CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Sabtu, 31 Oktober 2020

Sabtu.31.10.20 Inspirasi pagi "Tuhan jadikan kami saluran berkat bagi orang lain hari ini"

Sabtu.31.10.20 Inspirasi pagi

Luk 14:1,7-11

Tuhan jadikan kami saluran berkat bagi orang yang kami jumpai hari ini.

Waduh kadang iri juga lihat teman bisa sefie dengan orang terhormat atau duduk disamping bupati, atau orang kaya dalam sebuah jamuan. Rasanya bangga juga jadi orang terhormat. Tapi dalam pembacaan Injil  pagi ini, Yesus justru sangat kritis terhadap mereka yang mencari kehormatan bagi diri mereka sendiri. Ketika Ia diundang makan, Dia memperhatikan bagaimana beberapa tamu undangan wira wiri, jalan sana sini  untuk memilih tempat kehormatan. Sebagai tanggapan, Yesus menyampaikan perumpamaan yang mengkritik perilaku orang orang yang sedemikian getol  mempromosikan diri seperti itu. 

Lalu Yesus menyarankan agar para murid-Nya  tidak memikirkan bergaya hidup seperti itu yakni mencari kehormatan dari orang lain. Jadilah  orang-orang yang merendahkan diri, sebab orang yang merendahkan diri  akan dimuliakan atau dihormati oleh Tuhan. Sabda Tuhan. Merendahkan diri sendiri tidak berarti meremehkan diri sendiri. Paulus melukiskan dengan kata kata seperti ini; Ia mengosongkan dirinya untuk melayani orang lain. 

Lalu apa pembelajaran yang bisa kita petik dari sabda Tuhan pagi ini?

Yang jelas orang sombong suatu saat akan direndahkan. Orang yang suka meninggikan diri, suatu saat akan direndahkan. Sepertinya itu model hukum karma.

Saya takut memberi  nasehat ini, namun ketika saya berani menasehati orang, ketika suatu saat saya tidak berlaku seperti apa yang saya nasehatkan terhadap orang lain, nasehat itu akan berbalik menghantam diriku sendiri, tulis Henry Neuwen, dalam buku menggapai kematangan hidup rohani. Jangan takut untuk saling menasehati, tulisnya.

Berbagai penghargaan yang mungkin kita terima dalam hidup ini bukan untuk disombongkan. Teringat dengan pepatah yang mengatakan, apa yang kita pakai dan kita miliki saat ini hanyalah titipan Tuhan saja. Harta dan kekayaan anda saat ini hanyalah sementara saja. Nama dan jabatan anda saat ini juga tidak akan selamanya. Jadi mengapa harus meninggikan diri untuk hal hal yan sifatnya sementara,  nasehat Sang Guru.

Jangan kawatir akan apa yang kalian pakai, jangan kawatir apakah kebaikan yang kalian lakukan diakui orang atau tidak. Hidup lah dengan rendah hati. Tuhan panggil kita untuk tetap setia melakukan hal hal yang baik bahkan ketika orang sedikitpun tidak menaruh perhatian kepada kita, ( Ibu Theresia dari Kalkuta)

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, benar kata orang tua kita hidup ini hanyalah sementara. Apapun yang boleh kita nikmati saat ini, sukses, popularitas, nama baik, posisi jabatan yang mengesankan, usaha, semoga menjadi   berkat dan karunia untuk  orang lain, menginpirasi lebih banyak lagi orang lain untuk berbuat hal yang positif. Tidak elok menjadi orang tinggi hati, menjadikan diri pusat dari segalanya. Percayalah, Tuhan ingin memakai kita utuk menjadi saluran berkat bagi orang lain, lewat apa yang kita miliki. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Antonella Osf

Wah luar biasa Romo, tks banyak...Iya Romo Injil mengingatkan hari ini agar rrndah hati dan sombong. Apa yang ada pada kita saat ini semata- mata hanya titipan, kata Romo diatas. Iya itu benar sekali Romo, karena kita tidak berjasa apa2 yang menyebabkan kita mendapat berbagai fasilitas yang boleh kita nikmati saat ini. Ini dititpkan agar dapat memperlancar pelayanan kita. Apa yang layak kita sombongkan? Selamat sore Romo..



Jumat, 30 Oktober 2020

Jumat.30.10.20 Inspirasi pagi "just do your best

Jumat.30.10.20 Inspirasi pagi

Luk. 14:1-6 “just do your best”

Kalau melihat niat orang Farisi selalu mencari kesempatan untuk menjebak atau menangkap Yesus, rasa rasanya kok orang busung lapar itu dispasang disana,. Saya heran saja masak sih tiba tiba berdiri seorang lelaki di hadapan Yesus, tidak sehat lagi, busung lapar lagi. Apakah ini umpan untuk menjebak Yesus ya? Situasinya hari sabat lagi. Imaginasi saya mengatakan Yesus sedang dijebak apakah Dia akan menyembuhkan lelaki busung lapar ini. Apakah Dia lebih peduli dengan aturan atau lebih peduli dengan berbuat kebaikan.


Melihat situasi yang tidak ramah ini, Yesus lalu bertanya, “Apakah itu melanggar hukum untuk menyembuhkan orang pada hari Sabat?'  Bagaimana jika putramu sendiri atau lembu piaraanmu jatuh ke dalam sumur, pasti kamu tidak akan ragu untuk menarik keluar dari sumur bukan? Dan untuk itu orang Farisi, ahli kitab, tidak dapat menemukan jawaban. Mereka diam tertunduk.

Dalam situasi yang genting, dimana tuan rumah, orang Farisi, ahli kitab, seluruh yang hadir sedang mengawasi-Nya tepatnya mencari jalan untuk menyalahkan dan kalau mungkin menangkapnya,   Yesus tetap peduli Ia  tidak diam melihat pria yang sakit, Yesus siap  mengambil risiko yang  menimbulkan permusuhan dari orang-orang yang paling berkuasa pada masanya. Untuk sementara Ia mengesampingkan aturan, maka kemudian Ia menyentuh pria itu, menyembuhkan dan menyuruhnya pergi. Lalu akankah terjadi kehebohan, kegaduhan. Yang jelas semua orang terkesima, dan melongo, tertunduk lesu.

Lalu apa pembelajaran dari kisah ini?

Saya sering terpesona oleh bagaimana orang-orang dalam situasi yang sangat sulit, masih  dapat memikirkan orang lain sebelum memikirkan diri  sendiri. 

Menunjukan nilai  menjadi orang yang berpusat pada orang lain, bahkan ketika kita memiliki alasan yang sangat bagus dan punya kemampuan untuk itu, tidaklah mudah. Berbuat baik ditengah situasi bencana bukan perkara mudah. Diminta untuk mengikuti protokoler kesehatan demi diri sendiri saja masih terasa enggan setengah hati.

Kemaren ada seorang ibu pamitan dengan romo, mohon maaf karena anak yang dititipkan di pastoran pergi begitu saja, sekarang tidak mau sekolah lagi. Ibu ini merasa bersalah, tidak mampu mendidik anak anaknya semakin beriman. Meski kesal, saya sangat memahami, menyalahkan diri sendiri tidak ada gunanya dalam situasi itu. Lalu saya titip pesan ke anak itu, rumah ini terbuka untukmu bila kamu berubah pikiran.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Mari kita tidak hidup dipenuhi oleh kriteria, aturan moral melulu. Berhenti untuk melihat yang kurang dalam hidup orang lain. Mulailah melihat berkat yang kita miliki untuk membantu orang. Fokus melihat hal hal yang baik yang bisa kita lakukan ketimbang berargumen hal hal kecil yang tidak memberi nilai tambah pada hidup kita. Gila memang. But.. just do your best. Tuhan memberkati.


Sharing sr. Anthonella Osf

Selamat pagi Romo, terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang bagus. Hidup Yesus sering kali berhadapan dengan dilema. Bertindak salah, diam saja juga salah. Namun Dia tidak mau mencari keamanan diri sendiri dengan masa bodoh terhadap orang sakit itu,   namun Beliau mau mengambil resiko untuk disalahkan akibat keputusanNya menyembuhkan orang tersebut. Kitapun sering ada pada situasi seperti itu. Apalagi kebetulan ada orang yang kurang sepaham dengan kita. Sebab apapun yang kita lakukan kalau memang ada rasa tidak suka yang tetap saja salah. Marilah kita mohon rahmat agar kitapun mampu melaksanakan apa yang benar, kalaupun seandainya akibatnya  kita harus disalahkan atau tidak disukai. Tetap pada prinsip demi kebenaran dan kebaikan sesama. Tuhan memberkati...





Kamis, 29 Oktober 2020

Kamis.29.10.20 Inspirasi pagi "naluri seorang ibu.....

Kamis.29.10.20 Inspirasi pagi

Luk. 13:31-35 “naluri seorang ibu yang selalu menanungi anaknya..”

Seekor laba laba jantan sesudah mengawini betinanya, akan memberikan dirinya disengat oleh betina dan mati. Mengapa? Jasad laba laba jantan itu akan menjadi makanan bagi anak anak laba-laba pada awal kehidupan mereka sesudah menetas.

Pada saat sulit mendapat rejeki, induk burung pelikan sering merobek dadanya. Darah yang keluar dari dadanya itu dapat menjadi penyambung hidup bagi anak anak pelican di musim paceklik. Satu harus berkorban untuk menghasilkan banyak buah. (dikutip dari percikan kisah kisah anak manusia)


Begitulah naluri seorang ibu yang selalu ingin melindungi buah hatinya. Teringat akan  salah satu mazmur,19:4   dengan kepak sayapnya Tuhan akan menudungi engkau, dan dibawah sayapnya engkau akan berilindung, kesetiaan-Nya ialah perisai-nya dan pagar temboknya”   Menurut catatan kaki, pemazmur bicara tentang Tuhan sebagai sumber perlindungan  ditengah teror malam. Tuhan selalu ingin melindungi umat kesayangannya dibawah kepak sayapnya.

Hampir senada, Yesus mengambil citra burung ini dengan sayap yang melindungi anak anak-Nya. Dia berkata kepada orang-orang Yerusalem, 'Seberapa sering saya ingin mengumpulkan anak-anakmu, seperti ayam betina mengumpulkan anaknya di bawah sayapnya'. “Yerusalem, Yerusalem, kamu yang membunuh para nabi dan merajam orang-orang yang diutus kepadamu, berapa kali aku ingin sekali mengumpulkan anak-anakmu seperti ayam betina mengumpulkan anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau! Lihatlah, rumahmu akan ditinggalkan. Tapi Aku katakan, kalian tidak akan melihat Aku sampai saatnya tiba ketika kalian  berkata, Berbahagialah dia yang datang dalam nama Tuhan. "

Apa yang bisa kita ambil dari kisah ceritra Yesus dalam bacaan pagi ini?

Gambaran Yesus tentang induk ayam yang mengumpulkan induknya di bawah sayapnya mengandaikan kesediaan dari anak-anaknya untuk dikumpulkan. Namun, seperti yang Yesus katakan di sana, 'Anda menolak'. Kita sering menolak. Kecendrungan itu selalu ada karena berbagai alasan. 

Kisah itu berbicara kepada kita tentang kerinduan Tuhan untuk memiliki hubungan yang sangat pribadi dan dekat dengan kita semua, yang berfungsi sebagai perlindungan dan sumber kekuatan di saat pencobaan. Namun kita sering ingkar untuk bersembunyi dibawah kepaknya. 

Selamat pagi, sahabat, saudari saudaraku.

Dia membutuhkan kita untuk merindukannya karena Dia merindukan kita. Hari ini Tuhan Yesus merindukanmu, ingin melindungimu karena kita sedemikian berharga di mata-Nya, ibarat naluri seorang ibu yang selalu menaungi anaknya. Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Anthonella Osf

Maaf Romo tadi mau balas, tiba2 ada tamu. Terima kasih Romo untuk kiriman inspirasi paginya yang mantap. Kita bersyukur ya Romo sebagai orang Katolik, mengimani Allah yang begitu dekat, begitu mencintai dan begitu peduli dengan keselamatan umatNya. Pada hal kita yang sering tidak tahu diri. Kita diampuni, diberi santapan rohani setiap hari, diberi kekuatan agar selamat. namun bagaimana tanggapan kita terhadap rahmat yang secara cuma2 disediakan untuk kita? Kita mohon dan mohon rahmat agar dianugerahi keterbukaan hati, telinga dan pikiran akan tawaran rahmat yang setiap saat tersedia untuk kita. Tuhan memberkati.







Rabu, 28 Oktober 2020

Rabu.28.10.20 Inspirasi pagi: pesta St. Simon Zelot dan Yudas.....ambisi

Rabu.28.10.20 Inspirasi pagi

Lk.6:12-19 Pesta Santo Simon dan Santo Yudas, Rasul…ambisi

Ada Simon yang disebut Petrus, Petra, batu karang, ada Simon dari Selot, orang tekun pejuang handal. Ada Yudas anak Yakobus, ada Yudas Iskariot. Yang jelas mereka masuk dalam jajaran rasul yang dipilih secara kusus, penting dan menentukan. Bahkan untuk penetapan mereka, Yesus mengawalinya dengan berdoa semalam malaman, sama dengan ketika Ia bedoa di taman Getsemani.


