CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Kamis, 17 Desember 2015

SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU

Hidup bersama sebagai Keluarga Allah. Inilah yang menjadi tema Natal Nasional 2015. Semoga Kasih Allah selalu menyertai kita semua.

Direktur dan seluruh staf/karyawan Caritas Keuskupan Ketapang 
mengucapkan 
Selamat Hari Raya Natal 2015 dan selamat merayakan Tahun Baru 2016. 
Semoga semangat Keluarga Kudus dari Nazaret menjadi pedoman hidup keluarga-keluarga Kristiani, dan semoga Damai Natal menerangi kita semua.


Rabu, 09 Desember 2015

Gagal PERDUS Menggagalkan Program KSM?

Saat diwawancarai bagaimana perkembangan inisiatif KSM dan masyarakat perihal usulan peraturan dusun tentang penertiban ternak, raut wajah ketua KSM Siling Pancor Aji sungguh menunjukan ekspresi sedih dan kurang bersemangat serta menimbulkan rasa iba-kasihan. Di teras kediamannya, Mungkin sapaan akrabnya,sebagai ketua kelompok, berbicara apa adanya tentang situasi politik kampung dan kondisi teman-teman seperjuangan di dusunnya. Pasalnya ada uneg-uneg yang tidak mampu dikeluarkan ketika berhadapan dengan Pengepul Karet sekaligus  Kades untuk Desa Merawa.Teman-teman KSM dan masyarakat dan para tokoh masyarakat sudah bertahun-tahun menggantungkan hidup ekonominya kepada beliau. Inilah masalahnya, kalau urusan kepentingan publik bersinggungan dengan kepentingan pribadi. Hingga tulisan ini diturunkan, masyarakat Giet belum menemukan alasan, kenapa Bapak Kepala Desa belum juga mau menandatangani  usulan masyarakat Giet dan KSM dalam penerbitan perdus "penertiban ternak". Sungguh tidak bisa diterima akal sehat kami, justru ternak sapinya berkeliaran mencari makan di sekitar pemukiman, keluh Pak Mungkin.Kami sudah putus asa tapi tidak mampu bergerak. keluhnya lebih lanjut. Masyarakat sesungguhnya merasa resah dan terusik karena sapi yang dilepas bebas milik pak Kades berkeliaran bebas dan mengganggu aktivitas dan membuat lingkungan menjadi tidak sehat dan tidak bersih karena kotoran bertebaran di jalan dan disekitarnya.

Ada dua pilihan yang harus ditempuh oleh masyarakat Giet dan KSM SPA, pertama tetap kompak dan berani memperjuangkan perdus tersebut. Kedua, KSM memikirkan dan menggali potensi tindakan kearifan yang ada dengan menanam karet jauh dari pemukiman sehingga tanah terlindungi dan tergarap, juga jauh dari gangguan sapi.
Namun gerakan untuk menekan Kades agar memberlakukan perdus yang telah kami musyawarahkan bersama masyarakat Giet tetap harus dilakukan.“Saya akan meyakinkan kembali teman-teman dan masyarakat lainnya, terutama para tokoh dengan pendekatan personal untuk mendiskusikan terus menerus, dengan harapan info kemanfaatan perdus meluas sedusun dan menjadi pemicu gerakan bersama untuk membangun dusun Giet" ujarnya bersemangat ketika diwawancarai.
Fasilitator Caritas juga sudah menemui bapak Julianus Camat Simpang hulu untuk menyampaikan keprihatinan tentang sapi Kades yang lepas bebas di pemukiman penduduk Giet, namun hingga kini belum ada perubahan yang berarti. "Secara pribadi, saya tidak perlu menunggu perdus disahkan, apa pun caranya tetap melakukan budidaya karet unggul,bila pagar rusak disrudug sapi kami bangun kembali, saya pastikan agar bahan pagar baru nanti tidak memberi celah untuk kepala sapi masuk", ungkap Mungkin kesal.

