CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Senin, 31 Agustus 2020

Senin.31.8.20 Inspirasi pagi "narsis"

Senin.31.8.20 Inspirasi pagi
Lk.4:16-30 “Narzis”
Ada berbagai macam model penghinaan atau penolakan. Ada yang lewat phisik, dan kata kata kasar. Saya pernah mengalaminya. Waktu itu saya duduk makan melantai bersama pasangan yang baru saja menerima sakramen perkawinan. Tiba tiba ada seorang bapak setengah baya, menonjok kepala saya dengan kakinya dari belakang sambil mengatakan, kenapa kamu tidak memberkati anak saya juga. Lalu saya menoleh ke belakang, bapak muda ini semakin berusaha untuk menonjok kepala saya dengan kakinya.

Saya bangkit dengan gerakan reflex mau meninju bapa itu, tapi ketua umat yang duduk disamping saya memegang saya agar saya tidak meladeni orang ini, karena orang ini baru saja keluar dari penjara. Marah dan terasa terhina benar. Belakangan saya baru tahu, dia kecewa dan marah karena anaknya belum juga diberkati oleh pastor. Pristiwanya terjadi di sebuah stasi di Balai Berkuak th. 2003.

Penghinaan dengan kata-kata dan bukan phisik bisa terjadi dimana saja. Kali ini warga Nasaret heboh dengan kehadiran Yesus yang tampil luar biasa sesudah sekian tahun tidak muncul di kampong dimana Ia besar bersama teman sepermainan, atau mungkin anak muda teman temannya. Pujian kekaguman tiba tiba berubah menjadi semacam penolakan bahkan mungkin penghinaan. “Ah bukankah Ia ini anak Yusuf si tukang kayu itu?”

Dibalik pernyataan ini mereka tidak menghargai dan mempercayai kemampuan dan kuasa Yesus. Mereka merendahkan kemampuan Yesus. Seorang nabi dihormati dimana mana kecuali di kampungnya sendiri, ucap Yesus.

Yesus lalu menyingkapkan kebenaran yang terpendam dalam pikiran mereka, “Hai tabib, sembuhkanlah diriMu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" (ay. 23). Yesus tak tak terpancing untuk melakukan mujizat seperti yang mereka kehendaki, malah menyamakan mereka dengan orang-orang pada zaman Elia dan Elisa yang tak mendapat berkat.

 Mereka jadi marah, dan hendak melemparkan Yesus dari tebing.  Yesus  berjalan lewat dari tengah-tengah mereka lalu menghindar. Dia tak tersentuh oleh kemarahan orang-orang yang menolak kebenaran itu. 


Terkadang kita menjadi narsis, mudah tersinggung, merasa diri lebih, merasa diri hebat, lebih pintar, lebih segala galanya. Terkadang kita seperti tokoh Yunani yang bernama Nasisius yang mencintai   bayangan sendiri. Mudah mengeluarkan pernyataan yang memojokan dan merendahkan orang lain. Selfie dimana mana tanpa mengindahkan orang lain.

Terkadang, tidak selalu, ya begitulah. Maka kita perlu belajar mawas diri dan bersikap rendah hati, saling menghormati. Tidak mudah, tapi bisa dicoba.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tuhan memberkati. (ign made)

Sharing Sr. Antonella Osf


Mohon maaf Romo Hp saya error 2 hari dan ini baru bisa pakai lagi... Tks banyak Romo untuk inspirasi paginya yang bagus...Yesus ditolak dikampungnya sendiri.. Namanya ditolak oleh siapapun dan dimanapun pasti terasa sakit ya Romo.... Apalagi Yesus ditolak karena alasan latar belakang keluarganya. Mereka tidak mau tahu kualitas pribadinya namun berorientasi pada lingkungan/keluarganya...Iya bagaimanapun juga seseorang menjadi orang tidak terlepas dari keluarga. Semoga kita tetap mencintai, menghargai dan bangga akan  keluarga kita bagaimanapun kondisi mereka...Karena mereka tetap berperan besar terhadap apapun keadaan kita saat ini...Tuhan memberkati....

Minggu, 30 Agustus 2020

Minggu,30.8.20 Blessing indisguise

Minggu.30.8.20 Inspirasi pagi
Mt.16: 21-27 “Blessing indisguise”
Abdul somad mengatakan di salib ada jin, padahal jin itu adanya di batu kata Christian Prince. Rasul Paulus sendiri bahkan mengatakan salib itu suatu kebodohan bahkan kehinaan. Namun Salib sering kali menjadi berkah terselubung (blessing indisguise)

Entah kenapa, seseorang anak yang sering dibuli oleh kawan kawannya, dibilang jelek, kurus, tidak mampu, lemah, bahkan guru olah raganya pun terkadang meremehkan dengan alasan menjadi contoh yang tidak baik bagi kawan kawannya, ketika diberi kesempatan untuk melakukan olah raga yang menantang, sering membuktikan bahwa ia lebih baik dari mereka yang selalu merendahkan dan mengejeknya. Ada dorongan kuat dari dalam dirinya, “saya tidak selemah yang mereka duga”. Dan anak anak yang merasa terhina bisanya, nekat berusaha keras untuk berlatih. Dan banyak yang berhasil. Usahanya membawa berkat.

Namun tidak jarang juga usaha yang keras untuk menaklukan rasa minder atau olok olokan berakhir dengan sia sia. Sudah berusaha setengah mati, tapi hasilnya gagal total. Sudah jatuh masih ditimpa tangga pula.

Salib sering menimbulkan pertanyaan besar. Bahkan ejekan. Mengapa Tuhan membiarkan kemalangan menghancurkan kehidupan begitu banyak orang baik?  Misalnya, mengapa Tuhan membiarkan orang baik seperti Yeremia diejek. Mengapa Allah membiarkan Yesus memanggul salibnya sendiri ke bukit Golgota?

Mungkin anda pernah mendengar pepatah yang mengatakan: orang bodoh bisa memberi banyak alasan, namun orang bijak bahkan diam dan tidak melakukan apa apa”
Hal yang sama berlaku untuk misteri perjuangan salib: orang bodoh dapat memberikan alasannya, tetapi orang bijak bahkan diam.

