CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Rabu, 30 September 2020

Rabu 30.9.20 Inspirasi pagi "Fokus"

Rabu.30.9.20. Inspirasi pagi 


Lk.9:57-62 “Fokus”


Kalau mau ingin alur yang lurus lihatlah kedepan, jangan lihat kebelakang.

Nenekku sering berkata, “jangan pernah melihat ke belakang”. Jangan pula terlalu banyak mencari alasan dan pembenaran. Fokus saja ke depan. Masa lalu mungkin adalah masa perjuangan dan penderitaanmu, tapi jangan terlalu terbawa. Masa lalu adalah masa lalu, sekarang yang penting adalah fokus ke depan.

 

Benar sekali kata kata Yesus:  Setiap orang yang siap ... untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang tidak layak untuk Kerajaan Allah. Seorang petani yang membajak harus senantiasa melihat ke depan kalau ia ingin membajak mengikuti alur yang lurus. 


Atau kalau bingung selagi naik motor di jalan yang buruk, dari pada frustasi, ikuti saja alur yang ada, jalani meski lumpur yang dalam, asalkan kedua ban pada alur yang sama ,sealur,  tetap akan lolos sampai tujuan meski lambat. Fokus dan fokus. Sekalipun harus merawat orang tua, ataupun harus pamitan terlebih dahulu dengan orang orang yang dicintai, tetaplah melangkah, lanjutkan perjalanan anda, jangan pernah berhenti dan monoleh sana sini, anda belum tiba sampai garis akhir. Kerajaan Allah menuntut komitmen tinggi dan segenap jiwamu. Berat juga ya.


Yesus memanggil kita untuk mengikutinya dengan sepenuh hati tidak toleh sana sini dengan mengalihkan perhatian; Dia meminta kita untuk berkomitmen dan fokus, dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan pikiran kita, apapun keadaan kita dalam hidup. Sepertinya Yesus mau mengatakan bahwa hanya ada satu cara untuk mengikutinya, berserah diri total  dan fokus. Tampak sangat menantang di telinga kita dan urgen. 



Selamat pagi sahabat, dan saudari saudaraku. Perjalanan kita masih panjang. Jangan berhenti. Apapun yang terjadi  dibelakang kita tidak terlalu penting. Yang penting adalah belajar dari masa lalu dan terus berjalan dengan komitmen penuh. Bila fokus pada alasan dan banyak pertimbangan terkadang kita menjadi lemah dan cendrung menunda banyak hal. Benar kata orang tua, bila fokus pada hal yang buruk, hanya hal buruklah hasilnya. Mari kita ganti fokus kita ke hal  lebih  baik dan positif. Tuhan memberkati.


Selasa, 29 September 2020

Selasa.29.9.20 isnpirasi pagi; "berbahagialah mata.....

Selasa.29.9.20 Inspirasi pagi
Yohanes 1: 47-51 “ Pesta Santo Mikael, Gabriel, Rafael” 
“berbahagialah mata yang melihat, apa yang kamu lihat”

Ketiga Malaikat itu dikenal sebagai malaikat-malaikat Agung baik dalam agama Kristen, Yahudi dan Islam. Gereja Katolik memperingatinya setiap tanggal 29 September, sementara gereja Ortodoks setiap tanggal 21 November. Kenapa disebut Agung, karena mau menunjuk strata tertinggi diantara para malaikat. Mereka adalah para demong, penghulu Malaikat.

Dalam tradisi orang Yahudi ada banyak Malaikat paling tidak ada 7 malaikat agung masih dianut oleh gereja ortodoks timur yang mereka namakan dewan malaikat yakni  Yegudiel, Gabriel, Selafiel, Mikhael, Uriel, Rafael, Barakhiel. 

Dalam seni rupa, malaikat-malaikat agung kadang kala digambarkan bersayap besar. Malaikat-malaikat agung yang lazimnya ditampilkan dalam karya-karya seni rupa adalah Gabriel, Mikael Rafael yang memiliki sayap, Mikhael,yang membawa pedang (di gereja Simpang dua Mikael digambarkan membawa “mandau”). 
Atau ada mantra yang sering diucapkan dalam tolak bala, berisi kata-kata "di depanku Rafael; di belakangku Gabriel; di kananku Mikhael; di kiriku Uriel..
Santo Gregorius Agung menggambarkan seperti ini: Mikael berarti “seperti Allah”, Gabriel berarti “keperkasaan Allah”, Rafael berarti “pengobatan Allah” (informasi ini bisa diklik di Wikipedia)

Dalam bacaan Injil pagi ini kita membaca: Kepada Natanael Yesus bilang, “Kamu  akan melihat hal-hal yang lebih besar dari ini. ” Dan dia berkata kepadanya, “ Aku berkata kepadamu, kamu akan melihat surga terbuka dan malaikat-malaikat Tuhan naik dan turun di atas Anak Manusia."

Yesus berbicara tentang dirinya kepada Natanael sebagai pribadi di mana para malaikat Tuhan naik dan turun dalam diri-Nya. Latar belakang ceritranya tentang malaikat yang naik dan turun dalam  mimpi  Yakub pada  Kitab Kejadian. Dalam mimpinya Yakob melihat sebuah tangga yang menghubungkan langit dan bumi dengan malaikat naik dan turun di atasnya. Ketika dia bangun dia menyimpulkan bahwa itulah tempat suci, gerbang surga, Yakub kemudian menamai tempat itu “Bethel” yang artinya  rumah Tuhan. 

Kita percaya Yesus adalah pintu surga, Rumah Tuhan. Ia datang ke dunia dengan cara yang beda sama sekali dari malaikat manapun. Wajah Yesus adalah wajah Tuhan. Ada banyak hal yang kita lihat dalam wajah Yesus, seperti yang dikatakannya kepada Natanael: “anda akan melihat hal hal yang lebih besar”. 

Saat melihat wajah Yesus kita sedang melihat ke surga, kita sedang melihat wajah Tuhan. Merasakan keheningan. Merasakan salib perjuangan hidup. Itulah mengapa Yesus dan bukan para malaikat yang menjadi pusat dari iman kita. 

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat”. God Bless You.

Senin, 28 September 2020

Senin.28.9.20 inspirasi "yang kecil yang hebat"

Senin.28.9.20 Inspirasi pagi

Lk 9:46-50 : “yang kecil yang hebat”

Hem, kisah perdebatan yang seru, tentang siapa yang paling hebat, mirip perdebatan para pastor yang tidak boleh terlibat dalam politik praktis, namun ada keseruan tersendiri ketika pilkada ini. Siapa yang paling berpengaruh dan berpeluang untuk menduduki kursi no satu di wilayah ini. Inkamben masih kuat lo. Sebaiknya memilih yang punya rekam jejak yang baiklah. Ada juga yang berkomentar, ah kita kan pilih bupatilah, orang nomor satu, ngapain milih wakil. Lihatlah rekam jejaknyanya kawan, apa yang telah dibuat untuk negeri ini. Pendeknya serulah. 


Yang terkecil di antara kalian semua adalah yang terbesar. Itulah jawaban Yesus atas perdebatan  diantara murid soal posisi yang utama. Yesus tahu apa yang ada dalam pikiran mereka, dan dia mengambil seorang anak kecil dan meletakkannya di sisinya dan kemudian berkata kepada mereka, “Siapapun yang menyambut anak kecil ini dalam nama saya menyambut saya; dan siapa pun yang menyambut saya menyambut orang yang mengirim saya. Untuk yang paling kecil di antara kalian semua, dialah yang hebat. "


Dalam pembacaan Injil pagi ini, Yesus mengidentifikasi dirinya dengan yang paling kecil, sebagai tanggapan atas argumen para murid tentang siapa di antara mereka yang terbesar. Dia mengidentifikasikan dirinya dengan seorang anak, dan anak-anak dalam budaya itu dianggap sebagai yang paling kecil,  simbol kelemahan, kerentanan dan kerapuhan, tidak berstatus, tidak   kekuasaan atau pengaruh. Mereka tidak memiliki kualitas yang dikejar oleh para murid dalam perselisihan mereka tentang siapa di antara mereka yang terbesar. 


Jangan pula silau oleh tawaran yang hebat hebat, silaulah akan orang yang telah berjuang memberi perhatian akan yang kecil, rentan, yang memiliki janji yang paling sedikit untuk ditawarkan, yang bertemu dengan membawa nilai Tuhan seperti yang ditawarkan Yesus “yang kecil yang hebat”, biasa biasa saja tidak menggebu-gebu. Kebesaran sejati adalah memilih dan menyambut yang terkecil yang mengedepankan nilai-nilai Tuhan. Nilai nilai Tuhan ya, bukan nilai nilai agama.


Tetapi jangan pula alergi akan keunggulan  keunggulan kompetitif yang diperlihatkan orang melalui program yang teruji. Tidak sempit, tiba tiba menjadi exclusif, Seperti Yohanes mencegah orang lain dapat mengusir dengan nama Yesus. Rumput tetangga juga bisa hijau lho.


Pahamilah Tuhan hadir dengan cara-cara yang sering mengejutkan yang jelas tidak sesuai dengan cara murid-murid dan juga tidak sesuai dengan cara kita. Kita selalu bisa terjebak dalam argumen-argumen yang hebat tapi bisa jadi salah. Mari beragumen dan berdebat untuk sebuah pembelajaran yang baik, pendidikan politik yang beradab.


Roh kudus, seperti angin  bertiup kemana pun ia memilih. Dimana kasih dan cinta berlimpah di situ ada Tuhan. Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tetap sehati dalam doa dan ekaristi pagi. Tuhan memberkati.


Minggu, 27 September 2020

Minggu.27.9.20 Inspiragi " jangan basa basi ah.."