Dalam tradisi Katolik, St.Yudas  dihormati sebagai santo pelindung kasus-kasus orang putus asa yang  tanpa harapan. Orang-orang secara tradisional memohon perantaraannya ketika kebutuhan mereka sangat tinggi. Dia dikenal sebagai santo pelindung dalam kepentingan yang mendesak dan yang mustahil.  Alasannya,  menurut tradisi amat sederhana: ketika orang mendengar nama Yudas, pikiran orang akan segera tertuju pada Yudas Iskariot si pengkianat. Sebab itu, orang yang nyaris putus harapan saja yang akan datang memohon bantuannya. Namun St Yudas selalu siap sedia dan menanti untuk mendengar doa-doa mereka yang menyerukan namanya, dan bertekun dalam doa. (Catatan riwayat  santo- santa)


Untuk membedakannya dengan Petrus, nama Zelot diletakkan di bagian akhir dari nama Simon. Bukan menunjukkan kepada daerah asalnya, juga bukan menunjukkan kepada orang tuanya, tetapi lebih mengarah kepada pandangan politiknya. Ini adalah kelompok nasionalisme Yahudi yang memperjuangkan kemerdekaan Yahudi dari penjajah Romawi. Oleh pemerintah Romawi, dikenal sebagai pemberontak bersenjata yang sering membunuh prajuri-prajurit Romawi atau siapa saja yang dipandang bekerja sama dengan Romawi.

Orang Zelot juga sangat kuat dalam pandangan Mesias. Mereka percaya bahwa akan datang Mesias yang akan mengangkat pedang memimpin Israel mengusir seluruh bangsa asing yang menjajah Israel. (Wikipedia)


Bukan tidak mungkin awalnya Simon ini melihat Yesus sebagai  Mesias yang akan memimpin membebaskan Israel dari belenggu penjajahan Romawi. Tetapi, sepertinya pada akhirnya Simon sadar siapa Tuhan Yesus sesungguhnya. Yesus adalah Mesias yang menderita, Mesias tanpa pedang, Mesias lemah lembut tanpa kekerasan, Mesias yang penuh belas kasih.


Pelajaran penting dari Simon Zelot ini adalah kadangkala kita punya ambisi yang hebat, punya visi dan misi, dan mimpi dan cita-cita, atau apapun sebutannya, tetapi penting diingat ambisi pribadi itu tidak harus menggebu gebu. Perlu menjadi orang militant, namun harus selaras dengan pandangan Tuhan. Mengubur ambisi lalu mudah putus asa dan menyerah juga bukan pilihan baik. Rasa-rasanya kita bisa belajar dari  Simon Zelot ini  dan Yudas, bertetukun dan melakukan pekerjaan dengan tulus sepenuh hati bukan dengan setengah hati. 


Pelajaran penting yang kedua, setiap moment penting kehidupan kita, kita awali dengan doa. Membiarkan Tuhan hadir dalam setiap keputusan kita.

Apapun yang kita kerjakan hari ini kita lakukan dengan tulus tidak dengan terpaksa dan mohon kekuatan Tuhan dalam doa.  Selamat pagi, selamat merayakan ekaristi. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Anthonella Osf

Selamat siang Romo, terima kasih atas kiriman inspirasi pagi yang mantap. Kita bersyukur pada hari ini boleh belajar dari Rasul Yudas yang hebat....seorang pemberi teladan iman yang hebat. Maka Sebelum dipilihpun Yesus berdoa keras karena nantinya merekalah yang akan menjadi tumpuan masa depan Gereja. Semoga kita mampu menjadi anggota Gereja yang tangguh, tetap setia walaupun banyak rintangan yang menghadang dihadapan kita...Tuhan memberkati...



Selasa, 27 Oktober 2020

Senin.26.10.20 Inspirasi pagi "marah"

Senin.26.10.20 Inspirasi pagi

Lk.13:10-17 “Marah”


Saya termasuk orang yang mudah tersulut oleh kemarahan. Apa lagi menyangkut hal hal yang tidak benar atau tidak cocok di hati. Atau hal hal yang prinsip, tentang cara mendidik yang benar, soal disiplin, atau soal pelanggaran kesepakatan, atau seseorang seenaknya saja melanggar. Terkadang, kita bisa marah karena alasan yang bagus, namun tidak sejalan dengan kehendak hati sendiri. 


Kemarahan kita mengatakan sesuatu tentang situasi yang sangat tidak memuaskan hati. Atau tiba tiba terperangkap oleh kemarahan, atau ada faktor luar   yang membuat kita meluapkan kemarahan. 


Dalam pembacaan Injil kita mendengar pejabat sinagoga bersikeras bahwa tidak ada pekerjaan yang boleh dilakukan pada hari Sabat. Pejabat ini benar benar meluapkan kemarahannya gara gara Yesus melanggar aturan sabat, tidak peduli sebaik apapun tindakan mulia yang dilakukan Yesus.

Sebagai jawaban, Yesus menegaskan bahwa pekerjaan Tuhan dapat dilakukan pada hari apa pun dalam seminggu. Yesus sedang melakukan pekerjaan Tuhan dengan membebaskan seorang wanita dari kondisi yang menghalanginya untuk berdiri tegak. Dia melepaskan ikatannya; Dia membebaskannya dari apa yang menahannya. 

Apa pembelajaran yang bisa dipetik dari kisah penyembuhan wanita ini?

Yesus menegaskan bahwa pekerjaan yang memberi kehidupan seperti itu kapanpun bisa dilakukan. Berbuat baik itu tidak harus dijadwal dengan ketat, meski kadang kadang perlu aturan. Menjadi baik hati saling membantu rendah hati melakukan pekerjaan yang membuat orang gembira, memaafkan kapanpun dimanapun bisa dilakukan. Intinya adalah bukan untuk kehormatan diri. Ciri dan karakter seorang pemimpin.


Apa yang Yesus lakukan pada hari Sabat adalah tindakan kebaikan. Dia menunjukkan cintanya pada wanita itu dengan membebaskannya dari kelumpuhan. Tindakan kasih adalah untuk bersukacita, kapanpun dan dimanapun itu terjadi. 


Selamat pagi sahabat, berikan kontribusi terbaik kita kapan saja, dimana saja dan dalam situasi apa saja. Jangan biarkan hati selalu marah dengan keadaan yang tidak bersahabat. Terkadang perlu untuk membiarkan orang lain marah dan menerima kemarahan orang terhadap kita. Disitu lalu kita belajar untuk rendah hati. Sulit kan, tapi sesakli perlu. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo, terima kasih atas kiriman inspirasi yang bagus. Namanya manusia tidak ada yang tidak pernah marah Romo. Dan marah tidak selalu jelek atau negatif. Kadang kita memang kita perlu marah, bukan hanya demi baiknya orang yang dimarahi, namun juga demi kesehatan kita sendiri. Apalagi menyangkut hal2 yang prinsip. Pejabat diatas marah  karena Yesus menyembuhkan orang pada hari sabat. Yesus lebih menekankan cinta kasih dan keselamatan dari pada  membiarkan orang menderita. Yang penting alasan orang melanggar, bukan pelanggaran itu sendiri. Demi cinta kasih dan keselamatan nyawa orang aturan bisa saja disekunderkan. Apalagi kami yang bekerja di RS, tidak ada hari minggu atau hari Tuhan, semua tetap berjalan seperti biasa demi keselamatan jiwa sesama. Semoga kita bijak menerapkan aturan yang ada, tidak terlalu kaku namun juga tetap menghargai aturan demi lancarnya pelayanan kita. Tuhan memberkati...


Selasa 27.10.20 Inspirasi pagi " kecil namun dampaknya besar"

Selasa.27.10.20 Inspirasi pagi

Lk.13:18-21 “kecil namun dampaknya besar”


Hal kecil yang saya kenang dari ibu saya beliau tidak pernah melewatkan kesempatan datang melayat orang yang keseripahan, atau yang berduka cita dengan membawa gula kopi  dan selembar  uang dengan nilai 5000 rupiah. Hal kecil itu dilakukannya bertahun tahun. Ketika beliau berpulang, banyak orang mengisahkan kembali  tindakan kecil yang dibuat almarhum ibu saya. Kita hidup dikelilingi oleh kebaikan kecil dan tersembunyi yang mungkin tidak pernah terlihat oleh kita dan  tidak akan pernah menjadi berita utama, ketika kita masih hidup. 


Benih sesawi kecil dan ketika ditaburkan di tanah menjadi tidak terlihat, namun, ia terus menjadi pohon yang menjadi tempat berlindung bagi burung-burung di udara. Seorang wanita menggunakan sedikit ragi dan ketika ditempatkan dalam tiga takaran tepung, ia tetap tidak terlihat, namun, hal itu membantu membuat roti yang cukup untuk memberi makan banyak orang. 


Yesus berkata bahwa kerajaan Allah itu, seperti itu. Yesus sepertinya berkata bahwa bagi-Nya apa yang sangat kecil bisa menjadi sangat penting dalam wilayah Kerajaan Allah.


Masih hangat kisah Yesus menyembuhkan wanita lumpuh di sinagoga, bacaan kemarin pagi. Masih ingat janda miskin  yang menaruh dua koin tembaga ke dalam perbendaharaan Bait Suci? Atau secangkir air yang engkau berikan kepada orang kecil, engkau lakukan bagi-Ku.


Ya, Yesus berkata, bahwa melalui tindakan cinta kasih seperti itu kerajaan Allah mendapatkan pijakan yang luar biasa. Ini adalah isyarat kecil yang tidak akan diperhatikan oleh banyak orang, namun, Yesus melihat dalam dirinya tanda kasih-Nya sendiri yang memberikan diri untuk semua. Dia mengenali kehadiran kerajaan Allah dalam sikapnya yang tampaknya tidak penting. Kecil saja.

Namun luar biasa, dengan caranya sendiri, Tuhan telah menanam benih kehidupan yang dapat tumbuh dengan cara yang mengejutkan; jauh di dalam hati kita, Tuhan telah menempatkan ragi kasih karunia yang berpotensi untuk mengubah kita menjadi lebih baik. Kita perlu terus mengingatkan diri kita sendiri tentang kabar baik ini, terutama di saat-saat kegagalan, saat saat hati galau, ketika kita mungkin tidak hidup sebagaimana Tuhan memanggil kita untuk hidup. 


Untuk menggapai hal yang besar, sebaiknya kita  memulai dari langkah kecil  saja dulu. Ya barangkali Inisiatip kecil saja dulu. Disaat seperti ini,  kita mungkin tidak dapat mengunjungi keluarga, rindu bertemu dengan saudara di saat covid ini. Saling menyapa melalui WA group keluarga, telpon, semuanya  dapat membuat perbedaan yang sangat berarti. 


Mimpi besar selalu baik untuk memberi gairah, tapi mulailah dari yang kecil saja dan kalau mungkin konsisten melakukannya, berkomitmen mengerjakannya sampai selesai. Mari mencoba. Tindakan kecil saja namun pelan pelan dampaknya akan terasa.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo...terima kasih untuk inspirasi hidup yang mantap.Semua yang besar berasal dari yang kecil. Pada umumnya semua apapun itu selalu melalui sebuah proses dari yang kecil perlahan-lahan berkembang menjadi besar. Justru sesuatu yang kecil akan lebih leluasa berkiprah menjadi semakin besar. Banyak orang kurang melihat/menghargai yang kecil. Namun sekali lagu tiada yang besar yang tidak berasal dari yang kecil. Maka Romo mari karena keterbatasan kita, mungkin kita hanya mampu berbuat yang kecil2 didalam pelayanan namun itu berarti tidak bernilai bagi Tuhan.  Asal kita mengerjakan dengan sepenuh hati, bagi Tuhan itu sudah besar. Marilah kita mohon rahmat agar kita tetap setia dan tekun dalam melaksanakan hal2 kecil, sehingga kehadiran/hidup kita tetap berarti bagi sesama. Tuhan memberkati...

Minggu, 25 Oktober 2020

sabtu.24.10.20 Inspirasi pagi, Tuhan panjang sabar

Sabtu.24.10.20 Inspirasi pagi

Lk. 13:1-9 “Tuhan itu panjang sabar”

Ketika bencana tiba-tiba muncul, sering kali kita  tergoda untuk menafsirkan sebagai hukuman Allah atas dosa dosa kita. Yesus menolak interpretasi seperti itu pada awal pembacaan Injil hari ini. 

Bencana pertama ialah, ada orang Galelia yang dibunuh Pilatus lalu darahnya tercampur dengan darah kurban yang mereka persembahkan. Ini bencana oleh manusia. Bencana yang ke dua, yaitu ada delapan belas orang yang terbunuh tertimpa menara di Siloam. Ini bencana disebabkan bukan oleh manusia.

Dalam kedua kasus tersebut, kata Yesus, jangan katakan  bahwa mereka yang mati adalah orang yang paling  berdosa daripada siapa pun di dunia. Anda pun bisa mengalami hal seperti itu kalau anda tidak berubah, dan bertbat. Pesan Yesus jelas. Pristiwa itu dapat terjadi kepada siapapun, termasuk kita.

Yesus mengakui bahwa orang yang benar-benar tidak bersalah sering meninggal secara tragis dan tidak terduga. Itu sering kita alami. Oleh karena itu perlu bertobat, siapapun kalian. Kalian tidak lebih baik dari mereka yang terkena bencana.

Pandemi Covid adalah bencana berskala dunia. Yesus sangat setuju tidak ada gunanya mencari-cari siapa yang bersalah dalam hal ini. Sebaliknya, bencana ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk bercermin dan telanjang serta benar benar bersih dihadapan Allah. Kesempatan menilai hubungan kita dengan Tuhan, dan memperdalam hubungan itu. Lalu apa yang dilakukan Tuhan?

Perumpamaan tentang pohon ara yang tiga tahun berturut turut tidak menghasilkan buah, menunjukkan bahwa Tuhan menunggu dengan sabar sampai kita sungguh-subgguh berbalik  kepada-Nya. Tuhan tidak seperti pemilik kebun anggur yang ingin menebang pohon yang tidak berbuah, namun selalu melihat kemungkinan pohon ara itu bisa berbuah lagi. Masih ada waktu bagi pohon ara untuk tumbuh subur. 

Tuhan terus memberi kita waktu, sehingga, seiring waktu, kita dapat menjadi, dalam kata-kata bacaan pertama hari ini, 'dewasa sepenuhnya dengan kepenuhan Kristus sendiri' dan 'tumbuh dalam segala hal ke dalam Kristus'.

