Rabu, 21 Oktober 2020

Minggu.18.10.20 Inspirasi pagi: "sejatinya kita adalah gambar Allah"

Minggu misi, 18.10.20 Inspirasi pagi

Mt.22:15-21”Sejatinya kita adalah Gambar Allah”

Kami punya Yayasan Santa Teresia didirikan agar dapat menjadi lembaga yang punya hak untuk menyelenggarakan pendidikan untuk usia dini anak anak paroki kami. Setiap Bulan Maret atau April selalu disibukan untuk membuat SPT, surat laporan pajak yang disampaikan satu tahun sekali,  yang berhubungan dengan perhitungan dan pembayaran pajak penghasilan.


Urusannya ribet sekali.  Udahlah sekolahnya kecil, uang sumbangan pendidikan orang tua pas pasan, kadang masuknya tidak lancar, kita dituntut untuk mengisi neraca pemasukan agar negara dapat menentukan berapa pajak yang wajib di setor ke kas negara. Capek memang, namun kami semua menghargai bahwa kami perlu membayar pajak jika Pemerintah ingin memiliki sumber daya keuangan yang diperlukan untuk menjalankan negara. Masalahnya adalah berapa banyak pajak yang harus kita bayar. 


Injil hari ini bicara soal Pajak. 'Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?' Banyak orang Yahudi sezaman Yesus, seperti orang Farisi, akan memberikan jawaban 'tidak'  untuk  pertanyaan itu, karena mereka percaya bahwa membayar pajak ke Roma berarti mengakui dan tunduk pada pemerintah penjajahan Roma. Orang Yahudi lainnya, seperti para Herodian, para pengikut Herodes, akan menjawab 'ya' untuk pertanyaan itu karena mereka memiliki kepentingan sekurang kurangnya mereka adalah orang yang diangkat oleh  Kaisar Roma menjadi raja kecil di wilayah pendudukan Roma. 


Bacaan Injil mengatakan bahwa orang-orang yang mengajukan pertanyaan kepada Yesus, orang-orang Farisi dan Herodian, bersiap untuk menjebaknya. Perangkap dualisme ini akan membuat Yesus kehilangan muka. Dan itu yang diharapkan para penanya Yesus. 

Menanggapi pertanyaan orang Farisi dan Herodian, Yesus meminta koin yang ada di kantong orang Farisi yang sebenarnya Yesus sudah tahu bahwa mereka siap untuk bayar pajak. Tapi dasar pencundang, yang penting dapat menjebak Yesus.

Memperhatikan bahwa gambar Kaisar ada di satu sisi mata uang, Yesus menyatakan, 'Kembalikan kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar dan kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan'. Jawaban yang mengejutkan.


Kaisar, menuntut kesetiaan mutlak. Tidak setia kepada kaisar, mati hukumannya. Bagi Yesus, kita ini adalah milik Allah, Gambar Allah, oleh karena itu tentu saja, memiliki misi untuk mencintai dengan segenap hati, jiwa dan pikiran kita. Kita memberikan diri kita sepenuhnya dalam cinta kepada Tuhan karena Tuhan telah memberikan diri sepenuhnya dalam cinta kepada kita melalui Anak-Nya. 

Yesus berkata, Kaisar dapat memiliki koin miliknya, namun Yesus menyatakan dalam pembacaan Injil hari ini bahwa semua kehidupan manusia adalah milik Tuhan. 


Memberikan kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan artinya bertahan dalam iman, bekerja untuk Tuhan melalui pengharapan yang penuh.(Paulus kepada jemaat di Tesalonika) 


Selamat pagi sahabat, Selamat hari Minggu Misi, Hidup harus punya misi. Kita tahu apa yang harus kita lakukan sebagai “Gambar Allah”. Hidup saling menghasihi. Tuhan memberkati.


www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com