Pembelajaran kecil yang menarik ialah sesungguhnya KSM SPA mampu mengidentifikasi kerentanan gagal tanam dan pemeliharaan meski perdus pengandangan ternak gagal. Masyarakat dan KSM juga mampu mengidentifikasi kapasitas dan kearifan yang ada untuk mengurangi resiko gangguan ternak liar dengan mencari tempat yang aman. Anggota KSM SPA Pede misalnya, ketua tim 7 ini sudah mengantisipasi gangguan ternak sapi dengan mengelola kebun karet unggulnya jauh dari jangkauan sapi. Posisinya jauh dari pemukiman dengan kondisi sapi tidak mungkin melewati hutan belantara, namun bisa dijangkau olehnya dari rumah ke kebun  ± 10 menit dengan kendaraan roda dua.Jadi, sampai sekarang 300 lebih pohon karet unggul milik saya masih aman-aman saja, tuturnya sedikit sombong didepan teman-temannya.

Beberapa anggota KSM lainnya yaitu Simbat, Atam, dan Udeng tidak kalah berkomentar. "meski beresiko kami berladang dan berkebun karet di puncak bukit Pancor aji" kisahnya. Giet dengan alam berbukit sangat indah. Sungguh sangat disayangkan kalau setiap musim berladang tiba harus bukit itu gundul dibabat dan dibakar untuk kepentingan berladang. Harusnya aparat dan kepala  desa belajar dari pengalaman kabut asap yang telah mengganggu berbagai macam aktivitas kita beberapa waktu lalu.
Kalau orang kampung saja mau belajar, seharusnya Kepala desa yang diberi amanah untuk membangun desa dengan otoritasnya harus lebih tanggap dan arif. Itu saja sih.(Papin)


Celoteh Motivasi Anggota KSM


Selama monitoring di lapangan, saya menemukan sejumlah ungkapan kata  yang mungkin bisa dijadikan penyemangat bagi kita semua. Kata kita, saya artikan sebagai subjek, untuk siapa saja yang punya kepentingan dengan mata-pencaharian di dunia ini dalam bahasa lokalnya adalah paridop pamodan. Kata-kata bermakna ini sangat pas terutama bagi para implementor program dan para penerima manfaat, dimana selama ini selalu mengalami tantangan ketika berusaha mengajak masyarakat  dampingan menjadi riselien. Yang kami maksud dengan riselien adalah karakter diri  ulet, tangguh, tanggon, dan berdaya menghadapi lajunya dampak perubahan terutama perubahan iklim. lajunya dampak deforestasi dan degradasi hutan hingga berdampak kepada kesehatan, merosotnya ekosistem dan lingkungan dan tanaman, sangat terasa.

Ini kisah ceritranya. Saat kunjungan ke salah satu anggota KSM KJK, saya bertemu dengan Kupong. Dalam bahasa Kwalan yang kental ia bilang begini:“padane denak miri paramuko, tewas pemalas betonami,” artinya “bagi mereka yang pemalas, tidak heran, membeli sayur dengan saya.” 
Suatu hari, dia diundang dalam kegiatan LinKar Borneo,sebuah LMS yang bergerak dalam pemetaan dan pemberdayaan masyarakat. "Saya senang bisa berbagi kisah sukses tentang berkebun tanaman muda. Saya beruntung dapat pembelajaran dari Caritas sehingga dapat berbagi dengan teman-teman di Lingkar Borneo, apalagi saya  juga anggota binaan. Dengan gaya bahasa khasnya Kupong bilang, “pajoh kedien toh nak ngenciba ngelaba, dop kan sama-sama bekreja mam besurong batornam.... sementang gak. He he he he,” artinya ‘wah kalian, jangan begitu dong, kita sama –sama belajar di sini, soal pengalaman bercocok tanam dari Caritas....ni sebisa saya ya.


