CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Senin, 11 Januari 2021

Senin.11.1.21 Inspirasi pagi " ketika kita melakukan pekerjaan...

Senin.11.1.21 Inspirasi pagi

Mrk 1:14-20 “Ketika kita melakukan pekerjaan dengan passion kita…”

Rumah kami kurang lebih 3 Km dari pantai Canggu Bali. Dulu setiap pagi bisa lihat banyak nelayan datang dari laut untuk mengumpulkan hasil tangkapannya. Setiap kali kita mendekat dan bantu mendorong perahu nelayan kita diberi ikan gratis. Itulah salah satu hal baik yang selalu dibuat para nelayan setiap datang dari menangkap ikan. 

Kata mereka itu pemali kalau tidak dilakukan. Itu harus dilakukan dengan senang hati, dapat banyak atau sedikit harus memberi kepada orang meski hanya sekadar menyentuh perahu. Itu bentuk syukur setelah boleh kembali menyentuh daratan, kata mereka.

Entahlah apa kearifan seperti itu masih ada, karena tempat itu menjadi kampong nelayan moderan yang bisa dijual untuk obyek wisata.  Para Nelayan  sudah sangat professional. 

Dalam pembacaan Injil hari ini, kita berjumpa dengan  keluarga Zebedeus yang hidup dari bisnis menangkap ikan, yang dibantu anaknya Yakobus dan Yohanes. Ada keluarga Petrus dan Yohanes, dan pasti ada keluarga nelayan lain yang hidup dari bisnis menangkap ikan. 

Yesus menemui mereka, saya rasa  butuh waktu yang cukup lama untuk meyakinkan sekurang kurangnya dua keluarga ini untuk beralih profesi, meninggalkan mata pencaharian penangkapan ikan yang kadang menguntungkan kadang tidak, beralih dari pekerjaan keseharian mereka. Pergi untuk ikut Yesus untuk pekerjaan apa, merekapun tidak segera mengerti. Tapi yang terekam dari kisah perjumpaan dengan Yesus mereka memutuskan pergi bersama Yesus.

Yesus hanya memberi gambaran amat singkat tentang pekerjaan baru para nelayan ini : tidak jauh dari pekerjaan mereka sehari hari. Kalau demikian kita juga tidak dapat berharap akan membawa perubahan yang luar biasa, spektakuler. Namun saya mendapat kesan, mereka sangat anthusias.


Apa yang membuat mereka sedemikian anthusias? Pasti juga karena bertemu dengan tokoh yang banyak dibicarakan orang, tokoh yang berkuasa, toloh yang menggambarkan “mesias”, tokoh dengan pengikut yang banyak, tokoh dengan latar belakang kisah kisah yang menakjubkan. Dan tokoh ini sekarang ada dihadapan mereka, tampil sederhana, bicara juga sederhana, dan ajakannya juga sederhana, namun menggetarkan.

Yang hebat lagi, Yesus tidak perlu memanggil mereka untuk melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda. Namun, dia mengundang mereka, Petrus dan sudaranya, Yakobus dan saudaranya untuk melakukan apa yang dapat mereka lakukan dengan cara yang lebih baik lebih sesuai dengan cara mereka.


Selamat pagi sahabat. Ibu Theresia dari Kalkuta menggambarkan panggilan hidupnya pertama tama bukan untuk hal hal besar, melainkan menemukan hidupnya dalam sebuah kesetiaan, hal kecil saja, menyenangi pekerjaan, mencintai pekerjaan, menemukan passionnya, menjadi murah hati, iklas berbagi, tidak egois. Tuhan memberkati. 

Sharing Sr. Anthonella Osf"


Minggu, 10 Januari 2021

Minggu.10.1.21 Inspirasi pagi" mengenang momen indah saat dibaptis"

Minggu.10.1.21 Inspirasi pagi

Mrk.1:7-11” mengenang moment indah saat dibaptis”

Hari ini, pesta Pembaptisan Tuhan, menandai transisi dari masa natal ke masa biasa liturgi gereja. Moment yang baik untuk merenungkan kembali pembabptisan kita masing masing, utamanya mengenang hari  baptis kita. Yesus mengawali pelayanan publiknya diusia yang ke-30 th, seorang dewasa yang sempurna, dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.

Pertanyaannya, mengapa perlu waktu yang panjang untuk dibaptis, dan mengapa harus pergi kepada Yohanes? Yesus tanpa dosa, mengapa  Ia harus tunduk pada baptisan seperti itu? 


Jawabanya bisa menggunakan bacaan pertama, bisa jadi 'karena pikiranku bukanlah pikiranmu, caraku bukan jalanmu'. Tapi saya membayangkan seperti ini. Baptisan adalah moment yang sakral, pemurnian diri yang tidak bisa ditinggalkan oleh setiap orang yang percaya akan keselamatan Tuhan.

Bagi Yesus, baptisan adalah awal Ia  menjalankan kehendak Allah mulai dengan memasuki solidaritas dengan kita sebagai orang yang berdosa.  Kemudian lara mudid mencatat dan mengingat bagaimana Yesus  pergi untuk berbagi meja dengan orang-orang berdosa, yang membuat para pemimpin agama waktu itu ngeri. 

Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Dia membumi bersama kita di bumi yang rapuh yang terkoyak oleh dosa. Pembaptisannya menjadi cara Tuhan memperkenalkan dirinya “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” 


Menurut kartu baptis, saya dibaptis pada tgl.14 Januari 1958, oleh Pastor Sadheg SVD, pastor yang mengajak saya agar masuk seminari. Ibu saya berkisah, saya dihantar ke gereja untuk menerima pembaptisan tiga hari sesudah kelahiran saya. Suatu hari ibu saya berkata:  tidak boleh lama lama anakku. “Apapun yang terjadi sesudah itu, engkau akan selamat anakku, karena engkau sudah diangkat menjadi Anak Allah” Terimakasih Tuhan, terimakasih ibu.


Bagi ibu saya baptisan adalah moment yang indah dengan keyakinan anaknya pasti menerima keselamatan. Kalau terjadi apa apa sesudah itu, sakit, bahkan mati, anaknya sudah selamat.


Kini setiap malam paskah, kita  mengucapkan janji baptis, untuk mengenang keselamatan yang telah kita terima, menolak setan dan perbuatan- perbuatannya, menolak kejahatan dalam diri kita  sendiri dan dalam masyarakat, menolak.godaan-godaan setan dalam     bentuk takhayul, perjudian dan hiburan yang tidak sehat,menolak segala  kebiasaan     tidak adil dan tidak jujur yang melanggar hak-hak asasi     manusia. Masih ingatkan.


Selamat pagi, selamat hari minggu sahabat, mari kita jadikan pristiwa pembaptisan Yesus ini moment yang baik untuk memaknai pembaptisan kita masing masing, saat kita menerima “meterai” Anak Allah, yang tidak akan pernah tercabut sampai Tuhan memanggil kita kembali. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Anthonella Osf:

Selamat pagi Romo selamat Pesta Pembaptisan Tuhan. Betul seperti Romo katakan diatas pada hari ini kita juga mengenangkan peristiwa indah saat kita menerima Sakramen Baptis. Apalagi saya dibaptis setelah kelas 2 SMP. Jadi sedikit sudah mengerti arti Sakramen Pembaptisan ini. Saya memang sangat bersyukur atas Sakramen Baptis ini Romo...Sebab seandainya saya tidak dibaptis seperti apa diri saya ini. Dengan dibaptis kita boleh masuk dalam kalangan Keluarga Allah. Semoga dengan bantuan rahmat Tuhan kita dimampukan hidup dan melayani sesuai dengan rencana dan kehendak Allah. RencanaKu bukan rencanamu. Dan jalanKu bukan jalanmu. Semoga kita mampu mengerti apa yang menjadi rencana Tuhan dalam diri kita dan tetap mampu berjalan dijalanNya. Tuhan memberkati...


Sabtu, 09 Januari 2021

Sabtu.9.1.21 Inspirasi pagi "kalah bukan berarti lelah"

Sabtu.9.1.21 Inspirasi pagi

Yoh.3:22-30 “kalah bukan lelah”

Mengakui keberhasilan orang lain tidak mudah. Masih ingat pristiwa saat Obama  memenangkan pemilihan presiden Amerika. Pesaingnya, Mc Cain memberikan pidato ucapan selamat kepada Obama. Ia tidak merasa iri, malah mengakui keunggulan lawannya. Malah beliau mengajak para pengikutnya untuk mendukung presiden terpilih. Demikian setiap kontestasi tidak banyak yang berakhir dengan sebuah kebesaran jiwa.


Pemandangan yang berbeda dari pengikut Donal Trump, mereka menyerang gedung  putih untuk menggagalkan pelantikan Jo Biden menghiasi media, disamping berita orang yang berteriak teriak menantang polisi ketika diamankan, lalu tengkurap bilang kilap.


Sikap mengakui kekalahan adalah sikap kesatria, dan orang lain akan menhormatinya sebagai orang hebat. Mereka yang selalu protes dan belum bisa berbesar hati menerima kekalahan adalah mereka yang belum terasah dan belum mau membuka hatinya untuk mendukung orang lain. Kira kira kesimpulannya seperti itu.


Orang bilang hidup adalah persaingan. Berkawan itu persaingan, bisnis itu persaingan, setiap orang menapaki hidup agar menjadi lebih berkwalitas, lebih sejahtera, lebih dilirik orang, menjadikan  persaingan sebagai motivasi hidup yang punya kekuatan magis. Benarkah itu?


Hari ini kita kembali disuguhi pesan tokoh yang luar biasa. Lagi lagi Yohanes Pembaptis. Ketika aura Yesus semakin bersinar, ia tidak melihat Yesus sebagai pesaingnya.. Ia berbicara blak-blakan, ia tahu dan menyadari relasinya yang sesungguhnya dengan Yesus. Ia menerima penugasannya  dengan gembira. Ia dengan  rendah hati  berkata, “Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya, sebagai seorang pendahulu  aku sangat bersukacita, menikmati pekerjaanku. “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”

Sungguh hidup itu tidak selamanya persaingan. Hidup itu juga damai, mengalir, tidak melulu  sebagai persaingan yang dapat membakar motivasi. Ia tahu  para murid-nya (Yohanes) mulai kagum dengan Yesus. Namun Ia tidak melihat Yesus yang semakin dipuja sebagai saingan. “Biarkan Ia semakin bersar tetapi aku harus makin kecil”. Gila memang. Sangat tidak mudah mengamini kata kata seperti itu disaat ini.