Cara Tuhan memandang kita tidak hanya melihat apa yang gagal kita lakukan di masa lalu, tetapi juga apa yang mampu kita lakukan di masa depan. Seperti Tuhan melihat kita dengan mata murah hati, panjang sabar dan penuh pengharapan, memastikan kita untuk menghasilkan buah, Ayo bangun bangkit berdiri, ikuti proses, jangan gagal focus dan gagal faham jangan menjadi kecil hati dan  menyerah, tapi jangan lupa untuk tetap jaga kesehatan.

Bukankah kesulitan yang kita alami sebenarnya adalah sebuah proses untuk membentuk kita menjadi lebih baik?. Selamat pagi sahabat. Tuhan itu panjang sabar, berkatnya melimpah untuk kita.

Sharing Sr. Anthonella Osf
Sangat mantap Romo, terima kasih. Tuhan panjang sabar terhadap kita semua. Dan masih diberi kesempatan, namun jangan lalai diberi kesempatan bukan tanpa batas. Waktu yang diberikan dalam injil hanya 1 tahun. Kalau 1 tahun sama saja tidak berbuah akan ditebang....Dalam bacaan I, kata masing2 diberi talenta berbeda untuk dikembangkan demi kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama. Talenta kita masing2 berbeda agar saling mengisi dan melengkapi bukan untuk bersaing atau iri hati. Maka mari waktu tinggal sedikit, kita bertobat dengan berusaha memberi yang terbaik bagi Tuhan lewat sesama sesuai dengan talenta kita. Sehingga dengan demikian Nama Tuhan dimuliakan. Selamat pagi Romo dan selamat berakhir pekan, Tuhan memberkati....

Minggu.25.10.20 Inspirasi pagi "cinta diri yang menyelamatkan banyak jiwa"

Minggu.25.10.20 Inspirasi pagi

Mt.22:34-40 “cinta  diri yang menyelamatkan banyak jiwa”.


Rasa rasanya ada begitu banyak peraturan yang telah dibuat dalam menghadapi Covid-19 ini. Ada yang kompleks, ada yang berskala besar. Intinya adalah jaga jarak hindari kerumunan, bersihkan tangan, perhatikan etika batuk, dan gunakan selalu masker. Sesederhana itu sebetulnya, namun banyak orang yang kurang peduli. Ribet katanya. Padahal dengan menggunakan masker, ikuti aturan protokol kesehatan, kita mencintai hidup kita, dan menyelamatkan banyak jiwa. Cintai dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain.


Di zaman Yesus, ada berbagai macam peraturan agama yang mengatur kehidupan manusia. Ahli Hukum Yahudi telah menghitung bahwa ada 613 peraturan yang harus dipatuhi orang. Saat menghadapi aturan ribet, saling kait mengait tumpang tindih seperti itu, diperlukan semacam, wadah  besar namun padat singkat.  Atau dengan pertanyaan yang sederhana, ”bagaimana Hukum  dapat diringkas dalam satu atau dua kalimat?” 



Dalam pembacaan Injil hari ini, Yesus memberikan jawaban yang berbeda atas pertanyaan ahli hukum kepada-Nya, 'Manakah perintah hukum yang terbesar ? 'Jawaban yang Yesus berikan melampaui apa yang diminta. Dia tidak hanya memberikan perintah terbesar utama tapi juga perintah terbesar kedua dengan singkat padat dan terukur.


Perintah besar pertama itu sudah tercatat dalam  Kitab Ulangan, 'Kamu harus mencintai Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap pikiranmu'. Perintah terbesar terbesar kedua dari Kitab Imamat, 'Kamu harus mencintai sesamamu seperti dirimu sendiri'. Dengan jitu Yesus menggabungkan kedua perintah itu menjadi padat dan berdaya. 'Pada dua perintah ini tergantunglah seluruh Hukum, dan juga para Nabi'. 


Kata kuncinya adalah Cinta. Cinta pada Tuhan dan Cinta pada sesama. Cinta pada Tuhan jangan melupakan cinta pada sesama. “Apa yang gagal kalian buat bagi tetangga yang paing hina, kalian juga gagal lakukan  bagi-Ku”. Yesus memberikan prioritas yang jelas pada kasih Tuhan, namun tidak lupa menekankan  cinta pada sesama. Namun sebelum mencintai sesama anda juga harus memperhatikan diri sendiri dengan lebih baik terlebih dahulu. 


 

Berdoalah kepada Allah seakan-akan semuanya tergantung dari pada-Nya, namun berjuanglah sekuat tenagamu seakan akan semuannya tergantung dari usahamu.(Santo Ignatius dari Loyola, mencintai dan melayani Tuhan dalam segala hal) 


Selamat pagi sahabat, selamat hari minggu. Minimal indahkan protokol kesehatan, cintai hidup mu saat ini dengan hindari kerumunan,  cuci tangan, pakai masker,dengan demikian kita  telah menyelamatkan banyak jiwa. Tuhan memberkati. (rm. Made)

sharing sr. Anthonella Osf

Selamat pagi Romo... Selamat hari Minggu dan terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang bagus. Hari ini Tuhan Yesus mengingatkan kita akan hukum yang utama. Dari tulisan Romo diatas orang di zaman Yesus dulu ada 613 aturan. Hebat sekali. Namun lebih hebat lagi bahwa dari 613 hukum tersebut Yesus bisa meringkas menjadi 2 kalimat pendek yang singkat, padat dan jelas. Namun yang sulit adalah pelaksanaannya. Namun sekali lagi sulit bukanlah berarti tidak mungkin. Dalam Tuhan segalanya menjadi mungkin asal ada usaha yang sungguh2 dan senantiasa melibatkan Tuhan didalamnya. Kita sadari keterbatasan dan kerapuhan kita, maka kita sandarkan usaha kita padaNya. Kita sadari bahwa masing2 pribadi kita tidak ada yang sempurna. Namun Tuhan juga tidak menciptakan kita seperti sampah, namun baik adanya. Maka marilah kerapuhan dan ketidak sempurnaan kita karena dosa, akan disempurnakan oleh kelebihan sesama kita. Maka mari bersama sebagai anggota komunitas, keluarga dan masyarakat  berjalan menuju kepadaNya, dalam cinta dan kasih sayang....Tuhan memberkati.


Jumat, 23 Oktober 2020

Jumat.23.10.20 Inspirasi pagi "perlu saat hening sejenak"

Jumat.23.10.20 Inspirasi pagi

Lk.12:54-59 : “perlu hening, istirahat, agar sehat”

Untuk mengetahui seperti apa cuaca nanti, tinggal kita klik aplikasi cuaca pada android anda yang akan memberi anda info tentang lokasi dimana anda berada, suhu udara berapa derejat celsius, bahkan untuk mendektesi berapa besar gempa yang akan terjadi, atau dimana akan terjadi gelombang laut besar semuanya dapat diprediksi. Generasi ini begitu canggih

Namun perubahan iklim sekarang sedemikian cepat terjadi. Angin entah dari mana datangnya, tiba tiba hujan datang, atau sebentar panas datang, tapi kemudian mendung lagi. Sulit memprediksi kapan musim panas kapan musim hujan tiba. Batasan waktunya sering tidak jelas. 

Dalam pembacaan Injil, Yesus berkata kepada orang banyak: “Ketika kamu melihat awan naik di barat, kamu langsung berkata bahwa akan turun hujan — dan terjadi demikian; dan ketika kalian memperhatikan bahwa angin bertiup dari selatan, kalian mengatakan bahwa hari akan menjadi panas — dan memang terjadi seperti itu.

Orang zaman Yesus memang pandai menafsirkan keadaan bumi dan langit, pandai membaca cuaca, namun kata Yesus sekali lagi, mengapa kalian tidak pandai menilai pentingnya zaman ini. Mengapa kalian tidak mengenali seseorang yang lebih besar dari Salomo , lebih besar dari Yunus, berdiri di antara kalian, ucap Yesus kesal suatu hari. Mengapa kalian menutup mata untuk melihat, dan menutup telinga untuk mendengar hal-hal baik yang telah Kulakukan berkeliling?

Banyak dari mereka tidak dapat mengenali bahwa Tuhan bekerja dengan penuh kuasa melalui kehidupan dan pelayanan Yesus , dan memanggil mereka melalui Yesus. Mereka kebal dan tidak mau menangkap dan memahami sedikitpun terhadap kehadiran  Tuhan yang kas, seperti menyembuhkan orang sakit, menyampaikan kabar gembira, berdiskusi.

Lantas apa pembelajaran yang bisa kita petik dari bacaan injil pagi ini?


Kita sering kali berada dalam masa-masa sulit seperti saat ini, misalnya pandemic covid yang telah memporak porandakan sistim yang ada. Sungguh  tidak selalu mudah untuk  mengenali tanda tandanya. Apa kehendak Tuhan dibalik semua ini. Apa yang Tuhan katakan kepada kita melalui tanda ini? 


Kita mungkin tidak memiliki jawaban yang mudah untuk pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi adalah baik untuk hening sejenak dalam tanya. Satu hal yang dapat kita yakini adalah bahwa Tuhan hadir di saat-saat yang penuh kecemasan ini. Ada banyak cara Ia memberi kesempatan kepada kita membaca tanda tanda kehadirannya.

 

Istirahat sejenak dari aktivitas  mungkin merupakan kesempatan untuk menjadi lebih kontemplatif dalam pengertian itu. Perlu time out sejenak untuk melihat prilaku hidup kita. Apa kita telah ikuti aturan kesehatan dengan baik misalnya.

Ada saatnya bekerja, ada saatnya untuk memulihkan tenaga dan menjaga kesehatan. Tapi jangan lupa jadikan kehadiran Tuhan melalui Sabda-Nya  menjadi kata-kata kehidupan, kata-kata yang memberi kita keberanian dan harapan, kata-kata yang menginspirasi kita untuk menjadi murah hati dan penuh perhatian terhadap orang lain di hari-hari ini seperti ini. Selamat pagi selamat mengikuti perayaan ekaristi. Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo, tetima kasih atas pencerahan paginya yang bagus....Betul seperti yang Romo katakan agar kita dapat berpikir nalar dan obyektif perlu sekejap menenangkan diri. Memulihkan sel2 yang rusak dan lelah karena terus terfoksir dengan berbagai macam urusan sehingga kadang mrnjadi kurang rasional....Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk mampu menilai tanda2 jaman....Namun tidak jarang saat ini kota lebih mengandalkan akal budi sehingga hati kurang berperan. Akibatnya tidak jarang hati merasa tertutup, dan tidak peka lagi akan kebaikan atau rahmat Tuhan yang tersedia untuk kita. St. Paulus hari mengajak untuk menjadi orang yang rendah hati, lemah lembut dam sabar. Karena didalam kerendahan hati kita mampu senantiasa bersyukur akan kebaikan Tuhan. Kita menyadari segala yang ada pada kita adalah anugerah cuma2 yang membuat jita tidak sombong tetapi sabar terhadap setiap orang. Semoga rahmat Tuhan senantiasa membantu kita untuk terus dan terus mencoba untuk mewujudkannya..Tuhan memberkati...


Kamis, 22 Oktober 2020

22.10.20 Inspirasi pagi: Datanglah Roh Kudus.....

Kamis.22.10.20 Inspirasi pagi

Lukas 12: 49-53

Datanglah Roh kudus penuhilah hati umatmu.

Dua pertanyaan yang muncul ketika membaca injil pagi ini; pertama apa sih yang dimaksudkan kalau Yesus ingin melempar api ke dunia, dan betapa Ia dambakan api itu selalu menyala. Apakah yang dimaksud lidah lidah api yang diterima oleh para rasul, ketika peristiwa Pentakosta?

Ke dua: apa benar kalau kehadiran-Nya akan membawa perpecahan diantara keluarga, atau dia mengingatkan para muridnya agar tidak terperangkap oleh kehangatan yang semu, tanpa harus menceburkan kan diri atau tenggelam dalam perjuangan salib, atau harus ditenggelamkan dalam baptisan seperti yang dirasakan Yesus.

Menjawab pertanyaan pertama saya lalu ingat Yohanes Pembaptis yang berkata bahwa sementara dia membaptis dengan air, Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus dan api.  Bukankah itu mirip dengan pristiwa hari Pentakosta ketika Roh Kudus turun ke atas para murid dalam bentuk bahasa lidah api. Api itu adalah Roh Kudus itu sendiri.

Menjawaab pertanyaan  kedua, hidup yang bermakna adalah hidup yang penuh perjuangan, terkadang menyakitkan. Itulah salib dimana orang ditenggelamkan dalam penderitaan dan kesusahan hidup. Ini adalah 'baptisan' yang Dia rujuk dalam pembacaan Injii. 'Ada baptisan yang masih harus diterimanya, dan betapa berat, sehingga Dia risau”  

Yesus mengetahui kesusahan itu. Yesus selanjutnya menyarankan bahwa murid-muridnya tidak boleh terjebak dalam kesusahannya sendiri. Yesus menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk membawa 'perdamaian' tetapi 'perpecahan'. Ketahuilah banyak orang akan mendapatkan dirinya berselisih. Dia contohkan bagaimana dalam keluarga akan terjadi perselisihan. Bagaimana kesetiaan itu bisa menjadi sangat mahal harganya.

Oleh karena itu, betapa Tuhan mendambakan Roh-Nya tercurah dalam hati kita, agar tetap bekerja dalam hidup kita dan membantu kita agar tetap setia dan berani berada di jalan Tuhan. Menenggelamkan diri untuk memikul salibnya. 

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, jangan biarkan benih kebaikan yang telah kita minta, ketika dibaptis, iman, Roh kehidupan Yesus, Roh Kudus, padam, melainkan menyala ibarat bola api yang memberi kehangatan cinta untuk selalu bertumbuh menjadi besar lebih besar dan kuat. Datanglah Roh kudus penuhilah hati umatmu. Tuhan memberkati.


