang memiliki pengetahuan tentang beberapa hal. Mari kita selalu belajar, tekun, belajar rendah hati, belajar bersabar,  karena hidup  adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti, sampai Tuhan memanggil kita pulang. Tetap iklas berbagi, berbagi apa yang kita ketahui, namun menerima dari orang lain apa yang mereka ketahui. Itulah kehidupan. Belajar dari ibu Teresa dari Avila. Tuhan memberkati.


Rabu, 14 Oktober 2020

Rabu.14.10.20 Inspirasi pagi : jadilah terang....

Rabu.14.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:42-46 “Jadilah cahaya  dan saluran berkat bagi orang lain”. 

Sebaliknya jangan memberi beban yang tak terpikulkan  kepada orang lain, sementara anda sendiri tidak mampu memikul sedikitpun. Itu nasehat sekaligus kritik  yang disampaikan Yesus kepada “pengacara, ahli kitab dan lagi lagi orang Farisi. 


Yesus tidak bermaksud menghina mereka, hanya mengingatkan agar jangan menggunakan kursi kehormatan untuk membebani orang lain. Atau membuat sensasi yang berlebihan di ruang publik. Kalau berderma, jangan sampai tangan kirimu tahulah. Seperti itu imaginasi saya.


'Pengacara' yang dikritik Yesus di akhir pembacaan Injil hari ini bukanlah 'pengacara' seperti yang kita gunakan  pada istilah ini, “orang-orang yang ahli dalam berbagai jenis hukum perdata”. Melainkan orang yang ahli dalam hukum agama, kitab suci, yang paham benar tentang ilmu Ketuhanan apa lagi ilumu agama. Sepertinya untuk siapa ya?


Yesus melihat dan merasa bahwa para pengacara ini menafsirkan Hukum Tuhan, sekehendak hatinya, dengan cara meletakan beban, dan peraturan hukum seberat beratnya untuk orang lain, seharusnya itu tidak perlu. Homilinya penuh dengan nasehat dan permintaan yang berat berat, yang mereka sendiri tidak mampu melakukan.


Wah saya lalu teringat  dengan homili Yesus di mimbar Sinagoga Nasaret, “Aku datang, untuk 'membawa kabar baik bagi orang miskin ... membebaskan para tawanan dan memulihkan penglihatan bagi orang buta dan membiarkan yang tertindas pergi'. Dia datang untuk mendampingi dan memberdayakan. Dia dapat melakukan semua ini karena Roh Tuhan ada pada-Nya. 


Yesus ingin menghembuskan Roh itu ke dalam seluruh hidup kita. Roh Kudus adalah semangat hidup Yesus yang pemberi kehidupan dalam hidup kita sendiri, melalui kita, untuk kehidupan orang lain. Ia tidak ingin murid muridnya mencari kehormatan melulu meski hal itu sangat diinginkan. Ia ingin para murid menghasilkan hidup yang dipimpin oleh Semangat Hidup yang dimiliki Yesus seperti yang sering disampaikan-Nya,  “Roh Tuhan ada padaKu”


“'Roh adalah hidup kita'” dan jika kita membiarkan diri kita 'dipimpin oleh Roh' itu,  akan menghasilkan buah yang berlimpah, yakni  'kasih, sukacita, damai, kesabaran. , kebaikan, kebaikan, kesetiaan, kelembutan dan pengendalian diri, ucap santo Paulus kepada jemaat di Galatia.

Sangat beda bukan, Tuhan Yesus menghendaki kita menjadi orang yang tidak terbebani, tapi juga tidak membebani, melainkan menjadi terang bagi orang lain. Teringat akan kotbahnya di Bukit “'biarlah terangmu bersinar di hadapan orang lain, sehingga mereka dapat melihat perbuatan baikmu dan memuliakan Bapamu di surga'. Itulah kehormatan dan kemuliaan para murid murid Tuhan.

 

Selamat  pagi sahabat, saudari saudaraku. “Where you are is where the blessing will be”. Dimanapun kita berada, di rumah, di kantor, dimana saja, jadilah pribadi yang dapat menerangi dan menjadi saluran berkat bagi sesama. Amazing, tapi tidak mudah. Tuhan memberkati.






Selasa, 13 Oktober 2020

Selasa.13.10.20 Inspirasi pagi: cara hidup kita itu penting

Selasa.13.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:37-41 “cara hidup kita itu penting”

Ada pepatah yang sudah sedemikian akrab di telinga kita.  'Jangan menilai buku dari sampulnya' dan 'semua yang berkilau bukanlah emas'. Kedua pepatah itu  mengungkapkan kebenaran bahwa apa yang kita lihat dengan mata telanjang tidak selalu menjadi panduan yang baik untuk keadaan  yang sebenarnya. Citra dan kenyataan tidak selalu cocok. 


Nah ini kisah yang pas untuk menggambarkan dua pepatah itu. Suatu ketika  seorang Farisi mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Dia masuk dan duduk di meja. Orang Farisi  sangat terkejut melihat bahwa Yesus tidak mencuci tangan dulu sebelum makan sesuai dengan kebiasaan. 


Melihat keasyikan tuan rumahnya dengan hal hal yang tampak di luar, seperti kebersihan ritual, Yesus mengingatkan dia bahwa yang penting di mata Tuhan adalah hati yang bersih dan jiwa yang murni.  ‘'Oh, kamu orang Farisi! Anda membersihkan bagian luar cangkir dan piring, sedangkan di dalam diri Anda penuh dengan kebusukan dan kejahatan. 

Yesus menyatakan bahwa orang Farisi  lebih mementingkan hal hal yang kelihatan saja, bagian luar saja atau citra diri saja daripada apa yang ada di dalam hatinya. Keasyikan dengan citra diri, kebersihan ritual, menjadikan mereka tidak fokus pada kebersihan yang lebih dalam, yang disebut Yesus di tempat lain sebagai kemurnian hati. 

Jika hatimu benar, banyak hal lain akan benar. Hati seseorang dapat dipenuhi dengan kejahatan, tipu tipu, pemerasan atau keserakahan, meskipun penampilan dirinya nampak sebagai orang yang taat dengan ritual beragama, rajin berdoa, tapi pelit bersedekah. 

Dengan cara lain Santo Paulus mengatakan, kepada jemaat di Galatia bukan sunat yang penting untuk bertobat,  “yang penting adalah iman yang membuat kekuatan hidup dirasakan melalui cinta', atau, 'iman yang bekerja melalui cinta'. 


Hidup ini memang tidak semata mata tentang citra diri, tapi bagaimana kita menjalani hidup dengan baik. Tidak sekedar meraih mimpi mimpi, tapi ada hal yang penting, yakni cara hidup kita. Hidup yang sukses diraih dengan cara yang tidak jujur atau dengan gaya hidup yang tidak sehat misalnya dengan obat obatan, sesungguhnya hidup dengan “tipu tipu saja”. Mari berlomba menjadi inspirasi bagi orang lain lewat perbuatan baik. Kuatkan hati, berpeganglah pada cara hidup yang baik.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, semoga hari ini dapat kita lalui dengan baik, dan tetap mempertahankan cara hidup yang baik dan bijak. Hehe tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Tuhan memberkati.









Senin, 12 Oktober 2020

12.10.20 Inspirasi pagi " generasi masa bodoh"

Senin.12.10.20

Lukas 11: 29-32 “generasi masa bodoh”

Generasi ini adalah generasi yang jahat, generasi masa bodoh, acuh tak acuh, mereka meminta tanda. Mudah membanding bandingkan. Namun satu satunya tanda yang diberikan adalah tanda nabi Yunus. Sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang Niniwe, demikian pula Anak Manusia akan menjadi tanda, tanda yang lebih besar dari Nabi Yunus. Anak Manusia yang lebih berhikmat dari Salomo.


Dalam pembacaan Injil pagi ini, orang-orang datang kepada Yesus untuk mencari tanda. Dia menjawab bahwa tanda yang mereka cari sebenarnya ada di depan mata mereka jika saja mereka bisa melihatnya. Orang-orang Niniwe menganggap Yunus lebih serius dan lebih hebat dari Yesus, namun, ada tanda-tanda kehadiran Tuhan yang jauh lebih kuat dalam kehidupan Yesus daripada dalam kehidupan Yunus. 

Ada yang ' lebih besar dari Yunus di sini '. Ratu Sheba menganggap Salomo lebih berhikmat daripada Yesus, namun, ada tanda-tanda kehadiran Tuhan yang jauh lebih kuat dalam kehidupan Yesus daripada dalam kehidupan Salomo. 


Di satu sisi, Yesus mengingatkan orang-orang sezamannya betapa beruntungnya mereka menyaksikan kedatangan-Nya. 

Ayo belajar dari kata-kata Yesus kepada murid-muridnya, 'Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena aku memberi tahu kalian bahwa banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang Anda lihat tetapi tidak melihatnya, untuk mendengar apa yang Anda dengar tetapi tidak mendengarnya. 

Sabda Tuhan mengundang kita untuk terus bertumbuh dalam penghargaan kita atas karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita dalam Putra-Nya, Yesus. Kita diingatkan untuk  menunjukkan penghargaan  atas pemberian diri Yesus untuk hidup kita. Kita diingatkan untuk menghargai anugerah iman untuk  menempatkan dia di pusat kehidupan kita. Tidak mudah memang.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Hidup itu tidak hanya sekedar kagum dan mengetahui banyak hal, perlu ada pertumbuhan dalam diri kita baik dalam segi pengetahuan maupun iman. Mari berhenti untuk membuat perbandingan, apa lagi kalau hanya melihat orang dari kulitnya saja, atau sebalikinya merasa diri penuh dengan kekurangan, hidupku tidak semakmur orang lain. Kita ini lahir dengan keunikan yang hebat bukan? Tidak akan banyak menolong kalau kita selalu membandingkan kekurangan kita dengan kelebihan orang lain. Tetap bersykur untuk apa yang kita miliki. Tuhan memberkati.


Minggu, 11 Oktober 2020

Minggu.11.10.20 Inspiragi : barangkali saja anda.....

Minggu.11.10.20 Inspirasi pagi

Matius 22: 1–14: “barang kali saja anda salah satu yang ada dalam list undangan itu, pakiannya tidak senonoh”

'Temanku, bagaimana kamu bisa masuk ke sini tanpa pakaian pesta?' Tapi dia terdiam. Kemudian raja berkata kepada para petugasnya, 'Ikat tangan dan kakinya, dan lemparkan dia ke dalam kegelapan di luar, di mana akan ada ratapan dan gigi bergemeretak.' Banyak yang diundang, tetapi sedikit yang dipilih. ”


Raja begitu marah, kelompok kecil, minoritas yang dicintainya diberi kesempatan untuk hadir dalam sebuah jamuan kerajaan, jamuan mewah, jamuan dengan anggur yang tua dan lemak dan sumsum, tetapi mereka mengelak untuk datang dengan berbagai macam alasan, sibuk urusan pertanian, bisnis yang baru dirintis tidak bisa ditinggalkan. Tidak hanya itu alasan mereka, bahkan kelompok kecil ini menghina tuan rumah. Akibatnya Raja mengundang semua jenis orang. Semua orang yang ada dipersimpangan jalan, yang kebetulan lewat, mereka yang tidak siap dengan pakean pestapun kena daftar, karena makanan yang disediakan sangat banyak.. Raja ingin semua orang, tanpa kecuali, ada dalam list undangan. Anda juga barangkali sudah terdaftar dalam undangan tersebut?