 Minggu.27.9.20 Inspirasi pagi

Mt. 21:28–32 “ jangan basa basi ah…”

Kebiasaan orang Bali atau orang Jawa, kalau ditawari sesuatu cendrung mengatakan, “tidak terimakasih” saya sudah minum tadi, saya sudah makan. Ndak usah bu. Beda dengan orang Batak atau dari Flobamora, “boleh juga” kebetulan belum minum nih, makan pagi sih sudah, tapi makan siang belum. Atau kadang bergurau, “sudah lama tidak makan kicap nih”, hahaha.

Ya kadang tidak selalu mudah   untuk mengetahui apa mereka sungguh lapar atau hanya basa basi saja. Apa mereka memang sudah minum atau belum.  Sebagai sesama Bali atau Jawa, atau Batak atau Flobamora, kita masing masih  faham kode atau maksudnya, tapi orang asing mungkin tidak langsung memahaminya. Ya sudah kalau tidak mau minum ndak apa kita ndak buatkan. Pasti juga kita tidak akan mengatakan “ya syukurlah sudah makan”.

Dalam bacaan injil hari minggu ini, Yesus berkata kepada para imam kepala dan tua-tua rakyat, “Apa pendapatmu? Seorang Bapak memiliki dua putra. Dia datang ke yang pertama (sulung) dan berkata, 'Nak, pergilah  bekerja di kebun anggur hari ini.' Dia menjawab, 'Aku tidak akan,tidak mau,' tetapi setelah itu berubah pikiran dan pergi. Bapa itu mendatangi putranya yang kedua dan memberikan perintah yang sama. Dia menjawab, 'baik pak,Ya, tapi tidak pergi. Yang mana dari keduanya yang diinginkan ayahnya? " Mereka menjawab, "Yang pertama." Yesus berkata kepada mereka, “Amin. 

Aku berkata kepadamu, para pemungut pajak dan pelacur sedang memasuki kerajaan Allah mendahului kamu, karena mereka mau berubah dan percaya, dan pada akhirnya bilang ya kami terima Yohanes dan Yesus.

Bagi orang yang sudah merasa diri hebat, bisa, mampu, tidaklah mudah mengubah pikiran menjadi lebih baik. Orang yang Yesus sebut pemungut cukai dan pelacur pada awalnya mengatakan “tidak” namun kemudian  bertobat serta berubah, sementara untuk orang yahudi sulit untuk mengatakan “ya”untuk Yohanes dan Yesus. Mereka tetap menolak Yohanes dan Yesus dan, bahkan berusaha untuk membunuhnya. 

Perumpamaan yang Yesus ceritakan menunjukkan bahwa apa yang dicari Tuhan adalah hasil akhir dalam kehidupan manusia. Yang lebih penting bagi Yesus dan Tuhan bukanlah di mana orang memulai tetapi di mana mereka berakhir.

Kita semua membutuhkan waktu untuk berproses agar menjadi orang baik. Saya yakin Anda pernah memiliki pengalaman mengatakan 'tidak' untuk beberapa permintaan, dan kemudian, setelah memikirkannya, Anda berubah pikiran dan setuju untuk melakukan apa yang awalnya cenderung tidak Anda lakukan. Reaksi pertama kita tidak selalu yang terbaik. Kita semua bergumul dengan berbagai bentuk keegoisan dan keegoisan kita.


Teringat kisah St. Agustinus, awalnya ia mengatakan “tidak”!. Bertahun-tahun kemudian, ketika dia merenungkan kembali hidupnya, dia menulis: 'Terlambat aku mencintaimu, Tuhan, Aku jatuh dalam kecantikan yang sia sia, terlambat aku mencintaimu'. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudarakku,  tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik. Setiap hari adalah hari baru kesempatan untuk mengatakan Ya pada panggilan Tuhan yang ada melalui pekerjaan dan orang orang yang anda cintai. Teringat mzm 95, dengarkan suaraNya,  jangan keraskan hatimu, seperti di Meriba di padang gurun. 

Tidak peduli berapa kali kita berkata 'tidak' pada pikiran Kristus itu, asalkan kita mengatakan 'ya' pada akhirnya. Tuhan memberkati.


Sabtu, 26 September 2020

Sabtu.26.9.20 Inspiragi "takut bertanya?"

Sabtu.26.9.20 Inspisrasi pagi

Lk 9:43-45 “takut bertanya?”

Ada pepatah yang mengatakan: takut bertanya, sesat dijalan. Benarkah? Mari kita simak bacaan injil pagi ini.

Pada saat semua orang sangat kagum atas semua yang Dia lakukan, Yesus berkata kepada murid-muridnya, 'kalian murid-muridku, kamu harus camkan dan ingat wejanganku  ini terus-menerus di benakmu: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam kuasa orang orang”. ”Tetapi mereka tidak memahaminya ketika dia mengatakan ini; hal itu disembunyikan dari mereka sehingga mereka tidak akan mengerti artinya, dan mereka takut untuk bertanya kepada-Nya”.

Orang mengagumiNya. Banyak hal baik telah dilakukan Yesus, seperti menyembuhkan orang tuli, kusta, mendoakan orang sakit, memberikan makan kepada orang lapar; para murid sendiri bahkan merasakan aura kemuliaan dan sukacita menjadi murid-muridNya,  namun hal penting tetap harus dikatakan Yesus, bahwa “Anak manusia akan diserahkan ketangan manusia”.

Yesus tahu kekaguman ini  tidak akan bertahan lama, dan Ia ingin agar murid-murid tidak hanyut dalam kekaguman. Maka Yesus mengingatkan mereka.


Namun ketika Yesus mencoba untuk mengingatkan murid-murid tentang saat saat sulit, ketika gelap dan penderitaan yang akan menimpanya, bahwa hidup tidak akan dipenuhi sukacita saja, bacaan pagi ini mengatakan bahwa murid murid tidak mengerti Dia, bahkan mereka takut akan apa yang Yesus katakan sehingga tidak berani bertanya lagi. 


Apa yang bisa diambil dari kisah injil pagi ini sebagai pembelajaran kita?

Seperti para murid Yesus, ketika semua berjalan baik dan lancar, kita tidak ingin diingatkan bahwa situasi mungkin bisa berubah menjadi buruk atau bahkan terburuk sewaktu waktu.  


Kita semua berjuang untuk menerima kabar buruk, terutama ketika itu akan berdampak pada kita secara pribadi. Pada hari yang hangat dan cerah, kita tidak ingin diingatkan bahwa musim hujan bahkan banjir akan datang.  Atau di hari-hari pandemic covid ini, kita tidak suka mendengar pesan bahwa segala sesuatunya mungkin menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Kita semua berjuang untuk menerima pengalaman hidup yang lebih gelap. 

Namun, Tuhan tidak meminta kita untuk menghadapi pengalaman gelap itu sendirian. Dia melakukan perjalanan bersama kita melalui mereka, membantu kita untuk terus berjalan, sama seperti dia membuat murid-muridnya terus berjalan, menampakkan diri kepada mereka setelah dia dihukum mati.


Menarik untuk selalu mengulang-ulang refren mazmur pagi ini : “Tuhan Engkaulah tempat perteduhan bagi kami turun temurun”.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tetap semangat, tetap mencari makna hidup, tidak takut bertanya. Kalian yang masih diberi kesehatan, kalian yang muda, bertenaga, terus berjuang untuk hal-hal yang baik. Perjalanan belum berakhir, bangun dan lanjutkan perjuangan. Selalu dalam doa pagi, Tuhan berkati pekerjaan dan rencana hidup kami hari ini. Berkah Dalem.


Jumat, 25 September 2020

Jumat.25.9.20 Inspirasi pagi "lepaskan label orang"

Jumat.25.9.20 Inspirasi pagi

Lk. 9:18-22  “lepaskan label orang”

Kita semua bisa salah memilih waktu. Diperlukan kebijaksanaan tertentu untuk menyesuaikan waktu kita dengan orang lain. Yesus sepertinya selalu memiliki waktu yang tepat. Pertanyaan tentang jati dirinya dilakukakan sesudah berdoa seorang diri.

Ini bacaan injil pagi.  Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. Bacaan yang singkat. Mari kita ambil maknanya.

Menurut berita berita di luar, siapa Yesus, jelas. Labelnya sangat jelas. Tokoh yang hebat, popular. Bisa jadi  karena memberikan makan kepada 5000 orang, namun penolakanNya untuk dijadikan Raja menyebabkan Ia mulai kehilangan dukungan. 

Nah pada saat yang tepat ini    Ia  mengajukan pertanyaan penting kepada murid-muridnya, “menurut kamu, siapakah Aku ini?”.  Setelah membina iman para murid dan setelah memberikan mereka kesempatan yang cukup banyak untuk mengamati diri-Nya, Yesus menginginkan pengakuan pribadi para murid itu dan bukan pendapat asal asalan bukan hanya sekadar label saja. Jawab Petrus, Engkau  Mesias dari Allah. 

Penegasan Petrus tentang kepercayaannya kepada Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan di dalam Perjanjian Lama tidak dilandaskan pada harapan-harapan politis, bukanjuga tidak pada tutuntan yang berlebihan. Tanggapan Yesus  jelas.


Lalu Yesus melarang mereka. Tuhan tidak bersedia diperkenalkan sebagai pemimpin gerakan revolusioner. Karya, salib harus mendahului setiap pembebasan bangsa itu dari penjajahan politik. Orang harus faham tentang misi Yesus bahwa hidup yang benar adalah hidup melalui perjuangan salib, menempuh penderitaan bahkan kematian. “Anak manusia harus menderita, ditolak oleh para tua tua, imam, ahli taurat, dibunuh, dan pada hari ketiga dibangkitkan”. Itu tanggapan Yesus.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Kita diundang untuk terus memberikan tanggapan pribadi kita sendiri terhadap pertanyaan Yesus. Mari melepaskan label orang lain sejenak dari hidup kita. 


