Caritas Ketapang

Website Resmi Caritas Keuskupan Ketapang

CMLP

BELA RASA

Senin.28.12.20 Inspirasi pagi

“Pesta kanak kanak suci”

Matius 2: 13-18 “paranoid”

Paranoid atau paranoia adalah gangguan mental yang diderita seseorang yang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Sifat dan gayanya sering tidak irasional terkadang cendrung stress. Gangguan mental ini disebabkan oleh tanggapan terhadap situasi  konflik terhadap egonya dan biasanya sudah terbentuk sejak usia muda.

Orang yang mengalami Paranoid sering kali cemas, takut berlebihan sampai tidak rasional dan timbul delusi ditandai proses pikiran yang terganggu yang  cirinya berupa kecemasan atau ketakutan yang berlebihan secara tidak rasional, tidak mudah mempercayai orang lain. (Wikipedia)

Kita tahu dari sumber sejarah saat itu bahwa Herodes Agung memiliki reputasi untuk melenyapkan siapa pun yang dianggapnya sebagai ancaman bagi kekuasaannya. Dia menjadi semakin paranoid menjelang akhir masa pemerintahannya yang panjang dan beberapa putranya sendiri dibunuh karena dia curiga mereka berencana untuk menggulingkannya.


Dalam pesta kanak kanak Suci hari ini, injil menyuguhkan kisah  Herodes sebagai seorang penguasa yang kejam. Ia tidak dapat mentolerir siapa pun yang mungkin dianggap Raja orang Yahudi, bahkan jika Raja yang dimaksud adalah bayi yang baru lahir dan, dalam upaya untuk memastikan bayi ini akan mati, dia memerintahkan pembunuhan semua bayi yang berusia sama. Oleh karena tindakan yang biadab ini, bayi Yesus harus diungsikan ke Mesir.


Apa yang bisa kita pelajari dari kisah pembantaian (massacre) anak anak yang tidak berdosa ini.


Tuhanpun bisa menjadi pengungsi oleh karena penguasa yang gila kuasa. Kisah gelap ini akan selalu hadir mana kala ada penyalah gunaan kekuasaan politik.(kerakusan akan kekuasaan). 

Dalam situasi seperti ini,  kita tidak bisa tidak, memikirkan semua orang yang telah menjadi pengungsi  karena penyalahgunaan kekuasaan politik.

Kesetiaan  Yosep sebagai ayah, suami,  kuat perhatian dan setia menjadi pembelajaran iman untuk kita semua.


Selamat pagi sahabat, terkadang dalam hidup kita sendiri, ketika orang lain melemparkan kita ke dalam situasi yang sulit, gelap, seakan tidak tidak ada jalan keluar. Terkadang kita enggan  mempercayai orang, selalu curiga, cendrung menyalahkan orang lain, dendam, terlalu sensitive, kaku, tidak fleksibel, melihat orang lain selalu sebagai jelek dan saingan, mudah cemburu dan tanpa alasan yang jelas sering tidak percaya dengan kesetiaan pasangannya. Sering berpikir negatip terhadap orang lain. Situasi seperti itu sering tak terhindari.



Dalam situasi seperti itu,  iman dapat  menjadi satu satunya cahaya yang dapat menopang kita. Mari menggali inspirasi dari Keluarga Kudus yang menjadikan iman sebagai tuntunan hidup. Emanuel. Allah menyertai kita dengan berkatnya.

Sharing Sr. Anthonella Osf

Selamat pagi Romo, terima kasih kiriman inspirasi pagi yang sangat inspiratif. Injil hari ini sangat mrnyentuh hati terdalam karrna brrapa banyak anak2 tak berdosa menjadi tumbal demi mempertahankan kekuasaan. Sangat mengerikan ya Romo...Sepertinya di jaman sekarangpun sikap seperti itu masih terjadi, bahkan mungkin sampai ke  Biara walapun tidak separah ceritera dalam Injil hari ini. Tidak jarang kita temukan orang yang mempunyai kedudukan tertentu, merasa nyaman, serba kecukupan dan bisa berbuat apa saja yang dimaui merasa paranoid akan kehadiran orang lain yang diperkirakan bisa menggesernya. Marilah kita mohon rahmat kepada Tuhan agar selalu diingatkan akan motivasi kita masuk biara bukan untuk mencari kenyamanan, kedudukan dan kekuasaan namun untuk melayani sesuai dengan karunia yang dianugerahkan kepada kita. Sehingga suatu saat kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita dihadapan Allah, kita dengan gembira menyatakan telah melaksanakan yang Tuhan tugaskan dengan baik dan penuh tanggung jawab... Tuhan memberkati...


| Blogger Templates - Designed by Colorlib