CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Selasa, 15 Maret 2016

Apolonius Parman : Membangun Masyarakat Dengan Contoh, Keteladanan, Keikhlasan dan Ketabahan


sambil berkarya menyelesaika S.ag-nya



Lima belas tahun  lalu,
Ia menginjakkan kaki pertama di Desa Kambera, Kecamatan Simpang Dua
Dengan berbekal pendidikan agama dan doa
Demi panggilan tugas sebagai abdi negara
Bertugas di desa terpencil yang  jauh dari kota
Di dalam hatinya penuh tanya
Apa yang dapat diperbuat untuk masyarakat ?
Cita-cita dan tekatnyapun menyala kembali
Untuk melakukan sesuatu yang berguna
Dengan sumberdaya alam yang berlimpah
Dimulai dengan niat  untuk berbagi
Serta berkat Tuhan yang disertai ketekunan
Pelan nan pasti, karyanya mulai menjadi kenyataan
Dimulai dengan telenta dan pengalaman yang Ia punya
Membendung sumber air dan menggunakan pipa bambu
Sebagai pengganti pipa paralon Ia lakukan
Untuk mendapatkan air bersih  dan kolam ikan
Membudidayakan lada di lahan perkarangan sekolah
Dengan harapan sebagai contoh dan pendapatan tambahan
Budidaya tanaman padi sistim  irigasi dan lada pun Ia lakukan
Contoh dan keberhasilan tersebut tak luput dari cerca dan olokan
Oleh masyarakat yang belum sadar dan tak mengerti
Namun tantangan tidak menyurutkan tekat dan asanya
Hambatan Ia jadikan penyala semangat dan tekat
Bersyukur kepada Tuhan dan melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama terus Ia lakukan
Berkat ketekunan, keikhlasan dan semangat berbagi tak kenal pamrih
Buah kerja kerasnya kini telah memberikan manfaat
Masyarakat yang dulunya pesimis dan mencibirnya
kini meniru apa yang telah Ia lakukan
Dari proses perjuangan yang Ia lakukan dijadikan bahan perenungan
Sehingga melahirkan sebuah motto kehidupan  baginya :
 Bahwa, iri hati awal dari bencana
Cemburu hanya  menyakiti diri sendiri
Kebaikan akan senantiasa menang
Kejahatan akan senantiasa kalah
Tuhan akan senantiasa mengubah kejahatan
menjadi kebaikan (berkat)

Itulah ungkapan yang menggambarkan karya  sang guru  SDN yang bertugas di pedalaman Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang yang bernama A. Parman. Ayah dari 3 orang anak ini,  kelahiran Kampung Dapan, Desa Dayung, Kec. Ledo Kab. Bengkayang pada 44 tahun silam ini memiliki komitmen tinggi dalam membangun kualitas pendidikan para muridnya dan perberdayaan masyarakat di tempatnya mengabdi. Untuk menanamkan rasa nasionalisme muridnya dan masyarakat di sekitarnya pada saat momen mengibarkan bendera merah putih saat upacara bendera pada setiap hari senen dan hari besar nasional, selain para murid dan masyarakat yang kebetulan lewat harus berhenti sejenak untuk menghormati proses pengibaran sang saka merah putih. Menurut suami dari Lusia Rusnani ini,”penghormatan terhadap jasa pejuang yang telah merebut kemerdekaan dari penjajah untuk membangkitkan jiwa nasionalisme bagi generasi muda dan masyarakat agar semakin gigih dalam mengisi kemerdekaan. Jujur, pantang menyerah dan ulet dalam segala aspek kehidupan seperti semangat para pahlawan.”
 “Pria yang hobi bercocok tanam, menyanyi dan main gitar ini pernah mengajukan pindah tempat tugasnya ke daerah asalnya sebanyak 2 kali, tetapi untungnya tidak jadi,” ungkapnya sembari mensyukuri atas kehendak Tuhan yang memutuskan agar ia tetap bertugas di pedalaman  wilayah Kecamatan Simpang Dua.
Pria yang memiliki 9 saudara ini  PNS sebagai guru mata pelajaran agama Katolik di salah satu SDN di Desa Kambera, Kec. Simpang Dua ini,  juga berkomitmen ingin memajukan sosial ekonomi masyarakat di lingkungan tempat tugasnya. Beberapa kegiatan yang telah beliau lakukan yang diharapkan dapat menjadi contoh dan sumber inspirasi bagi masyarakat adalah :
1.     Budidaya tanaman lada (sahang). Berkat keuletan dan ketabahannya dalam budidaya tanaman lada, akhirnya mampu menginspirasi masyarakat di sekitarnya untuk mengembangkan tanaman lada sehingga terbentuk komunitas petani lada. Di saat turunnya harga karet saat ini, petani lada merasa terbantu dengan harga lada kering yang harga jualnya di atas Rp. 150.000 per kilogram.Pria yang memiliki pengalaman dan keterampilan budidaya tanaman lada  dari daerah asalnya Bengkayang ini bahkan dengan tangan terbuka menerima masyarakat yang berminat belajar dan memesan bibit lada dari kelompoknya.
2.     Merintis sistem budidaya tanaman padi di lahan basah (payak) secara menetap. Berbekal keuletannya beliau berhasil memberi contoh kepada petani di sekitanya untuk menanam padi secara menetap. “Walaupun insfrastruktur irigasasinya dibangun secara manual dan swadaya, hasil panennya lebih tinggi dibandingkan dengan sistem ladang dan biaya operasinalnya semakin lama semakin murah,” ungkapnya. Pada saat ini sudah cukup banyak masyarakat di sekitarnya  yang mengikuti jejaknya.
3.     Memanfaatkan sumber air sebagai sumber air minum, MCK dan budidaya ikan air tawar. Dengan bermodalkan sumberdaya alam yang tersedia, beliau menggali dan membendung sumber aliran air dan mengalirkannya dengan batang bambu, akhirnya air dapat dialiri sampai ke pemukiman dan rumahnya.”Kita harus memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di sekitar kita, jangan harus menunggu bantuan dari luar, asal kita nekat dan ulet,” ungkap Suparman saat mengenang upayanya tersebut. Dan masih banyak kegiatan lain yang dirintis sang ispirator yang ramah, rendah hati dan senang berbagi ini.