Selamat pagi sahabat. Bila   melihat segala sesuatu dari persaingan, seringkali kekalahan membuat diri ini  putus asa. Ayo semangat. Tidak elok kalau selalu bilang aku kalah. Kalah bukan berarti lelah dan menyerah. Ayo semangat. Ayo  sportif dan  belajar dari kekalahan. Ingat keberhasilan orang tidak akan mengurangi keberhasilan anda. Yakinlah. Tuhan memberkati.


sharing Sr. Anthonella Osf:

Selamat pagi Romo kiriman inspirasi paginya bagus sekali. terima kasih Romo...Iya Romo kita bisa banyak belajar dari pribadi Yohanes Pembaptis yang luar biasa...Dia sangat hebat dan begitu rendah hati. Biarlah Dia semakin besar dan aku semakin kecil...Ungkapan yang sangat bagus dan mulia namun tidak mudah untuk diterapkan dalam hidup. Marilah kita mohon berkat agar senantiasa belajar menjadi rendah hati, terhindar dari iri hari yang merupakan akar dari dosa. Melainkan mencoba mrnundukkan kepala seraya bersyukur atas karunia Tuhan yang begitu besar bagi kita... Siapakah diri kita ini sehingga dianggap layak menrima anugerah yang besar itu....


Jumat, 08 Januari 2021

Jumat.8.1.21 Inspirasi pagi 'jangan menunda nunda kesempatan

Jumat.8.1.21 Inspirasi pagi.

Lk. 5:12-16 “tidak menunda nunda kesempatan”


Lihat tu usaha orang kusta, dia tidak peduli, yang penting ia dapat kesempatan untuk bertemu dengan Yesus dan disembuhkan. Dia pantang menunda kesempatan. Apa yang membuatnya begitu nekat?  Karena dia tahu Yesus orang baik dan punya power untuk menyembuhkan. Cuman ia tidak yakin seperti apa sikap Yesus. Ternyata, “Aku mau engkau tahir”.


Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.


Yang menarik lagi pesan Yesus, “jangan omong kepada siapapun "Pergi saja dan perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.


Yesus tahu banyak imam tidak senang dengan tindakannya. Apa lagi ada anggapan orang yang kena penyakit kulit atau sejenis kusta, tidak layak ada di tempat tempat umum apa lagi di tempat ibadah. Yesus tahu pristiwa ini akan viral dan orang akan membicarakan dan mencarinya. Oleh karena itu Ia pergi undur diri ke tempat yang sunyi untuk berdoa.


Dua kali saya mengunjungi pemukiman orang kusta. Kesempatan pertama  ketika saya  SMP. Ikut pastor  Sadeg SVD, pastor paroki saya ke pemukiman orang kusta di wilayah pantai di Bali timur. Beliau setiap bulan sekali datang menyapa mereka, sambil membawa makanan. Mereka sangat gembira dapat kunjungan. Meski penampilan mereka menakutkan, namun kelihatan mereka gembira sekali mendapat kunjungan. Mereka sangat mengenali kebaikan Pastor Shadeg.

Kesempatan kedua saya diajak oleh seorang suster biarawati karya kesehatan yang juga adalah dokter,   pernah berkarya di Tanjung, mengunjungi orang Kusta di Semarang. Jangan takut, penyakit mereka tidak menular kok, kata dokter meyakinkan saya. Gambaran saya tentang orang yang terkena sakit kusta terlalu buruk dan mengerikan. Mungkin sama dengan para imam. 


Tapi hari ini  Yesus disongsong oleh orang Kusta yang pasti keadaannya mengerikan.. Keyakinannya bulat, saya harus berjumpa dengan Yesus sebab hanya dia yang mampu membebaskan saya dari belenggu kusta ini. Meski mereka belum tahu sikap Yesus. Mereka tidak ingin menunda-nunda kesempatan.


Selamat pagi teman. Jangan menunda-nunda kesempatan, itu mungkin yang dapat diambil sebagai pembelajaran. Saat sakit, bangunlah semangat dan motivasi dari dalam diri untuk sembuh. Bergegaslah, bertindaklah, seolah olah hari esok tidak ada. Selamat memulai langkah besar lagi hari ini. Tetap berdiri di tengah keraguan dan kekawatiran.Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Anthonella Osf:

Selamat pagi Romo... Terima kasih kiriman inspirasi paginya yang bagus. Hari ini kita belajar dari sikap Yesus yang begitu terbuka dan ikhlas menolong orang yang sakit kusta. Orang kusta itu memberanikan diri untuk mendekati dan mohon kesembuhan dari Tuhan Yesus. Dan usahanya dikabulkan oleh Tuhan Yesus. pada saat ini banyak orang yang memohon dan memohon belas kasihan Tuhan agar disembuhkan dari berbagai penderitaan dan sakit, khususnya covid. Semoga berkat belaskasihan Tuhan, semakin banyak orang yang dijamah dan disembuhkan. Secara khusus Bapa Uskup, para Imam, Bruder, Suster dan Frater yang sedang menderita covid...Sehingga seperti orang kusta yang telah beroleh kesembuhan kembali mewartakan kebaikan Tuhan,  dan NamaNya semakin dimuliakan. Tuhan memberlati..



Kamis, 07 Januari 2021

Kamis.7.1.21 Inspirasi pagi "tidak semua cobaan membuat kita hancur lebur"

Kamis.7.1,21 Inspirasi pagi

Lk.4:14-22 “tidak semua cobaan membuat kita hancur lebur”


Simak bacaan pagi ini, sesudah dicobai iblis di padang gurun, Yesus semakin kuat  dan semakin berwibawa. Roh Tuhan ada pada-Nya, dan dengan semangat Roh itu Ia berkeliling menyampaikan kabar baik. 