  Anthonela Osf: 

Selamat pagi Romo.. terima kasih atas kiriman inspirasi yang sangat inspiratif. Terus terang kalau saya membaca teks Injil hari ini saya tidak nyambung Romo. kok bertentangan dengan kehadiran Tuhan yang membawa damai sejahtera... Bisa jadi seperti Romo katakan diatas bahwa membawa api kedunia untuk membakar semangat kita agar tidak kendor. Disisi lain saya mencoba memcermati adanya perpecahan. Antara orang tua dan anak.... dst. perpecahan ini ada biasanya karena ada perbedaan. Entah perbedaan pendapat atau cara pandang, dll. Permasalahannya adalah apakah perbedaan ini selalu negatif? Menjadi negatif karena ada kepentingan diri, egois atau kepentingan yang lain. Marilah kita mohon agar kita mampu mrnghargai perbedaan yang ada diantara kita dan menjadikan kita semakin kaya karena dilengkapi oleh yang lain, bukan sebaliknya membuat kita tercerai berai. Karena perbedaan tidak pernah bisa dihindari, sebab dari awal kita diciptakan  memang masing2 berbeda.... Tuhan memberkati...

Anthonela Osf: Iya Romo sama2. Saya juga senang sekali mendapat banyak pencerahan dari Romo...Sangat bermanfaat bagi hidup dan pelayanan saya. Tuhan memberkati Romo...Semoga Romo selalu sehat dan dapat melayani umat yang sangat membutuhkan.


Rabu, 21 Oktober 2020

Minggu.18.10.20 Inspirasi pagi: "sejatinya kita adalah gambar Allah"

Minggu misi, 18.10.20 Inspirasi pagi

Mt.22:15-21”Sejatinya kita adalah Gambar Allah”

Kami punya Yayasan Santa Teresia didirikan agar dapat menjadi lembaga yang punya hak untuk menyelenggarakan pendidikan untuk usia dini anak anak paroki kami. Setiap Bulan Maret atau April selalu disibukan untuk membuat SPT, surat laporan pajak yang disampaikan satu tahun sekali,  yang berhubungan dengan perhitungan dan pembayaran pajak penghasilan.


Urusannya ribet sekali.  Udahlah sekolahnya kecil, uang sumbangan pendidikan orang tua pas pasan, kadang masuknya tidak lancar, kita dituntut untuk mengisi neraca pemasukan agar negara dapat menentukan berapa pajak yang wajib di setor ke kas negara. Capek memang, namun kami semua menghargai bahwa kami perlu membayar pajak jika Pemerintah ingin memiliki sumber daya keuangan yang diperlukan untuk menjalankan negara. Masalahnya adalah berapa banyak pajak yang harus kita bayar. 


Injil hari ini bicara soal Pajak. 'Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?' Banyak orang Yahudi sezaman Yesus, seperti orang Farisi, akan memberikan jawaban 'tidak'  untuk  pertanyaan itu, karena mereka percaya bahwa membayar pajak ke Roma berarti mengakui dan tunduk pada pemerintah penjajahan Roma. Orang Yahudi lainnya, seperti para Herodian, para pengikut Herodes, akan menjawab 'ya' untuk pertanyaan itu karena mereka memiliki kepentingan sekurang kurangnya mereka adalah orang yang diangkat oleh  Kaisar Roma menjadi raja kecil di wilayah pendudukan Roma. 


Bacaan Injil mengatakan bahwa orang-orang yang mengajukan pertanyaan kepada Yesus, orang-orang Farisi dan Herodian, bersiap untuk menjebaknya. Perangkap dualisme ini akan membuat Yesus kehilangan muka. Dan itu yang diharapkan para penanya Yesus. 

Menanggapi pertanyaan orang Farisi dan Herodian, Yesus meminta koin yang ada di kantong orang Farisi yang sebenarnya Yesus sudah tahu bahwa mereka siap untuk bayar pajak. Tapi dasar pencundang, yang penting dapat menjebak Yesus.

Memperhatikan bahwa gambar Kaisar ada di satu sisi mata uang, Yesus menyatakan, 'Kembalikan kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar dan kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan'. Jawaban yang mengejutkan.


Kaisar, menuntut kesetiaan mutlak. Tidak setia kepada kaisar, mati hukumannya. Bagi Yesus, kita ini adalah milik Allah, Gambar Allah, oleh karena itu tentu saja, memiliki misi untuk mencintai dengan segenap hati, jiwa dan pikiran kita. Kita memberikan diri kita sepenuhnya dalam cinta kepada Tuhan karena Tuhan telah memberikan diri sepenuhnya dalam cinta kepada kita melalui Anak-Nya. 

Yesus berkata, Kaisar dapat memiliki koin miliknya, namun Yesus menyatakan dalam pembacaan Injil hari ini bahwa semua kehidupan manusia adalah milik Tuhan. 


Memberikan kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan artinya bertahan dalam iman, bekerja untuk Tuhan melalui pengharapan yang penuh.(Paulus kepada jemaat di Tesalonika) 


Selamat pagi sahabat, Selamat hari Minggu Misi, Hidup harus punya misi. Kita tahu apa yang harus kita lakukan sebagai “Gambar Allah”. Hidup saling menghasihi. Tuhan memberkati.


Rabu.21.10.20 Inspirasi pagi "belajar setia"

RABU.21.10.20. INSPIRASI PAGI

Lk.12:39-48 “belajar setia”

Saya sering bertanya pada diri saya, sampai kapan ya saya bisa bangun pk.03.30 pagi, lalu membaca bacaan pagi, kemudian  membuat tulisan maximal 450 kata  untuk renungan singkat ekaristi pagi. Sukur sukur masih bisa dibagikan  dengan harapan sekurang kurangnya ada pembelajaran yang bisa diambil. Apakah yang saya bagikan ini dengan group, dan juga dengan teman-teman, bermanfaat?


Ada beberapa teman membacanya, kelihatan dari centang dua; ada juga yang memberi ucapan terimakasih. Ada juga yang setuju dengan menulis amin, ada juga yang memberi  jempol, ada juga yang membalas selamat pagi juga romo. Namun bukan itu yang pertama membuat saya bertekad untuk terus menulis dan membuat renungan singkat. Kemarin pagi teman saya menulis “terima kasih romo telah setia menulis renungan”. “Setia” menulis, itu yang selalu saya niati setiap pagi. Terimakasih teman teman telah mengapresiasi dengan cara tersendiri. Dibaca, dilirik saja saya sudah gembira. Saya  tetap akan belajar “untuk setia menulis  renungan saya setiap pagi. Itu doa permohonan saya dimalam hari sebelum tidur.


Saya sadar benar, apa yang saya tulis jauh dari baik dan bagus,  namun    berimaginasi untuk bacaan injil setiap pagi menjadi kesempatan belajar yang baik untuk memahami sabda-Nya. Mungkin juga tidak banyak membantu teman teman, bisa jadi tidak menginspirasi, bisa jadi ganggu saja sehingga ada yang berniat memutuskan untuk out dari group, atau membaca judul terus “didelate”.  Adik adik saya bahkan cepat memberi tanggapan kalau pagi tidak muncul tulisan, menanyakan apakah saya sakit, kok tidak muncul renungan pagi untuk kami, kok agak terlambat, padahal mereka tidak tahu di pedalaman sinyal kadang baik kadang tidak.

Pagi ini, Yesus berbicara tentang pelayan yang setia dan bijaksana yang tetap setia pada tugasnya dan memastikan pekerjaan yang dipercayakan kepadanya terlaksana dengan baik, ada atau tidak tuannya. 


Kita  juga dipanggil untuk menjadi pelayan yang setia dan bijaksana dalam pengertian yang sama. Kita harus tetap setia pada panggilan kita, belajar setia dengan pekerjaan dan tugas yang dipercayakan kepada kita. Kesetiaan itulah yang menandai pelayanan Yesus. Dia setia pada pekerjaan yang Tuhan berikan pada-Nya, meskipun itu berarti penyaliban-Nya. Dia setia kepada murid-murid yang Dia pilih, meskipun mereka mengecewakan-Nya dan meninggalkan-Nya ketika Dia sangat membutuhkan mereka. 


Dia setia bahkan kepada musuh-musuhnya. Masih ingat kisah Maltus yang telinganya kena sabetan pedang Petrus, disembuhkannya. Ia tidak peduli dengan hujatan dan cemohan orang, malah  berdoa di kayu salib bagi mereka yang bertanggung jawab atas penyaliban-Nya. Dalam berbagai cara, Yesus tetap setia. Kesetiaannya telah menginspirasi dan memberdayakan para murid. Baik juga mengingat pesan Paulus diakhir hidupnya, ia mengatakan:”Saya telah berjuang dalam pertarungan yang baik, saya telah menyelesaikan pertandingan, saya telah setia mempertahankan iman'.


Selamat pagi sahabat, saudari sudaraku. “Belajar setia” memang bukan perkara mudah. Mari mulai dari yang kecil dan sederhana saja. Cinta itu pengorbanan. Tuhan memberkati.


Sharing sr. Antonella Osf
Selamat pagi Romo Terima kasih atas kesetiaan Romo mengirimi kami inspirasi pagi...Sangat bermanfaat Romo. Cita2 atau niat Romo untuk setia menambah wawasan rohani kami sudah terbukti...Sekali lagi terima kasih Romo.... Pagi ini Sabda Tuhan mengingatkan kita untuk setia dan siaga apabila sewaktu-waktu Tuhan datang untuk menjemput kita....Siaga dan setia dalam melaksanakan tugas kita yang sederhana, siaga dan setia terhadap apapun bentuk panggilan hidup kita dan setia dalam melaksanakan SabdaNya... Bukan hal yang selalu mudah seperti yang Romo katakan diatas cinta membutuhkan pengorbanan. Kesetiaan kita tidak selalu mendapatkan tanggapan  seperti yang kita harapkan..Maka mari kita mohon berkat dan rahmat agar dimampukan tetap setia dalam situasi termasuk saat upaya kita membahagiakan sesama ditolak...Tuhan memberkati...

Selasa, 20 Oktober 2020

Selasa.20.10.20 Inspirasi pagi. "rancangan Tuhan bukan Cara kita"

Selasa, 20.10.20 Inspirasi pagi

Lukas 12: 36-38 “Rancangan Tuhan bukanlah cara kita”.

Perumpamaan Yesus dalam injil kali ini memang tidak biasa. Seorang majikan katakanlah tuan yang terhormat, muda, kaya, hebat, sekembalinya dari pernikahan atau week-end, menemukan assitennya siap membukakan pintu. Assissten atau satpam cukup berlari lari menyambut bosnya, sementara pintu telah dibuka dengan remote control dari dalam mobil. Untuk zaman sekarang pristiwa itu bisa jadi biasa saja.

Zaman Yesus pastilah mengherankan, dimana hamba-hamba betapapun hebat dan baik dan setia, menunggu tuanya dengan semangat siaga, tetaplah seorang hamba yang boleh diperlakukan seenaknya, suka suka tuannya. 

Namun  kalau kemudian diperlakukan secara terhormat, memanggilnya masuk ke ruang keluarga dan makan bersama, memberinya pakian makan lengkap seperti di resto (dengan celemek pria), mendudukannya di meja makan, kemudian gantian melayaninya, pastilah majikan yang luar biasa, dan jarang terjadi di dunia nyata.

Namun seperti itulah penggambaran Yesus akan Tuan yang baik. Peristiwa hidup sehari hari yang  biasa tapi disampaikan degan cara yang mengejutkan. Kisah kisah seperti itu telah diceritrakan turun temurun bahkan dapat diketemukan dalam  naskah  kitab suci, “rancangan Tuhan bukanlah cara kita”.

Yesus mau menunjukakan “itulah Cara Tuhan. Dia hadir untuk melayani, bukan dilayani. Masih ingat kenangan perpisahan Yesus dengan para muridnya, “Ia berdiri mengenakan celemek, kain putih di pinggannya dan berlutut mencuci kaki Petrus dan murid murid yang lain? Lalu pesannya, “ lakukanlah, ini sebagai kenangan akan Aku”. Nasehat yang sama disampaikan dalam kisah ini. Tetap ikat pinggangmu, jaga api semangatmu,  jaga pelitamu  selalu siap siaga, maka kamu akan menerima banyak hal yang akan mengejutkan kamu. Apa pembelajarannya?

Mari belajar tentang kesetiaan dan kewaspadaan. Tuhan tidak peduli anda seorang majikan atau hamba. Tuhan hanya peduli akan kesetiaan kita, kewaspadaan kita. Maka jangan biarkan pelitamu padam, selalu berjaga jaga. 

 Bukan rencana kita yang bekerja melainkan rencana Tuhanlah yang bekerja dalam hidup kita. Susah memahami, tapi itu dia “jalan dan cara Tuhan”.

Terkadang kita momohon banyak hal kepada Tuhan lewat doa doa kita, macam macamlah pokoknya, tapi sering merasa tidak dikabulkan. Tidak perlu berkecil hati  lalu berhenti berharap.

Jika kita selalu mengingat Tuhan dalam semua yang kita katakan dan lakukan, bahkan pada saat-saat ketika Dia tampak jauh dari kita, Tuhan mengerti hal yang terbaik untuk kita. Ia menolong kita dengan cara yang mengejutkan. Rencananya akan bekerja untuk kita. 