Hidup memang tidak ditentukan oleh apa yang orang lain katakan tentang diri kita, tapi oleh apa yang kita katakan pada diri kita sendiri. Katakan: Hidup itu positif, hidup itu bermakna; 


Persoalan dan derita tidak akan selamanya menjadikan kehidupan kita gelap. Jangan pernah melepaskan label positif yang ada dalam diri kita, pun jangan biarkan orang lain melepasnya. Bangun dan bangkit itu sejatinya menjadi kekuatan kita. Tuhan memberkati. Rm.Made



Kamis 24.9.20 Inspirasi pagi "tetap berjuang...

Kamis.24.9.20 Inspirasi pagi

Lk. 9:7-9 “tetap berjuang memurnikan mata dan hati ”

Serba membingungkan, terutama di masa covid ini. Untuk apa sebenarnya semua jerih payah ini. Semua hal melelahkan, tidak ada yang baru, yang dulu juga akan terulang dimasa kini. Hidup adalah sebuah teka teki yang tidak masuk akal.(kitab pengkotbah).


Betul juga, ada banyak hal dalam hidup yang sering membingungkan, dan memunculkan  pertanyaan dan sering kali bertentangan dengan akal sehat. Taruh misalnya dalam pembacaan Injil, Herodes juga bingung, tetapi fokus dari kebingungannya adalah Yesus. 


Kebingungannya tentang Yesus membuatnya sangat ingin melihat Yesus. Namun, kebingungannya tidak membuatnya percaya kepada Yesus. Ia berusaha untuk mencari jawabnya.


Simak Injil Lk. 9:7-9. Yohanes Pembaptis telah kupenggal kepalanya.  Kalau begitu, siapa Dia ini. Apa memang Yohanes bangkit, atau Elia muncul. Siapa gerangan orang yang terkenal ini. Lalu Herodes berusaha agar dapat bertemu dengan Yesus. 


Dalam kisah yang lain, Herodes dan tentaranya menanyai-Nya pangjang lebar bahkan mengejek Yesus sebelum mengembalikan ke Pilatus yang akan menyalibkan Yesus. Ia telah berjumpa dengan Yesus. Perjumpaannya dengan Yesus tidak membuatnya percaya. 


Sebaliknya ada kisah Natanael, Nikodemus , Zakeus yang berjuang dan berusaha bertemu dengan Yesus. Artinya bertemu dengan Yesus perlu perjuangan, dan dapat menjadi titik awal yang baik bagi orang beriman. 


Apa pembelajaran dari kisah pendek Herodes ingin berjumpa dengan Yesus? 


Jiwa yang bertanya-tanya dan bingung tidak selalu membawa kita kepada Tuhan. Namun, pertanyaan jujur ​​dan kebingungan akan selalu muncul dalam hidup kita. Ingat misalnya kisah Natanael, Nikodemus, Zakeus. Teka teki dalam kehidupan tidak selalu mendapat jawaban yang memuaskan. 


Selamat pagi sahabat, seringkali kita dilanda keraguan,  namun percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita, meskipun kita sering  tidak mengerti apa yang Tuhan lakukan. Orang-orang percaya di setiap zaman, termasuk Yesus sendiri, telah melontarkan pertanyaan 'Mengapa,' kepada Bapanya; “mengapa piala ini harus kuminum?” 

Santo Paulus menulis dan bersaksi, 'sekarang kita melihat seperti di cermin secara samar'. Kita semua sedang dalam pencarian untuk mengenal Tuhan dengan lebih jelas agar dapat lebih mencintainya dan lebih mendekati Dia.


Tetaplah mencari, sebab dalam pencariaan itulah kita menemukan-Nya dengan lebih lengkap.  Terus berjuang memurnikan mata pikiran dan hati kita, agar kita melihat dunia dengan mata Tuhan, mata yang selaras dengan tanda-tanda kehidupan dan kreativitas di sekitar kita. Perjalanan belum berakhir, terus berjuang, selalu dalam doa, sebab Dia akan bekerja untuk membawa kita lebih dekat dengan-Nya. Berkah Dalem.




Rabu, 23 September 2020

selasa.22.9.20 Inspirasi pagi "tak pernah lelah.....

Selasa.22.9.20 Inspirasi pagi

Lk.8:19-21 “tak pernah lelah….”


Ibu Yesus dan saudara laki-lakinya datang kepadanya tetapi tidak dapat bergabung dengannya karena kerumunan itu. Dia diberitahu, "Ibumu dan saudara laki-lakimu berdiri di luar dan mereka ingin melihatmu." Dia berkata kepada mereka sebagai jawaban, "Ibu dan saudara laki-lakiku adalah orang-orang yang mendengar firman Tuhan, melakukannya”.


Bagi orang timur, termasuk Yesus, keluarga pastilah sangat berarti; Sejak kecil diajar  menghargai orang tua, belajar menghargai saudara laki-laki dan perempuan kita. Keluarga muda mengajarkan bagaimana  putra dan putri bersikap santun pada orang tua. 


Ada pepatah yang mengatakan, 'darah lebih kental dari air'. Pertemuan karena darah daging membuat kenangan campur aduk. Itu yang sering terjadi kalau sebuah keluarga besar berkumpul. Orang tua kita dan saudara kita serta kerabat sedarah lainnya cenderung memiliki tempat khusus dalam hidup kita. 



Namun Yesus mengajarkan kita ada bentuk keluarga dengan sudut pandang lain tapi tidak melulu dilihat dari  pertalian darah. Injil menyatakan bahwa meskipun Yesus sangat menghargai keluarga kandungnya, Dia melihat melampaui keluarga daging dan darahnya, Ia melihat, tanpa menyangkal dengan cara apa pun ibunya, dan saudara laki-laki dan perempuannya, Dia mengatakan bahwa ibu dan saudara laki-laki dan perempuan kandungnya adalah mereka yang mendengar firman Tuhan dan melakukannya. 


Dia meminta orang untuk menyerah pada firman Tuhan, pada tujuan Tuhan, seperti yang Dia lakukan seumur hidupnya, tidak pernah lelah untuk mewartakan kabar sukacita, berbuat kebaikan, dan Dia mengenali mereka yang melakukannya sebagai anggota keluarga barunya. 



Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Ketika kita satu dalam karya kebaikan, dalam doa, dalam ekaristi pagi ini, dalam menginisiasi dan terlibat untuk bantuan kemanusiaan bagi mereka yang menderita, kita adalah Keluarga baru. Keluarga dalam persaudaraan doa, iman pengharapan dan kasih.



Tidak pernah lelah untuk berbuat baik dan saling mendoakan. Itulah persadaraan sejati. Tuhan memberkati. 



Rabu.23.9.20 Inspirasi pagi "take nothing....

Rabu.23.9.20 Inspirasi pagi. PW. Padre Pio

Luk 9:1-6 “Take nothing for the journey”

Ketika Yesus mengutus para murid-muridnya ke desa desa untuk misi Kerajaan Allah, Ia  berpesan:  “Jangan bawa apa-apa untuk perjalanan ini: baik tongkat, atau tas ransel, atau roti, atau uang; dan jangan biarkan ada di antara kalian yang bawa cadangan baju. Apapun kondisi rumah yang anda masuki, tinggallah di sana; Adapun bagi mereka yang tidak menyambut anda, ketika anda meninggalkan kotanya kebaskan  debu dari kaki anda sebagai tanda bagi mereka”. 


Untuk saat ini saya tidak bisa membayangkan orang pergi tanpa persiapan apapun, minimal ada android di tangan bukan?


Luar biasa, Yesus meminta murid-muridnya  untuk melepaskan banyak hal dari apa yang kebanyakan orang andalkan saat ini. Murid murid diminta  harus melepaskan sesuatu selama masa penugasan. 


Yesus ingin agar para murid tidak semata mata mengandalkan kekuatan sendiri, sebaliknya mereka harus bergantung pada keramah-tamahan orang-orang yang mereka datangi.  Itulah passion yang harus ada pada murid; ada kekuatan lain yang harus diperhitungkan. Seperti yang diingatkan Santo Paulus dalam salah satu suratnya, “kuasa Tuhan dapat disempurnakan dalam kelemahan”.

Apa yang bisa diambil dari sabda Tuhan yang singkat namun padat makna ini?


Saya teringat akan credo para relawan, fasilitator yang pergi ke komunitas dampingan untuk membawa misi pemberdayaan; 


“Pergilah ke tengah masyarakat; Tinggallah di tengah mereka; Belajarlah dari mereka

Buatlah perencanaan bersama mereka; Bekerjalah bersama mereka


Mulailah dari apa yang mereka tahu;  Membangunlah berdasarkan apa yang mereka punya

Mengajarlah dengan memberi contoh, belajarlah dengan melakukan.


Bukan membuat etalase tapi memberi pola

Bukan memberi barang, sumbangan, sembakao  melainkan sebuah sistem

Bukan pendekatan sepotong-sepotong melainkan pendekatan integratif

Bukan untuk menyesuaikan melainkan untuk membaharui

Bukan memberi bantuan tetapi membawa pembebasan.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan panggilan hati (passion) akan mendatangkan kegembiraan hati. Masing masing dari kita memiliki banyak hal untuk diberikan, dan banyak hal juga untuk diterima. Kita hanyalah alat di tangan Tuhan. (St. Padre Pio), Kita sangat tergantung dari perjalanan iman bersama, doa bersama. Tetap saling mendoakan dan memberi semangat dalam situasi sulit ini. Tuhan memberkati.



Senin, 21 September 2020

Senin.21.9.20 Inspirasi pagi " Tuhan berbagi meja dengan Matheus"

Senin.21.9.20 Inspirasi pagi

Mt.9:9-13 Pesta St. Mateus Rasul”

“Tuhan berbagi meja dengan Mateus”.


Kisah Tuhan berbagi meja dengan Mateus, pemungut cukai membuat orang Farisi gelisah, tersinggung, dan terusik sehingga terpaksa bertanya “mengapa gurumu makan dengan pemungut pajak dan orang berdosa?”.