Nasehat Yesus rasanya  bodoh.  "Siapapun yang kehilangan nyawanya demi aku akan menemukannya," Itulah rahasia kehidupan.
Hai anak muda bermimpilah selagi bangun, jangan takut bermimpi, rajut kehidupanmu lakukan sesuatu, pikul salibmu, dengan anthusias, makan akan menjadi ringan, akan kamu dapatkan kehidupanmu kembali. Anjuran Tuhan dalam bacaan pagi ini.

Kalian yang merasa gagal dalam hidup, ayo bangkit pikul salib kehidupanmu dan ikut nasehat Yesus. Pada akhirnya, yang bisa kita lakukan   adalah percaya kepada Yesus yang berkata, "barangsiapa kehilangan nyawanya karena saya akan menemukannya.

Ah ini nasehat klise, mudah menasehati. Betul sekali. Karena memang tidak mudah  memahami misteri kemalangan hidup di dunia ini, tapi yang pasti, "ketika anda melakukan dengan passion, anda akan mendapatkan kembali hidup anda”

Ada banyak halaman dalam kitab kehidupan itu sulit dimengerti. Yang bisa kita lakukan hanyalah melipatnya dan menulis. Selalu ada rahmat terselubung dibalik penderitaan.
“Blessing indisguise”
Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, selamat hari minggu. Tuhan memberkati. (ign made)

Sharing Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo... Terima kasih pencerahannya pagi ini... Miris dihati ya Romo membaca dan merenungkan resiko mereka yang berani menyuarakan kebenaran.... Tidak hanya saat terjadi kejadian tersebut, bahkan sekarang juga malah semakin menjadi....Khususnya di Negara kita...Sangat memprihatinkan. Namun kita tidak mampu berbuat banyak, paling tidak bagi lingkungan kecil kita, berani jujur mendengarkan suara hati kita yang benar dan dimampukan setia kepada Tuhan Yesus sampai mati....Tuhan memberkati...

Sabtu, 29 Agustus 2020

SUMPAH DEMI EGO. Inspirasi pagi sabtu.29.8.20

Sabtu.29.8.20  Inspirasi pagi, pada hari peringatan “wafatnya Yohanes Pembaptis”
Mrk.6:17-29 “ sumpah demi ego”

Raja Herodes memperistri Herodias, janda cantik berhati busuk dari  Philipus yang masih saudara sekandung dengan Herodes.  Perkawinan mereka menimbulkan skandal publik dan kasak-kusuk di tengah rakyatnya. Namun, tidak ada satu pun yang berani mengkritik tindakan tidak etis sang raja secara terbuka. 

Hanya Yohanes, Sang Pembabtis, sepupunya Yesus berani tampil secara terbuka dan terus-terang menyampaikan kritik pedas kepada Raja Herodes: "tidak halal, anda memperistri Herodias, yang adalah istri saudaramu!" Bukannya sadar dan memperbaiki diri, Herodes malah menjebloskan Yohanes ke dalam penjara. Teguran tajam Yohanes juga membuat Herodias dendam kesumat. Ia melihat Yohanes telah menjadi duri dalam daging bagi cinta terlarang mereka. Ia pun mencari kesempatan untuk melenyapkan sang macan  gurun, pembuka aib hubungan mereka. 

Kesempatan itu pun tiba.  Bertepatan dengan hari ulang tahun Raja Herodes, putri Herodias mempersembahkan sebuah tarian padang pasir yang memikat hati Sang Raja dan menuai decak kagum para tamu undangan yang datang dari kerajaan-kerajaan tetangga maupun dari kalangan istana. Dalam suka citanya oleh karena euforia rasa bangga terhadap putri tirinya yang juga adalah  keponakkannya ini, Raja Herodes pun mengeluarkan sumpah janji: “Mintalah apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”, ya  “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”

Setelah konsultasi dengan ibunya, anak itu kemudian , berkata, aku mau “Kepala Yohanes Pembaptis, sekarang juga di atas talam!”  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang algojo dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes di penjara dan membawa kepala itu di sebuah piring besar dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Itu kisah populernya.

Yohanes pembaptis menjadi korban penguasa kejam yang takut mendengarkan suara-suara  kritis. Ia rela menjadikan kepala Yohanes pembaptis sebagai tumbal bagi stabilitas kehormatan dan sumpah semunya. 

Di sisi lain, Yohanes Pembaptis menjadi simbol ketidakgentaran para pejuang kebenaran untuk tidak pernah mau dibungkam oleh penguasa kejam. Ia menjadi tanda pengharapan dan pembelajaran bagi banyak orang bahwa keberanian untuk menyuarakan kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh ancaman kriminalisasi.

Mari kita jadikan peringatan kematian  Yohanes Pembaptis sebagai  inspirasi sekurang kurangnya untuk tidak pernah merasa takut menyuarakan dan memperjuangkan kebenaran, kesetiaan, walau resikonya besar. Hati hati dengan sumpah demi ego sendiri.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tuhan memberkati.(RM.MADE)

Sharing Sr. Antonella Osf:

Wah luar biasa Romo...Renungannya bagus dan Santo yang diperingati kemenangannya  hari ini juga luar biasa....Iya tidak ada yang terlambat dan tidak ada yang mustahil. Kekuatan doa  tulus dari seorang ibu yang saleh juga luar biasa....Namun disini juga membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Menghadapi suami yang kafir dan anak yang brutal. Dan karena kekuatan doa yang bertahun-tahun mereka bertiga menjadi anak Tuhan bahkan menjadi Santa dan Santo....St. Agustinus juga berkata Engkau Tuhan selalu didalam aku sedang aku diluar Engkau....Kata2 yang indah untuk direnungkan apakah sejatinya aku selama ini ada didalam atau diluar Tuhan??? Tuhan masih memberi kesempatan, mari mohon rahmat untuk berbenah....Tuhan memberkati...