Sampai di suatu tempat di Nasaret, dengan penuh semangat Ia membaca kitab Yesaya yang disodorkan kepadanya, “ Roh Tuhan ada pada-Ku oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, untuk membebaskan orang lemah tertindas oleh ketidak adilan, dan untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan

Qoute yang sangat indah, mudah mudahan dapat memberi semangat baru untuk kita semua menghadapi saat saat yang berat dalam hidup kita ini. Pencobaan ataupun kesulitan bukan untuk membuat padam semangat kita  melainkan untuk menguatkan kita   dalam melanjutkan kehidupan ini. 


Rasa-rasanya kita sering terbawa  pikir  bahwa situasi sulit ini adalah sebuah bentuk hukuman yang dihadirkan untuk membuat kita lemah, goyah dalam semangat. Rasa was was dan kawatir membuat kondisi badan terasa sakit, jangan jangan saya ini mulai tertular virus, dan begitu terus terbelenggu oleh situasi menakutkan. Ayo semangat kawan, jadikan tahun ini, tahun rahmat Tuhan. Roh Tuhan ada padaku untuk memberi semangat baru.


 ”Roh Tuhan ada padaku” Ia telah mengurapiku untuk menyampaikan kabar baik, ….untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan….


Selamat pagi teman. Mari buang jauh pemikiran yang melemahkan, bangkit dan tatap hari hari yang mendatang ini sebagai tahun rahmat Tuhan, lihatlah semua pengalaman buruk dan masalah berat sebagai sebuah kekuatan baru. Yakinkanlah diri bahwa tantangan tersebut dikirim bukan untuk menghancurkan, melainkan  untuk membangun harapan baru,  meningkatkan dan memperkuat semangat hidup dalam menghadapi tahun rahmat Tuhan. Jangan padamkan semangatmu. Be strong.   Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Anthonella Osf:

Selamat sore Romo, terima kasih supportnya Romo luar biasa. Tidak ada kata atau daya lain Romo kecuali berserah dengan situasi yang semakin tidak jelas ini. Kita percaya semoga yang dikatakan Tuhan Yesus Tahun rahmat Tuhan sungguh2 menyelamatkan kita. Mampu tetap setia dan bersemangat walaupun hati pedih dan terasa lelah dan jenuh....TetP percaya tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa rencana dan Kehendak Tuhan... Dan kita percaya bahwa rencana Tuhan akan indah pada waktunya....Tuhan memberkati...


Rabu, 06 Januari 2021

Rabu.6.1.21 Inspirasi pagi "di tengah ombak dan arus pencobaan..."

Rabu.6.1.21 Inspirasi pagi


Mrk.6:45-52 “di tengah ombak dan arus pencobaan”


Merenungkan injil pagi ini saya terbawa oleh lagu yang sangat populer“di tengah ombak dan arus pencobaan, hampir terhilang tujuan arah hidupku. Bagaikan kapal yang selalu di ombang-ambingkan; mengharap kasihNya, seolah-olah tiada mampu. Yesus perhatikan…setiap tetesan air mata… yang rusak dibetulkan dengan penuh kasih sayang.


Para murid harus meneruskan perjalanan. Setelah sukses story mengumpulkan makanan yang tersisa dari lima potong roti dan dua potong ikan, mereka kini harus menyeberang danau untuk sampai ke Betsaida. Mereka kagum namun masih bingung bagaimana mungkin bersama Yesus mereka mampu memberi makan orang sebanyak itu. 


Namun Yesus tidak ingin para murid hanya kagum. Mereka harus tetap berlayar dan belajar untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang diri-Nya. Para murid tetap harus mengarungi kehidupan dan belajar terus.


Tantangan iman dan pembelajaran hidup berikutnya adalah menembus badai angin sakal menyebrangi danau menuju Betsaida. Awalnya para murid masih percaya diri tanpa kehadiran Yesus. Namun semakin dalam bergerak semakin kencang angin sehingga mereka semua takut dan kawatir. Pasti para murid tidak sedang menyanyi di tengah ombak…


Saat itulah Yesus lewat. Namun tatkala menyaksikan Yesus lewat di tengah badai sakal, para murid, tidak mengenali Yesus. Heran juga ya. Seharusnya pengalaman mujizat   perbanyakan roti, membuat para murid semakin percaya, akan tetapi   ketika Yesus lewat dalam situasi sulit, pikiran pertama yang muncul, adalah “bukannya itu hantu?”.

 


Ini Aku, jangan takut, jangan bimbang lagi. Aku menyertaimu sampai akhir jaman. Aku ingin perhatikanmu. Ya, Yesus perhatikan kehidupan setiap orang, Dia tidak pernah meninggalkan kita asalkan kita juga berani fokus pada-Nya. Ia bukan hantu, tapi Tuhan yang selalu hadir untuk menemani kita.


Yesus sedemikian sabar mendidik murid muridnya untuk semakin mengenal pribadi-nya. Sementara para murid bingung dan kawatir  ditengah angin sakal yang mengombang ambingkan perahu mereka. Namun sesudah fokus, menyadari kembali Yesus hadir ditengah mereka alampun bersahabat, angin sakalpun  reda. 