Keberhasilan yang diraihnya tersebut tidak terlepas dari mimpi kerja keras yang akhirnya berbuah manis, walaupun pada awalnya selalu mendapat cemoohan dan olokan dari masyarakat  yang melihat kegiatannya, tetapi saat ini masyarakat telah mengikuti jejak dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat.

Saran beliau jadi agen perubahan bagi masyarakat harus dengan contoh, ikhlas, keteladanan dan tabah. Sistim pembangunan kedepan harus ada berorientasi pada pengelolaanterorientasi dan  pemanfaatan sumber daya alam ( SDA) secara bermakna bagi proses kehidupan dan keseimbangan lingkungan.(marselus)

Senin, 07 Maret 2016

BERBAGI KISAH SUKSES #3 : MEKAR 1st Anniversary, Maret 2016

Tak terasa, MEKAR sudah berusia 1 tahun, terhitung sejak Maret 2015 yang lalu. Sudah setahun MEKAR menemani para pembaca dan Komunitas Dampingan dengan memberikan informasi-informasi yang sederhana, namun tetap mempunyai nilai dan makna yang tak terukur. 
Kesadaran akan komunikasi yang baik merupakan pondasi dimana MEKAR tetap berusaha menerbitkan tulisan-tulisan bagi para pembaca. Semua hal baik dan praktik-praktik baik yang terjadi dalam Komunitas Dampingan adalah sumber utama dari tulisan-tulisan yang tersaji dalam MEKAR.
Dua edisi MEKAR sebelumnya berkomitmen untuk mengkomunikasikan praktik-praktik baik yang ada dalam komunitas dampingan CKK. Edisi kali ini juga MEKAR tetap berkomitmen untuk menyajikan cerita-cerita sukses beberapa anggota KSM selama mendapat pendampingan dari CKK.
Kami sadar, MEKAR masih banyak kekurangan di sana sini. Setahun masih seumur jagung. Masih banyak hal yang harus dibenahi di tahun-tahun berikutnya. Dan harapan kami, semoga MEKAR tetap setia mendampingi pembaca dan Komunitas Dampingan dalam mengkomunikasikan semua informasi yang berguna.
MEKAR dapat anda baca di Komunitas Dampingan CKK, atau anda dapat mengunduhnya di sini