SUMPAH DEMI EGO. Inspirasi pagi Jumat.29.8.20

Sabtu.29.8.20  Inspirasi pagi, pada hari peringatan “wafatnya Yohanes Pembaptis”
Mrk.6:17-29 “ sumpah demi ego”

Raja Herodes memperistri Herodias, janda cantik berhati busuk dari  Philipus yang masih saudara sekandung dengan Herodes.  Perkawinan mereka menimbulkan skandal publik dan kasak-kusuk di tengah rakyatnya. Namun, tidak ada satu pun yang berani mengkritik tindakan tidak etis sang raja secara terbuka. 

Hanya Yohanes, Sang Pembabtis, sepupunya Yesus berani tampil secara terbuka dan terus-terang menyampaikan kritik pedas kepada Raja Herodes: "tidak halal, anda memperistri Herodias, yang adalah istri saudaramu!" Bukannya sadar dan memperbaiki diri, Herodes malah menjebloskan Yohanes ke dalam penjara. Teguran tajam Yohanes juga membuat Herodias dendam kesumat. Ia melihat Yohanes telah menjadi duri dalam daging bagi cinta terlarang mereka. Ia pun mencari kesempatan untuk melenyapkan sang macan  gurun, pembuka aib hubungan mereka. 

Kesempatan itu pun tiba.  Bertepatan dengan hari ulang tahun Raja Herodes, putri Herodias mempersembahkan sebuah tarian padang pasir yang memikat hati Sang Raja dan menuai decak kagum para tamu undangan yang datang dari kerajaan-kerajaan tetangga maupun dari kalangan istana. Dalam suka citanya oleh karena euforia rasa bangga terhadap putri tirinya yang juga adalah  keponakkannya ini, Raja Herodes pun mengeluarkan sumpah janji: “Mintalah apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”, ya  “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”

Setelah konsultasi dengan ibunya, anak itu kemudian , berkata, aku mau “Kepala Yohanes Pembaptis, sekarang juga di atas talam!”  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang algojo dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes di penjara dan membawa kepala itu di sebuah piring besar dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Itu kisah populernya.

Yohanes pembaptis menjadi korban penguasa kejam yang takut mendengarkan suara-suara  kritis. Ia rela menjadikan kepala Yohanes pembaptis sebagai tumbal bagi stabilitas kehormatan dan sumpah semunya. 

Di sisi lain, Yohanes Pembaptis menjadi simbol ketidakgentaran para pejuang kebenaran untuk tidak pernah mau dibungkam oleh penguasa kejam. Ia menjadi tanda pengharapan dan pembelajaran bagi banyak orang bahwa keberanian untuk menyuarakan kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh ancaman kriminalisasi.

Mari kita jadikan peringatan kematian  Yohanes Pembaptis sebagai  inspirasi sekurang kurangnya untuk tidak pernah merasa takut menyuarakan dan memperjuangkan kebenaran, kesetiaan, walau resikonya besar. Hati hati dengan sumpah demi ego sendiri.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Tuhan memberkati.(RM.MADE)

Jumat, 28 Agustus 2020

Inspirasi pagi Jumat. 28.8.20 : "Banting Stir"

Jumat.28.8.20 Inspirasi pagi.
PW.St. Agustinus Uskup dan Pujangga Gereja.
“banting stir”
Qoute yang sangat terkenal dari St. Agustinus, yang hari ini kita rayakan wafatnya; “Lambat aku mencintai Engkau. Sebab sesungguhnya Engkau ada di dalam, dan aku di luar; dan aku mencari Engkau di luar dan aku yang jelek jatuh pada barang barang menarik yang Engkau ciptakan”.

Agustinus remaja, pernah menjadi bajingan ketika dikirim belajar ke Kartago. Ia terlibat dalam pergaulan bebas dan rusak dan tiadak karuan.

Hidupnya kemudian berubah ketika berkenalan dengan Uskup Ambrosius, Ia bertobat dan selanjutnya memberi diri dibaptis. Kemudian ia kembali ke Afrika dan menempuh studi sebagai calon imam. Selesai dengan pendidikan imam ia ditahbiskan menjadi imam dan ditugaskan di Hipo membantu Uskup Ambrosius. Karya dan tulisan theoligi penciptaan, Antropologi kristiani, eklesiologi, eskatologi, mariologi, menjadikannya seorang pujangga gereja yang terkenal, dan Uskup yang murah hati terhadap mereka yang miskin tersingkir.

Mungkin karena itu ia menuliskan refleksinya: terlambat aku mencintaimu Tuhan.
Pengalaman hidupnya tidak bisa dilepaskan dari sorang ibu, Monika, yang kemaren kita rayakan pestanya. Seorang ibu yang tidak pernah gentar menghadapi dua laki laki yang selalu membuatnya sedih karena kehidupan yang tidak wajar, pemabuk pemarah, ringan tangan, dan tidak karuan.
Kalau dalam injil hari ini bicara tentang lima gadis yang yang bodoh dan lima gadis yang bijak, sang ibu adalah bagian dari gadis yang bijak.

Ketidak-mampuan untuk menyelami cinta Tuhan yang begitu perkasa dan agung, menggetarkan segaligus berbelaskasih, yang mencintai dengan caranya sendiri, maka tidak ada jalan lain untuk berserah diri dengan berusaha sekuat tenaga menyerahkan suami dan anaknya pada penyelenggaraan kasih-Nya. Apapun yang terjadi, ia siap sedia.

Bagi Tuhan tidak ada kata “terlambat”. Bahkan tidak ada yang mustahil. Hanya saja resiko harus diambil. Karena individu yang hebat selalu belajar dari banyak kesalahan.

Pertanyaan reeefleksif, “apakah kita ingin menjadi aman dan baik, atau apakah kita ingin mengambil  kesempatan dan menjadi luar biasa? Tidak ada yang terlambat.

Yang sering terjadi dalam hidup adalah: kita takut ambil resiko, tidak berani ambil kesempatan dan tantangan, takut dengan kegagalan, takut dinasehati, takut ide ditolak, maka akhirnya lebih memilih masa bodoh atau diam saja. Sekali lagi pertenyaan refleksi kita apakah anda termasuk orang yang memiliki pola hidup seperti itu?