Pada hari sebelumnya (16/11) kunjungan di Entanak, saya bertemu dengan 4 anggota sub kelompok KSM UK sedang menerima pelatihan Sekolah Lapang dari fasilitator Budin dan Adi. Mereka sedang berdiskusi di pondok sambil menanti hujan reda. Nah waktu diskusi saya mendapat info soal pengetahuan lokal tentang bahan-bahan sumber daya lokal yang dapat digunakan sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman. Fasilitator Adi membantu Alon dan Ebun yang kesulitan membeli Mol Cair, berkat pengetahuannya membuka internet. Adi menyarankan teman-teman Entanak menggunakan nasi sebagai bahan cairan mol. Cara olahnya sangat sederhana. Masukan sisa nasi ke dalam baskom, simpan di tempat terbuka dan aman, tunggu biarkan beberapa hari sampai tumbuh jamur berwarna orange. Selanjutnya campurkan 5 sendok makan gula pasir dan 1 liter air, remaskan bahan nasi sampai lumat, biarkan bahan tetap dalam baskon lalu simpan ke tempat semula agar berproses pegmentasi. Sesusdah  8 hari baru cairannya bisa disiram ke media tanam. Gunakan cairan semprot 1 liter cairan mol : 15-20 liter air. 
Untuk  menjawab kesulitan Pak Anyan dan Ebun untuk mengatasi ulat dan lalat pemakan buah, Yohanes Budin memberi jalan keluar uaitu menggunakan cairan mio genol. Hanya saja harus membeli bahannya dan bisa pesan lewat fasilitator. Teteskan cairan ini ke kapas dan masukkan ke dalam  botol plastik dan gantungkan ke pohon tanaman,  Nah nanti akan ada lalat jantan yang terjebak masuk ke botol tersebut hingga mati (sambil budin memperagakan contoh).
Pembelajaran berikutnya adalah kisah Sdr Ebun bertanggungjawab untuk membagikan pengetahuan dan pengalamannya  mengusir lalat & ulat buah juga yang ia proleh dari fasilitator LinKar Borneo (Heri & Dui), bahannya adalah kunyit+putar wali+tembakau+sabun colek, cara olahnya semua bahan direbus mendidih ambil airnya kemdian tunggu dingin semprotkan ke sekitar pohon dan daun tanaman. Dilain cerita, awalnya mereka berlima (Ebun,Khobun, Alon, Anyan, dan Keti) sempat bingung ketika Budin menyarankan agar sampah atau rumput cabutan jangan dibuang jauh dari tanaman. Budin bermaksud agar sampah dedaunan tadi bisa berfungsi sebagai pupuk progresive, ada dua keuntungan; di musim kemarau menjaga kelembapan tanah, di musim hujan membantu menghambat pertumbuhan rumput baru. Eeee mendengar kata progresive mereka jadi tambah bingung mengucapkannya, akhirnya mereka gunakan istilah lain yaitu pupuk darurat, serentak suasana menjadi “pecah” karena tertawa geli mendengar istilah baru yang diusulkan oleh Alon yang sering disapa romo oleh teman-temannya. Diskusi semakin alot dan asik, kerja menanam di bedeng semakin menggembirakan, selesai menanam sayur dan menanam beberapa pohon hasil okulasi Khobun kami istirahat di pondok dan melanjutkan diskusi seputar KSM sambil meikmati Jagung rebus. Sambil makan jagung rebus, Anyan bilang bahwa odi yang akan datang, saya akan siapkan ubi rebus dan colekan madu biar sedap, asiiiik kata teman-teman lainnya, moga pak Apin dan teman-teman bisa hadir seperti ini harap pak Anyan dan teman-temannya. Demikian ceritanya, kisah lain akan menyusul, semoga bermanfaat. (PAPIN)

Lawan, Husin Si Motivator Baru KSM SPA!!!!

 “Ibarat Handphone harus selalu di cas kalau baterenya  low bat, demikian juga manusia harus selalu mendapat pencerahan dan penguatan agar tetap semangat beraktvitas apapun di dunia ini,” demikan kata Pak Ongkon sesepuh adat di Sei Bansi. KSM SPA sudah pernah 1 kali melakukan penyegaran pengurus buat menggantikan beberapa pengurus yang tidak aktif. Anggota lama keluar masuk lagi anggota baru. Hasutan dan apriori masyarakat mempengaruhi kegairahan anggota KSM dengan mengatakan bahwa kegiatan KSM tidak bermanfaat. Kata orang hulu, madeh gunane. Kedaan semakin buruk  sejak banyak ternak sapi dan kambing liar merusak tanaman muda di pekarangan dan tanaman karet unggul di kebun. Tidak masuk akal, justru sapi Kepala desa lepas bebas tanpa dikandangkan, sehingga usaha kelompok untuk berkebun tanaman muda di pekarangan habis dimakan sapi. Yang lebih parah lagi kelompok tidak berdaya untuk melawan atau memberitahu kepala desa. Ini fenomena yang sulit dipahami.Malalh kepala desa meminta dan mengusulkan agar petani justru yang harus memagari kebun karet kalau mau aman dari gangguan sapi. Upaya inisiasi peraturan dusun tentang penertiban ternak mulai tahun 2012 tidak mendapat dukungan dari Kepala Desa, yang terjadi malah konflik kepentingan.