Pemungut pajak dianggap orang berdosa di zaman Yesus. Selain mendapat  gaji dari orang Romawi, seorang pemungut cukai dianggap mengambil lebih dari bagian mereka dari uang rakyat. Tidak heran orang professional seperti orang Farisi, terkejut melihat Yesus akrab dengan orang seperti itu bahkan menjadikan Matheus rekan kerja-Nya.


Yesus tidak datang untuk menghakimi orang; dia datang untuk mengundang mereka merayakan anugerah kasih dan belas kasihan Tuhan yang tak bersyarat. 


Dengan kalem Yesus menjawab:”mereka yang sehat tidak membutuhkan dokter, melainkan orang orang sakit. Saya datang bukan untuk memanggil orang benar tapi orang yang berdosa”.


Salah satu pesan dari Sabda Tuhan pada peringatan pesta St. Mateus adalah Tuhan dapat datang kepada kita kapanpun dimanapun dan dalam situasi apapun. Yesus tidak peduli apakah anda orang hebat atau orang jenis apa. 


Kisahnya sih sederhana saja. Mateus sedang duduk di pos cukai, sedang menjalankan profesinya hariannya, dan ketika itu Tuhan datang menghampirinya dan berkata kepadanya, “Ayo ikut saya”. 


Efek panggilan Yesus begitu memposona, sehingga Mateus datang mengikuti Yesus. Mateus meninggalkan bisnisnya yang sangat menguntungkan. Kemudian ia menjadi salah satu murid Tuhan, bahkan kemudian ia terkenal dengan penulis kabar sukcaita (injil) Tuhan Yesus.


Dan diakhir Injilnya Mateus menulis dan memberi pesan kepada dunia, “Aku selalu menyertaimu sampai akhir zaman. Mateus sangat yakin, Tuhan tetap menyertainya kapanpun disaat-saat sulit sekalipun.


Saat dia hadir di antara kita dalam cintanya yang penuh belas kasih, dalam meja perjamuan, dalam kebersamaan, dalam ekaristi pagi ini, Dia memanggil kita dalam kata-kata Hosea pagi ini 'Yang saya inginkan adalah belas kasihan, bukan pengorbanan'.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Mari memulai pagi hari senin dengan memutar kembali hal hal yang baik, memori positip yang Tuhan lakukan untuk kita. Jangan mudah tersinggung, jangan terlalu kawatir. Syukuri saja apa yang telah kita miliki dan ingat kembali hal baik yang anda lakukan kemarin. Ketika Tuhan berbagi meja dengan Mateus, Dia juga berbagi kebaikan dengan kita hari ini. Sure. Tuhan memberkati. 


Minggu, 20 September 2020

Minggu.20.9.20. Inspirasi pagi "pukul rata"

Minggu.20.9.20 Inspirasi pagi

Mt.20:1-16 “pukul rata”

Perumpamaan Yesus  tentang “Kerajaan surga seperti tuan tanah yang pergi pada waktu fajar untuk mempekerjakan pekerja di kebun anggurnya,dengan gaji “pukul rata” untuk mereka yang kerja 1 jam sehari atau lima jam sehari dengan upah sedinar, aneh dan tidak adil. Melanggar upah minimum perjam yang diperjuangkan serikat pekerja. Seharusnya mereka yang bekerja lebih lama harus mendapat upah yang lebih besar dong.


Dapat dimaklumi bahwa mereka menganggap majikan telah bertindak sangat tidak adil dalam memberikan upah yang sama kepada laki-laki yang bekerja hanya untuk satu jam dengan mereka yang bekerja sepanjang hari. Masih ingat perumpamaan anak yang hilang. Putra sulung yang telah bekerja dengan setia di tanah ayahnya mengeluh karena diperlakukan kurang menyenangkan dibandingkan dengan anak bajingan  yang pergi dan menyia-nyiakan kekayaan ayahnya.. Orang cenderung bersimpati dengan anak sulung bukan?

Coba kita berimaginasi sejenak, tentang situasi kampong Galilea pada jaman Yesus. Bayangkan ada laki-laki  sedang menunggu pekerjaan  di alun-alun pasar desa berharap bahwa beberapa pemilik tanah mengambil mereka dan menawarkan pekerjaan, sehingga mereka bisa membawa uang untuk keluarga mereka, tidak peduli berapa jumlahnya. Digaji 1 dinar itu sudah luar biasa. Yang penting bisa ngasi anak istri makan. Bagi mereka itu sudah sangat adil.

Namun ketika pemilik tanah pergi ke alun-alun atau pasar  desa setiap tiga jam, sepanjang hari, dia menemukan ada lebih banyak laki-laki yang menunggu dengan harapan diberi pekerjaan. Setiap kali pemilik tanah melihat orang-orang menunggu dengan penuh harap, ia jatuh kasihan, sehingga, dia menerima mereka bekerja  waktu yang tersisa. Pada akhirnya, dia memberi setiap orang upah sehari, bahkan mereka yang telah bekerja hanya satu jam saja. Pemiliki tanah sangat murah hati kepada mereka, yang penting para pekerja bisa makan dari pekerjaan yang bisa mereka lakukan sehari. Tidak penting berapa gajinya. 


Perumpamaan Yesus hari minggu  ini memang tidak biasa, membingungkan bukan. Tetapi Yesus berbicara tentang realitas lain, 'kerajaan surga'. Ketika kita mendengar istilah 'kerajaan surga', kita cenderung memikirkan, apa pikiran kita, apa rancangan kita. Yesus sebenarnya sedang berbicara tentang “Rancangan Tuhan, Cara kerja Tuhan di luar rancangan kita. Ingat “Rancangan-Ku bukan Rancangan-mu”.

Melalui perumpamaan, Yesus menunjukkan bahwa jalan Tuhan seringkali aneh ketika ditempatkan di samping cara kita melakukan sesuatu. 

Keadilan Tuhan tidak dibagi atas dasar apa yang telah kita peroleh. Tuhan terus-menerus memberkati kita melalui Putra-Nya yang selalu membawa cara baru dalam menapaki kehidupan ini. “jalan salib Tuhan”

(Ingat doa Fransiskus PS no.221. bila terjadi perselisihan jadikan aku pembawa kerukunan)

JIka kita hanya melihat dari upah mereka yang bekerja sepanjang hari, kita akan tergoda untuk merasa kesal pada kemurahan hati Tuhan terhadap mereka yang kita anggap kurang pantas. 

Selamat pagi selamat hari minggu sahabat. Kita selalu boleh berencana, berharap, namun Tuhan yang memiliki kuasa. Dia mencintai kita dengan rancanganNya sendiri.  Ada ada saja. Pukul rata, dan tak terduga, itu Dia. Berkah Dalem. (Ign. Made)


Sabtu, 19 September 2020

Sabtu.19.9.20 Inspirasi pagi "jangan meninggal dengan harta karun.....

Sabtu.19.9.20 Inspirasi pagi

Lk.8:4-15 “jangan meninggal dengan harta karun?”


Injil pagi ini meyakinkan kita bahwa Tuhan memberikan kualitas hidup terbaik  kepada kita. Aneka model dan jenis tempat bertumbuh dan mengolah kehidupan juga disediakan Tuhan bagi dunia dan manusia agar menghasilkan buah kehidupan yang baik. Tanah  dengan kwalitas jelekpun  bila diolah dan dikelola dengan baik  dan ketekunan yang tinggi akan menghasilkan buah yang banyak dan berkwalitas.


Simak kisah pengajaran Yesus dengan perumpamaan tanah. Ada tanah di pinggir jalan. Ada tanah yang berbatu batu, ada tanah yang dipenuhi semak berduri, ada tanah yang baik yang peka terhadap berbagai jenis iklim. Golongan Jenis tanah yang manakah kita?

Apakah anda jenis tanah tepi jalan biasanya harganya mahal, menjadi banyak incaran cukong, mudah digoda, ditawar, dan jatuh kepada pemilik modal yang yang serakah? 

Atau anda jenis tanah yang berbatu, keras, harganya murah karena dianggap gersang, apa apa sulit tumbuh? 


Atau anda tanah semak berduri, tanah yang tidak terolah, berpasir, payak. Yang belum ada akses jalan, harganya murah karena yang tumbuh lalang dan  perlu kerja ektra dan dana yang tidak sedikit untuk mengolahnya agar kemudian berguna?

Atau anda tanah yang subur, apa saja bisa tumbuh,apa saja dikerjakan berhasil dan menghasilkan banyak sayur, pendeknya anda dikenal  orang baik, murah hati atau tulus.


Ternyata sekarang tanah keras berbatu berbukit dicari orang, karena diduga menyimpan berbagai macam kekayaan. Kalaupun kita jenis orang yang keras bagaikan batu, pasti ada nilai positipnya. 

Ternyata tanah payak yang banyak ditumbuhi tanaman tumbuhan gambut, gulma, dipertahankan agar tetap menghasilkan ozon untuk kesimbangan iklim. Banyak negara mau bayar mahal untuk tanah yang menyimpan banyak tanaman air sebagai pembersih udara. Tidak selamanya tanah semak rumput jahat. Kalaupun kita orang dengan jenis gulma dan lalang parasit, pasti memiliki sesuatu yang dapat diolah. 


Potensi yang baik ada dalam kehidupan kita. Maka yang memiliki telinga hendaknya menggunakan untuk mendengarkan dengan baik. Yang memiliki talenta lebih baik jangan malas. Jangan biarkan kelemahan dan kemalasan membuat semua kwalitas yang kita miliki tidak berkembang dan berbuah. Terkadang impian, ambisi dan rencana yang baik dapat menjadi kecil ketika berada pada tempat yang salah.

Kita gunakan segala potensi yang ada dalam diri kita untuk hal yang baik, dan untuk kebaikan bagi sebanyak mungkin orang di sekitar kita.

Tuhan memberikan benih yang terbaik, kesempatan, kwalitas hidup dan cara mengolah aneka kehidupan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ia telah berkenan menjadi daging dan tinggal di antara kita.