Ada pepatah mengatakan:”no man ever become great or good except through many and great mistakes”. Tidak ada orang yang menjadi hebat tanpa melalui banyak kesalahan. Hehe masa depan ada untuk orang yang berani mengambil tindakan “banting stir”. Mari belajar dari St. Agustinus.
Selamat pagi, sahabat, Tuhan memberkati. (Ign made)


Kamis, 27 Agustus 2020

Kamis,27.8.20 "Di doa ibuku"

Kamis.27.8.20 Inspirasi pagi
Mt.24:42-51 PW. Santa Monika
”di doa ibuku”

Pada abad ke 4 hiduplah seorang gadis yang jelita di kota Tegaste di Afrika Utara. Gadis ini menjadi gadis rebutan. Tapi rupanya kemudian ia jatuh cinta kepada seorang pemuda yang menurutnya sangat ideal bernama Patrisius. Merekapun menikah. Tetapi apa lacur, pemuda itu sebenarnya adalah pemabuk dan mudah marah. Hampir setiap saat ia menjadi bulan bulanan  tamparan dari suaminya. Satu satunya yang dapat dibuatnya adalah diam dan tekun dalam berdoa. Sejak saat itu ia menjadi wanita pendoa.

Namun penderitaannya belum berakhir. Ketika kemudian ia mendapat anak, anak ini bertumbuh dewasa juga sebagai bajingan, mudah naik darah, pemabuk, mirip kelakuan ayahnya. Ia sudah berdoa, namun hasilnya malah lebih parah. Namun ia tidak putus asa, ia tetap tekun dalam berdoa, sambil mencucurkan air mata.

Apa yang terjadi kemudian? Sesudah wanita ini berusia 56 tahun dan terbaring diranjang karena sakit, ia didampingi oleh putranya yang selalu didoakan. Putra yang brengsek itu kemudian menjadi pemuda teladan, bahkan kemudian menjadi Uskup yang ternama, bahkan orang suci ternama. Dialah Santo Agustinus. Wanita yang terbaring adalah Monika. Kesetiaan dan cintanya terhadap anaknya mendorong ia berdoa  terus menerus.

Monika tak henti hentinya mendoakan suami dan anaknya yang pernah melewati hidup seenaknya seperti orang-orang jaman Nuh, tidak peduli dengan hukuman Tuhan. Ia senantiasa mengingatkan agar suami dan anak anaknya selalu waspada dan siap sedia, mawas diri. Semuanya terucap dalam doa yang hening.
Monika sangat yakin kewaspadaan dapat mencegah terjadinya kerusakan dan kehilangan. Hamba yang setia dan bijaksana akan  diangkat oleh tuannya menjadi orang orang orang kepercayaannya.

“Hanya satu ini yang kuminta kepadamu agar kamu mengenangkan aku di hadapan altar Tuhan”. Sebuah doa yang selalu terucap dari seorang Monika.Doanya telah terkabulkan.
Kehormatan dan tanggungjawab hamaba yang setia, telah didapatkan dalam diri putranya Agustinus yang besok akan kita rayakan pestanya. Luar biasa.

Kesetiaan dan ketekunan seorang ibu dalam doa membawa berkat bagi suami dan anaknya.
Dan memang, kita terpanggil menjadi berkat bagi dunia melalui doa, tutur kata dan tindakan baik kita sekecil apapun.

Selamat pagi sahabat, saudari- saudaraku. Selamat merayakan pesta Santa Monika. Jangan pernah lelah mendoakan anak-anakmu, pasanganmu, tim kerjamu, bahkan mungkin orang orang yang sirik dan memusuhimu sekalipun. Hidup itu bergema, apa yang kita ucapkan dalam pesan doa, itulah yang akan kembali ke kehidupan kita. Tuhan memberkati.(Ign.Made)

Rabu, 26 Agustus 2020

Rabu,26.8.20 Inspirasi pagi memberi ragi

Rabu.26.8.20 Inspirasi pagi
Mt.23:27-32 “sabda celaka?”
Ini ungkapan Yesus yang membuat Beliau “kesal” terhadap mereka yang hidup dalam surga palsu. Mateus mencatat sekurang kurangnya ada 8 ungkapan “celaka”.

Nah ini 8 ungkapan celaka versi Mateus:
1.     '''Celakalah kamu''', hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang.
2.     '''Celakalah kamu''', hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang.
3.     '''Celakalah kamu''', hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
4.     '''Celakalah kamu''', hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.
5.     “’Celakalah kamu”’, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan.
6.     “’ Celakalah kamu”’, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
7.     “’Celakalah kamu”’, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh.
8.     “’Celakalah kamu”’, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

 

"Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan." Mt.23:28

Selamat pagi sahabat, saudari-saudaraku. Buanglah segala kemunafikan, dan mari kita berusaha hidup benar di hadapan Tuhan dan juga sesama kita manusia. Kita tidak sedang bersandiwara bukan, apa lagi pamer diri agar menerima pujian dan sanjungan. Tidak seperti itu. Tuhan memberkati (rm.Ign made)



Selasa, 25 Agustus 2020

Inspirasi pagi Selasa 25.8.20 "Setidak tidaknya ubah diri sendiri"

Selasa.25.8.20 Inspirasi pagi
Mt.23:23-26 “setidak tidaknya ubah diri”

Menurut Yesus tanda tanda pemimpin yang munafik adalah, suka ingkar janji, sering tidak adil, tidak punya passion (belas kasih) dan tidak setia.

Misal dalam Mateus 23:23  “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan j  dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan”. 

Secara sederhana bisa dikatakan orang munafik itu bila bicara sering banyak dustanya, bila berjanji sering tidak ditepati, bila diberi amanat malah sering berkianat. Suka dilihat, senang dipuji tapi enggan untuk menerima kritik.

Perhatian mereka terhadap hal-hal kecil menyebabkan mereka melupakan hal hal besar. Kata Yesus, “Nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan”.  Cawan dan pinggan  kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.