Selamat pagi, teman, saudari saudaraku. Jangan kawatir kita tidak akan dilayani dengan baik. Dia mengetuk pintu hati kita setiap saat. Buka dong pintunya. Tuhan memberkati.(rm made)

sharing sr. Antonella Osf:

Selamat pagi Romo, Terima kasih atas kiriman inspirasi pagi yang bagus....Pagi ini kita diajak untuk setia dalam hidup dan pelayanan kita. Apapun bentuk hidup yang kita pilih, dan kegiatan sekecil atau sesederhana apapun yang kita perbuat kalau kita lakukan dengan tulus dan setia itu sangat berharga dihadapan Tuhan. Bagi Tuhan bukan apa yang kita lakukan yang berarti bagiNya melainkan bagaimana kita melakukan apa yang harus kita lakukan sesuai denga tugas dan tanggung jawab kita masing2. Semoga hari ini kita dianugerahi kemampuan untuk tetap setia melakukan apa yang baik dan menjadi tugas kita, sehingga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama. Tuhan memberkati...



Senin.19.10.20 Inspirasi pagi : "hidup ini hanya sekali saja"

Senin.19.10.20 Inspirasi pagi

Lk.12:13-21 “hidup ini hanya sekali saja”

Perumpamaan yang Yesus ceritakan dalam pembacaan Injil hari ini adalah kisah tentang seorang pria yang berusaha untuk membuat hidupnya aman dengan berpegang pada banyakanynya harta   yang dimilikinya. 


Di awal cerita dia sudah menjadi orang kaya; dia memiliki lebih dari yang dia butuhkan. Ketika dia memiliki hasil panen yang lebih besar dari yang diharapkan, satu-satunya masalah adalah bagaimana menyimpan kelebihan yang tidak terduga ini. Jawaban yang dia dapatkan adalah dengan merobohkan lumbung-lumbung yang ada yang masih bagus dan  membangun yang lebih besar agar hasil panen tertampung dan tidak kemana mana.


Keasyikannya dengan menyimpan kelebihannya membutakannya. Yang  dipikirkannya adalah untuk apa kekayaannya. Hai jiwaku ada banyak barang padaku, berisitirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah. Pertimbangan yang ada hanya untuk kesenangan sendiri, yang pada akhirnya ketika Tuhan bilang hai orang bodoh, malam ini juga jiwamu akan diambil. Apa jadinya? 

Demikialah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri,tapi tidak kaya dihadapan Allah” Kesimpulan perumpamaan Yesus.

Apa pembelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini?

Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan (mengutip lagu Herline Pirene). 

Memiliki harta yang banyak pasti juga dambaan setiap orang. Ada tabungan yang cukup membuat kita aman. Setuju. Pertanyaannya, betulkah  berpikir bahwa harta yang lebih banyak akan membuat hidup lebih aman?. 

Teringat nasehat orang hebat di dunia, saat terbaring di rumah sakit, “harta yang paling mahal dan berharga adalah ranjang rumah sakit ini”. Tidak ada yang bisa menggantikannya. Maka buatlah kebaikan selagi anda dianugrahi kemampuan untuk mengumpulkan harta. Berbagilah untuk orang lain dengan kelebihan yang dianugrahkan Tuhan kepadamu. Life is unpredictable.(steve Jobs)


Pembelajaran berikutnya: Yesus berkata kepada kita bahwa apa yang membuat hidup kita benar-benar aman adalah kaya di mata Tuhan. Kita menjadi kaya di hadapan Tuhan dengan menyadari bahwa semua yang kita miliki pada akhirnya adalah pemberian dari Tuhan. 


Jika kita membuat diri kita kaya di hadapan Tuhan dengan hidup bermurah hati  rela berbagi dari rejeki yang telah Tuhan berikan kepada kita, maka hidup kita akan benar-benar terjamin dengan keamanan yang bertahan melampaui kehidupan duniawi ini sampai ke keabadian.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku tidak ada yang kekal di dunia ini. Hidup hanya sekali, jangan sia-siakan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Tuhan memberkati. (rm. made)

sharing Sr. Antonella Osf

Setuju Romo, bagus sekali Romo...Kita tidak mengingkari bahwa kita sangat membutuhkan harta dan uang. Namun seperti contoh pada Injil bahwa harta tidak menjamin suatu kebahagiaan. Sifatnya sangat sementara, seperri yang dikatakan oleh Tuhan... Hai orang bodoh malam ini.... Namun kalau kita bisa kaya dalam hal kebaikan setelah kita matipun itu tidak akan hilang... Maka sangat setuju  Romo disamping kita juga membutuhkan barang2 agar tetap sehat dan semangat dalam pelayanan namun marilah terlebih kita berbuat baik bagi orang lain, sehingga kehadiran kita berarti bagi orang lain. Tuhan memberkati.

Sabtu, 17 Oktober 2020

Sabtu.17.10.20 Inspirasi pagi: semuanya akan baik baik saja

Sabtu.17.10.20 Inspirasi pagi PW. Ignasius dari Antiokia

Lk.12:8-12 “semuanya akan baik baik saja”

 

Dalam keadaan lesu, dukungan yang diharapkan tidak kunjung tiba, pembangunan gereja sudah dimulai, orang juga tidak anthusias,  biasa biasa saja, bahkan ada yang cuek bebek, saya sering berkata kepada diri saya sendiri, “semuanya akan baik baik saja”, pada waktunya orang akan bersemangat, umat akan bergairah lagi, pembangunan gereja tetap akan jalan. 

Tidak perlu terlalu kawatir. Suatu saat nanti selalu akan ada orang baik yang iklas membantu. 


Saya amat yakin. Tuhan akan mengirimkan orang yang iklas berbagi, ketika kita juga bekerja dengan tulus, jujur dan bertanggungjawab. Hal itu selalu saya sampaikan kepada panitia pembangunan. Sebuah cara memberi kesaksian yang sederhana.


 Bekerja secara   baik, bertanggungjawab disaat orang meragukan ketulusan dan niat kita, memang tidaklah mudah. Akan selalu ada orang  yang cendrung hanya mencari-cari  kesalahan, sebaik apapun anda bekerja.  Bekerja baik saja masih dianggap tidak becus, apa lagi kalau kita bekerja kurang baik, asal asalan.  Namun tetaplah bertahan, bekerjalah dengan sepenuh hati, karena semuanya “akan baik baik saja” Roh kebaikan akan selalu memberi dukungan ketika anda bekerja keras jujur iklas dan bertanggungjawab. 


Pada pembacaan Injil pagi ini, Yesus memberikan semangat kepada murid muridnya: disaat kalian berhadapan dengan kesulitan, jangan kawatir. Jika kamu menyatakan diri untuk saya, saya akan menyatakan diri untuk kamu”.  Jika kamu bekerja dengan baik, itu juga bagian dari kesaksian hidup, tidak aneh aneh, Roh kebaikan, Roh kudus akan membelamu. Sebaliknya jika kamu melakukan penyangkalan, jangan kan orang lain, Aku sendiri yang akan menyangkalmu. 


Kekuatan bekerja dengan jujur dan tulus dalam keadaan apapun akan memiliki dampak besar.  Segala sesuatunya akan baik baik saja.  Roh Kudus akan membantu kita dalam kelemahan kita.  Tetap mohon kekuatan Roh Kudus, agar kita tetap tegar menghadapi krisis iman yang sering muncul disaat saat kita lemah jiwa, nasehat St. Paulus kepada jemaat di Efesus.


Roh Kudus diberikan kepada kita pada saat-saat seperti itu, jika kita membuka hati untuk menerima Dia. Lagi-lagi Roh Kudus diberikan kepada kita pada saat-saat seperti itu, Kita dapat percaya bahwa Roh Kudus akan selalu ada untuk membantu kita, 'ketika saatnya tiba', kapanpun waktunya dan apa pun situasi yang kita hadapi.



Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tetap semangat, mulailah kembali hari hari kita dengan anthusias, miliki pristiwa pentakosta lagi, kembali dengan semangat baru yang lebih kuat. Hadapi tantangan. Semuanya akan baik baik saja. Tuhan memberkati.


Sharing sr. Antonella Osf:

Selamat sore Romo... Maaf baru sempat buka HP. Terima kasih Romo untuk supportnya ya luar biasa...Saat ini memang situasi yang sangat sulit Romo. Khususnya di Jawa mungkin disini situasinya berbeda...Banyak perusahaan yang cukup bagus bangkrut, pengangguran semakin banyak, kejahatan dimana-mana terjadi, covid tak kunjung pergi...Banyak umat yang cemas, bingung, kami juga tidak dapat berbuat banyak namun mencoba empaty dan mengajak mereka paling tidak bisa bertahan untuk setia kepada Tuhan karena kita percaya, suatu saat situasi ini pasti  akan berlalu. Dan pengalaman seperti ini dialami banyak orang bukan kita saja...Semoga Tuhan segera membebaskan kita dari kesulitan ini...

Jumat, 16 Oktober 2020

Jumat.16.10.20 Inspirasi pagi: Tuhan sedemikian detail mencintai....

Jumat.16.10.20 Inspirasi pagi

Lk.12:1-7 : Tuhan sedemikian detail menicintai kita.

Di tengah persoalan hidup, tidak jarang kita kehilangan harapan, merasa diri tidak penting, merasa kecil dan tidak berdaya, dan tidak berharga. Apakah memang benar demikian? 

Tidak juga sepenuhnya benar. Tidak baik juga sering merasa minder, mengisi ruang pikiran dan perasaan kita dengan hal hal yang melemahkan.

Jika orang lain menganggap diri kita tidak berharga, atau bahkan jika kita  sendiri memang berkpikir bahwa  kita ini sampah saja, tidak demikian halnya dengan Sang Pencipta kita, yang menjadikan kita “gambarnya sendiri”. 

Saya percaya Tuhan tetap menganggap  anda adalah pribadi yang berharga dimata-Nya. Ia begitu detail memperhatikan ciptaannya, gambarnya sendiri.

Bayangkan,  Yesus menyatakan bahwa lima burung pipit dapat dibeli dengan dua duit, artinya harga yang paling murah, sungguh tidak ada yang terlupakan. Sepertinya Yesus mengatakan bahwa Bapanya mengetahui detail ciptaannya. Apa yang tidak terlalu berharga di mata kita, seperti seekor burung pipit, sungguh bernilai di mata Tuhan. 

Yesus melanjutkan dengan mengatakan jika itu yang terjadi dengan burung pipit, terlebih lagi kita yang diberi materai “citra-Nya”, kita yang lebih berharga dari ratusan burung pipit, seperti yang Yesus katakan, bahkan rambut di kepala kita pun sudah dihitungnya, sangat diperhatikan Tuhan. Benar benar detail bukan?

Hari ini Yesus bersikukuh bahwa kita berharga di mata Bapa-Nya. Kita sangat berharga dan bernilai. Mari kita syukuri selalu sambil mundur sejenak dari hiruk pikuk kehidupan yang ramai, ada orang demo, ada korona yang tidak kunjung padam. 

Tetap anthusias membangun harapan bahwa kita bukan orang yang dilupakan, kita perlu mengingatkan diri kita sendiri bahwa Tuhan tidak melupakan kita. Jika tidak satu burung pipit dilupakan di hadapan Tuhan, Ia pasti tidak akan pernah melupakan diriku. Dia hadir dalam rupa cinta. Dia menjelma dalam orang-orang baik dan murah hati yang rela berbagi rejeki. Ia hadir pada orang tua yang peduli dengan anak anaknya. Ia hadir pada rekan kawan yang menyemangati mereka yang terpuruk. Ada seribu cara Tuhan memperhatikan dan mencintai kita. Percayalah.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Mari mengingat  mereka yang berharga bagi hidup kita, siapa dia, siapa mereka, anda lebih merasakan, anda lebih detail mengetahuinya. Tuhan memberkati.


Kamis, 15 Oktober 2020

Kamis.15.10.20 Inspirasi pagi: "belajar dari Teresa avila....

Kamis.15.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:47-54 “belajar dari Santa Teresa Avila”

Dalam  Injil pagi ini, Yesus menuduh para ahli kitab, yang juga  ahli dalam Hukum Yahudi, telah mengambil kunci pengetahuan. Inilah para agamawan, tokoh  zaman itu yang mengaku tahu kehendak Tuhan dan jalan Tuhan serba lebih. Kesombongan mereka adalah menganggap diri pintar dalam hal Tuhan.

Namun, ketika Yesus mencoba untuk mengajar mereka tentang Tuhan, mereka menolak untuk belajar dan mereka mencoba untuk mencegah orang lain belajar juga dari Yesus. 

Injil pagi ini merekam, “ kalian telah mengambil kunci pengetahuan, tapi kalian sendiri tidak masuk ke dalamnya, tapi orang yang berusaha masuk kalian halangi”. 

Mereka sendiri tidak mau terima ajaran Yesus, tapi   mencegah orang lain untuk masuk belajar mendengar ajaran Yesus. Mereka selalu merasa tahu dan mampu, berusaha berdebat dan mengalahkan dan menyalahkan Yesus, sehingga ada alasan untuk menghukumnya. 

Justru mereka yang kurang terpelajar seringkali lebih terbuka terhadap ajaran Yesus. Teringat Yesus berdoa, “Saya berterima kasih kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena Engkau telah menyembunyikan hal-hal ini dari yang bijak dan cerdas ini dan mengungkapkannya kepada orang orang kecil” 

'Anak kecil” dalam konteks itu adalah mereka yang memiliki keterbukaan untuk belajar, pasrah menerima dari Yesus, siap  menjadi pembelajar dalam hal Tuhan. Anak anak biasanya selalu berusaha untuk mengenal  tidak hanya dengan kepala, tetapi dengan hati. 

Pada suatu kesempatan para murid datang kepad Yesus  seperti 'anak kecil, ingin belajar. 'Ajari kami untuk berdoa', kata mereka kepada-Nya. Sikap rendah hati, “untuk mencari”, dan untuk selalu belajar,  inilah yang disukai dan ditanggapi oleh Yesus.

