PSE-Caritas Ketapang

Website Resmi PSE-Caritas Keuskupan Ketapang

VIDEOS


Senin.11.1.21 Inspirasi pagi

Mrk 1:14-20 “Ketika kita melakukan pekerjaan dengan passion kita…”

Rumah kami kurang lebih 3 Km dari pantai Canggu Bali. Dulu setiap pagi bisa lihat banyak nelayan datang dari laut untuk mengumpulkan hasil tangkapannya. Setiap kali kita mendekat dan bantu mendorong perahu nelayan kita diberi ikan gratis. Itulah salah satu hal baik yang selalu dibuat para nelayan setiap datang dari menangkap ikan. 

Kata mereka itu pemali kalau tidak dilakukan. Itu harus dilakukan dengan senang hati, dapat banyak atau sedikit harus memberi kepada orang meski hanya sekadar menyentuh perahu. Itu bentuk syukur setelah boleh kembali menyentuh daratan, kata mereka.

Entahlah apa kearifan seperti itu masih ada, karena tempat itu menjadi kampong nelayan moderan yang bisa dijual untuk obyek wisata.  Para Nelayan  sudah sangat professional. 

Dalam pembacaan Injil hari ini, kita berjumpa dengan  keluarga Zebedeus yang hidup dari bisnis menangkap ikan, yang dibantu anaknya Yakobus dan Yohanes. Ada keluarga Petrus dan Yohanes, dan pasti ada keluarga nelayan lain yang hidup dari bisnis menangkap ikan. 

Yesus menemui mereka, saya rasa  butuh waktu yang cukup lama untuk meyakinkan sekurang kurangnya dua keluarga ini untuk beralih profesi, meninggalkan mata pencaharian penangkapan ikan yang kadang menguntungkan kadang tidak, beralih dari pekerjaan keseharian mereka. Pergi untuk ikut Yesus untuk pekerjaan apa, merekapun tidak segera mengerti. Tapi yang terekam dari kisah perjumpaan dengan Yesus mereka memutuskan pergi bersama Yesus.

Yesus hanya memberi gambaran amat singkat tentang pekerjaan baru para nelayan ini : tidak jauh dari pekerjaan mereka sehari hari. Kalau demikian kita juga tidak dapat berharap akan membawa perubahan yang luar biasa, spektakuler. Namun saya mendapat kesan, mereka sangat anthusias.


Apa yang membuat mereka sedemikian anthusias? Pasti juga karena bertemu dengan tokoh yang banyak dibicarakan orang, tokoh yang berkuasa, toloh yang menggambarkan “mesias”, tokoh dengan pengikut yang banyak, tokoh dengan latar belakang kisah kisah yang menakjubkan. Dan tokoh ini sekarang ada dihadapan mereka, tampil sederhana, bicara juga sederhana, dan ajakannya juga sederhana, namun menggetarkan.

Yang hebat lagi, Yesus tidak perlu memanggil mereka untuk melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda. Namun, dia mengundang mereka, Petrus dan sudaranya, Yakobus dan saudaranya untuk melakukan apa yang dapat mereka lakukan dengan cara yang lebih baik lebih sesuai dengan cara mereka.


Selamat pagi sahabat. Ibu Theresia dari Kalkuta menggambarkan panggilan hidupnya pertama tama bukan untuk hal hal besar, melainkan menemukan hidupnya dalam sebuah kesetiaan, hal kecil saja, menyenangi pekerjaan, mencintai pekerjaan, menemukan passionnya, menjadi murah hati, iklas berbagi, tidak egois. Tuhan memberkati. 

Sharing Sr. Anthonella Osf"


| Blogger Templates - Designed by Colorlib