Selamat pagi sahabat, setiap orang pernah jatuh, setiap orang pernah terombangambingkan masalah, mari kita sedapat mungkin melihat itu sebagai sebuah proses belajar  untuk membangkitkan kembali semangat kita, kesempatan baru, kekuatan baru.  Terlalu fokus dengan badainya membuat kita takut dan kawatir terus. Ganti fokus. Selalu  ada pembelajaran yang baik dari setiap masalah yang kita hadapi.Tetap Semangat! Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo... Terima kasih kiriman inspirasi pagi yang sangat bagus. Sabda Tuhan yang disuguhkan hari ini sungguh2 menantang dan sekaligus menguatkan kita. Bahwa kesulitan hidup tidak mungkin kita hindari namun kalau kita melibatkan Yesus dalam situasi sulit apapun yang kita hadapi Tuhan siap membantu kita...Dan apabila Tuhan hadir....Pasti kita kuat menghadapinya dan ada solusi. Maka marilah kita senantiasa menghadirkan Tuhan didalam setiap situasi hidup kita sehingga Tuhan dapat menyatakan kuasaNya sesuai dengan rencanaNya...Tuhan memberkati.

Selasa.5.1.21 Inspirasi pagi "mujizat itu nyata"

Selasa.5.1.21 Inspirasi pagi

Mrk.6:34-44 “mujizat itu nyata”


Ketika raga ini capai, kecendrungan kita berharap tidak ada lagi orang yang berurusan dengan kita, tidak ada lagi orang minta bantuan kita, atau merepotkan kita. Pendeknya saya mau istirahat, saya tidak mau diganggu lagi. Sebaiknya tamu cepat pulang saja. Lain kali saja ke sini lagi.

Para murid mengeluh, dan meminta agar orang banyak yang dari tadi tidak beranjak pulang segera  pulang saja.  Hari sudah menjelang malam, perut sudah lapar, raga ini sudah capai karena seharian ikut turne bersama Yesus. Sendi sendi badan sudah pada rontok. Capek. 


“Guru kami usul bagaimana kalau orang-orang ini di suruh pulang saja agar kita bisa istirahat, dan mereka bisa cari makan karena dari tadi kelihatan mereka belum makan”. Di luar dugaan Yesus menjawab: “kamu dong yang harus kasih makan”? Kami!! Kemana kami harus cari makan untuk orang sebanyak ini Guru? Makan persediaan kita saja hanya tinggal lima potong roti, kalau untuk kita saja masih harus dibagi bagi, sementara lauk ikan hanya tinggal 2 potong, kalau kita bagi per tiga belas masing masing dari kita hanya dapat secuil.


“Ah kalian tidak punya hati, tidak kasihan-kah kalian dengan mereka, mereka itu lapar”. Ah bagaimana sih Guru, dari tadi kita omong soal lapar. Guru masih bicara soal memberi mereka makan. Lalu Guru berkata: “Ayo tenangkan mereka dulu, atur  mereka supaya duduk berkelompok. 

Saya bisa membayangkan bagaimana murid murid melakukan perintah Guru dengan menggerutu, setengah tidak percaya orang sebanyak itu akan dapat makanan, lagian apa orang orang masih bisa diatur dalam suasana perut lapar. Sementara para murid sibuk teriak sana sini mengatur kerumunan, Yesus konsentrasi dan berdoa mohon berkat, lalu memecah mecahkan roti yang menjadi bekal mereka para  murid. Dan kemudian mereka membagikan makanan itu. Mujisat memberi makan sejumlah lima ribu orang terjadi.


Sayapun berhenti berimaginasi, tiba tiba pikiran saya tertuju pada antrian orang banyak yang menerima potongan roti kecil-kecil, mereka dengan santun dan hormat menerima sambil berkata amin. Tubuh Kristus, amin. 


Itu ekaristi, kumpulan orang yang percaya bahwa remah-remah yang tersisa menjadi sebuah cara membangun kebersamaan, berbagi yang luar biasa. Sekecil apapun yang ada pada kita, ketika keingainan berbagi muncul dari sebuah keprihatinan untuk kemanusian, Tuhan akan melengkapi. 


Selamat pagi sahabat. Meski kita kerap kali ragu dan bingung,  setengah hati membantu, apa iya bantuan yang kecil ini berguna bagi bantuan kemanusiaan, untuk hajat orang banyak, namun ketika itu kita lakukan dengan senang hati, iklas berbagi dengan cinta yang besar, tanpa beban, menjalani dengan anthusias, mujizat itu ada. 

Teringat lirik lagu “Tak terbatas kuasamu Tuhan”


Semua dapat Kau lakukan

Apa yang kelihatan mustahil bagiku

Itu sangat mungkin bagi-Mu….Tuhan memberkati.



Sharing Sr. Antonella Osf:


Selamat pagi Romo....Terima kasih kiriman inspirasi pagi yang sungguh2 reflektif...Bagus sekali. Iya Romo bagi Tuhan tiada suatupun yang mustahil. Semua mungkin bagi Tuhan. Yang penting kita betul2 percaya... Tuhan begitu care kepada orang banyak...Dia mengajar, melayani mereka sampai malam dengan tulus dan ikhlas. Sampai  malam belum makan....Dan Tuhan tidak hanya sampai disitu masih tergerak hatiNya oleh belas kasihan, jangan sampai mereka rebah dijalan karena kelaparan. Pelayanan Tuhan sungguh2 holistik, tidak setengah2. Marilah kita mohon agar senantiasa dianugerahi kepekaan dalam pelayanan sehari-hari. Tidak hanya memberi apa yang kita anggap baik bagi mereka, namun juga terbuka memberi apa yang sebenarnya juga mereka butuhkan...Tuhan memberkati...


