Jumat, 23 Oktober 2015

Pak Dony Akur sebut pencapaian sekecil apapun, sangat berharga untuk itu perlu diapresiasi oleh insan pendamping.




Caritas Ketapang.com – Program Officer Karina, Dony Akur, sangat serius menghadiri kegiatan sehari Caritas Keuskupan Ketapang dalam rangka pembahasan “indikator resiliensi” yang diselenggarakan oleh Petrus Apin sebagai kelanjutan dari kegiatan semi lokakarya resiliensi yang diselenggarakan di Caritas Sibolga.(Nias,28-30 Juli 2015)


"Komunitas yang resilien adalah harapan kita, cita-cita kita, idialisme kita, agar kita tetap berjuang dengan cara-cara sistimatis, kerangka berpikir yang terukur, tidak asal-asalan” kata Donatus Akur saat diminta sharing , Kamis (22/10/2015).


Bapak Donatus berharap, para pendamping pemberdayaan kususnya Caritas ini berani dan mau mengumpulkan dan mencatat, mendokumenkan capaian-capaian keberhasilan  sekecil apapun yang dicapai oleh  komunitas agar dapat menjadi ceritera baik, tidak saja bagi patner yang mensupport kegiatan, akan tetapi juga bagi kita, bagi komonitas agar tidak selalu menjadi orang yang tidak berpengharapan, atau menjadi orang yang tidak berguna karena merasa gagal. Sebab indikator capaian tidak berhasil belum tenru berbanding lurus dengan dampak yang dirasakan oleh penerima manfaat. 


"Ingat, sekali lagi, indikator resiliensi  entah itu strategy community managed, live in, berjejaring, maupun indikator prosess yang memperhitungkan  perubahan iklim, kalender musim dan kemampuan masyarakat mengidentifikasikan kerentanannya, adalah  sebuah goal yang harus tetap menjadikan kita sendiri tangguh, tanggap dan tanggon” paparnya. 


Dia mengatakan apa yang telah dipaparkan kepada kita  oleh bapak Petrus Apin sudah benar. Mencatat dan mendokumenkan sukses story yang dihasilkan oleh komunitas dampingan adalah cara membangun sebuah resiliensi.


Pertemuan seluruh staff Caritas Keuskupan Ketapang setiap tiga bulan sekali  di Ketapang adalah kesempatan untuk berbagi ceritra dan pengalaman yang baik untuk saling menguatkan satu sama lain. Pertemuan dari kita untuk kita sungguh dikuatkan oleh kehadiran Bapak Dony Akur dan Ibu Bintarti Novi dari Caritas Indonesia (Karina). 


Hadir pada pertemuan ini, Ignasius Made direktur, Aloysius Rachmad koordinator lapangan, Petrus Apin sekretaris executif, Pia Sezi Nurwanti finansial, Marselus koordinator IBF, Yohanes Budin, fasilitator lapangan, Jelly Karel Peyoh fasilitator CMLP, Stevanus Adyanto, fasilitator CMLP, Danang Sujati staf dokumentasi dan IT. Salam resiliensi. (notulist)
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com