Ada dua anggota KSM SPA yang berbeda, mereka adalah Lawan dan Husin yang bersemangat memperjuangkan aktifitasnya di KSM, mungkin karena masih anggota baru kali ya jadi biasanya yang masih baru semangatnya memang menyala-nyala. Dua orang ini sering disebut fasilitator Jely sebagai motivator baru, diharapkan dapat memvirus kembali teman-temannya yang sudah berlumut lemah layu semangatnya di KSM. Dua motivator ini tidak perduli dengan kondisi KSMnya yang melempem, mereka tetap melakukan upaya mengejar target okulasi mengejar ketertinggalan. Lawan pernah odi okulasi tapi tak berhasil signifikan, tetapi berkat keyakinan dan motivasi anggota lama pak Udeng, Pede dan ketua ternyata hasil okulasinya sendiri cukup menggembirakan, ya ukurannya paling tidak hasilnya sudah melampaui anggota lainya rata-rata. Husin juga tidak ketinggalan dengan aksinya, tapi hasil okulasinya belum menyamai pak Lawan, maklum anggota baru kan masih tahap belajar dan mengenal.

Aksi Lawan dan Husin bersama anggota KSM lainnya yang aktif dan sering berdiskusi kecil namun kritis di saat duduk santai dan mandi bersama, ternyata mampu juga memicu para tokoh dan sesepuh setempat untuk berpikir menghidupkan kembali peraturan dusun penertiban ternak yang pernah dibuat. Mereka merasa tidak hanya karet dan tanaman muda saja yang terancam oleh ternak liar, tetapi juga yang lainnya seperti lingkungan  menjadi tidak bersih karena kotoran ternak, saat menjemur padi di halaman menjadi tidak aman, air lateks karet di wadahnya selalu tertumpah diganggu ternak. Akhirnya, kata sepakat pun terbangun, mereka bersama KSM membentuk tim 7 dan disampaikan kepada kepala dusun memproleh dukungan, dukungan pun bersambut. Tim 7 merevisi perdus lama menjadi draft yang baru, dan rencananya bersama kepala dusun akan memproses pelegalan perdus tersebut kepada BPD dan Desa akhir November ini. Mudah-mudahan lancar ya... (PAPIN) 

Semangat Gotong Royong Membuahkan Dukungan




Bukan KSM Uncak Kontok namanya kalau setiap ada kunjungan Karina Dan CKK selalu hadir kompak. Bagi yang berpasangan seringkali suami dan istri selalu hadir, berceloteh dan bersendau gurau dengan sesama teman, suasana gembira dan saling  menyemangati sangat terasa dan tampak jelas pada saat bekerja mau pun santai serta  rapat-rapat bulanan. Suasana ini sebenarnya sudah mereka  lakukan jauh sebelumnnya saat odi (gotong-royong) pada serangkaian kegiatan berladang, yang dimulai dari aktivitas mempersiapkan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan panen padi. Pada awalnya mengalami kesulitan dalam melakukan transformasi dan replikasi prinsip dan nilai pada kegiatan 'odi' sebagai salah satu adopsi dari kearifan lokal ke dalam kegiatan KSM, karena pada kegiatan KSM tidak memperbolehkan tradisi yang merusak kesehatan dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi bagi masyarakat, seperti kebiasaan minum-minuman beralkohol seusai kegiatan odi. Pelan namun pasti serta dengan pendekatan komunikasi adat, sang ketua KSM berhasil meyakinkan seluruh anggotanya bahwa odi tidak harus berbiaya mahal seperti harus menyiapkan konsumsi, alkohol dan makanan yang berdaging. Lewat KSM ini Cintul mengatakan “ kita sudah banyak memproleh informasi dan pengetahuan baru tentang penghidupan, sudah saatnya kita berusaha belajar menerima hal yang baru yang positif dan tidak menyesatkan kita” (bahasa lokalnya; yang jakat prantik yang bagas tiak dop ba jenyalan dop).