Kita semua ada dalam daftar tamu Tuhan, yang merupakan kabar baik. Namun, perumpamaan tersebut juga menunjukkan bahwa hak istimewa dari undangan Allah ini perlu ditanggapi. Tuhan ingin kita semua ada di meja-Nya, tetapi Tuhan membutuhkan kita untuk ingin berada di sana dan Dia ingin kita muncul dengan pakaian yang pantas.


Seperti apa pakian yang pantas? Datang dengan  jeans sobek sobek dilutut, atau celana pendek seksi, atau batik dengan branding terkenal tapi sayang tanpa masker? Barang kali ini menjadi permenungan dan pembelajaran  kita pada minggu pagi ini. 


St. Paulus  dalam salah satu suratnya menjelaskan seperti apa pakaian kecantikan itu. Dia berkata, ‘kenakanlah dirimu dengan kasih sayang, kebaikan, kerendahan hati, kelembutan hati, dan kesabaran… saling mengampuni, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu…. Ini adalah pakaian yang harus kalian kenakan setiap hari dalam hidup, sebagai persiapan untuk perjamuan yang luar biasa yang telah Tuhan persiapkan untuk kita.


Tuhan sangat menghargai kita sehingga Dia sangat ingin kita hadir di pesta besar Putra-Nya. Panggilan Kristiani selalu merupakan panggilan untuk hidup dengan penuh sukacita dan harapan. “Not to be succsessful, but to be faithful (Ibu Theresia dari Kalkuta)

Kehidupan yang menggembirakan dan penuh harapan yang Tuhan panggil kita bukanlah cara hidup yang membuat kita puas diri atau sombong, sukses melulu. Kehidupan yang penuh harapan dan kegembiraan yang otentik akan selalu melimpah untuk melayani orang lain. Ketika 'Saya lapar Anda memberi saya makanan  ketika Saya haus Anda memberi saya minuman ketika saya orang asing Anda menyambut saya dan memberi tumpangan,ketika Saya sakit dan Anda merawat saya '. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, “jangan lupa ekaristi pada pagi ini”.  Entah on line atau of line, inilah cara kita mencicipi perjamuan Tuhan, sehati sejiwa dalam sukacita pakian kecantikan yang berasal dari dalam hati. Itulah pakian yang terindah. Tetap berbuat kebaikan. Selamat hari minggu. Tuhan memberkati.



Sabtu, 10 Oktober 2020

Sabtu.10.10.20 Inspirasi pagi "generasi yang berbahagia...

Sabtu.10.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:27-28 “generasi yang berbahagia”


Teman teman masih ingat, “Jangan lupa bahagia”, ucap Mgr.Robertus Rubiyatmoko,  sambil nyapu halaman. Saya tidak tahu yang membuat viral ajakannya atau nyapu halaman dengan pakian yang unik dan seperti kebanyakan orang.


Bahagia itu memang pilihan. Perlu diciptakan, bukan ditunggu melainkan harus diambil. Seperti Ibu Yesus telah memilih dalam doa  yang kita sebut Magnificat, menyenandungkan  bahwa semua generasi akan menyebutnya bahagia. Aku ini hamba-Mu, “Let it be me”


Banyak orang mengeluh atas hidupnya setelah melihat orang lain lebih sukses. Seseorang pencinta HP mengeluh HPnya sudah tua, tidak modest lagi. Kalau melihat orang lain pake HP keren, ia gelisah.  Sebuah keluarga iri karena keluarga tetangganya selalu bisa menghabiskan waktu bersama untuk rekreasi bersama istri dan anak anaknya. Seorang manejer iri melihat rekan sejawatnya yang justru sudah berhasil. Begitulah roda kehidupan.


Saat Yesus berbicara, seorang wanita dalam kerumunan itu mengangkat suaranya dan berkata, 'Bahagia rahim yang melahirkanmu dan payudara yang kau hisap!' Tetapi dia menjawab, 'Lebih bahagia lagi mereka yang mendengar firman Tuhan dan menyimpannya!'

Bacaan Injil pagi ini mungkin salah satu yang terpendek. Itu hanya dua ayat. Ini adalah percakapan yang menarik antara Yesus dan seorang wanita tanpa nama yang hanya dapat ditemukan di dalam Injil Lukas.

 Seorang wanita begitu terpesona oleh apa yang Yesus katakan sehingga dia secara spontan mengucapkan “bahagia ibu yang menyusui-Mu”. Seorang wanita menyatakan wanita lain diberkati karena dia adalah ibu Yesus, ibu  yang sangat istimewa. Ibu yang bulan ini menjadi perhatian istimewa umat Kristiani.

Yesus pasti sangat menghormati ibunya. Namun, Dia mengajak orang untuk melihat “arti kebahagian” lebih luas, 'Masih lebih bahagia dan lebih diberkati orang-orang yang mendengar firman Tuhan dan menyimpannya'. 


Ee teringat akan   “benih yang jatuh di tanah yang baik digambarkan sebagai 'orang yang, ketika  mendengar firman, memegangnya dengan kuat dalam hati yang jujur ​​dan baik, dan menghasilkan buah dengan kesabaran'. Itulah mereka yang berbahagia.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tidak elok juga selalu membandingkan diri dengan orang lain. Kegembiraan hidup tidak terletak pada kondisi kita, tapi pada apa yang kita pikirkan. Protes dan keluhan semakin menjauhkan kita dari rasa syukur. Hanya hati yang iklas dan penuh syukur dapat membuat orang mudah tersenyum. Begitulah. Jangan lupa memilih tersenyum pagi ini. Tuhan memberkati. 


Jumat, 09 Oktober 2020

Jumat.9.10.20 Inspirasi pagi "cptakan hal positif"

Jumat.9.10.20 Inspisrasi pagi

Lk.11:15-26 “Ciptakan hal positif”.


Injil hari ini mengajarkan kepada kita untuk tidak boleh menuduh dan memberikan penilaian yang negatif atas orang lain, apa lagi dengan tipu-tipu untuk menghancurkan nama baik seseorang. Orang Farisi menuduh Yesus menggunakan kuasa beelzebul ketika Ia menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Sungguh prasangka yang sangat ekstrim negatif.


Simak perdebatan Yesus dengan orang Farisi. Ketika Yesus telah mengusir iblis, orang Farisi  berkata, 'Melalui Beelzebul, kepala iblis, dia mengusir setan.' Yang lain bertanya kepadanya, untuk menguji, dan meminta tanda dari surga; tetapi, mengetahui apa yang mereka pikirkan, Yesus  berkata kepada:  'Setiap kerajaan yang terpecah akan menuju kehancuran, dan rumah tangga yang terpecah akan runtuh. Begitu juga dengan Setan: jika dia terpecah belah melawan dirinya sendiri, bagaimana kerajaannya bisa berdiri? -  Anda menuduh  bahwa melalui Beelzebul saya mengusir setan sekarang, jika melalui Beelzebul saya mengusir setan, melalui siapa ahli anda sendiri mengusir mereka? 

Jangan sembarang menuduh. Tetapi jika melalui jari Tuhan saya mengusir setan, ketahuilah bahwa kerajaan Tuhan telah datang. (Saya membayangkan dialog Yesus seperti itu).

Bagaimana seseorang yang berbuat kebaikan Tuhan bisa dihubungkan dengan penghulu iblis? Kecenderungan untuk menjelekkan telah muncul sepanjang sejarah manusia. Satu kelompok menjelekkan yang lain. Beberapa orang dirasuki setan tanpa dasar. Orang saling menjatuhkan satu sama lain. 


Menyatakan Yesus bersekutu dengan Setan adalah contoh paling ekstrim dari penghinaan yang tidak masuk akal. Menanggapi tuduhan itu, Yesus menyatakan bahwa itu adalah jari-jari Tuhan, tangan Tuhan. Itulah tanda tanda  Kerajaan Allah datang. 

Apa pembelajaran yang dapat kita petik dari kisah injil hari ini?

Carilah dan rasakan jari jari Tuhan melalui orang yang kita anggap kurang berkenan dalam hidup kita, yang mungkin menimbulkan rasa iri dalam kehidupan kita. Masih ingat perumpamaan tentang lalang dan gandum mengingatkan kita bahwa ada campuran yang baik dan yang tidak begitu baik dalam diri kita masing-masing. Selalu ada kecendrungan negatif dalam diri kita.


Yesus sangat baik; Setan benar-benar jahat. Kita semua ada di antara keduanya. Setiap hari berpikir negatif dan jelek akan membuat kita menjadi negatif, dan resah. Setiap orang yang berada dalam lingkaran api, akan merasakan hawa panas di tubuhnya, begitu juga apa bila kita ada dalam lingkaran positif, kita akan merasakan hawa positif di hidup kita. Rayakan kebaikan, sebab kita  dipanggil untuk  kebaikan.  



Setiap orang diberi kemampuan dan talenta, namun juga  kemampuan untuk memanfaatkan setiap kesempatan dengan hitung hitungan yang baik. Kalau kita belum berhasil bukan berarti kita gagal.


Selamat pagi sahabat dan saudari saudaraku. Kita tidak akan pernah bersyukur kalau kita selalu melihat sisi negatif orang lain, apa lagi selalu membandingkan hidup kita dengan orang lain. 


All is well. Tetap semangat dalam berbagi kebaikan. Tuhan memberkati.



Kamis, 08 Oktober 2020

Kamis.8.10.20 Inspirasi pagi "mintalah"

Kamis.8.10.20 Inspirasi pagi

Lukas 11: 5-13: 'mintalah….maka kamu akan mendapatkan'.

“Ayat ini sangat menggoda dan paling kusukai” , karena merupakan ayat yang sangat menjanjikan, dan aku percaya itu, ungkap seorang ibu separuh baya yang selau ikut perayaan ekaristi pagi suatu hari di halaman gereja. “Mintalah maka kamu akan menerima”, “cari maka anda akan mendapatkan”, “ketuklah maka pintu akan dibukakan”.


Namun banyak juga yang kecewa karena janji itu tidak pernah terwujud dalam kehidupannya. Ada seorang istri sangat terpukul, karena ditinggal suaminya begitu saja, sehinga ia harus menghidupi anaknya yang masuk usia remaja. Pukulan ini sulit diterima, maka iman percaya mulai tergoyangkan, janji Tuhan diragukan, imannya terus melemah.


Namun,Yesus tetap menegaskan, tetaplah percaya Tuhan tetap baik bahkan jauh lebih baik lagi. Sebab setiap ayah yang baik akan memberikan anak-anaknya apa yang baik. Demikian pula, tetangga yang baik  tetap akan ramah dan baik hati  kepada teman yang membutuhkan sekalipun di tengah malam, sekalipun ia pada awalnya mengeluh karena mereka sedang istirahat. 