Dalam keseharian hidupnya sebagai seorang Karmelites, Teresa dari Yesus hidup mengandalkan kekuatan Tuhan. Hanya dalam Tuhan, solo Dios basta, aku mampu bertahan. Hanya dalam Tuhan saja hidupku berarti. Santa Teresa dari Yesus yang lahir di Avila, ( Teresa dari Avila) Sepanyol menulis , “Semakin maju anda mencintai sesama, semakin maju anda mencintai Allah”. Terasa dari Yesus selalu belajar untuk melewati tantangan dan godaan dengan penuh ketekunan dan kesabaran dan kepasrahan dalam melayani sesama anggota rubiah Karmelites. Pasti hal yang  tidak mudah.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tidak ada yang tahu segalanya tentang segala hal, namun setiap orang memiliki pengetahuan tentang beberapa hal. Mari kita selalu belajar, tekun, belajar rendah hati, belajar bersabar,  karena hidup  adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti, sampai Tuhan memanggil kita pulang. Tetap iklas berbagi, berbagi apa yang kita ketahui, namun menerima dari orang lain apa yang mereka ketahui. Itulah kehidupan. Belajar dari ibu Teresa dari Avila. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Antonella Osf
 Selamat pagi Romo. Terima kasih untuk kiriman inspirasi paginya yang bagus... Kita bisa belajar banyak dari Firman Tuhan hari ini Romo. Begitu juga dari orang2 Farisi yang merasa diri super sehingga tidak perlu lagi belajar dari apa yang diajarkan oleh Yesus. Bahkan saking mantapnya, orang yang  mau masukpun dihalangi. Semoga hari ini kita dianugerahi keterbukaan hati untuk dengan rendah hati belajar dan melengkapi diri dari orang lain, karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan, juga terbuka memberi kepada mereka apa yang kita miliki. Sehingga kehadiran kita sungguh dirasakan dan betmanfaat bagi mereka yang ada disekitar kita..Tuhan memberkati.

Rabu, 14 Oktober 2020

Rabu.14.10.20 Inspirasi pagi : jadilah terang....

Rabu.14.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:42-46 “Jadilah cahaya  dan saluran berkat bagi orang lain”. 

Sebaliknya jangan memberi beban yang tak terpikulkan  kepada orang lain, sementara anda sendiri tidak mampu memikul sedikitpun. Itu nasehat sekaligus kritik  yang disampaikan Yesus kepada “pengacara, ahli kitab dan lagi lagi orang Farisi. 


Yesus tidak bermaksud menghina mereka, hanya mengingatkan agar jangan menggunakan kursi kehormatan untuk membebani orang lain. Atau membuat sensasi yang berlebihan di ruang publik. Kalau berderma, jangan sampai tangan kirimu tahulah. Seperti itu imaginasi saya.


'Pengacara' yang dikritik Yesus di akhir pembacaan Injil hari ini bukanlah 'pengacara' seperti yang kita gunakan  pada istilah ini, “orang-orang yang ahli dalam berbagai jenis hukum perdata”. Melainkan orang yang ahli dalam hukum agama, kitab suci, yang paham benar tentang ilmu Ketuhanan apa lagi ilumu agama. Sepertinya untuk siapa ya?


Yesus melihat dan merasa bahwa para pengacara ini menafsirkan Hukum Tuhan, sekehendak hatinya, dengan cara meletakan beban, dan peraturan hukum seberat beratnya untuk orang lain, seharusnya itu tidak perlu. Homilinya penuh dengan nasehat dan permintaan yang berat berat, yang mereka sendiri tidak mampu melakukan.


Wah saya lalu teringat  dengan homili Yesus di mimbar Sinagoga Nasaret, “Aku datang, untuk 'membawa kabar baik bagi orang miskin ... membebaskan para tawanan dan memulihkan penglihatan bagi orang buta dan membiarkan yang tertindas pergi'. Dia datang untuk mendampingi dan memberdayakan. Dia dapat melakukan semua ini karena Roh Tuhan ada pada-Nya. 


Yesus ingin menghembuskan Roh itu ke dalam seluruh hidup kita. Roh Kudus adalah semangat hidup Yesus yang pemberi kehidupan dalam hidup kita sendiri, melalui kita, untuk kehidupan orang lain. Ia tidak ingin murid muridnya mencari kehormatan melulu meski hal itu sangat diinginkan. Ia ingin para murid menghasilkan hidup yang dipimpin oleh Semangat Hidup yang dimiliki Yesus seperti yang sering disampaikan-Nya,  “Roh Tuhan ada padaKu”


“'Roh adalah hidup kita'” dan jika kita membiarkan diri kita 'dipimpin oleh Roh' itu,  akan menghasilkan buah yang berlimpah, yakni  'kasih, sukacita, damai, kesabaran. , kebaikan, kebaikan, kesetiaan, kelembutan dan pengendalian diri, ucap santo Paulus kepada jemaat di Galatia.

Sangat beda bukan, Tuhan Yesus menghendaki kita menjadi orang yang tidak terbebani, tapi juga tidak membebani, melainkan menjadi terang bagi orang lain. Teringat akan kotbahnya di Bukit “'biarlah terangmu bersinar di hadapan orang lain, sehingga mereka dapat melihat perbuatan baikmu dan memuliakan Bapamu di surga'. Itulah kehormatan dan kemuliaan para murid murid Tuhan.

 

Selamat  pagi sahabat, saudari saudaraku. “Where you are is where the blessing will be”. Dimanapun kita berada, di rumah, di kantor, dimana saja, jadilah pribadi yang dapat menerangi dan menjadi saluran berkat bagi sesama. Amazing, tapi tidak mudah. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo, terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang sangat bagus....Tuhan Yesus mengecam sikap orang2 Farisi yang sangat bertentangan dengan sikap Yesus seperti yang telah Romo ungkapkan diatas....Tuhan Yesus ingin memberkati, membahagiakan dan mencintai manusia, bukan sebaliknya membebani mereka. Semoga hari ini kita betul2 menunjukkan sikap menghargai dan mampu tenggang rasa kepada sesama sehingga tidak menjadi beban bagi orang lain. Melainkan menjadi berkat bagi mereka. Tuhan memberkati..





Selasa, 13 Oktober 2020

Selasa.13.10.20 Inspirasi pagi: cara hidup kita itu penting

Selasa.13.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:37-41 “cara hidup kita itu penting”

Ada pepatah yang sudah sedemikian akrab di telinga kita.  'Jangan menilai buku dari sampulnya' dan 'semua yang berkilau bukanlah emas'. Kedua pepatah itu  mengungkapkan kebenaran bahwa apa yang kita lihat dengan mata telanjang tidak selalu menjadi panduan yang baik untuk keadaan  yang sebenarnya. Citra dan kenyataan tidak selalu cocok. 


Nah ini kisah yang pas untuk menggambarkan dua pepatah itu. Suatu ketika  seorang Farisi mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Dia masuk dan duduk di meja. Orang Farisi  sangat terkejut melihat bahwa Yesus tidak mencuci tangan dulu sebelum makan sesuai dengan kebiasaan. 


Melihat keasyikan tuan rumahnya dengan hal hal yang tampak di luar, seperti kebersihan ritual, Yesus mengingatkan dia bahwa yang penting di mata Tuhan adalah hati yang bersih dan jiwa yang murni.  ‘'Oh, kamu orang Farisi! Anda membersihkan bagian luar cangkir dan piring, sedangkan di dalam diri Anda penuh dengan kebusukan dan kejahatan. 

Yesus menyatakan bahwa orang Farisi  lebih mementingkan hal hal yang kelihatan saja, bagian luar saja atau citra diri saja daripada apa yang ada di dalam hatinya. Keasyikan dengan citra diri, kebersihan ritual, menjadikan mereka tidak fokus pada kebersihan yang lebih dalam, yang disebut Yesus di tempat lain sebagai kemurnian hati. 

Jika hatimu benar, banyak hal lain akan benar. Hati seseorang dapat dipenuhi dengan kejahatan, tipu tipu, pemerasan atau keserakahan, meskipun penampilan dirinya nampak sebagai orang yang taat dengan ritual beragama, rajin berdoa, tapi pelit bersedekah. 

Dengan cara lain Santo Paulus mengatakan, kepada jemaat di Galatia bukan sunat yang penting untuk bertobat,  “yang penting adalah iman yang membuat kekuatan hidup dirasakan melalui cinta', atau, 'iman yang bekerja melalui cinta'. 


Hidup ini memang tidak semata mata tentang citra diri, tapi bagaimana kita menjalani hidup dengan baik. Tidak sekedar meraih mimpi mimpi, tapi ada hal yang penting, yakni cara hidup kita. Hidup yang sukses diraih dengan cara yang tidak jujur atau dengan gaya hidup yang tidak sehat misalnya dengan obat obatan, sesungguhnya hidup dengan “tipu tipu saja”. Mari berlomba menjadi inspirasi bagi orang lain lewat perbuatan baik. Kuatkan hati, berpeganglah pada cara hidup yang baik.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, semoga hari ini dapat kita lalui dengan baik, dan tetap mempertahankan cara hidup yang baik dan bijak. Hehe tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Antonella Osf

Setuju Romo...Selamat pagi Romo.... Tks atas kiriman inspirasi pagi yang padat makna....Tidak dipungkiri Romo bahwa kemanusiaan kita sering cenderung dan lebih cepat melihat apa yang nampak dibandingkan dengan harus mengenal dulu, mempelajari siapa seseorang, dll. karena untuk itu kita masih membutuhkan waktu.....Akibatnya ya tidak tidak jarang  penilaian kita menjadi keliru....Bahkan bisa jadi berakibat fatal. Maka paling tidak dari diri pribadi kita sendiri, mari kita lebih mendandani batin dan rohani kita dari pada sibuk memikirkan penampilan yang sempurna...Walaupun penampilan secara wajar juga penting kita perhatikan bagi karya kerasulan kita...Tuhan memberkati...







Senin, 12 Oktober 2020

12.10.20 Inspirasi pagi " generasi masa bodoh"

Senin.12.10.20

Lukas 11: 29-32 “generasi masa bodoh”

Generasi ini adalah generasi yang jahat, generasi masa bodoh, acuh tak acuh, mereka meminta tanda. Mudah membanding bandingkan. Namun satu satunya tanda yang diberikan adalah tanda nabi Yunus. Sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang Niniwe, demikian pula Anak Manusia akan menjadi tanda, tanda yang lebih besar dari Nabi Yunus. Anak Manusia yang lebih berhikmat dari Salomo.


Dalam pembacaan Injil pagi ini, orang-orang datang kepada Yesus untuk mencari tanda. Dia menjawab bahwa tanda yang mereka cari sebenarnya ada di depan mata mereka jika saja mereka bisa melihatnya. Orang-orang Niniwe menganggap Yunus lebih serius dan lebih hebat dari Yesus, namun, ada tanda-tanda kehadiran Tuhan yang jauh lebih kuat dalam kehidupan Yesus daripada dalam kehidupan Yunus. 

Ada yang ' lebih besar dari Yunus di sini '. Ratu Sheba menganggap Salomo lebih berhikmat daripada Yesus, namun, ada tanda-tanda kehadiran Tuhan yang jauh lebih kuat dalam kehidupan Yesus daripada dalam kehidupan Salomo. 


Di satu sisi, Yesus mengingatkan orang-orang sezamannya betapa beruntungnya mereka menyaksikan kedatangan-Nya. 

Ayo belajar dari kata-kata Yesus kepada murid-muridnya, 'Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena aku memberi tahu kalian bahwa banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang Anda lihat tetapi tidak melihatnya, untuk mendengar apa yang Anda dengar tetapi tidak mendengarnya. 

Sabda Tuhan mengundang kita untuk terus bertumbuh dalam penghargaan kita atas karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita dalam Putra-Nya, Yesus. Kita diingatkan untuk  menunjukkan penghargaan  atas pemberian diri Yesus untuk hidup kita. Kita diingatkan untuk menghargai anugerah iman untuk  menempatkan dia di pusat kehidupan kita. Tidak mudah memang.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Hidup itu tidak hanya sekedar kagum dan mengetahui banyak hal, perlu ada pertumbuhan dalam diri kita baik dalam segi pengetahuan maupun iman. Mari berhenti untuk membuat perbandingan, apa lagi kalau hanya melihat orang dari kulitnya saja, atau sebalikinya merasa diri penuh dengan kekurangan, hidupku tidak semakmur orang lain. Kita ini lahir dengan keunikan yang hebat bukan? Tidak akan banyak menolong kalau kita selalu membandingkan kekurangan kita dengan kelebihan orang lain. Tetap bersykur untuk apa yang kita miliki. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Antonella Osf
Iya Romo semoga kita sadar dan mampu mensyukuri begitu banya berkat yang telah kita terima secara cuma2...Hati orang2 yang mencari Yesus menuntut tanda...hati mereka tetap degil walaupun sudah dijelaskan sedemikian rupa tetap saja mereka tidak mengerti...dan .menuntut tanda...karena hati dan pikiran mereka tertutup tidak mampu melihat dan menangkap apa yang disampaikan oleh Yesus. Marilah kita mohon rahmat agar kita dimampukan untuk melihat karya Tuhan yang begitu besar, dan olehnya iman kita juga semakin dimantapkan....Selamat siang dan Tuhan memberkati...

Minggu, 11 Oktober 2020

Minggu.11.10.20 Inspiragi : barangkali saja anda.....

Minggu.11.10.20 Inspirasi pagi

Matius 22: 1–14: “barang kali saja anda salah satu yang ada dalam list undangan itu, pakiannya tidak senonoh”

'Temanku, bagaimana kamu bisa masuk ke sini tanpa pakaian pesta?' Tapi dia terdiam. Kemudian raja berkata kepada para petugasnya, 'Ikat tangan dan kakinya, dan lemparkan dia ke dalam kegelapan di luar, di mana akan ada ratapan dan gigi bergemeretak.' Banyak yang diundang, tetapi sedikit yang dipilih. ”


Raja begitu marah, kelompok kecil, minoritas yang dicintainya diberi kesempatan untuk hadir dalam sebuah jamuan kerajaan, jamuan mewah, jamuan dengan anggur yang tua dan lemak dan sumsum, tetapi mereka mengelak untuk datang dengan berbagai macam alasan, sibuk urusan pertanian, bisnis yang baru dirintis tidak bisa ditinggalkan. Tidak hanya itu alasan mereka, bahkan kelompok kecil ini menghina tuan rumah. Akibatnya Raja mengundang semua jenis orang. Semua orang yang ada dipersimpangan jalan, yang kebetulan lewat, mereka yang tidak siap dengan pakean pestapun kena daftar, karena makanan yang disediakan sangat banyak.. Raja ingin semua orang, tanpa kecuali, ada dalam list undangan. Anda juga barangkali sudah terdaftar dalam undangan tersebut?