Odi KSM pun dimulai sejak pasca kunjungan ke Sei Bansi “Pendampingan Extra” yang difasilitasi oleh Petrus Apin dari Caritas Keuskupan Ketapang. Ternyata ada manfaatnya juga, pulang dari KSM Pateh Banggi dalam kegiatan pendampingan extra bulan April lalu kata ketua ketika diwawancarai, beliau menyambung cerita, ± 2 minggu kemudian, pengurus melakukan rapat bulanan untuk refleksi dan membuat rencana aksi. Rapat KSM UK membuahkan hasil, rencana kerja dan target untuk karet dan tanaman muda sejak itu dilakukan dengan cara odi sub kelompok. Odi sub kelompok sangat efektif karena bagi anggota yang berdekatan kediamannya bisa saling berbagi dan bekerja bersama, dan fasilitator pun terbantu ringan mendampingi. Jadwal kunjungan fasilitator di susun mingguan berdasarkan kebutuhan anggota sub kelompok. Sekarang KSM UK terbagi ada 3 sub kelompok yang sudah terbentuk dan berjalan aktif, demikian Cintult mengakhir penjelasannya.


Tidak sia-sia upaya odi karet unggul dan tanaman muda di KSM UK, sudah banyak anggota merasa terbantu target okulasinya dan penanaman batang bawahnya. Pengurus KSM UK sering berkomunikasi, berkoordinaso dan berkonsultasi dengan pemerintah desa Kualan Hulu tentang perkembangan kegiatan dan program KSM. Melihat dan mendengar perkembangan itu, Kepala Desa Kualan Hulu sangat mendukung program KSM ini dan diharapkan menginspirasi masyarakat lainnya untuk bertanam karet unggul. Sebagai orang nomor 1 di pemerintahan Desa Kualan Hulu, pak Sedan di depan forum salah satu momen rapat dengan jajaran perangkat desanya, beliau pernah menyampaikan bahwa program peningkatan pendapatan lewat karet ini bisa menjadi model pendekatan menguatkan masyarakat agar tidak mudah terbujuk rayu mau menjual tembawangnya kepada calon pemegang konsesi perkebunan sawit. Tidak tanggung-tanggung, melalui Anggaran Dana Desa, beliau mengalokasikan biaya pertemuan khusus masyarakat penoreh dan pengepul karet untuk menerima motivasi dan pandangan langsung dari Pabrik Karet Tayan. Pihak desa sudah mensosialisasikan program ini ke masyarakat dan mengedarkan undangan kepada KSM dan masyarakat, pihak pabrik langsung, dan lembaga mitra pemberdayaan masyarakat yaitu Caritas Keuskupan Ketapang dan LinKar Borneo. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 Desember 2015 ini. Ada juga dukungan lain selain dari Desa, bebera utusan dari KSM UK dan KSM KJK dan kelompok masyarakat lainnya mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas berbudidaya tanaman muda dari LinKar Borneo di Kabupaten Kubu Raya (28-30/11).(PAPIN).

Adeng & Kupong mampu menginspirasi temannya?

Adeng dan Kupong sudah melakukan budidaya tanaman muda siklus kedua, hasilnya cukup menjanjikan buat peningkatan pendapatan keluarga.Bersamaan musim petani sibuk bergotongroyong menugal, kebun tanaman muda seperti kacang, sayur menitmun,lagi panen."Memperhitungkan pasar juga sangat penting kala bercocok tanaman muda" ujarnya bersemangat. Kini mereka berdua sangat merasakan manfaat tanaman di pekarangan mereka. Selain memberi keuntungan uang, biaya belanja sayur menjadi hemat dan bisa ditabung. Kadangkala mereka juga mau bersedekah membagikan sedikit hasil panennya kepada tetangganya yang membutuhkan tapi belum punya uang untuk membeli. 
Tidak lama lagi, petani akan memasuki musim membasmi gulma (bahasa lokalnya merumput), itu berarti musim gotongroyong tiba. Kupong dengan yakin mengatakan “ saya sudah menanam kacang panjang dan gambas untuk membaca peluang t pada November-Desember nanti". Ucapan senada juga diucapkan pak Adeng ketika diwawancarai oleh fasilitator, “tidak hanya musim merumput saja, tapi musim memanen padi tidak lama lagi (Des-Jan-Feb), pastilah kebutuhan konsumsi odi semakin banyak.”