Peringatan ini juga berlaku untuk kita semua para murid Tuhan. Siapa yang berani menyangkal, terkadang kita   buta hati, banyak wacana, tapi kurang dalam bertindak baik. Sering lugu namun terkadang tidak jujur, pura pura peduli padahal sering masa bodo. Sering menjadi batu sandungan bagi orang lain. Sering tidak konsisten, plinplan, mencla mencle.

Siapa bilang berlaku adil itu mudah. Namun Tuhan ingatkan kita  sekurang kurangnya kita harus memiliki rasa keadilan itu dalam setiap perbuatan kita. Sekurang kurangnya berpikir dan bersikap adil.

Siapa bilang menjadi setia itu gampang. Kesetiaan bagi orang beriman sebuah perjuangan dalam kebersamaan hidup yang terus menerus harus diperjuangkan, tidak menganggap enteng dan remeh. Kata kitab Amsal: banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? 

Tidak mudah mengubah orang lain, namun setidak tidaknya marilah kita mencoba untuk mengubah diri sendiri, berbenah diri. Sekurang kurangnya kita sadar, tidak menganggap diri paling bersih, tidak  merasa sudah berbuat banyak kebaikan, sudah merasa telah  membersihkan diri.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Semoga semangat berbagi  kasih, keadilan dan kesetiaan menjadi milik kita hari ini. Sekurang kurangnya refleksi kita.Tuhan memberkati.(Rm.Ign Made)

Sharing Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo...Terima kasih untuk inspirasi paginya yang bagus....Tuhan Yesus secara keras mengutuk perbuatan orang Farisi yang munafik...Merasa diri sempurna didalam melaksanakan hidup keagamaan namun prakteknya? Kitapun sudah mendapat banyak kesempatan untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, mulai dari Misa, devosi dan banyak macam doa2.... Sejauhmana semua itu memberi inspirasi dalam tindakan kita terlebih didalam mengupayakan kasih, keadilan dan kesetiaan kita. Mari kita mulai dengan hal2 kecil2 karena semua itu memang tidak mudah untuk dilaksanakan. Dan membutuhkan perjuangan..Mari hari ini kita mencoba salah satu saja dari ketiganya. Bersama rahmat Tuhan kita pasti dimampukan.... Tuhan memberkati..

Senin, 24 Agustus 2020

Senin,24.8.20 Inspirasi pagi menebar ragi

Senin.24.8.20 Inspirasi pagi, Pesta St. Bartolomeus Rasul
Yoh.1:45-51 “Ori, tidak ada tipu-tipu”
Mana mungkin dari Nasaret muncul orang hebat dan terkenal, ungkap Natanael ketika orang bicara soal Mesias dari kampong kecil ini. Namun diluar dugaan Yesus justru memuji murid yang belum mengerti ini.

Ini baru orang Israel sejati, “asli” tidak ada kepalsuan,  kata Yesus kepada Natanael, yang disebut Bartolomeus dalam Injil Yohanes. Pagi ini gereja mengajak kita untuk memperingati seorang murid yang “polos”jujur, bahkan ia bisa melihat surga terbuka dalam diri Yesus sang Mesias.Tidak ada “tipu-tipu”. Ternyata Allah lebih mengerti dan tahu tentang dirinya.


Terkadang hidup lebih mudah “berlagak” dari pada apa adanya. Selalu ada kecendrungan untuk tampil dan dilihat hebat. Gaji  pas-pasan tapi ngebet pingin punya mobil, apapun caranya. Model itu ada.  Selalu melihat rumput tetangga lebih hijau dan rapi. Lagaknya seperti orang besar sehingga orang percaya, tetapi sesudah 1 bulan dirampas kembali, karena tidak mampu bayar kredit. Masih untung-untung tidak diserahkan polisi sebagai penipuan.

Asal terus bertumbauh dan bersyukur serta percaya akan pekerjaan Allah segala sesuatu akan ditambahkan. Demikian pengalaman iman Natanael yang polos menjadikan rahmat Allah terbuka dan berkarya dalam dirinya, sehingga kemudian dalam perjalanan waktu bersama Tuhan Yesus ia melihat dan menyaksikan hal hal yang lebih besar. Dari benih biji sesawi yang kecil bertumbuh menjadi besar dengan iman yang kuat dan mantap.

Menjadi polos saja tidak cukup, harus disertai semangat dan usaha keras untuk mengalami hal hal yang besar, tidak mengalir dan ikut harus, tapi terkadang menantang arus dan tidak berhenti mencari tahu. Kata yang pas adalah “memastikan”. Tidak pernah menyerah karena kepastian akan melegakan hati.

Kesejatian iman, orisinal, hidup dari perjuangan yang tekun, tidak mendasarkan diri dari kisah dan ceritra orang itu  sisi ori seorang Natanael.

Kelemahan dan cacat kita dihadapan manusia tidak menjadi ukuran bagi Tuhan untuk menentukan pantas atau tidaknya kita dipanggil. Jadi, kita dipanggil bukan karena kepantasan kita, bukan karena kualitas hidup yang kita miliki tetapi karena Tuhan telah melihat hati umat-Nya bahwa ada hal yang baik dalam diri kita yang bisa diubah-Nya.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku. Mengagumi seseorang itu baik, dan sah sah saja, tapi belajar dari orang yang kita kagumi juga baik dan sah. Namun tetaplah menjadi diri sendiri. Kita tidak ingin menjadi palsu dengan meniru orang lain bukan. Jadilah asli seperti diri kita  sendiri. Sosok yang unik dengan segala kelebihan dan kekurangan. Kita tidak sedang  mewarnai wajah kita dengan warna orang lain. Be yourself. Jadilah ori, tidak ada tipu-tipu. God Bless You. (rm.made)