   


Senin 4.1.21 Inspirasi pagi :Tuhan juga kerap menyingkir..."

Senin.4.1.21 Inspirasi pagi


Mt.4:12-17.23-25 “Tuhan juga kerap menyingkir…”


Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Teriakan dan sapaannya pernah menggema dan membuat orang berbondong bondong datang untuk bertobat, dan mengakui dosa dosanya. Dan kini ia dipenjara. Yohanes benar-benar memberikan gambaran pelayan Tuhan yang sederhana, lurus, nyelekit, namun mengena dan berdampak luas. Gaya pewartaan yang ektrim namun sangat kontekstual dan berdampak.


Yesus pasti mendengar berita itu. Banyak orang senang dengan gaya Yohanes, tapi banyak juga orang tersinggung dan sakit hati. Apakah karena itu Yesus harus menyingkir dulu ke Galilea untuk menyiapkan segala sesuatunya agar kesaksian hidup Yohanes tetap berkesinambungan?.


Saya tidak tahu.  Yang jelas Yesus  pernah menyingkir ke Mesir, di lain kesempatan Yesus juga menyingkir ke tempat yang sunyi.  Injil pagi ini menyampaikan pesan yang kurang lebih sama dengan Yohanes, “orang harus bertobat kalau mau hidup damai, hidup baik, rukun sejahtera, membiarkan Allah menjadi utama dalam kehidupan. Orang harus memberi ruang untuk kerajaan Allah dalam hidupnya. Menyingkirkan hati yang kurang bersahabat dengan Tuhan.


Hal kedua Injil mengisahkan penampilan Yesus  di Galilea, banyak orang sakit, tak berdaya, dan mungkin juga miskin lemah terisolir cacat terlantar dijamah dan disembuhkan. Selalu saja ada orang tersingkir…atau disingkirkan oleh keadaan. Dunia waktu itu heboh oleh tindakan Yesus, sehingga orang orang berbondong bonding  mencari tahu dan mengikutinya. 


Lalu apa yang bisa diambil untuk inspirasi pagi ini?


Menyingkir pasti bukan lari dari kenyataan, meski itu yang sering terjadi ketika hidup ada dalam persimpangan jalan. Namun menyingkir dapat berarti, pergi ke tempat yang lebih dalam, duc in altum,  untuk  menemukan arah kemana harus melangkah.


Yesus tahu benar passionnya, Ia telah memilih dan menentukan kesaksian hidupnya. Kerajaan Allah. Allah yang  menjadi raja, pemimpin dalam hidup-Nya. Ia juga tahu, akan selalu ada orang lemah, miskin, terisolir bahkan difabel yang memerlukan uluran kasihNya.

Demikian kita diundang untuk belajar dari Yohanes pembaptis, dan Guru kita,sederhana, tapi konsisten.


Selamat pagi sahabat, tetaplah pada jalannya, sederhana, punya pilihan pasti, ikuti passion, tidak menjadi orang bimbang dan setengah hati. Tetap kencangkan ikat pinggang untuk mengawali hari-hari mengawali tahun 21. Thank You, God. All glory always be Yours. Amen.


Sharing Sr. Anthonella Osf



Selamat sore Romo, Terima kasih untuk kiriman inspirasi paginya yang bagus....Tidak jarang kita juga ada dalam persimpangan karena situasi yang tidak menentu. Maju kena mundur kena. Namun bacaan pertama hari ini mengajak kita untuk melakukan  descerment sebelum mengambil keputusan agar tidak keliru mendengarkan apakah yang menginspirasi kita Roh Kristus atau sebaliknya Roh anti Kristus...Marilah mohon agar Tuhan senantiasa membimbing hati dan pikiran kita sehingga senantiasa ada pada jalanNya. Tuhan memberkati...






Minggu, 03 Januari 2021

Minggu 3.1.21 Inspirasi pagi "hidup ini tidak selalu lurus betul.....

Minggu.3.1.21 Inspirasi pagi

Mat 2:1-12 “hidup itu tidak selamnya lurus betul…. ”

“Lempeng” kata pribahasa jawa, tidak berkelok kelok, lurus. Demikian hidup itu penuh tanya, sebuah proses belajar yang tiada henti. Demikian kisah orang majus yang ahli dalam perbintangan mengajarkan kepada kita, bahwa hidup itu adalah sebuah pencarian yang tiada ujung. Sekuat mata memandang ke langit yang ada adalah keagungan alam dan kebesaran Sang Pencipta. Kemana harus mencari jawab atas tanya, dari mana semuanya berawal, kami hanya melihat bintangnya, sinarnya yang cemerlang.  

Mereka penjelajah dan pengembara yang digambarkan sebagai orang yang mencari kebenaran yang akhirnya   membawa mereka ke sebuah tempat yakni Betlehem, tanah Yudea. Tanah terjanji, yang melahirkan seorang raja Agung melebihi kehebatan seorang Herodes.


Pencarian  orang majus mencapai akhir perjalanan panjang mereka, ketika mereka melihat Bayi mungil bersama  ibunya. Tanggapan awal mereka adalah menyembah anak itu, 'berlutut, dan mereka menghormatinya', lalu menyerahkan hadiah sebagai persembahan. Akhir perjalanan yang indah, bertemu dengan Tuhan yang nampak jelas. “Epifani”.