Walaupun dua anggota KSM KJK ini sudah menikmati hasilnya, mereka masih merasakan tantangan berat ketika melakukan pemeliharaan. Buah timun, peria, dan kacang panjang sering dimakan oleh lalat buah hingga membusuk di pohon dan akar. Daunnya sebagian tampak kering dan berlobang karena dimakan oleh oteng-oteng (bahasa lokalnya ngkorup). Hama Walangsangit juga tidak ketinggalan  menyerang batang, dan sering bersembunyi di bawah daun bersama hama kutu putih/kutu kebul (bahasa lokalnya loming).Ini yang harus dicari penangkalnya. Sementara ini belum ada upaya yang serius dilakukan untuk pengendalian hama dengan cara organik.Kami tidak mau dengan cara kimia. Hasil sayur kurang segar, disamping harganya mahal. "Kami tidak mampu membeli". ujarnya dengan lirih.

Nah, tantangan perawatan tanaman inilah yang membuat anggota lainnya tidak bersemangat. Karakter anggota yang tidak ulet dan tidak tekun dan tidak kuat mau belajar ini mempengaruhi program KSM untuk budidaya tanaman muda di pekarangan. Dan dukungan CKK, dalam upaya peningkatan kapasitas melalui pendampingan, sekolah lapang, dan live-in ini belum mampu mengajak anggota lain 'mengubah mindset'. Bahkan, ada cerita menyedihkan dari anggota, ada salah satu anggota KSM Kak Jaka dengan santai dan kondisi mabuk menjawab teguran temannya ketika mengambil buah timun di bedeng bersama tanpa izin, katanya “suka-suka aku”, ngomong seenaknya saja tanpa merasa ada beban.Menyedihkan memang.

Berbeda dengan teman-temannya, Kupong dan Adeng tetap serius, malah semakin meningkatkan kerjasama dalam keluarga, dengan istri mengelola tanaman sayur agar lebih menghasilkan lagi, apalagi setelah mendapat pengetahuan baru dari fasilitator Budin dan Adi tentang cara pengendalian hama secara organik. (PAPIN)


ATUN, Anggota Perempuan KSM KJK diutus mewakili Konfrensi Seerikat Tani se Kal-Bar.

Atun (paling kiri)

Peserta Serikat Tani Se KalBar
Ada sosok perempuan yang aktif berorganisasi dalam kegiatan KSM Kak Jaka dan kegiatan Serikat Tani Kek Bosi. Yuliana Lita nama lengkapnya. Ia adalah istri Kupong yang telah berhasil melakukan budidaya tanaman muda di kelompoknya. Pasangan suami istri ini juga aktif dalam kegiatan organisasi masyarakat lainnya yang diorganisir oleh LSM mitra bekerja sama dengan  CKK yaitu LinKar Borneo. Pengetahuan tentang pemeliharaan tanaman muda dengan cara organik yang diperolehnya dari pembelajaran bersama kelompok Serikat Tani Kek Bosi semakin memantapkan dirinya berkebun sayur-sayuran. Lita yang akrab  dipanggil Atun ini karena bodinya gendut mirip dengan aktris pemeran sinetron “Atun”, lincah dan sangat kooperatif dan seeorang pekerja keras dan tekun bersama suaminya.
Kebun sayur yang ditekuninya di samong pekarangan rumahnya dipagari dengan bambu dan pelepah sawit,yang banyak durinya agar bebek dan ayam peliharaanya tidak berani terbang merusak tanamannya.   Adi, fasilitator lapangan yang adalah putra lokal merasa senang karena Atun tidak hanya kompak mendukung suami, tetapi juga ibu dua anak ini mampu memanfaatkan sumber daya lokal dengan menggunakan pelepah sawit untuk mencegah ternak ayam merusak tanaman dalam kandang. Rupanya pelepah sawit sungguh bermanfaat. Ada gunanya juga  sawit yang sudah ditanaminya di belakang rumahnya sejak  ± 4 tahun yang lalu. Tujuannya menanam sawit hanya untuk mengambil umbutnya saja untuk dikonsumsi.