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tetap tekun dalam berbuat baik sekecil apapun. Tanah yang terolah dan terkelola dengan baik, pasti akan menghasilkan buah yang banyak, dan buah yang berkwalitas. Saya sangat percaya itu. Jangan meninggal dengan harta karun yang masih tersimpan dalam diri anda. Tuhan memberkati. Ign made


Jumat, 18 September 2020

Jumat.18.9.20 Inspirasi pagi "Magda....Suzane .....

Jumat.18.9.20 Inspirasi pagi

Lk.8:1-3 “Magda, Susan, Yohana”

Mendengar namanya saja orang langsung ingat  kisah kisah hebat tentangnya. Nama yang legen. Susana, orang waktu itu langsung ingat, wanita yang pegang peran penting dalam legenda kisah Daniel, diputus mati karena bersinah tapi diselamatkan Daniel saat akhir. Yohana istri orang terhormat kerajaan Herodes. Magda, orang langsung terinspirasi sosok dari Magdala.


Komunitas wanita, yang kemudian juga disebut akan berdiri di depan salib Yesus. Komunitas wanita yang mendapat kehormatan menjadi saksi kebangkitan. Nampaknya komunitas permpuan yang terorganisir dengan baik, professional, mapan, berharta dan memiliki sumber daya dan dana, namun terpanggil melayani dengan hati.


Wanita wanita yang melayani dengan professional  namun terpanggil bermisi untuk membantu pelayanan Yesus karena telah melihat sendiri karya karya penyembuhan, karya-karya kemanusiaan Yesus, walau dalam budaya waktu itu,  tidak biasa melihat wanita mengikuti pemimpin agama pria di tempat umum. 


Yesus sedang dalam proses membentuk komunitas jenis baru di mana perbedaan gender dan sosial pada masa itu tidak lagi penting.


Dalam pelayanan-Nya Yesus tidak memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, Ia sangat tergantung pada kemurahan orang-orang baik di sekitarnya yang secara professional dan vocalsional, keramahan yang tinggi melayani dan mengatur finansial Yesus dengan bijak. Kelompok professional yang memungkinkan Yesus bergerak dengan penuh kebebasan melayani pekerjaan Tuhan.


Artinya apa untuk konteks pelayanan kita di tengah dunia yang penuh dengan kebencanaan ini? Mungkin ada inspirasi yang bisa diambil.


Yesus menciptakan ruang bagi orang-orang, pria dan wanita, untuk saling melayani dan melayani Dia. Kita perlu terus bekerja untuk menciptakan jenis ruang yang sama di mana  setiap orang dikenali dan setiap orang memiliki kesempatan untuk menggunakannya. 


Dengan cara yang berbeda kita semua dipanggil untuk melayani Tuhan dari sumber daya kita sendiri. Dan memiliki tatakelola yang baik dalam pelayanan.


Mereka menjadi teladan bagi kita baik keterbukaan untuk menerima dari Yesus dan kesediaan untuk memberi dengan murah hati dari apa yang telah diterima. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Kita memang bukan orang hebat dalam pelayanan kemanusiaan dan pelayanan lain. Namun saat ini kita terpanggil menjadi orang terdepan dalam kesehatan, dalam misi kemanusiaan, tetap setia dengan protokoler kesehatan. Tidak pernah surut menjadi contoh orang baik di garda terdepan. Kita adalah orang orang baik yang dinanti nanti Tuhan. Cinta masker, cinta cuci tangan, cinta sahabat dengan setia jarak. Berkah Dalem.




Kamis, 17 September 2020

Kamis.17.9.20 Inspirasi pagi "mensyukuri atau...

Kamis.17.9.20 Inspirasi pagi

Lk.7:36-50 “mensyukuri atau tak pernah puas?”

Ada pepatah yang mengatakan begini: “Jika anda melihat apa yang sudah anda miliki dalam hidup ini, anda akan selalu memiliki lebih. Jika anda melihat apa yang tidak anda miliki dalam hidup, anda tidak akan pernah merasa cukup”.


Kisah wanita tanpa nama yang masuk ke Rumah Simon yang menjadi tuan rumah undangan makan, tak henti hentinya meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi mahal dan menyekanya dengan rambutnya membuat   Simon sang tuan rumah melihat itu sebagai tindakan yang memalukan, pemborosan saja.  Ia berkomentar, seandainya Ia seorang nabi, mestinya Ia tahu, bahwa wanita ini adalah orang yang berdosa. Bisa jadi memang memalukan,  mungkin dikenal memiliki reputasi buruk di kota itu.


Simon yang mewakili orang Farisi yang agak angkuh meragukan Yesus bisa menjadi seorang Nabi, abdi Allah karena mengizinkan wanita yang menurut  orang Farisi memiliki reputasi buruk berhubungan dekat dengannya secara fisik. Sungguh tidak pantas menurut orang Yahudi;  tidak hanya itu kejadian itu memalukan.


Namun Yesus  membela  waniita yang diaggap memiliki reputasi buruk yang sering mendapat perlakuan yang tidak adil. Yesus melihat justru wanita ini telah tersentuh oleh kasih Tuhan karena telah menerima pengampunan dari Tuhan sebelumnya. Pengampunan yang diterimanya dari Tuhan menjadikan hatinya  damai dan plong tidak takut dengan bulian orang.

 

“Dosanya yang banyak itu telah diampuni karena ia telah banyak berbuat kasih. Ucap Yesus kepada Simon. Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, imanmu telah menyelamatkanmu, pergilah dengan selamat.


Dari pengalaman ini kita belajar orang yang melakukan pekerjaan lahir dari kasih yang tulus, mendahului rasa syukur, akan selalu merasa memiliki cukup atau lebih. Ia akan melakukan segala sesuatunya mengalir dari rasa syukur terlebih dahulu. Meski mungkin penghasilan untuk hidup dari pekerjaannya maupun usahanya pas pasan, tapi ia merasa cukup dan tidak mengeluh. Mereka mereka itulah orang yang merasa memiliki kehidupan ini. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Semoga kita bukan kumpulan  orang  orang yang sering mengeluh atas apa yang belum  tercapai, selalu merasa ada yang kurang, tidak puas, tapi adalah   orang yang selalu merasa dicintai Tuhan dan bersyukur karena mendapat kesempatan berusaha, sekecil apapun. Itulah orang beriman. Tuhan memberkati. Rm Made


Rabu, 16 September 2020

Rabu.16.9.20 Inspirasi pagi "berhenti sejenak

Rabu.16.9.20. Inspirasi pagi.

Lk.7:31-35 Pesta Kornelius dan Siprianus Paus dan Uskup.

“rehat sejenak dari mencari cari alasan”

Kali lain Yesus, berkisah tentang penabur benih, orang kaya dengan dua putra yang sangat berbeda, pengelana yang jatuh di antara perampok, semuanya diambil dari pengalamannya sendiri tentang kehidupan sehari-hari. Kali ini Yesus bicara soal musik. Ia mengambil kisah pemusik jalanan. Anak anak yang bermain seruling, ada yang menari, ada yang memerankan anak gembira, ada yang menangis. 

Itulah kehidupan seperti bahasa musik kalau didengarkan dengan baik baru kita menangkap maknanya. Namun kalau didengarkan dengan separuh mengejek, apa lagi dengan koreksi dan mengeluhdan mencari cari alas an, tidak akan membawa kesejukan hati.

Yesus melihat anak-anak yang bermain sebagai pemain seruling, dan  anak-anak lain menari dan yang lain lagi bernyanyi yang lain menangis sebagai gambaran dari pelayanannya sendiri dan pelayanan Yohanes Pembaptis. Pelayanan yang menggembirakan, namun orang sejamannya, menganggap John kerasukan setan,dan Yesus sebagai orang yang rakus dan pemabuk. 

Yesus menyampaikan    pelayanannya  dengan cara yang belum pernah dilakukan orang lain. Ia tampil sebagai dirigen, musisi, Ia sangat faham tentang harmoni musik kehidupan, harmoni salib dan harmoni kebangkitan, sehingga ketika orang mampu mendengarkan, memahami dengan baik akan menjadi sebuah simponi kehidupan yang menawan. Namun generasi itu tidak memahami, banyak yang marah dan bereaksi menolak, yang ada hanya keluhan dan kritikan.

Ada banyak tokoh yang telah memahami simpony kehidupan salib dan kebangkitan.

Maria adalah pendengar yang penuh perhatian pada firman Tuhan, dan dia, lebih dari siapa pun, adalah orang yang hidupnya selaras dengan nyanyian, dengan musik, Yesus. Lagunya sendiri, Magnificat, sangat sesuai dengan nyanyian Yesus, pesan dan kehidupan Yesus. 

Paus Kornelius dan Siprianus uskup Kartago yang telah menjadi martir dengan  menyanyikan lagu indah tentang kasih Yesus pada saat gereja mengalami kesulitan dan pengejaran oleh kaisar yang kejam abad abad kekaisaran Roma telah mengajarkan lagu kehidupan yang indah. 


Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Mari hening sejenak untuk mendengarkan musik kehidupan kita, dari jalan salib yang panjang menuju kebangkitan. Kita rehat sejenak dari sikap sikap yang selalu mencari-cari alasan untuk membernarkan kesalahan kita. Tetap belajar dari kesalahan. Tuhan memberkati.


Selasa, 15 September 2020

Selasa.15.9.20 Inspirasi pagi "fiat voluntas tua"

Selasa.15.9.20 Inspirasi pagi

Yoh.19:25-27 Santa Perawan Maria Berduka Cita.

“Fiat voluntas Tua”

 

Kedukaan Bunda Maria sering digambarkan dengan 7 pedang menembusi hatinya. Maria sedih harus mengungsi menghindari pembunuhan anak anak oleh Herodes; saat kanak-kanak, Yesus hilang; Duka yang mendalam saat melihat sendiri putranya memanggul salib menuju kalvari; Berdiri di kaki salib Putranya; memangku jenasah anaknya, dan menyaksikan pemakaman putranya.