Yesus menyatakan bahwa Tuhan jauh lebih murah hati dan lebih penuh kasih daripada yang terbaik dari seorang  ayah dan tetangga manusia. Itulah mengapa Yesus memanggil kita untuk meminta kepada Tuhan apa yang kita butuhkan dengan harapan mendapatkan jawaban, 'Mintalah, dan itu akan diberikan kepadamu; cari, dan Anda akan menemukan; ketuk dan pintunya akan dibukakan untukmu. 


Namun, yaitu seperti contoh diatas, kita sadar tidak semua doa permohonan selalu dijawab seperti yang kita  inginkan. Anda yang  meminta dan tidak selalu menerima. Kalian yang mencari tidak selalu menemukan, bahkan ketika anda mengetuk pintu orang justru tidak peduli. Lalu apa pembelajarannya?


Pembelajarannya ialah tetaplah berusaha, jika pintu lain tertutup pintu-pintu lain masih akan terbuka, selalu ada kesempatan, sebab tidak ada usaha yang keras dan tulus, yang sepenuhnya tidak dijawab. Awalnya pasti akan sulit dan banyak tantangan dan penolakan.  

Pembelajaran berikutnya ialah, tantangan dan kesulitan bahkan kegagalan bukan berarti hilangnya kesempatan. Selama ada iman harapan dan niat baik, saya yakin pintu lain akan terbuka. 

Pembelajaran ketiga, Jangan pernah lelah untuk berusaha dan datang meminta pertolongan Tuhan. Bila pintu yang satu tertutup, lari dan ketuklah pintu yang lain. 

Percayalah, Tuhan menyiapkan sebuah rencana dan kesempatan yang jauh lebih baik, ketika kita selalu berusaha berpegang pada harapan yang positip. Jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan. Carilah kebaikan, maka kita akan mendapat keberanian untuk mendapatkannya.

"Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Selamat pagi sahabatku, saudari saudaraku. Awali pagi dengan happy dan senyum. Tuhan memberkati.

Rabu, 07 Oktober 2020

Rabu.7.10.20 Inspirasi pagi "memelihara kebiasaan baik"

Rabu.7.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:1-4, “pada pesta Maria Ratu Rosario”

“Memelihara kebiasaan baik”

Bermula pada sebuah salib dan untaian pendek yang terdiri dari tiga manik manik kecil dan sebuah manik manik besar, kita mengucapkan doa aku percaya, doa Bapa kami, dan 3 salam Maria, selanjutnya lima kelompok sepuluh manik-manik,untuk mendaraskan doa salam Maria diselingi dengan manik manik besar kusus untuk doa Bapa Kami. Itulah lingkaran Doa Rosario. Doa sederhana untuk melatih dan memelihara kebiasaan baik. 


Tercatat dalam sejarah gereja pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama- sama dengan banyak umat beriman berdoa rosario di basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, doa rosario tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. Walaupun tampaknya mustahil, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada tanggal 7 Oktober tersebut. Kemudian  doa sederhana ini menjadi tradisi yang penting dalam kehidupan doa, tradisi  suci yang dihormati gereja pada hari ini. 


Seperti Doa Bapa kami adalah doa yang sederhana, namun kaya makna merefleksikan secara mendalam pristiwa kehidupan kita sebagai mahluk ciptaan-Nya, yang harus memiliki relasi yang baik dengan Bapa. Mahluk lemah yang mampu memuliakan Bapa memohon kehadirannya menjalankan roda kehidupan seperti yang dikehendaki-Nya. Doa yang mengajarkan kita berbagi rejeki, hidup saling menghormati dan menghargai serta memaafkan. 


Sering mendaraskan doa rosariio, maupun doa Bapa kami, adalah kebiasaan yang baik yang sangat membantu kita untuk membangun kehidupan yang mengandalkan kekuatan Tuhan, bahwa kita bukan siapa siapa, seperti diucapkan Maria, Aku ini hanyalah hamba-Mu, Tuhan. Tetapi juga membangun kesadaran bahwa hidup yang harmonis dan indah terjadi ketika kita mampu saling memaafkan satu sama lain. Seperti seorang ayah yang mendapatkan kembali keluarganya ketika menerima “maaf” dari istri dan anaknya atas kesalahannya selama ini, lalai, kurang berkomitmen, lupa janji suci, melalang buana entah kemana.


Teringat akan dongeng yang menceritrakan seorang ayah yang mengajarkan anaknya untuk membangun sebuah kebiasaan baik. Sang ayah mengatakan, anakku dalam dirimu akan selalu ada pertarungan dahsyaat antara dua srigala, srigala yang jahat dan srigala yang baik. Srigala yang jahat adalah perasaan marah, iri hati, sombong, malas, dendam, tigak mau memaafkan. Sementara srigala yang baik adalah perasaan ramah, sabar, penuh perhatian, rendah hati, pemaaf, penuh cinta. Lalu sang anak bertanya dengan polos, “srigala yang mana yang akan menang?” Dengan bijak sang Ayah menjawab: anakku mau pelihara srigala yang mana?


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, jika kebiasaan buruk yang kita pelihara, berarti kita membiarkan srigala yang jahat menguasai hidup kita. Banyak orang mengatakan bahwa musuh terbesar sesungguhnya ada dalam diri kita.


Maka dari itu jangan membiarkan diri jatuh dalam pencobaan dan memimpin hidup kita. Tetap sehati dalam doa dan saling mendoakan, itulah berkat yang indah. Tetap berbagi kebaikan sekecil apapun. Tuhan memberkati.



Selasa, 06 Oktober 2020

Selasa.:6.10.20 Inspirasi pagi indahnya seni membuang waktu...

Selasa.6.10.20 Inspirasi pagi

Lk 10:38-42 “indahnya  seni membuang waktu

Para pastor di pedalaman sangat akrab dengan model “pastoral turnee” pergi dari satu kampong ke kampong untuk mengunjungi umat. Jarak tempuh cukup jauh. Kalau musim hujan butuh waktu extra. Ketika sudah sampai di stasi belum tentu umat berkumpul. Perlu “seni membuang waktu” itu nasehat yang pernah saya dengar dari Pater Herman Cremars CP sewaktu saya menjalani tahun orientasi bersama beliau th.1982 di Tumbang titi. 


Duduk menunggu umat sambil berceritra atau mendengarkan kisah ceritra termasuk seni membuang waktu. Ternyata perlu seni juga agar tidak capai dan bosan. Bagi para pastor yang sudah punya jadwal ketat kadang lebih senang biar dua tiga umat berkumpul, misa segera harus dimulai. Sekalian memberi pembelajaran agar umat disiplin, tidak molor terus dalam perayaan ekaristi, seperti itu pembelaannya.


Injil hari ini menunjukkan bahwa aktivitas hingar-bingar, bahkan ketika dilakukan untuk Tuhan, tidak selalu seperti yang diinginkan Tuhan. Ketika Yesus tiba di rumah Martha, dia mulai khawatir dan resah tentang banyak hal. Aktivitasnya yang berlebihan membuatnya merasa terbebani dan kesal terhadap saudara perempuannya Maria, menghakiminya karena tidak melakukan bagiannya dalam melayani. Yesus dengan lembut mengingatkan Marta yang menilai Maria bahwa dia harus belajar sesuatu dari saudara perempuannya. Maria telah memilih cara yang terbaik yaitu mendengarkan.


Apa pembelajaran yang bisa dipetik dari kisah Marta dan Maria?

Marta tidak salah meminta saudarinya ikut membantunya, hanya kalau lalu menjadi kawatir, sibuk benar  sampai membiarkan tamu duduk kebingungan juga kurang elok. Maria memilih untuk mendengarkan, dengan ramah. Ada keseimbangan peran.

Sungguh mendengarkan juga tidak selalu mudah agar tercipta ruang yang nyaman. Perlu sebuah keterampilan. Perlu seni, agar terasa keindahan dalam mendengarkan, agar muncul trust, atau obrolan dan komunikasi dari hati kehati, ada ketulusan, tidak mencari keuntungan, ada empati. 

Ada sebuah fakta yang mungkin dapat menjadi pembelajaran bagi kita.  Kita bekerja paling tidak  8 jam/hari, maka  kita menghabiskan waktu sebanyak 4 jam untuk berkomunikasi.  Dari 4 jam itu, kita mendengar sebanyak 2 jam,  dari 2 jam tadi, kita benar-benar fokus mendengarkan sebanyak 1 jam. Dari 1jam kegiatan mendengarkan itu, kita mampu mengerti sebanyak 30 menit. Dari 30 menit hal yang kita mengerti, yang kita percayai hanya 15 menit. Dari 15 menit yang kita percayai, yang berhasil kita ingat hanya 8 menit saja. Data ini hanya mau menunjukan skil kita mendengarkan memang masih diasah dan ditempa terus menerus.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Terkadang kita lebih banyak bicara dan lupa atau mungkin enggan mendengarkan orang lain. Dan menyedihkan, ketika kita menutup diri untuk mendengarkan orang lain. Sering tak terhindari kita  selalu merasa diri paling paling sibuk, merasa diri paling dibutuhkan dalam pelayanan, paling berpengalaman, paling ahli dalam bidangnya. Mari selalu untuk mengatakan ada hal yang dapat kita gali sebagai pembelajaran dari orang lain. Ketika kita tidak mau mendengar, menutup diri untuk belajar, kita menutup kemungkinan diri kita untuk bertumbuh. Tuhan memberkati.



Senin, 05 Oktober 2020

Senin.5.10.20.Inspirasi pagi. "cara Tuhan menolong sering mengejutkan...

Senin.5.10.20 Inspirasi pagi

Lk.10:25-37 “Cara Tuhan menolong kita sering mengejutkan”


Perumpamaan tentang Orang Samaria yang baik hati mengingatkan kita bahwa bantuan dapat datang kepada kita dari tempat yang tidak terduga. Orang yang terluka dalam perumpamaan itu kebetulan  seorang Yahudi. Dari kisah kisah ceritra kita tahu orang Yahudi bermusuhan dengan orang Samaria. Orang Yahudi yang kena rampok  tidak akan mengharapkan bantuan datang dari seorang Samaria, yang menjadi musuhnya dalam bermasyarakat. Singkatnya orang Yahudi yang sombong ini tidak mengharapkan bantuan sedikitpun dari musuhnya.


Yang sangat mengejutkan, pria yang lagi sial kena rampok, menemukan bahwa orang baik yang menolongnyanya justru dari  seseorang yang tidak diharapkannya sama sekali. Dibandingkan seorang imam rajin beribadah dan berdoa yang lewat yang hanya melirik saja, orang Samaria ini membuat perbedaan yang luar biasa. 


Terkadang dapat mengalami hal  yang sama dalam hidup kita sendiri. Pada saat-saat mendesak, genting, sumpek,  tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, jalan semua buntu, ada bantuan dari orang-orang yang tidak diharapkan untuk membantu kita. Justru pertolongan muncul dari orang yang sebelumnya kita remehkan atau kita anggap sampah saja. 

Sebaliknya kerap kali kita jumpai dalam hidup justru orang yang kelihatanya aktivis, nasehatnya bagus, sering nulis inspirasi, kelihatan memiliki banyak kesempatan berbuat baik, justru omongannya sering menyakitkan, dan selalu melihat orang lain malas tidak iklas membantu. 