Pengalaman Atun berorganisasi bertambah lagi sejak diundang oleh Mitra LinKar Borneo Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mengikuti Konferensi Serikat Tani SeKalimantan Barat (KST SeKalBar) di Desa Olak-Olak di Kabupaten Kubu Raya (28-29 November 2015).  Pertemuan Konferensi Serikat Tani ini membagikan informasi yang seimbang tentang dukungan kebijakan pemerintah dan dukungan program stakeholder pemegang konsesi perkebunan mau pun pertambangan yang seharusnya dimanfaatkan oleh masyarakat, dan masyarakat sendiri memiliki hak untuk mengelola sumberdaya alamnya sendiri. Pertemuan ini juga mendorong para peserta yang mewakili serikat tani mau tidak mau harus mengorganisir diri untuk melawan situasi ancaman perampasan lahan. Lembaga mitra AGRA Linkar Borneo telah memfasilitasi pemetaan wilayah desa Kualan Hulu, lewat fasilitator Leonardo Dwi Hartono bekerjasama dengan pemerintah desa membentuk Serikat Tani Kek Bosi melakukan pengambilan titik-titik koordinat tembawang dan titik-titik lokasi yang bernilai konservasi tinggi lainnya sebagai isi dokumen peta nantinya. Isi peta ini nantinya bermanfaat untuk digunakan oleh masyarakat sebagai alat argumentasi dan syarat mengusulkan penerbitan PERDA tentang pengakuan keberadaan masyarakat adat di Botong. Apa lagi menurut data perizinan invetasi daerah kabupaten Ketapang oleh Dwi dalam penjelasanya dalam pertemuan “Sosialisasi Karet dan Praktek Penyadapan Karet” di Botong (2/12), bahwa program HTI dan perkebunan bakal melakukan sosialisasi di desa ini.


Ketika ditanya fasilitator Adi ketika rehat pertemuan di Olak-Olak, Atun dengan 5 rekannya sekampung mengakui ada pembelajaran penting yang didapat dalam pertemuan tersebut. Salut atas sharing pengalaman kelompok ibu Olak-Olak yang berani memperjuangkan hak mereka, ungkap Atun. Mbak Yem dan mbak Num kelompok ibu Olak-Olak ini bersaksi, mereka dan teman-temanya pernah mengancam menggunakan katapel buat mengusir beberapa aparat polisi yang dicurigai sebagai “mata-mata” dari Perusahaan Sawit PT.Sintang Raya. Atun dengan semangat mengisahkan pengalaman temannya. Mereka sakit hati karena 18 orang laki-laki suami kolega mereka masuk penjara karena di tuding melakukan tindakan kriminal kepada seorang staf perusahaan yang sedang melakukan pengawasan ke salah satu kebun plasma milik masyarakat. Aku tidak mampu bicara apa-apa dalam pertemuan tersebut, ujarnya. Atun memang diam tidak banyak bicara dalam pertemuan konferensi, tetapi menyimak dengan serius pada materi dan sahring yang disampaikan oleh peserta Olak-Olak  dan pemateri pertemuan. Pertemuan ini menggugah Atun dan kawan-kawannya untuk berkomitmen menindaklanjuti tugas Serikat Tani Kek Bosi. Atun mendorong Ketua Serikat Tani Kek Bosi Gregorius Gari mengakses dukungan pengambilan kebijakan dalam hal ini pemdes untuk melakukan tindakan pencegahan jika ada indikasi perampasan hutan, jikalau tidak akan berpotensi besar menghilangkan asset kebun karet dan lainnya, “demikian kata Atun dengan nada cemas”. (Adi).