 

Gambaran ini muncul dari ramalan Simeon dalam Injil Lukas yang kita dengar pagi ini. "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan  atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

 

Namun semua deritanya diterima dengan segenap hati seperti yang terungkap dalam nyanyiannya, “Fiat” Aku ini hamba Tuhan terjadilah menurut perkataan-Mu”. Sang Ibu tegar berdiri di salib sampai akhir.

Dan karena itu dirayakan sehari setelah pesta salib suci. Duka Ibu Maria adalah konsekuensi tak terelakkan dari kedekatannya dengan Yesus dalam cinta. Ibu Maria menunjukkan kepada kita panggilan kita sendiri, yang berakar pada baptisan kita, untuk tetap dekat dengan Yesus dalam kasih sampai akhir.

Kita dipanggil untuk setia ungkap ibu Theresia dari Kalkuta, bukan semata mata hanya untuk sukses. Kedekatan kita dengan Tuhan, komitmen kita dalam cinta kepada-Nya, terkadang akan membawa kita ke kaki salib, seperti perjalanan ibu Maria.

Namun, jika kita tetap setia kepada Tuhan, kita akan mengalami kesetiaan-Nya yang lebih besar kepada kita.

Lihatlah pengalam kedukaan, pengalaman sedih, sebagai sebuah kesempatan untuk menajamkan rasa, hati, agar menjadi orang orang tegar, kemudian bangkit dengan kekuatan yang lebih dahsyat.

Kita belajar dari sikap Ibu Maria, duka namun tetap menjadi pribadi yang tegar dan percaya akan penyelenggaraan Tuhan. Fiat voluntas tua. Jadilah kehendak-Mu.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tuhan memberberkati.(ign.Made)

Senin, 14 September 2020

Minggu.13.9.20 Inspirasi pagi "Angka 7"

Minggu.13.9.20 Inspirasi pagi

Mt.18:21-35 “angka 7”

Petrus mendekati Yesus dan bertanya kepadanya, “Tuhan, jika saudara laki-laki saya berdosa terhadap saya, seberapa sering saya harus mengampuni? Sampai tujuh kali? ” Yesus menjawab, “Aku berkata kepadamu, bukan tujuh kali tetapi tujuh puluh tujuh kali.

 

Angka 7 adalah angka yang sempurna menurut orang Yahudi.  Jadi memaafkan seseorang tujuh kali menunjukkan pengampunan yang sempurna. Mungkin, Petrus berharap Yesus akan berkata, 'Tidak sesering itulah' Itu sudah luar biasa.

 

Sebaliknya, Yesus menjawab pertanyaan Petrus dengan cara yang pasti membuat Petrus dan murid-murid lainnya terperangah, 'Bukan tujuh, saya beri tahu kalian, tetapi tujuh puluh tujuh kali' . Ingat ya, “tujuh puluh kali tujuh kali”.

 

Waduh, jangan jangan Petrus menyesal telah menanyakan itu. Dia sudah hitung-hitungan, karena memang tidak mudah memaafkan dan mengampuni dalam praktek hidup. Menyebut kata “oke, saya memaafkan kamu” gampang, tapi tidak semudah itu dalam perbuatan.  Namun Yesus menyatakan bahwa pengampunan harus tidak terbatas, tidak bisa diukur.

Kita semua mungkin menemukan jawaban Yesus atas pertanyaan Petrus berat dan sulit. Standarnya sangat tinggi, dan bagi banyak orang, jawaban Yesus tidak terjangkau. Tujuh puluh kali tujuh kali.

 

Mudah mudah perumpamaan seorang pelayan  yang tidak mengampuni dapat menggambarkan, seperti apa Bapa di surga mengampuni orang yang berdosa. Dia tidak peduli dengan angka utangmu. Tidak peduli seberapa besar utang dosa kita, namun Dia memberi pengampunan yang tak terbatas. Dari sudut kita, tingkah laku Allah tidak masuk akal bukan? Belaskasihnya sempurna, hitung hitungannya sempurna.

Hanya saja hamba yang memperoleh belaskasih Tuhan, tidak memaafkan orang lain yang berutang kepadanya. Hamba yang telah menerima kemurahan Tuhan tega menghabisi temannya sendiri yang memiliki utang lebih kecil.

 

“Saya memaafkan Anda dan seluruh hutang Anda karena Anda memohon kepada saya”. Bukankah kamu seharusnya merasa kasihan pada sesama hamba, karena aku mengasihani kamu? 'Kemudian dengan marah tuannya menyerahkannya kepada para penyiksa sampai dia harus membayar kembali seluruh utangnya. Begitu pula yang akan dilakukan Bapa surgawi kepada anda, kecuali anda masing-masing mengampuni saudara Anda dari hati Anda”.

 

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, Menawarkan pengampunan kepada orang lain tidak akan pernah mudah bagi kita; terkadang datangnya sangat lambat. Namun saat kita mampu menghargai dan membuka diri terhadap anugrah pengampunan Tuhan yang tak terbatas bagi kita, semakin bebas kita untuk meneruskan pengampunan itu kepada orang lain. Ketika kita mampu memaafkan kesalahan saudarak kita, kita akan mendapatkan kegembiraan hidup kita kembali. Percayalah. Tuhan memberkati. Rm.Made

 

 

Komentar sr. antonella


Selamat sore Romo...Ajaran Yesus hari ini simpel namun pelaksanaannya cukup sulit tidak semudah yang diucapkan. Tergantung kesalahannya dan berapa sering kesalahan itu telah diperbuat... Namun Yesus mengingatkan kita berapa ratus kali dan kesalahan macam apa yang telah kita perbuat, Bapa belum pernah mempertanyakanya namun terus dan terus mengampuni kita...Dan kitapun diharapkan mampu mengampuni kesalahan sesama sebab Bapapun telah mengampuni kita....Semoga Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita betapa besar kasih Tuhan yang telah boleh kita terima, dan hati kitapun terketuk mengasihi sesama terlebih yang telah mengecewakan kita dengan memaafkan kesalahannya. .Tuhan memberkati..

 

 

Senin.14.9.20 Inspirasi pagi "Bangga"

Senin.14.9.20 Inspirasi pagi “Pada pests salib suci”

Yoh.3:13-17 “Bangga”

Teringat satu adegan Film “The passion” dimana Yesus memanggul salibnya sendiri menuju jalan Golgota sesudah perjuangan yang berat, jatuh bangun kembali; di depannya menanti seorang ibu yang teringat ke masa lalu anaknya yang sering jatuh ketika bermain. Saat itu yang keluar dari mulut Yesus, “Ibu lihat Aku telah menjadikan segalanya baru”. Tersirat kebanggaan yang mendalam.

 

Perjuangan salib yang berat dipanggulnya sendiri. Perjuangan menuju golgota dijalaninya tertatih tatih ditanggungnya sendiri. Belum pernah ada jalan dan cara kehidupan yang diperlihatkan dengan cara seperti itu, Dia ambil, Dia pilih Dia jalani dengan mengorbankan hidupnya sendiri. Itulah yang baru, yakni jalan salib.

Yesus memenangkan perjuangannya menuju puncak kalvari, dengan bangga. dengan perjuangan yang hebat, tiada duanya. Itulah nilai luhur dibalik perjuangan salib.

 

Yesus yang memenangkan visinya untuk memberi wajah baru kehidupan manusia, telah mewariskan sebuah nilai hidup yang luar biasa, perjuangan dengan cara salib, keras, sakit, penuh siksaan, tetapi ketika dijalani dengan sebuah passion, akan membawa kehidupan baru yang membanggakan.

 

Mengenang salib adalah merayakan kabar baik bahwa Tuhan mengubah tragedi Kalvari menjadi kemenangan bagi kita semua. Melalui salib, kasih dan kemurahan Tuhan yang memberi hidup merangkul kita semua. Pesta hari ini juga mengingatkan kita bahwa dalam pengalaman pribadi kita di Kalvari, Tuhan hadir bersama kita dengan cara yang penuh kasih dan belas kasihan, bekerja atas nama kita untuk membawa hidup baru dari penderitaan dan kematian kita.

 

Maka salib harus kita bawa kemanapun sebagai tanda yang mengingatkan kita kepada salib Kristus yang menyelamatkan kita. Dan setiap mengikuti jalan salib Tuhan untuk  mengenang  jalan salib kehidupan kita, kita berseru, “Dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia”

 

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku.

Pertanyaan refleksif saja. Pernahkah anda canggung disaat melakukan “tanda salib” di wilayah ramai. Pernahkah anda merasa tidak nyaman menandai tanda salib ketika makan di warung atau rumah makan, atau malah ada rasa takut? Apakah anda bangga menjadi orang katolik karena salibnya. Tetap bangga!. Tuhan memberkati. Ign.made

Sabtu, 12 September 2020

Sabtu.12.9.20 Inspirasi pagi: bertahan saat saat terburuk

Sabtu.12.9.20 Inspirasi pagi

 

Lukas 6: 43-49 “bertahan dalam saat saat terburuk”

 

Saya akan menunjukkan kepada Anda seperti apa seseorang yang datang kepada saya, mendengarkan kata-kata saya, dan menindaklanjutinya. Ceritra Yesus. “Yaitu seperti seseorang yang membangun rumah, ia  menggali lebih dalam dan meletakkan fondasinya di atas batu. Ketika banjir datang menerjang, rumah itu tetap berdiri tegak. Tetapi orang yang mendengarkan dan tidak melakukan ibaratnya membangun rumah  tanpa fondasi yang kuat. Begitu datang angin dan hujan banjir langsung runtuh dan hancur total. "

 

Teringat lagi membangun gereja MRPD saat hujan seperti ini. Bolak balik menguras galian fondasi yang pernuh dengan air hujan, mana lagi fondasi berdiri di atas tanah miring yang harus diratakan terlebih dahulu dan perlu tanah  urugan. Sangat berbahaya. Kita tahu bahwa bagian terpenting dari sebuah bangunan  adalah fondasinya. Jika fondasinya tidak tepat, betapapun bagusnya tampilan luar, rumah itu rawan runtuh.