Pembelajaran yang bisa dipetik ialah, saat saat kritis, saat-saat kita butuh pertolongan,  

Tuhan datang kepada kita melalui penyamaran yang tidak biasa, belaskasih dan pertolongannya di dalam dan melalui orang-orang yang dipilih-Nya sendiri. Orang  yang datang justru orang yang selama ini diam, tidak binyak bicara, bahkan yang diangap tidak memiliki kepedulian .


Pembelajaran yang kedua, selalu ada yang bisa kita lakukan untuk membantu orang  lain, terutama di masa Covid ini. Memberi orang lain sedikit waktu kita, sedikit dari kemampuan,  ataupun rejeki lebih yang kita terima. 


Pembelajaran yang ketiga, apa yang dilakukan orang Samaria untuk orang yang terluka itu juga merupakan gambaran dari apa yang Yesus ingin agar kita lakukan untuk satu sama lain, 'Pergi dan just do it” lakukan kebaikan kapan dan dimana saja”. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, waktu berjalan terus, tidak tahu apakah akan panjang atau pendek, mari berlomba dalam kebaikan. Berusaha berpikir positif. Tuhan memberkati.


Minggu, 04 Oktober 2020

Minggu 4.10.20 Inspirasi pagi : kisah penolakan yang brutal

Minggu.4.10.20 Inspirasi pagi

Mt.21:33-43 “Perumpamaan ini adalah kisah penolakan yang brutal”.

Namun Tuan kebun anggur selalu memiliki cara dan inisiatif untuk menghasilkan penggarap-penggarap lain  yang menghasilkan buah-buah yang lebih baik.


Dalam proses pembangunan gereja paroki MRPD, Air Upas yang berbasis beton dan besi baja ringan, mengingat posisi tanah yang lumayan miring, peranan batu belah yang tidak berukuran sangat diperlukan. Batu itu adalah batu yang tidak diperhitungkan, awalnya dari bukit yang dijual murah kemudian dijadikan batu belah. Batu belah itulah  sangat berguna untuk menyangga tanah, batu itu disusun sedemikian rupa sehingga mengunci satu sama lain. Menjadi bangunan pagar yang kokoh yang dapat menjangga seluruh bangunan gereja.


Lalu saya teringat dengan sabda Yesus, “belum pernahkah kamu mendengar batu yang berserakan yang dibuang orang telah menjadi batu penjuru. Sungguh indah untuk dilihat. Kalau begitu Aku memberitahumu bahwa kerajaan Allah  akan diambil darimu dan diberikan kepada orang yang akan menghasilkan buah.Ketika Yesus memasuki Kota Yerusalem dengan keledai, para murid dan banyak orang memuji Dia, akan tetapi lawan lawan Yesus bersikeras agar Yesus membungkam menyuruh para murid diam. Sebagai jawaban, Yesus berkata, 'Saya katakan, jika mereka  diam, batu akan berteriak'. 

Dalam pembacaan Injil hari ini, Yesus berbicara tentang batu yang ditolak oleh tukang- tukang bangunan  yang menjadi batu kunci. Batu yang tidak berukuran. Batu  berbentuk tidak teratur yang menurut pembangun tidak cocok untuk digunakan pada dinding lurus yang mereka bangun. 


Dengan ini, Yesus benar-benar berbicara tentang dirinya sendiri. Dia adalah batu yang ditolak oleh pembangunnya, dihukum mati di kayu salib. Namun dia terus menjadi batu kunci, batu penjuru, dari sebuah bangunan rohani baru, komunitas iman, yang kita sebut gereja. 

Penolakan orang orang terhadap Yesus bukan sebuah akhir. Tuhan membalikkan penolakan itu dengan membangkitkan Yesus dari kematian dan mempersembahkannya kembali kepada seluruh umat manusia, termasuk mereka yang menyalibkan dia. 


Gambaran penolakan manusia terhadap Putra Allah diungkapkan dengan kuat dalam perumpamaan pagi ini. Para penyewa kebun anggur setelah menolak hamba pemilik kebun anggur dengan cara yang sangat kejam, lalu menolak putra pemilik kebun anggur, melemparkannya keluar dari kebun anggur dan membunuhnya. 

Dengan cara yang sama, Yesus, Putra Allah, akan diusir dari kota Yerusalem dan disalibkan tepat di luar tembok kota. Perumpamaan itu adalah kisah penolakan yang brutal. Sungguh Brutal.

Kita sering mengalami kisah penolakan yang membuat kita apatis, putus asa, namun selalu saja ada kasih, ada kebaikan ada sukacita disekitar kita. Selalu ada orang baik yang iklas berbagi dan berbuat kebaikan  di tengah tengah kita, orang orang dengan kwalitas hidup yang baik. Karena apa? Karena Allah tidak pernah lelah untuk mencintai kita. Selalu ada inisiatif baru, Ia tidak pernah menyerah pada penyewa yang brutal dan  jahat. Ia selalu mencari dan menemukan domba yang hilang dan tersesat.

Selamat pagi sahabat, selamat hari minggu. Jangan pernah lelah untuk menghasilkan buah yang baik. Tuhan memberkati.






Sabtu, 03 Oktober 2020

Sabtu, 3.10.20 Inspirasi pagi : tetap anthusias menjalani hidup"

Sabtu.3.10.20 Inspirasi pagi

Lk.10:17-24 : “tetap  Anthusias menjalani hidup”


“bersukacitalah  bukan karena kemampuanmu mengalahkan ular dan kalajengking, tapi bersukacitalah karena namamu telah terukir di surga” Inilah yang kegembiraan yang mendalam. Anthusias. Ada bersama Tuhan. In dan Theos.


Di dunia pemberdayaan komunitas, ada kegembiraan karena capaian atau target group terlaksana. Komunitas mulai mengalami perubahan sedikit demi sedikit, dan mulai bangkit dari keterpurukan. Dan perubahan itu bisa diukur dengan indicator yang jelas. Siapa siapa saja yang telah berhasil, berapa tingkat keberhasilan, kapan mulai berhasil. Subyeknya adalah masyarakat yang mengalami perubahan yang berarti, bukan fasilitornya yang hebat dan sukses mengajar dan nyemplung di tengah masyarakat. 


Dalam Injil pagi ini, para murid sangat senang setelah periode misi yang sukses dan mereka tidak sabar untuk membagikan kesuksesan mereka dengan Yesus. Penuh kegembiraan, mereka berkata kepada Yesus, 'bahkan iblis tunduk kepada kami ketika kami menggunakan nama-Mu'. 

Namun, Yesus segera mengalihkan fokus mereka dari keberhasilan misi mereka ke sesuatu yang bahkan lebih penting. Mereka seharusnya benar-benar bersukacita bukan karena keberhasilan misi mereka tetapi pada kenyataan bahwa nama mereka ada bersama Tuhan  di surga. 


Yesus juga bersukacita dengan  keberhasilan para murid. 'Dipenuhi dengan sukacita oleh Roh Kudus, Dia berkata, "Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi ..."'. Sumber sukacita Yesus adalah hubungan pribadinya yang mendalam dengan Allah Bapa, dalam kuasa Roh Kudus. Yesus sedmikian anthusias (in to Theos), ada bersama Bapanya. 


Yesus tahu bahwa misi murid-muridnya tidak selalu berhasil. Seperti misinya sendiri tampaknya berakhir dengan kegagalan yang hina saat Dia tergantung di kayu salib. 


Namun, di saat baik dan buruk, di saat sukses dan gagal, hubungan kasih Tuhan dengan murid-murid Yesus akan bertahan, sama seperti Ia bertahan di kayu salib, ketika Yesus tidak berhenti menyebut Tuhan sebagai  'Bapa', ketika kita juga tak berserah diri pada kekuatan Bapa.

Demikian dalam banyak hal dalam hidup kita, kasih Tuhan tetap akan bertahan karena Tuhan memang mau mencintai kita. Kendati begitu banyak hal juga diambil dari kita, entah itu kesehatan, hubungan yang semakin tidak harmonis atau kendor dengan orang yang anda cintai karena  kesalah fahaman. Kehilangan pekerjaan juga menjadi saat yang sangat menyedihkan seperti sekarang ini. Namun tetaplah hidup dengan anthusias, jangan menjadi pribadi yang seolah olah hidup namun sebenarnya mati.


Selamat pagi sahabatku, saudari saudaku, tetap rendah hati, tidak sombong, karena betapa  'Bahagia mata yang melihat apa yang Anda lihat'. Ya 'Bahagia mata ...' Ada kebahagiaan  yang berpotensi merangkul kita semua, asalkan kita memiliki keterbukaan seperti anak kecil terhadap apa yang Tuhan ingin ungkapkan kepada kita melalui Putra dan Roh-Nya.

Tetap anthusias menjalani hidup. Tuhan memberkati.


Jumat, 02 Oktober 2020

Jumt.2.10.20 Inspiragi "the guardian angels"

Jumat.2.10.20 Inspirasi pagi

Mt.18:1-5.10 “ the guardian  Angels” pada hari pesta malaikat pelindung.

Guru agama saya ketika kelas dua SD namanya Sr. Alfonso, selalu mengatakan, kemanapun kalian  pergi dan bermain, ada malaikat pelindung di sampingmu. Bermainlah dengan baik, dan sopan, jangan jauh jauh bermain, kalau kamu hilang, tersesat mintalah kepada malaikat pelindungmu agar menuntumu kembali  pulang ke rumah agar  ibumu tidak sedih. Jangan  nakal nanti telingamu dijewer. Malam menjelang tidur, berdoalan minta perlindungannya. Ingat ya anak anak.

Sampai sekarang saya ingat nasehat itu, apalagi pada perayaan pesta malaikat pelindungku hari ini. Mari kita simak bacaan injil pagi ini.


Ini nasehat yang diucapkan Yesus saat murid-murid minta tanggapan  “siapakah yang terbesar dalam  Kerajaan surga?" Dia memanggil seorang anak, kemudian meminta para murid memandang dan memperhatikan dengan saksama, lalu Yesus  berkata, “lihat, aku berkata kepadamu, kecuali kamu bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke Kerajaan surga. Siapapun yang merendahkan dirinya seperti anak ini adalah yang terhebat di Kerajaan surga. Dan siapapun yang menerima satu anak seperti ini atas nama Aku, menerima Aku.  Dan pastikan, dan jangan meremehkan anak kecil ini, karena ada malaikat yang selalu menjaga mereka.


 Ada malakat Tuhan yang melindunginya. Seperti itu imaginasi saya. Para malaikat mengingatkan kita tentang peran Tuhan dalam hidup kita. Dia bersama kita dalam hidup ini untuk menjaga dan membimbing kita dan dia bersama Tuhan di surga, menjadi perantara bagi kita, bekerja atas nama kita. Yesus, mengungkapkan bahwa 'Tuhan ada untuk kita'. 


Pesta hari ini adalah kesempatan yang baik untuk bertanya bersama ' Atau St. Abrosius yang percaya bahwa orang-orang suci kehilangan malaikat pelindung mereka agar mereka bisa berjuang dan tetap bertekun dengan lebih hebat, demikian juga Santo Hironimus dan Basilius berkata bahwa dosa menjauhkan manusia dari malaikat pelindung. Atau belajar dari Paulus:  'Jika Tuhan di pihak kita, siapa yang melawan kita? Beberapa hari yang lalu kita juga merayakan para Malaikat Agung Gabriel, Mikael dan Rafael, sebagai cara Tuhan hadir menemani kita, membimbing, menesahati kita melalui orang oranag disekitar kita.


