Selasa, 29 Desember 2020

Selasa.29.12.20 Inspirasi pagi "Simeon"

Selasa.29.12.20 Inspirasi pagi

Lukas 2: 22-35 “Simeon”

Sekarang Tuhan perkanakanlah hambamu berpulang, dalam damai sejahtera menurut sabdamu. Sebab mataku telah memlihat keselamatan-Mu yang Kau sediakan di hadapan segala bangsa. Cahaya untuk menerangi para bangsa dan kemuliaan umat-Mu Israel. 

Doa dan senandung Simeon sambil menggendong bayi Yesus. Doa singkat gereja yang sangat familiar. Doa ucapan syukur karena Tuhan telah memperkenankan hambanya melewati hari hari dengan penuh aktivitas dan kegiatan. Doa orang yang telah siap menghadapi segala kemungkinan. Doa penuh harapan akan kwalitas kehidupan dimana dapat bertatap muka dengan sang Pencipta.

Saya pernah   bercita cita untuk melihat tanah suci, namun nampaknya cita cita itu tidak akan pernah terwujud disamping wabah corona membuat negara Isreal semakin ketat untuk pendatang atau wisatawan, juga karena usia saya sudah lebih dari 60 tahun, saat-saat anthusiame dan produktivitas tinggi sudah pada fase senja. Lagian siapalah saya hanya seorang imam yang selama ini hanya tahu pedalaman saja. 

Saya hanya mau mengatakan, kita mungkin memiliki hal hal yang ingin kita lakukan sebelum kita mati. Ada warisan indah yang kita tinggalkan untuk generasi berikutnya.

Dalam pembacaan Injil pagi ini kita diperkenalkan kepada manusia yang sangat baik selama bertahun-tahun dengan nama Simeon, yang keinginan terdalamnya adalah untuk melihat satu orang tertentu sebelum dia meninggal, orang yang disebut dalam pembacaan Injil sebagai 'Kristus dari Tuhan'. Keinginan itu dikabulkan pada hari Maria dan Yusuf membawa bayi Yesus ke bait suci di Yerusalem. 

Mari mengambil hikmah. Doa Simeon dapat menjadi doa kita semua, doa Simeon juga menjadi harapan kita setiap saat, “mata yang juga mampu melihat keselamatan yang telah disiapkan Tuhan untuk dilihat oleh semua bangsa. 

Benar bahwa kita tidak akan sepenuhnya melihat keselamatan Tuhan, Juruselamat, sampai kehidupan selanjutnya. Namun, dalam arti yang sangat nyata mata kita telah melihat Juruselamat kita; kita  melihatnya dengan mata iman di dalam dan melalui gereja, dalam perayaan sukacita Natal.

Selamat pagi sahabat, meski masih samar samar, tetap berharap suatu saat, kita akan bertemu dari muka ke muka, kata Paulus. Kita semua adalah pencari; kita mencari dan merindukan kebenaran, kebaikan, cinta, terang, yang semuanya dapat ditemukan dalam pribadi junjungan kita. Jangan berhenti berharap. Tetap tekun dalam setiap usaha sekecil apapun. Emanuel, Allah beserta kita.

Sharing Sr. Anthonella Osf:

Selamat pagi Romo, terima kasih kiriman inspirasi paginya yang bagus sekali. Iya Romo seperti Romo katakan diatas bahwa kita mungkkn akan bisa mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara langsung nanti setelah kita mengalami kepenuhan dalam hidup ini. Namun secara iman kita setiap hari telah berjumpa dengan Yesus pada saat Perayaan Ekaristi...Bahkan Beliau berkenan masuk dan menyatu dalam tubuh kita yang berdosa ini...Marilah kita selalu memanjatkan doa agar kita dianugerahi kemampuan untuk tetap ada dalam kesatuan denganNya, sampai nanti suatu saat kita boleh mengalami kepenuhan hidup dan boleh bersatu sepenuhnya dengan yang kita rindukan yaitu Yesus Tuhan kita. Tuhan memberkati...

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com