 Sharing Sr. Antonela OSF
Selamat pagi Romo, terima kasih atas pencerahannya. Filipus dan Natanael begitu terpikat dengan pribadi Yesus. Natanael dikenal oleh Yesus sebelum ia ketemu dengan Yesus. Dikenal secara pribadi hati dan pikirannya, jiwa dan raganya, maka begitu ketemu Yesus dia langsung dipelet oleh Yesus dan mengikutiNya...Kitapun sangat tertarik oleh pribadi Yesus yang memanggil kita untuk ikut mengambil bagian didalam karyaNya. Semoga kita mampu menjadi rasul2 kecil, dan ikut melanjutkan  karya yang dulu telah dimulai oleh Yesus saat masuh hidup didunia, untuk melaksanakan karya Bapa. demi kemulianNya.... Tuhan memberkati... pagi Romo, terima kasih atas pencerahannya. Filipus dan Natanael begitu terpikat dengan pribadi Yesus. Natanael dikenal oleh Yesus sebelum ia ketemu dengan Yesus. Dikenal secara pribadi hati dan pikirannya, jiwa dan raganya, maka begitu ketemu Yesus dia langsung dipelet oleh Yesus dan mengikutiNya...Kitapun sangat tertarik oleh pribadi Yesus yang memanggil kita untuk ikut mengambil bagian didalam karyaNya. Semoga kita mampu menjadi rasul2 kecil, dan ikut melanjutkan  karya yang dulu telah dimulai oleh Yesus saat masuh hidup didunia, untuk melaksanakan karya Bapa. demi kemulianNya.... Tuhan memberkati...

Minggu, 23 Agustus 2020

Isnpirasi pagi, Minggu.23.8.20

Minggu, 23.8.20. Inspirasi pagi,
Mt.16:13-20 “who do you say, I am”.
Menurut mu siapakah aku. Sebuah pertanyaan kritis soal kedalaman hubungan, soal relasi, soal seberapa jauh Petrus sungguh kenal Yesus. Pernyataan Petrus luar biasa. “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”

Pernyataan Petrus bukan merupakan hasil dari antusiasme yang muncul dengan cepat, karena melihat sendiri dari dekat, melainkan hasil dari perenungan yang cermat dan iman yang mendalam.

Pendapat yang populer mengenai Yesus waktu itu pastilah juga menjadi pendapat Petrus. Tidak sulit baginya menjawab dengan gaya vulgar, apa adanya, ceplas ceplos, suka suka Petrus. Yesus seorang yang berkuasa, seorang yang mudah tergerak hatinya oleh belas kasih, pemimpin yang berwibawa, pemimpin yang berani mengatakan orang Farisi munafik, keturuan ular biludak untuk Saduki, atau mempermalukan orang orang yang merasa tidak berdosa dengan menyuruh lempar wanita ini kalau kalian tidak ada dosa. Pokoknya Yesus orang hebat….

Kali ini Petrus yang kadang semangat, kadang meledak ledak, kadang seenaknya, sering memberi kesan tidak konsisten, dianggap pastas menjadi “batu karang” pemegang kunci Kerajaan Allah. Karena memberi jawab yang menentukkan kelangsungan atau keberlanjutan kehadiran gereja di dunia.

Tidak ada lagi konsep seorang pemimpin politik yang akan membebaskan orang terjajah. Yang muncul konsep mengenai Mesias sebagai Anak Allah.

Pertanyaan refleksi bagi kita yang tidak lagi mampu melihat real time kehidupan Yesus tempo dulu, sekarang, melalui perjumpaan ekaristi, itupun masih on line, “who do you say, I am?” Masih mampukah kita menjawab, Engkau Anak Allah yang hidup.

Siap menjadi Petrus dan Petra, meski kadang anthusias, kadang lelah,masih siap menjawab tantangan Yesus? Menjadi Petrus dan Petra yang hadir dalam keluarga kecil dalam perjumpaan keluarga bapa ibu anak seperti dikatakanya “dimana dua tiga orang berkumpul di meja makan dan berdoa, , “aku di sana bersama kalian”. (Mat.18: 20)
Mari tutup dengan doa:
Tuhan terlalu sering kami  mendengar orang-orang membicarakan Anda, tetapi kami sendiri belum pernah bertemu dengan mu real time. Dengan cara itu kami tidak pernah bisa menjawab pertanyaan yang Anda ajukan kepada murid-murid Anda dalam Injil hari ini: "menurut Anda siapa saya?"
Bantulah kami menemukan dirimu dalam perayaan ekaristi, dalam mendengarkan kitab suci dan dalam berbagi kesulitan  dengan saudara-saudari kami orang kecil, lemah miskin tersingkir, orang orang  yang kesepian dan membutuhkan bantuan melalui doa pribadi. Amin.
Selamat pagi sahabat. Selamat hari minggu. Tuhan memberkati.

Sabtu, 22 Agustus 2020

Sabtu.22.8.20 Inspirasi pagi. Pesta Wajib. Maria Ratu

Sabtu.22.8.20 Inspirasi pagi. PW.Santa Perawan Maria Ratu
Mt.23:1-12 “ Rabi”
Rabi adalah sebuah gelar kehormatan. Artinya  “ Guru”, My great one, Master, atau gelar kehormatan untuk seorang wanita, “Prince”, Ratu.

Yesus melarang para murid murid untuk menikmati “panggilan kehormatan sebagai rabbi”. Jangan bangga dengan “gelar” semata mata untuk sebuah kehormatan diri agar dibilang hebat, dihormati, berwibawa, disanjung. Panggilan dengan motivasi seperti itu  tidak cocok untuk para murid Yesus. Kepemimpinan seorang murid Yesus adalah kepemimpinan yang rendah hati, vocasional, menampilkan passion, namun professional.

Kalau kalian terobsesi dengan model kepemimpinan para ahli kitab, orang Farisi, yang kadang militant, ndak apa apa, hanya saja, “lakukan apa yang mereka ajarkan, tapi jangan tiru gayanya”. Tahukan alasannya. Jadilah pemimpin yang rendah hati, memiliki passion.  Itu pesan  Yesus dalam injil hari ini.

Demikian hal-nya kalau hari ini gereja merayakan Maria  sebagai “Ratu” ,prince of Rosario, “Regina coeli” Ratu Surga, adalah gelar kehormatan atau “devosi” kepada Maria Bunda Yesus yang telah “mengorbankan” dan “membuktikan”  dan “membaktikan” hidupnya bagi  “our  honourable Sir “ Yakni Yesus Sang Rabbi, guru besar satu satunya.