Para malaikat mengingatkan kita tentang peran Tuhan dalam hidup kita. Dia bersama kita dalam hidup ini untuk menjaga dan membimbing kita dan dia bersama Tuhan di surga, menjadi perantara bagi kita, bekerja atas nama kita. Perayaan malaikat pelindung  mengungkapkan bahwa 'Tuhan ada untuk kita'. Tuhan menyapa kita melalui orang orang disekitar kita, keluarga, bapa ibu, dan tentu saja sahabat dan rekan kita.


Selamat pagi sahabat. Ingat malaikat pelindung, ingat ibu yang dengan lembut memelihara, melindungi , tidak membiarkan kita jauh jauh dan jatuh. Ingat malaikat pelindung, ingat saudaraku yang selalu mendokan agar aku sehat. Ingat malaikat Tuhan, ingat seorang rekan dan sahabat yang menasehati dengan lembut yang menguatkan hati untuk tetap berjalan di jalan Tuhan.

“Jika Tuhan di pihak kita, siapa yang melawan kita” Malaikat sang penjaga.  Tuhan memberkati.








Kamis, 01 Oktober 2020

Kamis.1.10.20 Inspirasi pagi "belajar dari anak anak"

Kamis.1.10.20 Inspirasi pagi

Mt.18:1-5 “pada pesta Theresia dari Kanak kanak Yesus”

"Belajar dari seorang anak kecil"


Dari sekian fase, kata orang fase anak kecil menjadi fase yang sangat penting karena menjadi dasar pembentukan sebuah sifat atau karakter. Sifat dasar anak kecil adalah polos dan tulus.

Hmm ya benar  masa anak-anak adalah masa yang sangat menyenangkan", kepolosan, ketulusan


Di samping pastoran Air Upas, ada rumah kecil terdiri dari dua kamar 3 x 4 , satu kamar  dipakai untuk sekolah PAUD, dulu setiap pagi penuh sesak dengan ibu dan anak. Saking sayangnya pada anak, para ibu,  juga ikut duduk berdesakan di ruang yang sempit. Dalam masa covid ini ada kesepakatan anak dan ibu dibatasi datang ke Paud, tiga empat anak ditambah ibunya bergilir setia hari satu jam.


Sudah berkali kali diingatkan ibu ibu cukup menyerahkan anaknya kepada para ibu guru, tapi mereka  selalu saja mau dekat, ikut bermain, bercanda, di tempat yang sempit. Kasihan juga, tapi untuk sementara yang ada hanya tempat seperti itu.


Terkadang saya tertawa dalam hati ketika melihat kepolosan dan ketulusan hati mereka, mereka tidak peduli mau tempat luas kecil berdesakan... Tapi ya ibunya pun keterlaluan tidak membiarkan anak anak mereka belajar lepas… 

Biarpun tempat kecil, mereka tetap gembira bermain, bergerak kesana kemari, penuh warna, suka suka, tidak ada ketakutan, tidak ada beban, yang sewot saya saja karena kebisingan para ibu yang tidak pernah mau jauh dari anak anaknya. Namun mengingat ini fase yang barang kali tidak akan pernah dilupakan sepanjang sejarah hidup sesorang, ya saya mengalah dongkol saja.


Mungkin karena itu Yesus menjadikan anak kecil symbol dan contoh “kekudusan dan kerendahan hati” yang harus dihargai, dihormati, dan dilindungi. Anak-anak kecil kelihatannya menerima tanpa syarat, tersenyum tanpa alasan, mengampuni dan melupakan dengan mudah, dan menaruh kepercayaan tanpa mencoba mengetesnya terlebih dahulu, tidak ada kekawatiran, bahkan bermain dengan ular tedungpun tidak takut. Kata Yesaya.

Bukan sifat kekanak kanakan yang menjadi acuan. Namun hidup dengan berserah diri tidak kawatir, tidak ada beban, tidak peduli dengan panjang pendeknya usia. Hidup seperti itu yang telah dicontohkan oleh  St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus dengan nama lahir Marie-Françoise-Thérèse Martin, adalah seorang suster Karmelit Katolik. Ia meninggal di usia yang sangat muda 24 th dikenal sebagai Bunga Kecil Yesus, jalan kecil yang sederhana tanpa beban.

Selamat pagi sahabat, tidak ada yang salah jika kita belajar dari seorang anak kecil, karena dibalik jiwa seorang anak kecil terdapat kepolosan  dan ketulusan hati yang sangat luar biasa. Kepolosan dan ketulusan hati yang akhirnya dapat membawa kita untuk dapat lebih mengerti, memahami, dan menikmati hidup ini. Teringat lagu lilin lilin kecil Chrisiye. Berkah Dalem.










Rabu, 30 September 2020

Rabu 30.9.20 Inspirasi pagi "Fokus"

Rabu.30.9.20. Inspirasi pagi 


Lk.9:57-62 “Fokus”


Kalau mau ingin alur yang lurus lihatlah kedepan, jangan lihat kebelakang.

Nenekku sering berkata, “jangan pernah melihat ke belakang”. Jangan pula terlalu banyak mencari alasan dan pembenaran. Fokus saja ke depan. Masa lalu mungkin adalah masa perjuangan dan penderitaanmu, tapi jangan terlalu terbawa. Masa lalu adalah masa lalu, sekarang yang penting adalah fokus ke depan.

 

Benar sekali kata kata Yesus:  Setiap orang yang siap ... untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang tidak layak untuk Kerajaan Allah. Seorang petani yang membajak harus senantiasa melihat ke depan kalau ia ingin membajak mengikuti alur yang lurus. 


Atau kalau bingung selagi naik motor di jalan yang buruk, dari pada frustasi, ikuti saja alur yang ada, jalani meski lumpur yang dalam, asalkan kedua ban pada alur yang sama ,sealur,  tetap akan lolos sampai tujuan meski lambat. Fokus dan fokus. Sekalipun harus merawat orang tua, ataupun harus pamitan terlebih dahulu dengan orang orang yang dicintai, tetaplah melangkah, lanjutkan perjalanan anda, jangan pernah berhenti dan monoleh sana sini, anda belum tiba sampai garis akhir. Kerajaan Allah menuntut komitmen tinggi dan segenap jiwamu. Berat juga ya.


Yesus memanggil kita untuk mengikutinya dengan sepenuh hati tidak toleh sana sini dengan mengalihkan perhatian; Dia meminta kita untuk berkomitmen dan fokus, dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan pikiran kita, apapun keadaan kita dalam hidup. Sepertinya Yesus mau mengatakan bahwa hanya ada satu cara untuk mengikutinya, berserah diri total  dan fokus. Tampak sangat menantang di telinga kita dan urgen. 



Selamat pagi sahabat, dan saudari saudaraku. Perjalanan kita masih panjang. Jangan berhenti. Apapun yang terjadi  dibelakang kita tidak terlalu penting. Yang penting adalah belajar dari masa lalu dan terus berjalan dengan komitmen penuh. Bila fokus pada alasan dan banyak pertimbangan terkadang kita menjadi lemah dan cendrung menunda banyak hal. Benar kata orang tua, bila fokus pada hal yang buruk, hanya hal buruklah hasilnya. Mari kita ganti fokus kita ke hal  lebih  baik dan positif. Tuhan memberkati.


Selasa, 29 September 2020

Selasa.29.9.20 isnpirasi pagi; "berbahagialah mata.....

Selasa.29.9.20 Inspirasi pagi
Yohanes 1: 47-51 “ Pesta Santo Mikael, Gabriel, Rafael” 
“berbahagialah mata yang melihat, apa yang kamu lihat”

Ketiga Malaikat itu dikenal sebagai malaikat-malaikat Agung baik dalam agama Kristen, Yahudi dan Islam. Gereja Katolik memperingatinya setiap tanggal 29 September, sementara gereja Ortodoks setiap tanggal 21 November. Kenapa disebut Agung, karena mau menunjuk strata tertinggi diantara para malaikat. Mereka adalah para demong, penghulu Malaikat.

Dalam tradisi orang Yahudi ada banyak Malaikat paling tidak ada 7 malaikat agung masih dianut oleh gereja ortodoks timur yang mereka namakan dewan malaikat yakni  Yegudiel, Gabriel, Selafiel, Mikhael, Uriel, Rafael, Barakhiel. 

Dalam seni rupa, malaikat-malaikat agung kadang kala digambarkan bersayap besar. Malaikat-malaikat agung yang lazimnya ditampilkan dalam karya-karya seni rupa adalah Gabriel, Mikael Rafael yang memiliki sayap, Mikhael,yang membawa pedang (di gereja Simpang dua Mikael digambarkan membawa “mandau”). 
Atau ada mantra yang sering diucapkan dalam tolak bala, berisi kata-kata "di depanku Rafael; di belakangku Gabriel; di kananku Mikhael; di kiriku Uriel..
Santo Gregorius Agung menggambarkan seperti ini: Mikael berarti “seperti Allah”, Gabriel berarti “keperkasaan Allah”, Rafael berarti “pengobatan Allah” (informasi ini bisa diklik di Wikipedia)

Dalam bacaan Injil pagi ini kita membaca: Kepada Natanael Yesus bilang, “Kamu  akan melihat hal-hal yang lebih besar dari ini. ” Dan dia berkata kepadanya, “ Aku berkata kepadamu, kamu akan melihat surga terbuka dan malaikat-malaikat Tuhan naik dan turun di atas Anak Manusia."

Yesus berbicara tentang dirinya kepada Natanael sebagai pribadi di mana para malaikat Tuhan naik dan turun dalam diri-Nya. Latar belakang ceritranya tentang malaikat yang naik dan turun dalam  mimpi  Yakub pada  Kitab Kejadian. Dalam mimpinya Yakob melihat sebuah tangga yang menghubungkan langit dan bumi dengan malaikat naik dan turun di atasnya. Ketika dia bangun dia menyimpulkan bahwa itulah tempat suci, gerbang surga, Yakub kemudian menamai tempat itu “Bethel” yang artinya  rumah Tuhan. 

Kita percaya Yesus adalah pintu surga, Rumah Tuhan. Ia datang ke dunia dengan cara yang beda sama sekali dari malaikat manapun. Wajah Yesus adalah wajah Tuhan. Ada banyak hal yang kita lihat dalam wajah Yesus, seperti yang dikatakannya kepada Natanael: “anda akan melihat hal hal yang lebih besar”. 

Saat melihat wajah Yesus kita sedang melihat ke surga, kita sedang melihat wajah Tuhan. Merasakan keheningan. Merasakan salib perjuangan hidup. Itulah mengapa Yesus dan bukan para malaikat yang menjadi pusat dari iman kita. 

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat”. God Bless You.