Sabtu, 05 Desember 2015

Adeng selalu mau belajar






12-14 November di lahan demo plot KSM KJK, anggota KSM mendapat sekolah lapang menanam sayur dari fasilitator CKK Yohanes Budin dan Stepanus Adiyanto. Sekolah lapang kali ini adalah menanam sayur di sela pohon entres dengan sistem bedeng. Adeng Anggota KSM  yang kerapkali di panggil Kek Dewang oleh teman-temanya merasa termotivasi atas penjelasan fasilitator tentang cara pengendalian beberapa jenis hama dan penyakit dengan cara organik.  Keingintahuan sang duda ini, tentang budidaya tanaman muda, sangat tinggi. Dewi anaknya juga  tekun menemani ayahnya berkebun, karena telah merasakan manfaatnya. Hasil kebunnya sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan tambahan seperti gula  kopi sehari-hari, sedangkan untuk  beras masih ada stok sisa panen padi tahun lalu di Jurong tempat penyimpanan padi.

Selesai dari Sekolah Lapang, fasilitator Adi dan Budin berbincang bersama pak Adeng di teras mendiskusikan  tentang manfaat dari  melaksanakan monitoring & evaluasi atas kegiatan dan kebiasaannya sehari-hari yang dilakukan dalam hidupnya. Kegigihannya untuk memerangi kebiasaan  merokok dan mengkonsumsi alkohol arak patut diancungi jempol. Dia kini merasa lebih segar, setelah berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman keras. Praktek mengelola keuangan rumah tangga yang dipandu oleh fasilitator juga membuatnya sadar telah banyak “membakar uang”  buat beli rokok dan arak, tuturnya dengan nada menyesal dihadapan dua fasilitator. Ia  sangat menyadari bahwa satu komoditi karet dengan harga anjlok saat ini sangatlah tidak mungkin menopang hidupnya. Oleh karena itu berkat pengetahuan bertanam sayur di pekarangan yang diprolehnya dari belajar bersama kelompok, usaha berkebunnya sedikit demi sedikit mendatangkan hasil. "Sungguh sangat membantu" ujarnya suatu hari. Menurutnya, mau belanja gula dan kopi atau mau memberi jajan untuk cucu, tinggal memetik sayur dan menjualnya ke keluarga-keluarga. "ini lho pak hasilnya" Dengan gembira pak Adeng memperlihatkan hasil jerih payahnya  kepada fasilitator. Tiga jenis sayurnya sepeerti kacang panjang, terong, dan mentimun sudah dipesan jauhari oleh panitya penyelenggara pertemuan motivasi karet untuk menu konsumsi pada tanggal 1-2 Desember.” Puji Tuhan.


Tak henti hentinya Ia  mengisahkan pengalaman suksesnya , berkebun di pekarangan. Disamping mudah merawat, pengaturan waktu juga lebih enak. Waktu untuk merawat karet unggul dan kerja merawat kebun tidak banyak terbuang. Ini jadwal kerja pak Adeng yang akrab dipanggil kek Dewang. Mulai jam 5 subuh  menoreh s/d jam 11 siang, putri pertamanya Dewi yang kebetulan tinggal serumah dengannya secara rutin menyiram tanaman di kebun setiap pagi. Setiap sore, jatah ayahnya merawat kebun di belakang rumah seperti membersihkan gulma, memberi pupuk, dan menyiram dan mengamati tanaman dilakukannya dengan santai dan enak. Dia juga belajar mengamati binatang apa yang sering menggangu tanaman ini.
Selalu saja ada waktu untuk memperhatikan kebunnya walau tuntutan kelompok memaksa ia harus hadir sekadar berdiskusi. Menurut masyarakat Jangat, pak Dewang alias Adeng ini berkarakter keras tetapi juga pekerja keras, dan berusaha membuktikan apa yang diyakininya baik. Ia tidak segan memarahi dan mengeritik anggota KSM yang tidak sungguh-sungguh mau belajar. Ia marah dengan anggota yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk berburu bajing loncat. Buang waktu saja katanya berseloroh. . Nyen deh perboka mansia yang artinya itulah alias sifat dan karakter manusia. (Adi) 
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com