Ada banyak hal tentang perjalanan para majus dari Timur ini yang dapat kita serap dan identifikasi, paling tidak perjuangan mereka untuk mencapai tujuan mereka. Perjalanan mereka dari Timur ke Betlehem bukanlah jalan yang lurus. Jalan panjang  penuh liku liku persoalan. Pasti banyak rintangan dan  tidak selamanya lempeng dan lurus. 


Ketika Raja Herodes mendengar kedatangan orang-orang asing dari Timur ini ke Yerusalem, mencari bayi Raja orang Yahudi, bel alarm berbunyi untuknya. Dia adalah satu-satunya Raja orang Yahudi. Dia memanggil orang bijak, dan berbincang bincang dengan mereka. Dia berpura-pura ingin menyembah anak itu, padahal sebenarnya dia ingin membunuhnya. Namun, Herodes tidak mampu menghentikan pencerahan sang Bintang. Selalu ada sisi kepura-puraan dalam hidup kita.

' Dikatakan tentang orang majus itu, setelah bertemu dengan anak itu, mereka kembali ke negara mereka dengan cara yang berbeda. Harta yang mereka terima dari anak ini lebih berharga daripada hadiah yang mereka bawa dan itu mengubah hidup mereka selamanya. 


 Dalam perjalanan kita sendiri menuju Tuhan, jalan iman, tidak selamanya akan mulus. Iman kita akan diuji. Namun, kita dapat yakin bahwa jika mata kita tetap tertuju pada Tuhan, Dia akan membawa kita ke tujuan kita. Setiap perjumpaan sejati dengan Tuhan akan selalu mengubah kita dalam beberapa cara mendasar. 



Selamat pagi sahabat, hidup itu tidak selamanya lurus, selalu saja ada kerikil kerikal tajam, selalu saja ada ujian, namun kita tidak boleh berhenti di persimpangan. Seperti orang majus bertanya dan mencari, ketika menemukan apa yang dicari, dia terus berjalan pulang sekalipun dengan jalan yang berbeda. Tetaplah fokus pada komitmen dan cita cita yang telah ditentukan di awal tahun ini. Tuhan memberkati.

Sharing Sr. Antonella Osf

Selamat pagi Romo, selamat Hari Raya Penampakan Tuhan. Tuhan memperkenalkan diri kepada orang2 luar bangsa Yahudi. Ia datang bagi keselamatan semua bangsa, tidak terbatas pada suku, bangsa dan bahasa. Kita bersyukur bahwa kita termasuk didalamnya. Kitapun dipanggil untuk ikut diselamatkan. Mari kita mohon berkat agar kita dapat tetap bertahan dalam menghadapi berbagai godaan termasuk persaingan tidak sehat seperti Herodes takut kalau2 Raja Baru akan menyaingi posisinya sebagai Raja. Semoga kita tetap fokus mencari keselamatan dalam Yesus sampai akhirnya nanti dapat berjumpa denganNya dalam keabadian. Tuhan memberkati...

Sabtu.2.1.21 Inspirasi pagi " Dia adalah pelita...

Sabtu.2.1.21 Inspirasi pagi

Yoh.1:19-28 “dia adalah pelita, yang memantulkan terang”

Sungguh sangat rendah hati ketika Yohanes sendiri menyatakan dirinya siapa. “Aku bukan siapa siapa” Aku bukan nabi, aku bukan mesias, apa lagi Kristus”. Aku hanya orang yang teriak teriak di padang gurun, aku pingin semua orang bertobat dan memilih jalan yang benar dan lurus. Aku pelitanya….


Misi utamanya adalah mengklarifikasi berita bahwa ia bukanlah Elia, Bukan Mesias apa lagi Kristus, bukan cahayanya, aku hanya dian pelita, tangkai pelita, candle lilin. Cahayanya sendiri Yesus, untuk berlutut dan sekadar menyentuh kaki dan membuka tali sepatunya saja aku tidak layak”. Sekali lagi aku bukan siapa siapa, hanya aku pingin orang memiliki hati untuk berubah saja. Aku hanya sekadar alat. 


Yah, Yohanes memang lagi memberitakan tentang pertobatan dan pembaharuan hidup kepada orang Yahudi, dan mengundang orang yahudi agar menerima pembaptisan dan pertobatan. Hidup ke jalan yang benar dan lurus. Sebuah cita cita hidup yang mulia ke depan.


Lalu siapa kamu sesungguhnya? Belakangan  Yesus memang   menyebut Yohanes adalah pelita, yang menyiapkan  terang kepada setiap orang. Terangnya sendiri adalah Yesus sendiri.


Dan lalu kita boleh menanyai diri kita untuk dapat menimba inspirasi. Siapa anda hari kedua dalam th 2021 ini? Sekadar membatasi diri untuk mencari jawab yang tidak mudah atas pertanyaan “siapakah diri kita sesungguhnya?

Garam dunia, ragi, biji, benih dan pelita setidak tidaknya bagi orang orang terdekatku, Keluargaku, komunitasku?


Berharap berani berkata seperti Yohanes, pingin ada diantara orang yang  perlu bertobat, perlu pengampunan, perlu berbenah diri, menjadi pelita saja yang membuat orang lain bersinar.