Prinsipnya sama, gelar kehormatan Bunda Maria sebagai “Prince” Ratu, “regina coeli”, mau mengajarkan kepada  kita, bahwa Sang sabda telah menjadi daging melalui Rahim seorang Maria yang dengan rendah hati menjawab “aku ini hamba Tuhan, terjadilah menurut perkataan-Mu. ( ingat Ratu Surga lalu ingat doa “angelus”)

Jadi mari mengambil hikmah dari kepemimpinan dengan karakter “rendah hati” Jika kamu menjadi pemimpin atau pelayan yang tinggi hati, sombong, suatu saat kamu akan direndahkan”. Orang akan berusaha untuk cari cara-cara dan  celah untuk menjatuhkanmu.

Jadi ingat nasehat  orang tua.  “Apa yang telah anda nikmati hingga saat ini, hanyalah titipan”. Titel S,1, S2, guru, kepala desa, fisilitator, aslap, manager, pangkat, sifatnya sementara saja bukan. Oh ya kekayaan juga, tidak selamanya lho, oke tidak terhabiskan dalam  2-3 turunan, tapi tetap saja akan habis.

Boleh dong bangga, tidak nyaman jadi orang tidak punya. Tentu saja. Oke ndak masalah, tapi lalu jangan sombong. Hidup lah dengan rendah hati, agar capaian anda dalam kesuksesan dapat menjadi berkat juga untuk orang. Harta dan kekayaan yang dianugrahkan Allah juga dibagikan sebagai berkat untuk orang lain. Deo garatias.

Tuhan punya rencana yang hebat bagi dirimu, apapun bagaimanpun situasimu. Tetap semangat, tetap menjadi berkat bagi orang lain dengan apa yang kita  miliki saat ini. 

Selamat pagi sahabat, saudari saudara, Tuhan memberkati. (ign. made)

Sharing Sr. Anthonella Osf

Selamat pagi Romo dan terima kasih atas renungan paginya bagus sekali. Iya Romo kita bersyukur mempunyai seorang model kerendahan hati yaitu Bunda Maria Perawan dan Ratu yang kita peringati hari ini. Karena kerendahan hatinya, Beliau begitu terbuka dengan Sabda dan rencana Allah sehingga rencana keselamatan umat manusia dapat terwujud. Berbeda dengan Injil hari ini orang Farisi sangat pintar berbicara namun orang lainlah yang harus melaksanakannya. Mengacu pada teladan Bunda Maria, marilah didalam hidup kita mengupayakan semua pelayanan kita yang dipercayakan kepada kita dengan kerendahan hati yang tulus,  karena semua ini kita terima secara cuma2 dan sifatnya hanyalah sementara. Jangan sampai karena asyik dengan fasilitas yang ada kita sampai kehilangan masa depan yang menjadi cita2 atau tujuan hidup seorang Kristiani...Salam sehat kami untuk Romo, selamat berakhir pekan dan tetap semangat.....

Jumat, 21 Agustus 2020

Mentari pagi, bersinar lagi menginspirasi memberi ragi....

Jumat.21.8.20 Inspirasi pagi PW. Santo Pius X Paus
Mt.22:34-40 “kasih itu sederhana saja…namun menuntut totalitas”

“Kasih” , “Syalom” atau “damai sejahtera” adalah keadaan dimana  manusia dapat berdamai dengan Allah, manusia berdamai dengan sesamanya dan manusia berdamai dengan alamnya.

Pada Pesta Wajib Santo Pius X, seorang Paus yang dikenal sebagai “Paus Perdamaian”, kita diajak untuk merenungkan  sumber kedamaian yaitu ketika kita mampu mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap budi. Yang kedua sumber damai sejati yang berikutnya adalah ketika kita mampu hidup mengasihi sesama seperti kita mengashi diri sendiri. Tidak ada yang mampu mendebat ke-sahih-an “hukum kasih ini”. Orang Farisi kehabisan Cara, orang Sadukipun bungkam dan terdiam.

Akan tetapi,tidak bisa diingkari kita sering hidup dalam  keributan, kebencian, saling mengklaim dapat melakukan yang lebih baik. Tidak usah jauh jauh, banyak keluarga hidup dalam konflik dan tidak sedikit berakhir dengan perpisahan.

Tidak sedikit yang yang hidup dengan ego berkuasa, sehingga selalu merasa orang lain tidak mampu, atau orang lain dungu. Tidak sedikit yang hidup dengan mengedepankan amarah dan cendrung puas kalau ada konflik antar kelompok.

Pasti bukan paradok kehidupan seperti itu yang kita inginkan. Kita ingin hidup damai, hidup harmonis. Dan itu  terjadi kalau kita kembali kepada kehidupan kasih yang universal, yaitu  kasih akan Dia, Allah yang menjadi sumber kebaikan, dan kasih akan sesama yang memiliki hati yang baik saling mendukung dan menghargai, bukan saling mempertontonkan kehebatan diri sendiri. Paus Pius X menggambarkan dengan ungkapan “keagungan Allah yang Mahamulia dikidungkan begitu tinggi”

Perbuatan baik,  murah hati, rela berbagi, tidak iri hati, tidak dendam, tidak cemburu, tidak saling menyakiti, adalah sebagian kecil dari tindakan kasih. Ketika kita mampu melakukakan itu meski hanya kecil saja, bahkan mungkin terasa tidak ada efek apa apa untuk orang, namun, ketika hati merasakan plong, ada kegembiraan hidup, dalam pergumulan tersebut, anda sedang menikmati  kasih Tuhan. Kasih itu sederhana saja.

Mari kita mulai berbagi kasih mulai dari lingkup kecil, teman rekan, keluarga, komunitas. Sekecil apapun tindakan itu akan memiliki arti, apa lagi kita lakukan habis habisan.. (Teringat  sabda Yesus yang lain: “sesungguhnya apa yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.

 Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, Tuhan memberkati. (ign Made)

Kamis, 20 Agustus 2020

Inspirasi pagi. 20.8.20 "Suka Suka Dia"

Kamis.20.8.20 Inspirasi pagi “Suka suka Dia”
Mt.22:1-14 Pesta Bernardus Abas dan Pujangga Gereja

Undangan Tuhan itu mula mula sangat tertutup, tersedia bagi mereka yang memang secara kusus diundang, kaum kerabat, kenalan, orang orang dekat Allah, atau paling tidak yang merasa menjadi bagian komunitas atau lingkaran terdekat (aktivis gereja lah) atau ring satu lah.

Akan tetapi orang pada cuek, senaknya saja, berdalih dengan berbagai alasan. Tuan yang punya hajat sukacita, yaitu Allah yang mengundang setiap orang untuk mencicipi surga, amat kecewa.

Namun pesta tidak bisa dibatalkan, alternative kedua, undangan  terbuka untuk semua orang (inklusif), tanpa kecuali, siapapun anda, yang penting masih batas sopan dikit. Lagi lagi raja sangat kecewa bahkan murka, karena masih juga ada orang yang tidak sopan masuk, tidak pakai pakian pesta.

Apa pembelajarannya dari kisah undangan Tuhan ini?

Yesus membuat kesimpulan: “banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih”. Tawaran Tuhan selalu terbuka, namun tanggapan kita sering beraneka ragam macam dengan berbagai alasan.

Sudah merasa berdoalah dengan cukup. Sudah lumayan punya kepedulianlah, biar kali ini orang lain diberi kesempatan terlibat, untuk saat ini saya istirahat dari kegiatan gereja, toh masih banyak yang lain yang belum terlibat.

Tuhan pasti sangat mengerti yang terbaik untuk kita. Dia sejak awal berencana baik untuk kita, hanya terkadang tidak mudah memahami rencananya. Kelihatan cara Allah menempa kita, mengundang kita, memperbaharui kita, suka suka Dia saja.

Masalahnya banyak yang tidak tahan, banyak yang memilih menyerah sebelum berperang, atau sebaliknya berdalih.

Itulah cara Tuhan mencintai kita. Hanya Dia yang punya ukuran, dan alasan, sekali lagi suka suka Dia.

Dengan ungkapan yang terkenal dari St, Bernardus dari Clairvaux “ukuran mencintai Allah adalah mencintai tanpa ukuran” dan tentunya tanpa alasan.

Memang sulit memahami rencana Allah, Tapi yakinlah satu hal rencana-Nya  bekerja dalam hidup kita.

Selamat pagi sahabat, saudari saudaraku, biarkan hidup mengalir, tidak perlu terlalu banyak alasan, jalani saja dengan penuh pengharapan dan yang penting setia. Tuhan memberkati. Rm.Made

Sharing Sr. Anthonella Osf:

Terima kasih Romo untuk inspirasi paginya yang bagus... Kita bersyukur bahwa kita boleh masuk dalam kelompok yang mendapat undangan dari Tuhan. Namun seperti Romo katalan diatas tidak jarang kita cuek, kurang berpakaian pesta baik dalam pikiran, hati maupun mungkin sikap. Namun Tuhan masih berkenan memberikan ampun, kita masih boleh berada dalam lingkunganNya. Bacaan hari ini mengingatkan saya untuk lebih baik mempersiapkan diri baik dalam hati, pikiran dan sikap, agar lebih layak ikut perayaan pesta Tuhan... Tuhan memberkati...

LAPORAN BANTUAN KEPEDULIAN COVID-19 BERSAMA BAKKAT

 Caritas Keuskupan Ketapang (CKK) mendapat mandat dari Ba
pak Uskup untuk merespon setiap bencana yang terjadi di wilayah Keuskupan Ketapang. Pada awal dan puncak pandemic covid-19 yaitu pada periode April-Juli, kami telah belajar untuk merespon kelompok yang terpapar covid-19 utamanya mereka yang Kecil Lemah Miskin Tersingkir dan Difabel yang ada di wilayah pedalaman.

Waktu itu konsentrasi kami pada edukasi kesehatan, pencegahan dengan mendistribusikan Alat Perlindungan Diri, seperti masker, sabun cuci dan pendirian pusat pusat cuci tangan di ruang publik, serta asupan nutrisi seperti vitamin C dan susu. Target kami waktu itu hanya 10 paroki pedalaman, sebanyak 500 orang

Meski waktu itu musim panen di pedalaman, namun tidak semua petani berhasil dalam bertani ladang, sehingga banyak yang memerlukan bantuan beras. Kami mengutamakan bantuan sampai pada mereka yang sangat membutuhkah, sehingga data dan penelusuran tercatat dan ter- administrasi (terlayani) dengan baik. Kondisi jalan dan musim hujan cukup menjadi tantangan disamping beberapa paroki memang ada di pelosok misalnya paroki Menyumbung, Sepotong, Meraban, Botong.

BAKKAT, sangat membantu kami untuk merespon paroki pedalaman dan paroki katedral untuk mereka yang kehilangan pekerjaan seperti para buruh, tukang jahit, para petani yang gagal panen, beberapa juga buruh sawit, karena adanya aturan yang ketat dari perusahaan.

Bantuan sembako yang kami kemas dan alokasikan seharga, Rp.150.000 per paket untuk 1000 penerima bantuan di setujui Bakkat, dan 10.000 masker kain yang pekerjaannya dibagikan kepada para penjahit, juga kepada suster Katekis yang berkarya di pedalaman Paroki MRPD AirUpas, yang mengkoordinir para ibu ibu di pedalamans angat berarti dan membantu mereka. Ribet, terkesan lambat, namun yang penting sampai pada mereka yang sangat memerlukan.

Program ini dilaksanakan untuk memastikan semua orang yang masuk dalam kategori KLMTD dan rentan mendapatkan bantuan selama Juli–Agustus masa Covid-19 ada di 20 (duapuluh) lokasi (paroki) penerima manfaat di wilayah Keuskupan Ketapang.

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com