Kita semua ada dalam daftar tamu Tuhan, yang merupakan kabar baik. Namun, perumpamaan tersebut juga menunjukkan bahwa hak istimewa dari undangan Allah ini perlu ditanggapi. Tuhan ingin kita semua ada di meja-Nya, tetapi Tuhan membutuhkan kita untuk ingin berada di sana dan Dia ingin kita muncul dengan pakaian yang pantas.


Seperti apa pakian yang pantas? Datang dengan  jeans sobek sobek dilutut, atau celana pendek seksi, atau batik dengan branding terkenal tapi sayang tanpa masker? Barang kali ini menjadi permenungan dan pembelajaran  kita pada minggu pagi ini. 


St. Paulus  dalam salah satu suratnya menjelaskan seperti apa pakaian kecantikan itu. Dia berkata, ‘kenakanlah dirimu dengan kasih sayang, kebaikan, kerendahan hati, kelembutan hati, dan kesabaran… saling mengampuni, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu…. Ini adalah pakaian yang harus kalian kenakan setiap hari dalam hidup, sebagai persiapan untuk perjamuan yang luar biasa yang telah Tuhan persiapkan untuk kita.


Tuhan sangat menghargai kita sehingga Dia sangat ingin kita hadir di pesta besar Putra-Nya. Panggilan Kristiani selalu merupakan panggilan untuk hidup dengan penuh sukacita dan harapan. “Not to be succsessful, but to be faithful (Ibu Theresia dari Kalkuta)

Kehidupan yang menggembirakan dan penuh harapan yang Tuhan panggil kita bukanlah cara hidup yang membuat kita puas diri atau sombong, sukses melulu. Kehidupan yang penuh harapan dan kegembiraan yang otentik akan selalu melimpah untuk melayani orang lain. Ketika 'Saya lapar Anda memberi saya makanan  ketika Saya haus Anda memberi saya minuman ketika saya orang asing Anda menyambut saya dan memberi tumpangan,ketika Saya sakit dan Anda merawat saya '. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, “jangan lupa ekaristi pada pagi ini”.  Entah on line atau of line, inilah cara kita mencicipi perjamuan Tuhan, sehati sejiwa dalam sukacita pakian kecantikan yang berasal dari dalam hati. Itulah pakian yang terindah. Tetap berbuat kebaikan. Selamat hari minggu. Tuhan memberkati.



Sabtu, 10 Oktober 2020

Sabtu.10.10.20 Inspirasi pagi "generasi yang berbahagia...

Sabtu.10.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:27-28 “generasi yang berbahagia”


Teman teman masih ingat, “Jangan lupa bahagia”, ucap Mgr.Robertus Rubiyatmoko,  sambil nyapu halaman. Saya tidak tahu yang membuat viral ajakannya atau nyapu halaman dengan pakian yang unik dan seperti kebanyakan orang.


Bahagia itu memang pilihan. Perlu diciptakan, bukan ditunggu melainkan harus diambil. Seperti Ibu Yesus telah memilih dalam doa  yang kita sebut Magnificat, menyenandungkan  bahwa semua generasi akan menyebutnya bahagia. Aku ini hamba-Mu, “Let it be me”


Banyak orang mengeluh atas hidupnya setelah melihat orang lain lebih sukses. Seseorang pencinta HP mengeluh HPnya sudah tua, tidak modest lagi. Kalau melihat orang lain pake HP keren, ia gelisah.  Sebuah keluarga iri karena keluarga tetangganya selalu bisa menghabiskan waktu bersama untuk rekreasi bersama istri dan anak anaknya. Seorang manejer iri melihat rekan sejawatnya yang justru sudah berhasil. Begitulah roda kehidupan.


Saat Yesus berbicara, seorang wanita dalam kerumunan itu mengangkat suaranya dan berkata, 'Bahagia rahim yang melahirkanmu dan payudara yang kau hisap!' Tetapi dia menjawab, 'Lebih bahagia lagi mereka yang mendengar firman Tuhan dan menyimpannya!'

Bacaan Injil pagi ini mungkin salah satu yang terpendek. Itu hanya dua ayat. Ini adalah percakapan yang menarik antara Yesus dan seorang wanita tanpa nama yang hanya dapat ditemukan di dalam Injil Lukas.

 Seorang wanita begitu terpesona oleh apa yang Yesus katakan sehingga dia secara spontan mengucapkan “bahagia ibu yang menyusui-Mu”. Seorang wanita menyatakan wanita lain diberkati karena dia adalah ibu Yesus, ibu  yang sangat istimewa. Ibu yang bulan ini menjadi perhatian istimewa umat Kristiani.

Yesus pasti sangat menghormati ibunya. Namun, Dia mengajak orang untuk melihat “arti kebahagian” lebih luas, 'Masih lebih bahagia dan lebih diberkati orang-orang yang mendengar firman Tuhan dan menyimpannya'. 


Ee teringat akan   “benih yang jatuh di tanah yang baik digambarkan sebagai 'orang yang, ketika  mendengar firman, memegangnya dengan kuat dalam hati yang jujur ​​dan baik, dan menghasilkan buah dengan kesabaran'. Itulah mereka yang berbahagia.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tidak elok juga selalu membandingkan diri dengan orang lain. Kegembiraan hidup tidak terletak pada kondisi kita, tapi pada apa yang kita pikirkan. Protes dan keluhan semakin menjauhkan kita dari rasa syukur. Hanya hati yang iklas dan penuh syukur dapat membuat orang mudah tersenyum. Begitulah. Jangan lupa memilih tersenyum pagi ini. Tuhan memberkati. 


Jumat, 09 Oktober 2020

Jumat.9.10.20 Inspirasi pagi "cptakan hal positif"

Jumat.9.10.20 Inspisrasi pagi

Lk.11:15-26 “Ciptakan hal positif”.


Injil hari ini mengajarkan kepada kita untuk tidak boleh menuduh dan memberikan penilaian yang negatif atas orang lain, apa lagi dengan tipu-tipu untuk menghancurkan nama baik seseorang. Orang Farisi menuduh Yesus menggunakan kuasa beelzebul ketika Ia menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Sungguh prasangka yang sangat ekstrim negatif.


Simak perdebatan Yesus dengan orang Farisi. Ketika Yesus telah mengusir iblis, orang Farisi  berkata, 'Melalui Beelzebul, kepala iblis, dia mengusir setan.' Yang lain bertanya kepadanya, untuk menguji, dan meminta tanda dari surga; tetapi, mengetahui apa yang mereka pikirkan, Yesus  berkata kepada:  'Setiap kerajaan yang terpecah akan menuju kehancuran, dan rumah tangga yang terpecah akan runtuh. Begitu juga dengan Setan: jika dia terpecah belah melawan dirinya sendiri, bagaimana kerajaannya bisa berdiri? -  Anda menuduh  bahwa melalui Beelzebul saya mengusir setan sekarang, jika melalui Beelzebul saya mengusir setan, melalui siapa ahli anda sendiri mengusir mereka? 

Jangan sembarang menuduh. Tetapi jika melalui jari Tuhan saya mengusir setan, ketahuilah bahwa kerajaan Tuhan telah datang. (Saya membayangkan dialog Yesus seperti itu).

Bagaimana seseorang yang berbuat kebaikan Tuhan bisa dihubungkan dengan penghulu iblis? Kecenderungan untuk menjelekkan telah muncul sepanjang sejarah manusia. Satu kelompok menjelekkan yang lain. Beberapa orang dirasuki setan tanpa dasar. Orang saling menjatuhkan satu sama lain. 


Menyatakan Yesus bersekutu dengan Setan adalah contoh paling ekstrim dari penghinaan yang tidak masuk akal. Menanggapi tuduhan itu, Yesus menyatakan bahwa itu adalah jari-jari Tuhan, tangan Tuhan. Itulah tanda tanda  Kerajaan Allah datang. 

Apa pembelajaran yang dapat kita petik dari kisah injil hari ini?

Carilah dan rasakan jari jari Tuhan melalui orang yang kita anggap kurang berkenan dalam hidup kita, yang mungkin menimbulkan rasa iri dalam kehidupan kita. Masih ingat perumpamaan tentang lalang dan gandum mengingatkan kita bahwa ada campuran yang baik dan yang tidak begitu baik dalam diri kita masing-masing. Selalu ada kecendrungan negatif dalam diri kita.


Yesus sangat baik; Setan benar-benar jahat. Kita semua ada di antara keduanya. Setiap hari berpikir negatif dan jelek akan membuat kita menjadi negatif, dan resah. Setiap orang yang berada dalam lingkaran api, akan merasakan hawa panas di tubuhnya, begitu juga apa bila kita ada dalam lingkaran positif, kita akan merasakan hawa positif di hidup kita. Rayakan kebaikan, sebab kita  dipanggil untuk  kebaikan.  



Setiap orang diberi kemampuan dan talenta, namun juga  kemampuan untuk memanfaatkan setiap kesempatan dengan hitung hitungan yang baik. Kalau kita belum berhasil bukan berarti kita gagal.


Selamat pagi sahabat dan saudari saudaraku. Kita tidak akan pernah bersyukur kalau kita selalu melihat sisi negatif orang lain, apa lagi selalu membandingkan hidup kita dengan orang lain. 


All is well. Tetap semangat dalam berbagi kebaikan. Tuhan memberkati.



Kamis, 08 Oktober 2020

Kamis.8.10.20 Inspirasi pagi "mintalah"

Kamis.8.10.20 Inspirasi pagi

Lukas 11: 5-13: 'mintalah….maka kamu akan mendapatkan'.

“Ayat ini sangat menggoda dan paling kusukai” , karena merupakan ayat yang sangat menjanjikan, dan aku percaya itu, ungkap seorang ibu separuh baya yang selau ikut perayaan ekaristi pagi suatu hari di halaman gereja. “Mintalah maka kamu akan menerima”, “cari maka anda akan mendapatkan”, “ketuklah maka pintu akan dibukakan”.


Namun banyak juga yang kecewa karena janji itu tidak pernah terwujud dalam kehidupannya. Ada seorang istri sangat terpukul, karena ditinggal suaminya begitu saja, sehinga ia harus menghidupi anaknya yang masuk usia remaja. Pukulan ini sulit diterima, maka iman percaya mulai tergoyangkan, janji Tuhan diragukan, imannya terus melemah.


Namun,Yesus tetap menegaskan, tetaplah percaya Tuhan tetap baik bahkan jauh lebih baik lagi. Sebab setiap ayah yang baik akan memberikan anak-anaknya apa yang baik. Demikian pula, tetangga yang baik  tetap akan ramah dan baik hati  kepada teman yang membutuhkan sekalipun di tengah malam, sekalipun ia pada awalnya mengeluh karena mereka sedang istirahat. 


Yesus menyatakan bahwa Tuhan jauh lebih murah hati dan lebih penuh kasih daripada yang terbaik dari seorang  ayah dan tetangga manusia. Itulah mengapa Yesus memanggil kita untuk meminta kepada Tuhan apa yang kita butuhkan dengan harapan mendapatkan jawaban, 'Mintalah, dan itu akan diberikan kepadamu; cari, dan Anda akan menemukan; ketuk dan pintunya akan dibukakan untukmu. 


Namun, yaitu seperti contoh diatas, kita sadar tidak semua doa permohonan selalu dijawab seperti yang kita  inginkan. Anda yang  meminta dan tidak selalu menerima. Kalian yang mencari tidak selalu menemukan, bahkan ketika anda mengetuk pintu orang justru tidak peduli. Lalu apa pembelajarannya?


Pembelajarannya ialah tetaplah berusaha, jika pintu lain tertutup pintu-pintu lain masih akan terbuka, selalu ada kesempatan, sebab tidak ada usaha yang keras dan tulus, yang sepenuhnya tidak dijawab. Awalnya pasti akan sulit dan banyak tantangan dan penolakan.  

Pembelajaran berikutnya ialah, tantangan dan kesulitan bahkan kegagalan bukan berarti hilangnya kesempatan. Selama ada iman harapan dan niat baik, saya yakin pintu lain akan terbuka. 

Pembelajaran ketiga, Jangan pernah lelah untuk berusaha dan datang meminta pertolongan Tuhan. Bila pintu yang satu tertutup, lari dan ketuklah pintu yang lain. 

Percayalah, Tuhan menyiapkan sebuah rencana dan kesempatan yang jauh lebih baik, ketika kita selalu berusaha berpegang pada harapan yang positip. Jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan. Carilah kebaikan, maka kita akan mendapat keberanian untuk mendapatkannya.

"Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Selamat pagi sahabatku, saudari saudaraku. Awali pagi dengan happy dan senyum. Tuhan memberkati.

Rabu, 07 Oktober 2020

Rabu.7.10.20 Inspirasi pagi "memelihara kebiasaan baik"

Rabu.7.10.20 Inspirasi pagi

Lk.11:1-4, “pada pesta Maria Ratu Rosario”

“Memelihara kebiasaan baik”

Bermula pada sebuah salib dan untaian pendek yang terdiri dari tiga manik manik kecil dan sebuah manik manik besar, kita mengucapkan doa aku percaya, doa Bapa kami, dan 3 salam Maria, selanjutnya lima kelompok sepuluh manik-manik,untuk mendaraskan doa salam Maria diselingi dengan manik manik besar kusus untuk doa Bapa Kami. Itulah lingkaran Doa Rosario. Doa sederhana untuk melatih dan memelihara kebiasaan baik. 