Berharap menjadi orang yang berani mengambil resolusi untuk memperbaharui hidup yang dapat memancarkan kebaikan, pengampunan dan belas kasih. Kalau selama ini sering sedikit membusungkan dada atau sebaliknya redup dalam semangat karena berbagai persoalan, mengawali th 2021 ini mari tetap semangat namun tetap jaga hati,   rendah hati, tidak banyak bicara, namun banyak  aksi, kurang  mengeluh, namun selalu  berpeluh,  focus dalam pekerjaan, lebih positif dan kreatif dari sekadar parasit. Lebih memastikan memiliki visi dan misi  hidup dan tidak kehilangan rasa hidup.


Santo Basilius Agung dan Gregorius Nazianze yang menjadi inspirasi gereja pagi ini mengingatkan kita semua, jadilah pelayan yang murah hari, rendah hati dan jujur. Jangan pernah bosan untuk tobat dan tobat, sebab itulah baptisan yang kedua. Qoutenya yang terkenal “berikanlah makanan terakhirmu kepada pengemis yang mengetuk pintumu dan percayalah akan belah kasih Tuhan”.


Selamat pagi sahabat, memasuki hari ke dua dalam tahun 2021, jangan biarkan pelita hati kita redup. Semangat semangat dan tetap semangat. Tuhan memberkati.


Sharing sr. Anthonella Osf

Selamat pagi Romo, terima kasih untuk kiriman inspirasi paginya yang bagus sekali. Pagi hari ini firman Tuhan mengajak kita untuk merenungkan pribadi Yohanes Pembaptis yang sangat sederhana. Dia dipilih untuk secara khusus untuk menyiapkan kedatangan Tuhan. Tugas yang luar biasa, juga nampak didalam cara hidupnya. Sehingga orang2 disekitarnya menanyakan apakah dia seorang nabi, Elia atau Mesias? Namun dia dengan rendah hati mengatakan bukan, aku bukan siapa2....Hanya suara yang berseru dipadang gurun....Terpilih namun tetap rendah hati dan tidak mencari popularitas diri dari kepercayaan yang diberikan kepadanya.....

Marilah belajar dari Yohanes Pembaptis... Tetap tekun menjalankan tugas sehari-hari dengan rendah hati tanpa perlu memamerkan jasa kepada orang lain. Biar Tuhan sendirilah yang akan menilainya... Tuhan memberkati.


Jumat, tahun baru, 1.1.21 Inspirasi pagi "baik membangun komitmen...

Jumat.1.1.21 Inspirasi pagi

Lukas 2: 16–21 Hari Raya Maria, Bunda Allah

“baik membangun komitmen kecil di awal tahun 2021….

Hari ini pada pesta Maria, Bunda Allah, kita melihat Maria, dalam pembacaan Injil, mengagumi apa yang telah terjadi, menghargai peristiwa-peristiwa kelahiran dalam ingatannya, dan merenungkannya di dalam hatinya dalam dalam. 

Ibu Maria dinyatakan sebagai Bunda Allah di Konsili Efesus di Turki modern pada tahun 431 M. Konsili mengungkapkan keyakinannya bahwa putra Maria tidak hanya sepenuhnya manusia tetapi juga sepenuhnya ilahi. Dalam kerapuhan dan kerentanan anak yang baru lahir ini, Tuhan menyingkapkan wajahnya. 

Namun, inti dari pembacaan Injil untuk pesta hari ini adalah pemandangan sederhana di Betlehem.  Maria, Yusuf dan bayi Yesus terbaring di palungan, dikunjungi oleh para gembala yang tengah menjaga kawanan mereka di padang.  

Sungguh, Anak Maria yang baru lahir sepenuhnya bergantung pada ibu Maria dan pada Yusuf untuk bertahan hidup. Tanpa perhatian penuh kasih mereka, anak ini tidak akan memiliki masa depan. Dalam diamnya, Ibu Maria telah  menjawab  Ya, atas rencana Allah dalam dirinya, menjadi ibu Tuhan yang merawat putranya dengan komitmen yang luar biasa.


Mari mengawali tahun baru ini dengan komitmen dan langkah kecil yang sederhana saja, mengevaluasi diri baik baik, menentukan langkah yang bisa dibuat, sekurang kurangnya memastikan langkah kecil saja untuk menandai tekad kita mengawali th.2021.


Selamat pagi sahabat. Semangat baru di tahun baru. Selalu ada harapan dan jawaban atas segala impian. Tuhan memberkati.


Sharing Sr. Anthonella Osf

Selamat pagi dan Selamat Tahun Baru Romo...Terima kasih untuk kiriman inspirasi pagi yang bagus sekali. Merenungkan Bunda Maria, Bunda Allah yang kadang  tidak selalu mengerti dengan jelas rencana dan Kehendak Tuhan...Sungguh kita selalu bersyukur mempunyai seorang Ibu yang menjadi kekuatan, sumber inspirasi dan harapan kita pada saat akhir nanti. Belajar dari beliau yang kadang tidak selalu mengerti akan apa arti semuanya itu hanya menyimpan dalam hati dan berpasrah kepada kehendakNya yang ia percayai pasti baik. Semoga didalam perjalanan waktu dimana kita juga sering kurang mengerti apa yang menjadi kehendak dan rencana Tuhan lewat peristiwa2 hidup kita sehari-hari kita datang kepadaNya dan menyerahkan seluruh perkara kita kepada penyenggaraanNya. Tuhan memberkati...


www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com