 

Tidak hanya rumah kita membutuhkan fondasi yang baik, tetapi juga kehidupan kita. Dalam pembacaan Injil hari ini, Yesus menyatakan hal itu dengan cara yang sangat imajinatif, dengan gambar angin,  banjir dan membangun rumah di atas pasir. Apakah rumah akan berdiri atau runtuh tergantung pada kualitas fondasinya. Begitu juga dengan hidup kita, katanya.

 

Ada bagian bagian sulit dalam hidup kita bahkan sangat menantang. Kesehatan yang rapuh, hubungan keluarga yang mulai retak dan tidak harmonis lagi, pekerjaan sulit, anak anak butuh uang untuk sekolahnya, kredit rumah yang belum tuntas. Anak mulai remaja dan butuh perhatian lebih.

 

Namun Hidup ini adalah pilihan. Mau memilih menjadi kuat seperti seorang yang mendirikan bangunan diatas batu, atau rapuh seperti bangunan yang berdiri diatas pasir? Sesulit apapun kita selalu punya pilihan untuk menyikapinya.

 

Memilih karang berarti kita percaya bahwa kesulitan hidup ini memang langkah langkah menuju hidup yang lebih baik. Membangun mental juang yang berwatak karang, siap menghadapi badai kehidupan yang setiap saat bisa datang. Anggap itu latihan hidup.

 

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Bertahan dalam saat saat buruk terkadang menjadi saat yang baik untuk melatih diri dan menempa diri agar semakin handal. Yesus menawarkan diri-Nya kepada kita sebagai sumber yang dapat diandalkan. Tuhan memberkati. Ign made

 

 

 

Jumat, 11 September 2020

Jumat.11.9.20 Inspirasi pagi : yang bodoh...

Jumat.11.9.20 Inspirasi pagi

Lk.6:39-42 “terkadang yang bodoh adalah diri ini”

 

Panggung pertunjukan begitu luas pada masa kini. Seperti halnya orang buta yang lupa dirinya buta, sehingga tidak sadar memarahi orang lain buta. Bayangkan sampai ada orang yang mengatakan presiden bodoh, tepatnya menuduh orang lain bodoh dan tidak sadar bahwa jutaan bahkan lebih dari separuh rakyat Indonesia telah memilihnya.

Panggung kehidupan kita memang terkadang seperti itu.

 

Coba perhatikan kisah dua orang ini. Suatu ketika, dalam perjalanan pulang, orang buta yang sudah membawa lentera tertabrak seseorang sedang lari terburu-buru. Yang menyebabkannya ia terjatuh dan marah.

"Hei, kamu buta ya? Apa tidak melihat lentera yang saya bawa? Dasar buta!"

Yang menabrak tak mau  kalah,"Anda yang buta, lentera Anda sudah padam!"

 

 Masih ingat gambaran Yesus tentang “unta masuk lubang jarum?”, kali ini tentang “balok dimatamu itu lho”. Gambaran yang kelihatan humor, lucu, namun sungguh mengena untuk gambaran orang yang lebih mudah melihat sisi negatip ketimbang sisi positip yang dimiliki orang lain.

 

Menarik untuk mencermati kecendrungan yang kita miliki, mencari cari kesalahan orang lain lebih gampang, sementara menemukan kesalahan sendiri tidak mudah biarpun sudah sebesar balok. Kesalahan kecil saja pada orang lain, bahkan sebesar serpihan mudah kita temukan. Kita dengan mudah focus melihat kesalahan mereka dari pada kebaikan yang mereka lakukan.

 

Yesus mengingatkan kita bahwa sering kali kita tidak melihat dengan sangat jelas, terutama jika menyangkut orang lain. Jangan terlalu mudah menghakimi dan mengutuk. Masih ingat hamba yang tidak tahu berterima kasih setelah mendapat pengampunan dari Tuannya. Itulah kadang kadang jati diri kita yang egois, merasa diri lebih baik, lebih pinter.

 

Di  balik humor itu ada pesan yang serius. Sebelum melihat kesalahan orang lain kita perlu melihat kesalahan kita sendiri. Mencoba mengkritik dan mengoreksi orang lain tanpa menyadari kesalahan kita sendiri sama dengan mencoba menuntun orang buta. Kita perlu mengubah diri kita sebelum dapat mengubah orang lain.

 

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Gambaran Yesus tentang orang buta membimbing orang buta mau memberi pembelajaran pada kita, bahwa orang pinter, orang baik, orang bijak, orang rendah hati, tidak akan pernah menggap orang lain bodoh. Terkadang yang bodoh adalah kita sendiri. Tuhan memberkati. Ign made


Komentar Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo, terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang mendalam. Iya Romo pada pagi hari ini Tuhan Yesus memberikan pembelajaran uang sangat kongkrit tentang bagaimana kita bisa meraih kemenangan untuk masa yang akan datang dan yang merupakan cita2 hidup kita....Kita harus bekerja keras, melatih diri terus menerus,  mengorbankan banyak hal, tidak mengadili orang, dll agar kita akhirnya menang dan layak memperoleh pahala mulia di Surga....Syukur Tuhan masih memberi kesempatan, mari kita manfaatkan waktu yang masih ada ini dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak tahu kapan saat akhir kita akan tiba....Tuhan memberkati... 


Sr. Petra 

Sometimes our life is hard,.... Kadang kita tdk mau bicara karena menahan diri karena sedang mencermin diri...kadang tdk mau terima karena ego... No body is perfect. What can we do?....🤔

Kamis, 10 September 2020

Kamis.10.9.20 Inspirasi pagi "berilah"

Kamis.10.9.20 Inspirasi pagi
Lk.6:27-38 “Berilah”

“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu”.

Serba berlawanan. Tidak sejalan dengan apa yang dianggap akal sehat. Hanya ketika kita mengumpulkan,  mengambil, meminta, mencari kita akan menerima,  sedangkan dalam “memberi” kita akan kehilangan. Betulkan demikian? Menyumbang 500 ribu, sejuta, anda kehilangan sejumlah itu kan?

Namun percayalah ketika kita memberi itulah kita menerima. Iman dan model kehidupan dan cara memberi itulah yang telah kita terima dalam contoh hidup Yesus.

Ia menyembuhkan telinga orang yang datang untuk menangkapnya; Dia berdoa bagi mereka yang menyalibkan-Nya; Dia membasuh kaki orang yang mengkhianati-Nya. Bahkan ajaran-Nya yang paling radikal: cintailah musuhmu, berdoalah bagi mereka. Ia mati di salib, namun Ia telah memotivasi banyak orang bahwa hidup itu berarti saat memberi.


Bacaan Injil pagi ini menunjukkan bahwa pemberian diri kita dapat memiliki banyak bentuk. Itu mungkin berarti berbelas kasih kepada orang lain, lambat menilai orang lain, menolak untuk mengutuk orang lain, menunjukkan cinta kepada mereka yang menunjukkan sedikit cinta kepada kita, berdoa untuk mereka yang memperlakukan kita dengan buruk. Ketika pemberian diri semacam ini terlihat dalam kehidupan kita sendiri, kita juga telah mengungkapkan cara-cara Tuhan memberikan hidupnya bagi orang lain. Memang tidak spectakuler.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, jika kita mampu melihat hidup sebagai berkat, sesuatu yang berarti, ketika kita mampu berbagi, tidak merasa kehilangan malah menjalaninya dengan syukur dan gembira, takaran yang baik akan tercurah, sebab ukuran yang kita pakai juga akan diukurkan kepada kita. Tuhan memberkati.(ign.Made)






Rabu, 09 September 2020

Rabu.9/9.20 Inspirasi pagi : "iklas dan bersyukur"

Rabu.9.9.20 Inspirasi pagi
Lk.6:20-26 “ iklas dan bersyukur”
Tampaknya aneh di telinga kita bahwa Yesus  menyatakan orang miskin, lapar dan mereka yang menangis, bahagia atau diberkati. Rasanya  lebih masuk akal untuk menyatakan mereka tidak beruntung atau sengsara. Saya sungguh tidak  tega melihat anak yang menangis karena kelaparan atau bahkan kurang gizi. Sebaliknya Yesus menyatakan malang mereka ya yang kenyang dan yang tertawa, yang mampu. Sangat kontradiktif, dan sangat berlawanan dengan cara berpikir kebanyakan orang.

Apa ya maksud sabda Yesus ini? Pola pikir seperti apa ini ya.
Yang jelas Yesus tidak mengatakan bahwa miskin itu sendiri adalah berkat. Sebaliknya Dia menyatakan bahwa orang miskin diberkati karena Tuhan akan bekerja untuk mengubah situasi mereka. Situasi tidak berdaya  inilah yang menciptakan ruang bagi Tuhan untuk bekerja. Ini bukan orang miskin dan orang kaya. Ini soal pola pikir.