Tercatat dalam sejarah gereja pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama- sama dengan banyak umat beriman berdoa rosario di basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, doa rosario tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. Walaupun tampaknya mustahil, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada tanggal 7 Oktober tersebut. Kemudian  doa sederhana ini menjadi tradisi yang penting dalam kehidupan doa, tradisi  suci yang dihormati gereja pada hari ini. 


Seperti Doa Bapa kami adalah doa yang sederhana, namun kaya makna merefleksikan secara mendalam pristiwa kehidupan kita sebagai mahluk ciptaan-Nya, yang harus memiliki relasi yang baik dengan Bapa. Mahluk lemah yang mampu memuliakan Bapa memohon kehadirannya menjalankan roda kehidupan seperti yang dikehendaki-Nya. Doa yang mengajarkan kita berbagi rejeki, hidup saling menghormati dan menghargai serta memaafkan. 


Sering mendaraskan doa rosariio, maupun doa Bapa kami, adalah kebiasaan yang baik yang sangat membantu kita untuk membangun kehidupan yang mengandalkan kekuatan Tuhan, bahwa kita bukan siapa siapa, seperti diucapkan Maria, Aku ini hanyalah hamba-Mu, Tuhan. Tetapi juga membangun kesadaran bahwa hidup yang harmonis dan indah terjadi ketika kita mampu saling memaafkan satu sama lain. Seperti seorang ayah yang mendapatkan kembali keluarganya ketika menerima “maaf” dari istri dan anaknya atas kesalahannya selama ini, lalai, kurang berkomitmen, lupa janji suci, melalang buana entah kemana.


Teringat akan dongeng yang menceritrakan seorang ayah yang mengajarkan anaknya untuk membangun sebuah kebiasaan baik. Sang ayah mengatakan, anakku dalam dirimu akan selalu ada pertarungan dahsyaat antara dua srigala, srigala yang jahat dan srigala yang baik. Srigala yang jahat adalah perasaan marah, iri hati, sombong, malas, dendam, tigak mau memaafkan. Sementara srigala yang baik adalah perasaan ramah, sabar, penuh perhatian, rendah hati, pemaaf, penuh cinta. Lalu sang anak bertanya dengan polos, “srigala yang mana yang akan menang?” Dengan bijak sang Ayah menjawab: anakku mau pelihara srigala yang mana?


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, jika kebiasaan buruk yang kita pelihara, berarti kita membiarkan srigala yang jahat menguasai hidup kita. Banyak orang mengatakan bahwa musuh terbesar sesungguhnya ada dalam diri kita.


Maka dari itu jangan membiarkan diri jatuh dalam pencobaan dan memimpin hidup kita. Tetap sehati dalam doa dan saling mendoakan, itulah berkat yang indah. Tetap berbagi kebaikan sekecil apapun. Tuhan memberkati.



Selasa, 06 Oktober 2020

Selasa.:6.10.20 Inspirasi pagi indahnya seni membuang waktu...

Selasa.6.10.20 Inspirasi pagi

Lk 10:38-42 “indahnya  seni membuang waktu

Para pastor di pedalaman sangat akrab dengan model “pastoral turnee” pergi dari satu kampong ke kampong untuk mengunjungi umat. Jarak tempuh cukup jauh. Kalau musim hujan butuh waktu extra. Ketika sudah sampai di stasi belum tentu umat berkumpul. Perlu “seni membuang waktu” itu nasehat yang pernah saya dengar dari Pater Herman Cremars CP sewaktu saya menjalani tahun orientasi bersama beliau th.1982 di Tumbang titi. 


Duduk menunggu umat sambil berceritra atau mendengarkan kisah ceritra termasuk seni membuang waktu. Ternyata perlu seni juga agar tidak capai dan bosan. Bagi para pastor yang sudah punya jadwal ketat kadang lebih senang biar dua tiga umat berkumpul, misa segera harus dimulai. Sekalian memberi pembelajaran agar umat disiplin, tidak molor terus dalam perayaan ekaristi, seperti itu pembelaannya.


Injil hari ini menunjukkan bahwa aktivitas hingar-bingar, bahkan ketika dilakukan untuk Tuhan, tidak selalu seperti yang diinginkan Tuhan. Ketika Yesus tiba di rumah Martha, dia mulai khawatir dan resah tentang banyak hal. Aktivitasnya yang berlebihan membuatnya merasa terbebani dan kesal terhadap saudara perempuannya Maria, menghakiminya karena tidak melakukan bagiannya dalam melayani. Yesus dengan lembut mengingatkan Marta yang menilai Maria bahwa dia harus belajar sesuatu dari saudara perempuannya. Maria telah memilih cara yang terbaik yaitu mendengarkan.


Apa pembelajaran yang bisa dipetik dari kisah Marta dan Maria?

Marta tidak salah meminta saudarinya ikut membantunya, hanya kalau lalu menjadi kawatir, sibuk benar  sampai membiarkan tamu duduk kebingungan juga kurang elok. Maria memilih untuk mendengarkan, dengan ramah. Ada keseimbangan peran.

Sungguh mendengarkan juga tidak selalu mudah agar tercipta ruang yang nyaman. Perlu sebuah keterampilan. Perlu seni, agar terasa keindahan dalam mendengarkan, agar muncul trust, atau obrolan dan komunikasi dari hati kehati, ada ketulusan, tidak mencari keuntungan, ada empati. 

Ada sebuah fakta yang mungkin dapat menjadi pembelajaran bagi kita.  Kita bekerja paling tidak  8 jam/hari, maka  kita menghabiskan waktu sebanyak 4 jam untuk berkomunikasi.  Dari 4 jam itu, kita mendengar sebanyak 2 jam,  dari 2 jam tadi, kita benar-benar fokus mendengarkan sebanyak 1 jam. Dari 1jam kegiatan mendengarkan itu, kita mampu mengerti sebanyak 30 menit. Dari 30 menit hal yang kita mengerti, yang kita percayai hanya 15 menit. Dari 15 menit yang kita percayai, yang berhasil kita ingat hanya 8 menit saja. Data ini hanya mau menunjukan skil kita mendengarkan memang masih diasah dan ditempa terus menerus.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Terkadang kita lebih banyak bicara dan lupa atau mungkin enggan mendengarkan orang lain. Dan menyedihkan, ketika kita menutup diri untuk mendengarkan orang lain. Sering tak terhindari kita  selalu merasa diri paling paling sibuk, merasa diri paling dibutuhkan dalam pelayanan, paling berpengalaman, paling ahli dalam bidangnya. Mari selalu untuk mengatakan ada hal yang dapat kita gali sebagai pembelajaran dari orang lain. Ketika kita tidak mau mendengar, menutup diri untuk belajar, kita menutup kemungkinan diri kita untuk bertumbuh. Tuhan memberkati.



Senin, 05 Oktober 2020

Senin.5.10.20.Inspirasi pagi. "cara Tuhan menolong sering mengejutkan...

Senin.5.10.20 Inspirasi pagi

Lk.10:25-37 “Cara Tuhan menolong kita sering mengejutkan”


Perumpamaan tentang Orang Samaria yang baik hati mengingatkan kita bahwa bantuan dapat datang kepada kita dari tempat yang tidak terduga. Orang yang terluka dalam perumpamaan itu kebetulan  seorang Yahudi. Dari kisah kisah ceritra kita tahu orang Yahudi bermusuhan dengan orang Samaria. Orang Yahudi yang kena rampok  tidak akan mengharapkan bantuan datang dari seorang Samaria, yang menjadi musuhnya dalam bermasyarakat. Singkatnya orang Yahudi yang sombong ini tidak mengharapkan bantuan sedikitpun dari musuhnya.


Yang sangat mengejutkan, pria yang lagi sial kena rampok, menemukan bahwa orang baik yang menolongnyanya justru dari  seseorang yang tidak diharapkannya sama sekali. Dibandingkan seorang imam rajin beribadah dan berdoa yang lewat yang hanya melirik saja, orang Samaria ini membuat perbedaan yang luar biasa. 


Terkadang dapat mengalami hal  yang sama dalam hidup kita sendiri. Pada saat-saat mendesak, genting, sumpek,  tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, jalan semua buntu, ada bantuan dari orang-orang yang tidak diharapkan untuk membantu kita. Justru pertolongan muncul dari orang yang sebelumnya kita remehkan atau kita anggap sampah saja. 

Sebaliknya kerap kali kita jumpai dalam hidup justru orang yang kelihatanya aktivis, nasehatnya bagus, sering nulis inspirasi, kelihatan memiliki banyak kesempatan berbuat baik, justru omongannya sering menyakitkan, dan selalu melihat orang lain malas tidak iklas membantu. 


Pembelajaran yang bisa dipetik ialah, saat saat kritis, saat-saat kita butuh pertolongan,  

Tuhan datang kepada kita melalui penyamaran yang tidak biasa, belaskasih dan pertolongannya di dalam dan melalui orang-orang yang dipilih-Nya sendiri. Orang  yang datang justru orang yang selama ini diam, tidak binyak bicara, bahkan yang diangap tidak memiliki kepedulian .


Pembelajaran yang kedua, selalu ada yang bisa kita lakukan untuk membantu orang  lain, terutama di masa Covid ini. Memberi orang lain sedikit waktu kita, sedikit dari kemampuan,  ataupun rejeki lebih yang kita terima. 


Pembelajaran yang ketiga, apa yang dilakukan orang Samaria untuk orang yang terluka itu juga merupakan gambaran dari apa yang Yesus ingin agar kita lakukan untuk satu sama lain, 'Pergi dan just do it” lakukan kebaikan kapan dan dimana saja”. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, waktu berjalan terus, tidak tahu apakah akan panjang atau pendek, mari berlomba dalam kebaikan. Berusaha berpikir positif. Tuhan memberkati.


Minggu, 04 Oktober 2020

Minggu 4.10.20 Inspirasi pagi : kisah penolakan yang brutal

Minggu.4.10.20 Inspirasi pagi

Mt.21:33-43 “Perumpamaan ini adalah kisah penolakan yang brutal”.

Namun Tuan kebun anggur selalu memiliki cara dan inisiatif untuk menghasilkan penggarap-penggarap lain  yang menghasilkan buah-buah yang lebih baik.


Dalam proses pembangunan gereja paroki MRPD, Air Upas yang berbasis beton dan besi baja ringan, mengingat posisi tanah yang lumayan miring, peranan batu belah yang tidak berukuran sangat diperlukan. Batu itu adalah batu yang tidak diperhitungkan, awalnya dari bukit yang dijual murah kemudian dijadikan batu belah. Batu belah itulah  sangat berguna untuk menyangga tanah, batu itu disusun sedemikian rupa sehingga mengunci satu sama lain. Menjadi bangunan pagar yang kokoh yang dapat menjangga seluruh bangunan gereja.


Lalu saya teringat dengan sabda Yesus, “belum pernahkah kamu mendengar batu yang berserakan yang dibuang orang telah menjadi batu penjuru. Sungguh indah untuk dilihat. Kalau begitu Aku memberitahumu bahwa kerajaan Allah  akan diambil darimu dan diberikan kepada orang yang akan menghasilkan buah.Ketika Yesus memasuki Kota Yerusalem dengan keledai, para murid dan banyak orang memuji Dia, akan tetapi lawan lawan Yesus bersikeras agar Yesus membungkam menyuruh para murid diam. Sebagai jawaban, Yesus berkata, 'Saya katakan, jika mereka  diam, batu akan berteriak'. 

Dalam pembacaan Injil hari ini, Yesus berbicara tentang batu yang ditolak oleh tukang- tukang bangunan  yang menjadi batu kunci. Batu yang tidak berukuran. Batu  berbentuk tidak teratur yang menurut pembangun tidak cocok untuk digunakan pada dinding lurus yang mereka bangun. 


Dengan ini, Yesus benar-benar berbicara tentang dirinya sendiri. Dia adalah batu yang ditolak oleh pembangunnya, dihukum mati di kayu salib. Namun dia terus menjadi batu kunci, batu penjuru, dari sebuah bangunan rohani baru, komunitas iman, yang kita sebut gereja. 

Penolakan orang orang terhadap Yesus bukan sebuah akhir. Tuhan membalikkan penolakan itu dengan membangkitkan Yesus dari kematian dan mempersembahkannya kembali kepada seluruh umat manusia, termasuk mereka yang menyalibkan dia. 


Gambaran penolakan manusia terhadap Putra Allah diungkapkan dengan kuat dalam perumpamaan pagi ini. Para penyewa kebun anggur setelah menolak hamba pemilik kebun anggur dengan cara yang sangat kejam, lalu menolak putra pemilik kebun anggur, melemparkannya keluar dari kebun anggur dan membunuhnya. 

Dengan cara yang sama, Yesus, Putra Allah, akan diusir dari kota Yerusalem dan disalibkan tepat di luar tembok kota. Perumpamaan itu adalah kisah penolakan yang brutal. Sungguh Brutal.

Kita sering mengalami kisah penolakan yang membuat kita apatis, putus asa, namun selalu saja ada kasih, ada kebaikan ada sukacita disekitar kita. Selalu ada orang baik yang iklas berbagi dan berbuat kebaikan  di tengah tengah kita, orang orang dengan kwalitas hidup yang baik. Karena apa? Karena Allah tidak pernah lelah untuk mencintai kita. Selalu ada inisiatif baru, Ia tidak pernah menyerah pada penyewa yang brutal dan  jahat. Ia selalu mencari dan menemukan domba yang hilang dan tersesat.

Selamat pagi sahabat, selamat hari minggu. Jangan pernah lelah untuk menghasilkan buah yang baik. Tuhan memberkati.






www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com