Senin, 28 September 2020

Senin.28.9.20 inspirasi "yang kecil yang hebat"

Senin.28.9.20 Inspirasi pagi

Lk 9:46-50 : “yang kecil yang hebat”

Hem, kisah perdebatan yang seru, tentang siapa yang paling hebat, mirip perdebatan para pastor yang tidak boleh terlibat dalam politik praktis, namun ada keseruan tersendiri ketika pilkada ini. Siapa yang paling berpengaruh dan berpeluang untuk menduduki kursi no satu di wilayah ini. Inkamben masih kuat lo. Sebaiknya memilih yang punya rekam jejak yang baiklah. Ada juga yang berkomentar, ah kita kan pilih bupatilah, orang nomor satu, ngapain milih wakil. Lihatlah rekam jejaknyanya kawan, apa yang telah dibuat untuk negeri ini. Pendeknya serulah. 


Yang terkecil di antara kalian semua adalah yang terbesar. Itulah jawaban Yesus atas perdebatan  diantara murid soal posisi yang utama. Yesus tahu apa yang ada dalam pikiran mereka, dan dia mengambil seorang anak kecil dan meletakkannya di sisinya dan kemudian berkata kepada mereka, “Siapapun yang menyambut anak kecil ini dalam nama saya menyambut saya; dan siapa pun yang menyambut saya menyambut orang yang mengirim saya. Untuk yang paling kecil di antara kalian semua, dialah yang hebat. "


Dalam pembacaan Injil pagi ini, Yesus mengidentifikasi dirinya dengan yang paling kecil, sebagai tanggapan atas argumen para murid tentang siapa di antara mereka yang terbesar. Dia mengidentifikasikan dirinya dengan seorang anak, dan anak-anak dalam budaya itu dianggap sebagai yang paling kecil,  simbol kelemahan, kerentanan dan kerapuhan, tidak berstatus, tidak   kekuasaan atau pengaruh. Mereka tidak memiliki kualitas yang dikejar oleh para murid dalam perselisihan mereka tentang siapa di antara mereka yang terbesar. 


Jangan pula silau oleh tawaran yang hebat hebat, silaulah akan orang yang telah berjuang memberi perhatian akan yang kecil, rentan, yang memiliki janji yang paling sedikit untuk ditawarkan, yang bertemu dengan membawa nilai Tuhan seperti yang ditawarkan Yesus “yang kecil yang hebat”, biasa biasa saja tidak menggebu-gebu. Kebesaran sejati adalah memilih dan menyambut yang terkecil yang mengedepankan nilai-nilai Tuhan. Nilai nilai Tuhan ya, bukan nilai nilai agama.


Tetapi jangan pula alergi akan keunggulan  keunggulan kompetitif yang diperlihatkan orang melalui program yang teruji. Tidak sempit, tiba tiba menjadi exclusif, Seperti Yohanes mencegah orang lain dapat mengusir dengan nama Yesus. Rumput tetangga juga bisa hijau lho.


Pahamilah Tuhan hadir dengan cara-cara yang sering mengejutkan yang jelas tidak sesuai dengan cara murid-murid dan juga tidak sesuai dengan cara kita. Kita selalu bisa terjebak dalam argumen-argumen yang hebat tapi bisa jadi salah. Mari beragumen dan berdebat untuk sebuah pembelajaran yang baik, pendidikan politik yang beradab.


Roh kudus, seperti angin  bertiup kemana pun ia memilih. Dimana kasih dan cinta berlimpah di situ ada Tuhan. Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tetap sehati dalam doa dan ekaristi pagi. Tuhan memberkati.


Minggu, 27 September 2020

Minggu.27.9.20 Inspiragi " jangan basa basi ah.."

 Minggu.27.9.20 Inspirasi pagi

Mt. 21:28–32 “ jangan basa basi ah…”

Kebiasaan orang Bali atau orang Jawa, kalau ditawari sesuatu cendrung mengatakan, “tidak terimakasih” saya sudah minum tadi, saya sudah makan. Ndak usah bu. Beda dengan orang Batak atau dari Flobamora, “boleh juga” kebetulan belum minum nih, makan pagi sih sudah, tapi makan siang belum. Atau kadang bergurau, “sudah lama tidak makan kicap nih”, hahaha.

Ya kadang tidak selalu mudah   untuk mengetahui apa mereka sungguh lapar atau hanya basa basi saja. Apa mereka memang sudah minum atau belum.  Sebagai sesama Bali atau Jawa, atau Batak atau Flobamora, kita masing masih  faham kode atau maksudnya, tapi orang asing mungkin tidak langsung memahaminya. Ya sudah kalau tidak mau minum ndak apa kita ndak buatkan. Pasti juga kita tidak akan mengatakan “ya syukurlah sudah makan”.

Dalam bacaan injil hari minggu ini, Yesus berkata kepada para imam kepala dan tua-tua rakyat, “Apa pendapatmu? Seorang Bapak memiliki dua putra. Dia datang ke yang pertama (sulung) dan berkata, 'Nak, pergilah  bekerja di kebun anggur hari ini.' Dia menjawab, 'Aku tidak akan,tidak mau,' tetapi setelah itu berubah pikiran dan pergi. Bapa itu mendatangi putranya yang kedua dan memberikan perintah yang sama. Dia menjawab, 'baik pak,Ya, tapi tidak pergi. Yang mana dari keduanya yang diinginkan ayahnya? " Mereka menjawab, "Yang pertama." Yesus berkata kepada mereka, “Amin. 

Aku berkata kepadamu, para pemungut pajak dan pelacur sedang memasuki kerajaan Allah mendahului kamu, karena mereka mau berubah dan percaya, dan pada akhirnya bilang ya kami terima Yohanes dan Yesus.

Bagi orang yang sudah merasa diri hebat, bisa, mampu, tidaklah mudah mengubah pikiran menjadi lebih baik. Orang yang Yesus sebut pemungut cukai dan pelacur pada awalnya mengatakan “tidak” namun kemudian  bertobat serta berubah, sementara untuk orang yahudi sulit untuk mengatakan “ya”untuk Yohanes dan Yesus. Mereka tetap menolak Yohanes dan Yesus dan, bahkan berusaha untuk membunuhnya. 

Perumpamaan yang Yesus ceritakan menunjukkan bahwa apa yang dicari Tuhan adalah hasil akhir dalam kehidupan manusia. Yang lebih penting bagi Yesus dan Tuhan bukanlah di mana orang memulai tetapi di mana mereka berakhir.

Kita semua membutuhkan waktu untuk berproses agar menjadi orang baik. Saya yakin Anda pernah memiliki pengalaman mengatakan 'tidak' untuk beberapa permintaan, dan kemudian, setelah memikirkannya, Anda berubah pikiran dan setuju untuk melakukan apa yang awalnya cenderung tidak Anda lakukan. Reaksi pertama kita tidak selalu yang terbaik. Kita semua bergumul dengan berbagai bentuk keegoisan dan keegoisan kita.


Teringat kisah St. Agustinus, awalnya ia mengatakan “tidak”!. Bertahun-tahun kemudian, ketika dia merenungkan kembali hidupnya, dia menulis: 'Terlambat aku mencintaimu, Tuhan, Aku jatuh dalam kecantikan yang sia sia, terlambat aku mencintaimu'. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudarakku,  tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik. Setiap hari adalah hari baru kesempatan untuk mengatakan Ya pada panggilan Tuhan yang ada melalui pekerjaan dan orang orang yang anda cintai. Teringat mzm 95, dengarkan suaraNya,  jangan keraskan hatimu, seperti di Meriba di padang gurun. 

Tidak peduli berapa kali kita berkata 'tidak' pada pikiran Kristus itu, asalkan kita mengatakan 'ya' pada akhirnya. Tuhan memberkati.


Sabtu, 26 September 2020

Sabtu.26.9.20 Inspiragi "takut bertanya?"

Sabtu.26.9.20 Inspisrasi pagi

Lk 9:43-45 “takut bertanya?”

Ada pepatah yang mengatakan: takut bertanya, sesat dijalan. Benarkah? Mari kita simak bacaan injil pagi ini.

Pada saat semua orang sangat kagum atas semua yang Dia lakukan, Yesus berkata kepada murid-muridnya, 'kalian murid-muridku, kamu harus camkan dan ingat wejanganku  ini terus-menerus di benakmu: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam kuasa orang orang”. ”Tetapi mereka tidak memahaminya ketika dia mengatakan ini; hal itu disembunyikan dari mereka sehingga mereka tidak akan mengerti artinya, dan mereka takut untuk bertanya kepada-Nya”.

Orang mengagumiNya. Banyak hal baik telah dilakukan Yesus, seperti menyembuhkan orang tuli, kusta, mendoakan orang sakit, memberikan makan kepada orang lapar; para murid sendiri bahkan merasakan aura kemuliaan dan sukacita menjadi murid-muridNya,  namun hal penting tetap harus dikatakan Yesus, bahwa “Anak manusia akan diserahkan ketangan manusia”.

Yesus tahu kekaguman ini  tidak akan bertahan lama, dan Ia ingin agar murid-murid tidak hanyut dalam kekaguman. Maka Yesus mengingatkan mereka.


Namun ketika Yesus mencoba untuk mengingatkan murid-murid tentang saat saat sulit, ketika gelap dan penderitaan yang akan menimpanya, bahwa hidup tidak akan dipenuhi sukacita saja, bacaan pagi ini mengatakan bahwa murid murid tidak mengerti Dia, bahkan mereka takut akan apa yang Yesus katakan sehingga tidak berani bertanya lagi. 


Apa yang bisa diambil dari kisah injil pagi ini sebagai pembelajaran kita?

Seperti para murid Yesus, ketika semua berjalan baik dan lancar, kita tidak ingin diingatkan bahwa situasi mungkin bisa berubah menjadi buruk atau bahkan terburuk sewaktu waktu.  


Kita semua berjuang untuk menerima kabar buruk, terutama ketika itu akan berdampak pada kita secara pribadi. Pada hari yang hangat dan cerah, kita tidak ingin diingatkan bahwa musim hujan bahkan banjir akan datang.  Atau di hari-hari pandemic covid ini, kita tidak suka mendengar pesan bahwa segala sesuatunya mungkin menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Kita semua berjuang untuk menerima pengalaman hidup yang lebih gelap. 

Namun, Tuhan tidak meminta kita untuk menghadapi pengalaman gelap itu sendirian. Dia melakukan perjalanan bersama kita melalui mereka, membantu kita untuk terus berjalan, sama seperti dia membuat murid-muridnya terus berjalan, menampakkan diri kepada mereka setelah dia dihukum mati.


Menarik untuk selalu mengulang-ulang refren mazmur pagi ini : “Tuhan Engkaulah tempat perteduhan bagi kami turun temurun”.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tetap semangat, tetap mencari makna hidup, tidak takut bertanya. Kalian yang masih diberi kesehatan, kalian yang muda, bertenaga, terus berjuang untuk hal-hal yang baik. Perjalanan belum berakhir, bangun dan lanjutkan perjuangan. Selalu dalam doa pagi, Tuhan berkati pekerjaan dan rencana hidup kami hari ini. Berkah Dalem.


Jumat, 25 September 2020

Jumat.25.9.20 Inspirasi pagi "lepaskan label orang"

Jumat.25.9.20 Inspirasi pagi

Lk. 9:18-22  “lepaskan label orang”

Kita semua bisa salah memilih waktu. Diperlukan kebijaksanaan tertentu untuk menyesuaikan waktu kita dengan orang lain. Yesus sepertinya selalu memiliki waktu yang tepat. Pertanyaan tentang jati dirinya dilakukakan sesudah berdoa seorang diri.