Sering terjadi dalam hidup, ketika semuanya baik-baik saja dengan kita, kita dapat dengan mudah merasa puas diri dan menjauh dari Tuhan. Kita tahu dari pengalaman kita sendiri bahwa kita sering mencari Tuhan dengan energi yang lebih besar ketika kebutuhan kita lebih besar, apakah itu kebutuhan pribadi atau kebutuhan bersama. Kita datang ke hadapan Tuhan dalam kemiskinan kita, kelaparan kita, kesedihan kita karena pada saat-saat itulah kita menyadari bahwa kita  sungguh tak berdaya dihadapan-Nya


Perkataan Yesus ini meyakinkan dan menantang bagi kita hari ini. Kita diyakinkan bahwa ketika kita berada pada kondisi kita yang paling rentan, titik terendah, apapun bentuknya, Tuhan sangat dekat dengan kita, bahkan jika kita merasa ditinggalkan oleh orang lain. Kita juga ditantang untuk membuat komitmen kasih Tuhan kepada mereka yang tidak berdaya di antara kita.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tuhan mengingatkan kita semua, apapun kondisi kita, entah kesal, marah, merasa pada titik terendah,  merasa ditinggalkan, tetaplah terubuka untuk mengubah pola pikir kita dan cara hidup kita, bahwa iklas, dan penuh syukur yang membuat hidup ini berarti.
Mari bertanya saja, mengapa ada orang yang hidupnya sederhana bisa senyum ya, sepertinya bahagia; mengapa orang yang hidupnya berkelimpahan terkadang berakhir tragis.
Tetap mohon  “hati iklas dan penuh syukur”. Tuhan memberkati (Rm. Made)

Komentar Sr. Anthonella Osf
pagi Romo... Terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang bagus sekali. Pada pesta HUT Bunda Maria kita sungguh ikut bersyukur, kalau beliau tidak lahir dan menolak tawaran menjadi bunda Tuhan bagaimana nasib kita....Bunda Maria sungguh2 berperan besar dalam keselamatan kita dan dunia. Dan kehadiran Bunda Maria tidak hanya membawa Yesus kepada kita juga sungguh menjadi Bunda kita, mendoakan dan menjaga kita agar tetap pada jalan puteranya. Sekali lagi kita betul2 bersyukur akan kelahiran Bunda Maria serta boleh mempunyai seorang Bunda yang senantiasa menjaga dan mendoakan kita..Semoga kita juga tetap mampu bekerjasama dengan rahmat Tuhan setiap hari seperti Bunda Maria. Tuhan memberkati....

Selasa, 08 September 2020

Selasa.8.9.20 Inspirasi pagi "mengenang....

Selasa. 8.9.20 Inspirasi pagi.
Mt.1:1-16.18-23 “Mengenang momen penting dalam kehidupan kita”
“Pesta Kelahiran  St. Perawan Maria”
Mari kita mengingat sejenak tiga pesta kelahiran orang orang hebat dalam perayaan  gereja. Yesus, tentu saja, yang kelahirannya kita rayakan pada 25 Desember, Yohanes Pembaptis, yang kelahirannya kita rayakan pada 24 Juni, dan Maria, yang kelahirannya kita rayakan hari ini, 8 September. Tiga tokoh penting yang menghidupi iman kita.

Apa persamaan  Yohanes Pembaptis dan Maria? Mereka berdua berhubungan erat dengan Yesus. Maria melahirkan Yesus; dia memberikan Yesus kepada dunia. Yohanes mengarahkan orang-orang, termasuk murid-muridnya sendiri, kepada Yesus.

Jika Maria membawa Yesus ke dunia, Yohanes Pembaptis mencoba membawa dunia kepada Yesus. Kita menghormati hari ulang tahun Yohanes Pembaptis dan Maria karena peran unik mereka masing-masing dalam kehidupan Yesus. Yohanes menunjukkan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Menurut pembacaan Injil pagi ini, anak Maria dipanggil Yesus karena dialah yang akan menyelamatkan umatnya dari dosa-dosa kita. Yohanes dan Maria dengan cara berbeda menunjuk pada Yesus sebagai pernyataan belas kasihan Tuhan.

Matius dalam pembacaan Injil pagi ini memberikan nama lain untuk anak Maria, “Emmanuel”, Tuhan bersama kita. Anak Maria di atas segalanya adalah Tuhan bersama kita dalam belas kasihan-Nya. Kami merayakan ulang tahun Maria karena hadiah berharga yang dia berikan kepada dunia.

Hari ulang tahun adalah momen yang baik untuk melihat kembali sejarah kehidupan kita. Sejarah kenangan hidup kita, bahkan mengingat hal baik, atau kebiasaan kebiasaan baik dalam hidup kita dengan orang orang yang kita cintai. Mereka yang telah menjadikan hidup kita seperti saat ini, orang tua, suami tercinta, bahkan sahabat sahabat yang baik.

Apapun perjuangan yang tengah dihadapi, jalani saja, dan jadikan moment  tersebut cara baik untuk melatih diri agar menjadi orang yang teguh tegar. Tentu ada berbagai pengalaman pahit, pengalaman indah menyenangakan yang pernah anda alami, rasakan saja.

Mari kita jadikan sebuah pembelajaran dan  permenungan bahwa setiap detik dalam hidup kita, dapat  menjadi kebiasaan-kebiasaan baik  moment yang menantang, yang mengubah jalan hidup menjadi lebih baik.

Ayo semangat lagi. Berhentilah  meratapi kejadian buruk, mari memulai lagi kehidupan secara menyeluruh dan meminikmati sertiap moment kehidupan bersama mereka yang tersisa, mereka yang anda cintai.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Mari kita gunakan waktu yang ada untuk selalu merasakan setiap kejadian hidup dengan penuh syukur. Bunda Maria sampaikan keluh kesah dan doa kami kepada Putramu. Salam Maria…..(ign made)

Senin, 07 September 2020

Senin.7.9.20 Inspirasi pagi "39 jenis .....

Senin.7.9.20. Inspirasi pagi
Lk.6:6-11 “39 jenis pelanggaran pada hari shabbat”

Shabbat artinya berhenti bekerja. Orang Yahudi merayakannya saat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat hingga tiba malam pada hari Sabtu.

Ini ke 39 catatan kegiatan yang tidak boleh dilakukan pada hari “Shabbat” menurut  Traktat Sabat Mishnah. 1. Menabur; 2.Membajak; 3.Menuai; 4. Mengikat berkas gandum; 5.Membuang Sampah; 6.Menampi; 7. Memilih; 8.Mengasah; 9.Memilah; 10. Membuat adonan;
11.Membuat roti; 12.Menggunting wol;13. Mencuci wol; 14. Memukuli wol; 15.Mewarnai wol; 16.Memintal; 17. Menenun; 18. Membuat dua simpul; 19. Menenun dua lembar benang; 20.Memisahkan dua lembar benang; 21.Mengikat; 22. Melepaskan ikatan; 23.Menjahit robekan; 24.Merobek; 25.Menjerat; 26.Memotong hewan;  27.Terbang; 28. Mewarnai kulit binatang; 29. Menyapu untuk mencari barang yang hilang; 30.Menandai kulit binatang; 31 Memotong kulit hingga menjadi bentuk tertentu; 32.Menulis dua atau lebih huruf; 33 Menghapus dua atau lebih huruf; 34.Membangun; 35. Meruntuhkan bangunan;  36. Mematikan api;  37.Menyalakan api; 38 Memberikan sentuhan terakhir pada sebuah benda; 39 Memindahkan benda dari tempat pribadi ke tempat umum, atau sejauh 4 hastadalam batas tempat umum;

Para ahli Taurat dan orang Farisi mengawasinya dengan cermat untuk melihat manakah kegiatan yang akan dilanggar  Yesus  pada hari Sabat, agar mereka dapat menemukan alasan untuk menuduhnya.

Siapapun tahu membantu orang untuk berdiri, melepaskan ikatan sakit orang adalah  suatu pekerjaan yang baik. Ketika  Yesus mengatakan “Ayo nak bangun” peduli amat dengan niat jahat orang Farisi ini,  orang Farisi menjadi sangat marah, dan terus menerus akan mencari kesalahan Yesus.

Apa yang bisa diambil sebagai refleksi atau pembelajaran atas pristiwa ini?

Meskipun Yesus jelas-jelas berbuat baik, orang-orang Farisi mencari hal-hal negatif di dalam dirinya; mereka curiga padanya. Karena mereka cenderung melihat yang negatif, mereka tidak dapat melihat kebaikan yang Tuhan lakukan  pada hari Sabat  di sinagoga. “Terpaku oleh 36 daftar kegiatan yang dilarang? Bisa jadi.

Terkadang kita mudah melihat   seseorang atau menilai  situasi  berdasar dari lensa  kita saja. Belum tentu apa yang baik menurut lensa mata kita pasti baik untuk orang. Jika kita melihat orang melalui lensa mencurigakan, lensa negatif, kita akan melihat negatif dan kehilangan kebaikan. Sebaliknya, jika kita berpikir lebih positif banyak hal bisa membuat kita adem.

Selalu ada harga yang harus dibayar ketika seseorang meninginkan hal yang lebih baik. Dan mari jangan biarkan kondisi mengatur hidup kita. Kitalah yang harus mengatur hidup kita .

Selamat pagi, sahabat, saudari saudaraku, kita tidak akan membiarkan kesulitan atau hal negatip mendominasi hidup kita bukan. Ayo lihat ke depan. Lihat sisi positifnya. Tuhan memberkati. (Rm. Made)

Komentar Sr. Anthonella OSH
Selamat pagi Romo terima kasih untuk kiriman inspirasi paginya yang bagus. Orang Farisi sudah terlanjur tidak suka akan Tuhan Yesus. Jadi apapun yang Beliau buat selalu salah dan jelek. Kebetulan perbuatan menyembuhkan orang terjadi pada hari sabat, semakin lagi mereka menyalahkan Yesus. Iya Romo kadang dalam hidup sehari-hari kita jumpai orang semacam itu... Maunya mencari kesalahan orang terus.... pada hal perbuatannya bila dilihat yang sebetulnya tidak salah. Tetapi selalu saja salah. Iya Romo pada hari ini kita diharapkan untuk tetap berusaha untuk berbuat baik, apapun situasinya dan apapun penilaian orang terhadap usaha kita. Kita percaya suatu saat akan kelihatan mama yang benar dan mana yang salah... Terlebih kita berusaha agar mampu menciptakan pikiran yang positif, sehingga mampu melihat dan menilai secara obyektif apa yang orang perbuat bagi kita...Selamat betkarya, Tuhan memberkati..

Komentar Sr. Petra CSSH
Life is what we make it. When we think positively, everything will be ok, but when we think negatively, everything will be turned into dark... Sya tdk bisa lari...dua cara berpikir ini akan terus menghantui hidup ini... I'll try my best to think positively as long as i could.... Trimksh, Romo. Gbu too. 🙏🙏🙏
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com