Ini bacaan injil pagi.  Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. Bacaan yang singkat. Mari kita ambil maknanya.

Menurut berita berita di luar, siapa Yesus, jelas. Labelnya sangat jelas. Tokoh yang hebat, popular. Bisa jadi  karena memberikan makan kepada 5000 orang, namun penolakanNya untuk dijadikan Raja menyebabkan Ia mulai kehilangan dukungan. 

Nah pada saat yang tepat ini    Ia  mengajukan pertanyaan penting kepada murid-muridnya, “menurut kamu, siapakah Aku ini?”.  Setelah membina iman para murid dan setelah memberikan mereka kesempatan yang cukup banyak untuk mengamati diri-Nya, Yesus menginginkan pengakuan pribadi para murid itu dan bukan pendapat asal asalan bukan hanya sekadar label saja. Jawab Petrus, Engkau  Mesias dari Allah. 

Penegasan Petrus tentang kepercayaannya kepada Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan di dalam Perjanjian Lama tidak dilandaskan pada harapan-harapan politis, bukanjuga tidak pada tutuntan yang berlebihan. Tanggapan Yesus  jelas.


Lalu Yesus melarang mereka. Tuhan tidak bersedia diperkenalkan sebagai pemimpin gerakan revolusioner. Karya, salib harus mendahului setiap pembebasan bangsa itu dari penjajahan politik. Orang harus faham tentang misi Yesus bahwa hidup yang benar adalah hidup melalui perjuangan salib, menempuh penderitaan bahkan kematian. “Anak manusia harus menderita, ditolak oleh para tua tua, imam, ahli taurat, dibunuh, dan pada hari ketiga dibangkitkan”. Itu tanggapan Yesus.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Kita diundang untuk terus memberikan tanggapan pribadi kita sendiri terhadap pertanyaan Yesus. Mari melepaskan label orang lain sejenak dari hidup kita. 


Hidup memang tidak ditentukan oleh apa yang orang lain katakan tentang diri kita, tapi oleh apa yang kita katakan pada diri kita sendiri. Katakan: Hidup itu positif, hidup itu bermakna; 


Persoalan dan derita tidak akan selamanya menjadikan kehidupan kita gelap. Jangan pernah melepaskan label positif yang ada dalam diri kita, pun jangan biarkan orang lain melepasnya. Bangun dan bangkit itu sejatinya menjadi kekuatan kita. Tuhan memberkati. Rm.Made



Kamis 24.9.20 Inspirasi pagi "tetap berjuang...

Kamis.24.9.20 Inspirasi pagi

Lk. 9:7-9 “tetap berjuang memurnikan mata dan hati ”

Serba membingungkan, terutama di masa covid ini. Untuk apa sebenarnya semua jerih payah ini. Semua hal melelahkan, tidak ada yang baru, yang dulu juga akan terulang dimasa kini. Hidup adalah sebuah teka teki yang tidak masuk akal.(kitab pengkotbah).


Betul juga, ada banyak hal dalam hidup yang sering membingungkan, dan memunculkan  pertanyaan dan sering kali bertentangan dengan akal sehat. Taruh misalnya dalam pembacaan Injil, Herodes juga bingung, tetapi fokus dari kebingungannya adalah Yesus. 


Kebingungannya tentang Yesus membuatnya sangat ingin melihat Yesus. Namun, kebingungannya tidak membuatnya percaya kepada Yesus. Ia berusaha untuk mencari jawabnya.


Simak Injil Lk. 9:7-9. Yohanes Pembaptis telah kupenggal kepalanya.  Kalau begitu, siapa Dia ini. Apa memang Yohanes bangkit, atau Elia muncul. Siapa gerangan orang yang terkenal ini. Lalu Herodes berusaha agar dapat bertemu dengan Yesus. 


Dalam kisah yang lain, Herodes dan tentaranya menanyai-Nya pangjang lebar bahkan mengejek Yesus sebelum mengembalikan ke Pilatus yang akan menyalibkan Yesus. Ia telah berjumpa dengan Yesus. Perjumpaannya dengan Yesus tidak membuatnya percaya. 


Sebaliknya ada kisah Natanael, Nikodemus , Zakeus yang berjuang dan berusaha bertemu dengan Yesus. Artinya bertemu dengan Yesus perlu perjuangan, dan dapat menjadi titik awal yang baik bagi orang beriman. 


Apa pembelajaran dari kisah pendek Herodes ingin berjumpa dengan Yesus? 


Jiwa yang bertanya-tanya dan bingung tidak selalu membawa kita kepada Tuhan. Namun, pertanyaan jujur ​​dan kebingungan akan selalu muncul dalam hidup kita. Ingat misalnya kisah Natanael, Nikodemus, Zakeus. Teka teki dalam kehidupan tidak selalu mendapat jawaban yang memuaskan. 


Selamat pagi sahabat, seringkali kita dilanda keraguan,  namun percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita, meskipun kita sering  tidak mengerti apa yang Tuhan lakukan. Orang-orang percaya di setiap zaman, termasuk Yesus sendiri, telah melontarkan pertanyaan 'Mengapa,' kepada Bapanya; “mengapa piala ini harus kuminum?” 

Santo Paulus menulis dan bersaksi, 'sekarang kita melihat seperti di cermin secara samar'. Kita semua sedang dalam pencarian untuk mengenal Tuhan dengan lebih jelas agar dapat lebih mencintainya dan lebih mendekati Dia.


Tetaplah mencari, sebab dalam pencariaan itulah kita menemukan-Nya dengan lebih lengkap.  Terus berjuang memurnikan mata pikiran dan hati kita, agar kita melihat dunia dengan mata Tuhan, mata yang selaras dengan tanda-tanda kehidupan dan kreativitas di sekitar kita. Perjalanan belum berakhir, terus berjuang, selalu dalam doa, sebab Dia akan bekerja untuk membawa kita lebih dekat dengan-Nya. Berkah Dalem.




Rabu, 23 September 2020

selasa.22.9.20 Inspirasi pagi "tak pernah lelah.....

Selasa.22.9.20 Inspirasi pagi

Lk.8:19-21 “tak pernah lelah….”


Ibu Yesus dan saudara laki-lakinya datang kepadanya tetapi tidak dapat bergabung dengannya karena kerumunan itu. Dia diberitahu, "Ibumu dan saudara laki-lakimu berdiri di luar dan mereka ingin melihatmu." Dia berkata kepada mereka sebagai jawaban, "Ibu dan saudara laki-lakiku adalah orang-orang yang mendengar firman Tuhan, melakukannya”.


Bagi orang timur, termasuk Yesus, keluarga pastilah sangat berarti; Sejak kecil diajar  menghargai orang tua, belajar menghargai saudara laki-laki dan perempuan kita. Keluarga muda mengajarkan bagaimana  putra dan putri bersikap santun pada orang tua. 


Ada pepatah yang mengatakan, 'darah lebih kental dari air'. Pertemuan karena darah daging membuat kenangan campur aduk. Itu yang sering terjadi kalau sebuah keluarga besar berkumpul. Orang tua kita dan saudara kita serta kerabat sedarah lainnya cenderung memiliki tempat khusus dalam hidup kita. 



Namun Yesus mengajarkan kita ada bentuk keluarga dengan sudut pandang lain tapi tidak melulu dilihat dari  pertalian darah. Injil menyatakan bahwa meskipun Yesus sangat menghargai keluarga kandungnya, Dia melihat melampaui keluarga daging dan darahnya, Ia melihat, tanpa menyangkal dengan cara apa pun ibunya, dan saudara laki-laki dan perempuannya, Dia mengatakan bahwa ibu dan saudara laki-laki dan perempuan kandungnya adalah mereka yang mendengar firman Tuhan dan melakukannya. 


Dia meminta orang untuk menyerah pada firman Tuhan, pada tujuan Tuhan, seperti yang Dia lakukan seumur hidupnya, tidak pernah lelah untuk mewartakan kabar sukacita, berbuat kebaikan, dan Dia mengenali mereka yang melakukannya sebagai anggota keluarga barunya. 



Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Ketika kita satu dalam karya kebaikan, dalam doa, dalam ekaristi pagi ini, dalam menginisiasi dan terlibat untuk bantuan kemanusiaan bagi mereka yang menderita, kita adalah Keluarga baru. Keluarga dalam persaudaraan doa, iman pengharapan dan kasih.



Tidak pernah lelah untuk berbuat baik dan saling mendoakan. Itulah persadaraan sejati. Tuhan memberkati. 



Rabu.23.9.20 Inspirasi pagi "take nothing....

Rabu.23.9.20 Inspirasi pagi. PW. Padre Pio

Luk 9:1-6 “Take nothing for the journey”

Ketika Yesus mengutus para murid-muridnya ke desa desa untuk misi Kerajaan Allah, Ia  berpesan:  “Jangan bawa apa-apa untuk perjalanan ini: baik tongkat, atau tas ransel, atau roti, atau uang; dan jangan biarkan ada di antara kalian yang bawa cadangan baju. Apapun kondisi rumah yang anda masuki, tinggallah di sana; Adapun bagi mereka yang tidak menyambut anda, ketika anda meninggalkan kotanya kebaskan  debu dari kaki anda sebagai tanda bagi mereka”. 


Untuk saat ini saya tidak bisa membayangkan orang pergi tanpa persiapan apapun, minimal ada android di tangan bukan?


Luar biasa, Yesus meminta murid-muridnya  untuk melepaskan banyak hal dari apa yang kebanyakan orang andalkan saat ini. Murid murid diminta  harus melepaskan sesuatu selama masa penugasan. 


Yesus ingin agar para murid tidak semata mata mengandalkan kekuatan sendiri, sebaliknya mereka harus bergantung pada keramah-tamahan orang-orang yang mereka datangi.  Itulah passion yang harus ada pada murid; ada kekuatan lain yang harus diperhitungkan. Seperti yang diingatkan Santo Paulus dalam salah satu suratnya, “kuasa Tuhan dapat disempurnakan dalam kelemahan”.

Apa yang bisa diambil dari sabda Tuhan yang singkat namun padat makna ini?


Saya teringat akan credo para relawan, fasilitator yang pergi ke komunitas dampingan untuk membawa misi pemberdayaan; 


“Pergilah ke tengah masyarakat; Tinggallah di tengah mereka; Belajarlah dari mereka

Buatlah perencanaan bersama mereka; Bekerjalah bersama mereka


Mulailah dari apa yang mereka tahu;  Membangunlah berdasarkan apa yang mereka punya

Mengajarlah dengan memberi contoh, belajarlah dengan melakukan.


Bukan membuat etalase tapi memberi pola

Bukan memberi barang, sumbangan, sembakao  melainkan sebuah sistem

Bukan pendekatan sepotong-sepotong melainkan pendekatan integratif

Bukan untuk menyesuaikan melainkan untuk membaharui

Bukan memberi bantuan tetapi membawa pembebasan.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan panggilan hati (passion) akan mendatangkan kegembiraan hati. Masing masing dari kita memiliki banyak hal untuk diberikan, dan banyak hal juga untuk diterima. Kita hanyalah alat di tangan Tuhan. (St. Padre Pio), Kita sangat tergantung dari perjalanan iman bersama, doa bersama. Tetap saling mendoakan dan memberi semangat dalam situasi sulit ini. Tuhan memberkati.



Senin, 21 September 2020

Senin.21.9.20 Inspirasi pagi " Tuhan berbagi meja dengan Matheus"

Senin.21.9.20 Inspirasi pagi

Mt.9:9-13 Pesta St. Mateus Rasul”

“Tuhan berbagi meja dengan Mateus”.


Kisah Tuhan berbagi meja dengan Mateus, pemungut cukai membuat orang Farisi gelisah, tersinggung, dan terusik sehingga terpaksa bertanya “mengapa gurumu makan dengan pemungut pajak dan orang berdosa?”.


Pemungut pajak dianggap orang berdosa di zaman Yesus. Selain mendapat  gaji dari orang Romawi, seorang pemungut cukai dianggap mengambil lebih dari bagian mereka dari uang rakyat. Tidak heran orang professional seperti orang Farisi, terkejut melihat Yesus akrab dengan orang seperti itu bahkan menjadikan Matheus rekan kerja-Nya.


Yesus tidak datang untuk menghakimi orang; dia datang untuk mengundang mereka merayakan anugerah kasih dan belas kasihan Tuhan yang tak bersyarat. 


Dengan kalem Yesus menjawab:”mereka yang sehat tidak membutuhkan dokter, melainkan orang orang sakit. Saya datang bukan untuk memanggil orang benar tapi orang yang berdosa”.


Salah satu pesan dari Sabda Tuhan pada peringatan pesta St. Mateus adalah Tuhan dapat datang kepada kita kapanpun dimanapun dan dalam situasi apapun. Yesus tidak peduli apakah anda orang hebat atau orang jenis apa. 


Kisahnya sih sederhana saja. Mateus sedang duduk di pos cukai, sedang menjalankan profesinya hariannya, dan ketika itu Tuhan datang menghampirinya dan berkata kepadanya, “Ayo ikut saya”. 


Efek panggilan Yesus begitu memposona, sehingga Mateus datang mengikuti Yesus. Mateus meninggalkan bisnisnya yang sangat menguntungkan. Kemudian ia menjadi salah satu murid Tuhan, bahkan kemudian ia terkenal dengan penulis kabar sukcaita (injil) Tuhan Yesus.


Dan diakhir Injilnya Mateus menulis dan memberi pesan kepada dunia, “Aku selalu menyertaimu sampai akhir zaman. Mateus sangat yakin, Tuhan tetap menyertainya kapanpun disaat-saat sulit sekalipun.


Saat dia hadir di antara kita dalam cintanya yang penuh belas kasih, dalam meja perjamuan, dalam kebersamaan, dalam ekaristi pagi ini, Dia memanggil kita dalam kata-kata Hosea pagi ini 'Yang saya inginkan adalah belas kasihan, bukan pengorbanan'.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Mari memulai pagi hari senin dengan memutar kembali hal hal yang baik, memori positip yang Tuhan lakukan untuk kita. Jangan mudah tersinggung, jangan terlalu kawatir. Syukuri saja apa yang telah kita miliki dan ingat kembali hal baik yang anda lakukan kemarin. Ketika Tuhan berbagi meja dengan Mateus, Dia juga berbagi kebaikan dengan kita hari ini. Sure. Tuhan memberkati. 


Minggu, 20 September 2020

Minggu.20.9.20. Inspirasi pagi "pukul rata"

Minggu.20.9.20 Inspirasi pagi

Mt.20:1-16 “pukul rata”

Perumpamaan Yesus  tentang “Kerajaan surga seperti tuan tanah yang pergi pada waktu fajar untuk mempekerjakan pekerja di kebun anggurnya,dengan gaji “pukul rata” untuk mereka yang kerja 1 jam sehari atau lima jam sehari dengan upah sedinar, aneh dan tidak adil. Melanggar upah minimum perjam yang diperjuangkan serikat pekerja. Seharusnya mereka yang bekerja lebih lama harus mendapat upah yang lebih besar dong.


Dapat dimaklumi bahwa mereka menganggap majikan telah bertindak sangat tidak adil dalam memberikan upah yang sama kepada laki-laki yang bekerja hanya untuk satu jam dengan mereka yang bekerja sepanjang hari. Masih ingat perumpamaan anak yang hilang. Putra sulung yang telah bekerja dengan setia di tanah ayahnya mengeluh karena diperlakukan kurang menyenangkan dibandingkan dengan anak bajingan  yang pergi dan menyia-nyiakan kekayaan ayahnya.. Orang cenderung bersimpati dengan anak sulung bukan?

Coba kita berimaginasi sejenak, tentang situasi kampong Galilea pada jaman Yesus. Bayangkan ada laki-laki  sedang menunggu pekerjaan  di alun-alun pasar desa berharap bahwa beberapa pemilik tanah mengambil mereka dan menawarkan pekerjaan, sehingga mereka bisa membawa uang untuk keluarga mereka, tidak peduli berapa jumlahnya. Digaji 1 dinar itu sudah luar biasa. Yang penting bisa ngasi anak istri makan. Bagi mereka itu sudah sangat adil.

Namun ketika pemilik tanah pergi ke alun-alun atau pasar  desa setiap tiga jam, sepanjang hari, dia menemukan ada lebih banyak laki-laki yang menunggu dengan harapan diberi pekerjaan. Setiap kali pemilik tanah melihat orang-orang menunggu dengan penuh harap, ia jatuh kasihan, sehingga, dia menerima mereka bekerja  waktu yang tersisa. Pada akhirnya, dia memberi setiap orang upah sehari, bahkan mereka yang telah bekerja hanya satu jam saja. Pemiliki tanah sangat murah hati kepada mereka, yang penting para pekerja bisa makan dari pekerjaan yang bisa mereka lakukan sehari. Tidak penting berapa gajinya. 


Perumpamaan Yesus hari minggu  ini memang tidak biasa, membingungkan bukan. Tetapi Yesus berbicara tentang realitas lain, 'kerajaan surga'. Ketika kita mendengar istilah 'kerajaan surga', kita cenderung memikirkan, apa pikiran kita, apa rancangan kita. Yesus sebenarnya sedang berbicara tentang “Rancangan Tuhan, Cara kerja Tuhan di luar rancangan kita. Ingat “Rancangan-Ku bukan Rancangan-mu”.

Melalui perumpamaan, Yesus menunjukkan bahwa jalan Tuhan seringkali aneh ketika ditempatkan di samping cara kita melakukan sesuatu. 

Keadilan Tuhan tidak dibagi atas dasar apa yang telah kita peroleh. Tuhan terus-menerus memberkati kita melalui Putra-Nya yang selalu membawa cara baru dalam menapaki kehidupan ini. “jalan salib Tuhan”

(Ingat doa Fransiskus PS no.221. bila terjadi perselisihan jadikan aku pembawa kerukunan)

JIka kita hanya melihat dari upah mereka yang bekerja sepanjang hari, kita akan tergoda untuk merasa kesal pada kemurahan hati Tuhan terhadap mereka yang kita anggap kurang pantas. 

Selamat pagi selamat hari minggu sahabat. Kita selalu boleh berencana, berharap, namun Tuhan yang memiliki kuasa. Dia mencintai kita dengan rancanganNya sendiri.  Ada ada saja. Pukul rata, dan tak terduga, itu Dia. Berkah Dalem. (Ign. Made)


Sabtu, 19 September 2020

Sabtu.19.9.20 Inspirasi pagi "jangan meninggal dengan harta karun.....

Sabtu.19.9.20 Inspirasi pagi

Lk.8:4-15 “jangan meninggal dengan harta karun?”


Injil pagi ini meyakinkan kita bahwa Tuhan memberikan kualitas hidup terbaik  kepada kita. Aneka model dan jenis tempat bertumbuh dan mengolah kehidupan juga disediakan Tuhan bagi dunia dan manusia agar menghasilkan buah kehidupan yang baik. Tanah  dengan kwalitas jelekpun  bila diolah dan dikelola dengan baik  dan ketekunan yang tinggi akan menghasilkan buah yang banyak dan berkwalitas.


Simak kisah pengajaran Yesus dengan perumpamaan tanah. Ada tanah di pinggir jalan. Ada tanah yang berbatu batu, ada tanah yang dipenuhi semak berduri, ada tanah yang baik yang peka terhadap berbagai jenis iklim. Golongan Jenis tanah yang manakah kita?

Apakah anda jenis tanah tepi jalan biasanya harganya mahal, menjadi banyak incaran cukong, mudah digoda, ditawar, dan jatuh kepada pemilik modal yang yang serakah? 

Atau anda jenis tanah yang berbatu, keras, harganya murah karena dianggap gersang, apa apa sulit tumbuh? 


Atau anda tanah semak berduri, tanah yang tidak terolah, berpasir, payak. Yang belum ada akses jalan, harganya murah karena yang tumbuh lalang dan  perlu kerja ektra dan dana yang tidak sedikit untuk mengolahnya agar kemudian berguna?

Atau anda tanah yang subur, apa saja bisa tumbuh,apa saja dikerjakan berhasil dan menghasilkan banyak sayur, pendeknya anda dikenal  orang baik, murah hati atau tulus.


Ternyata sekarang tanah keras berbatu berbukit dicari orang, karena diduga menyimpan berbagai macam kekayaan. Kalaupun kita jenis orang yang keras bagaikan batu, pasti ada nilai positipnya. 

Ternyata tanah payak yang banyak ditumbuhi tanaman tumbuhan gambut, gulma, dipertahankan agar tetap menghasilkan ozon untuk kesimbangan iklim. Banyak negara mau bayar mahal untuk tanah yang menyimpan banyak tanaman air sebagai pembersih udara. Tidak selamanya tanah semak rumput jahat. Kalaupun kita orang dengan jenis gulma dan lalang parasit, pasti memiliki sesuatu yang dapat diolah. 


Potensi yang baik ada dalam kehidupan kita. Maka yang memiliki telinga hendaknya menggunakan untuk mendengarkan dengan baik. Yang memiliki talenta lebih baik jangan malas. Jangan biarkan kelemahan dan kemalasan membuat semua kwalitas yang kita miliki tidak berkembang dan berbuah. Terkadang impian, ambisi dan rencana yang baik dapat menjadi kecil ketika berada pada tempat yang salah.

Kita gunakan segala potensi yang ada dalam diri kita untuk hal yang baik, dan untuk kebaikan bagi sebanyak mungkin orang di sekitar kita.

Tuhan memberikan benih yang terbaik, kesempatan, kwalitas hidup dan cara mengolah aneka kehidupan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ia telah berkenan menjadi daging dan tinggal di antara kita.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tetap tekun dalam berbuat baik sekecil apapun. Tanah yang terolah dan terkelola dengan baik, pasti akan menghasilkan buah yang banyak, dan buah yang berkwalitas. Saya sangat percaya itu. Jangan meninggal dengan harta karun yang masih tersimpan dalam diri anda. Tuhan memberkati. Ign made


www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com