Jumat, 04 Maret 2016

Aku ingin menyumbangkan 20 bibit karet unggul hasil okulasiku kepada Gereja Botong

okulasi...okulasi...okulasi
Kontok, Media Caritas Keuskupan Ketapang. Tak terasa, penemanan program community managed livelihood promotion (CMLP) sudah memasuki tahun ke 4. Model pendampingan yang fokus pada partisipasi kelompok dalam  setiap perencanaan dan kegiaatan-kegiatan sudah seharusnya memperlihatkan dampak, baik bagi kelompok dampingan maupun masyarakat di sekitar. Ambil contoh misalnya, bagaimana kelompok belajar untuk menyusun sebuah proposal yang benar untuk disampaikan dalam musyawrah rencana pembangunan desa(Musrenbang). Dengan ketrampilan okulasi karet unggul mereka menawarkan program pengadaan bibit karet di desa. Hanya sayang para pemangku kepentingan di desa lebih tertarik untuk minta bantuan ke dinas perkebunan. Sangat disayangkan semangat yang muncul dari warganya kurang mendapat tanggapan yang serius. Namun Cintul, ketua pengurus kelompok Uncak Kontok tidak patah semangat. Dia mengatakan, tidak apa usul kami tidak diterima, yang penting mereka tahu bahwa kami sudah melakukan yang benar dalam perencanaan desa.
"Kami sangat bersyukur memperoleh pendampingan dari Caritas Keuskupan Ketapang, meski tidak lama lagi penemanan akan berakhir" tuturnya lirih. Pendampingan program CMLP II di  KSM oleh Caritas berakhir bulan Juni 2016.

Ada kisah-kisah menarik yang menjadi harapan dan mimpi beberapa anggota dampingan ketika ditemui oleh Pak Aloysius dan Apin ketika mengadakan kunjungan lapangan, 27-28/2. Pak Cintult dengan semangat membagikan pencapaian karet okulasinya.
"Kini saya sudah menanam 429 karet hasil okulasi saya, tinggal 165 lagi yang harus di tanam" Kelak anak cucuku  tidak akan mudah menyerahkan tanah dan karet yang sudah tertanam rapi, ceriteranya penuh anthusias.

Cintu,t yang akrab disapa kek Pasek.berujar "nah saat ini waktu yang paling baik untuk okulasi, okulasi dan okulasi, karena kami sudah selesai mengetam padi" kisahnya ceria. Dia berkisah bahwa untuk membalas gotong royong ke tetangga dusun ia serahkan pada istrinya, sehingga ia bisa lebih banyak menyisakan waktunya untuk memperbanyak bibit karet unggulnya.
"Juni nanti target saya 729 bibit karet unggul hasil okulasi saya sudah tertanan di lahan milik saya" ungkapnya penuh semangat


"Jadi, bisa dipastikan sang ketua KSM, Cintult,  bulan  Juni nanti ketika pendampingan CKK berakhir, bisa melewati target kita, kata Petrus Apin menyampaikan evaluasinya,3-5/3 di Ketapang . Lebih lanjut, Petrus Apin berkisah bahwa pak Cintult bernazar akan menyumbangkan 20 batang bibit karet unggul hasil okulasinya kepada pra paroki Botong. papin


Hasil tanaman Pekaranganku Buat Menyetor CU

 Caritas Keuskupan Ketapang. Nama saya Mungkin. Saya dipercaya sebagai Ketua Kelompok Siling pancor Aji. Ini kisah kecilku belajar memanfaaatkan pekarangan untuk tanaman muda.

Sebetulnya kami orang Giet sudah terbiasa berkebun sayur, hanya saja kami selalu memanfaatkan tanah lahan yang sudah kami bakar untuk bertanam padi. Nah sambil bertanam padi, kami juga menaburkan biji sawi kampung, menebar biji mentimun, terung asam, biji jagung, sehingga ketika padi masih muda di ladang kami sudah ada sayur. Biasanya sayur tumbuh subur, dan hasilnya tidak termakan, sisanya kadang kami jual ke Balai Berkuak. Harganya biasa murah, tidak seimbang dengan perjalanan kami turun naik gunung. Disamping itu banyak orang juga secara bersamaan menjual hasil sayur yang sama. Berladang cara seperti ini memang sangat gampang. Kayu yang kami tebang kemudian kami bakar menjadikan tanah subur. Tanaman yang tumbuh pasti bagus, tidak perlu nyiram, tidak perlu merawat. Pokoknya nyaman, tinggal tunggu petik, paling-paling capek membawa ke kampung. Itulah, alam ini memang sangat memanjakan kami. Hanya saja masa menikmati sayur yang segar waktunya semusim. Setelah itu ya paling kami hanya memakan sayur sawi yang sudah dikeringkan, atau jagung yang sudah kering.

Sudah hampir 4 tahun kami mencoba memindahkan cara menanam sayur di ladang/pedahasan, dipindah ke pekarangan rumah. Wah kami malah ditertawakan. Capek-capek buat pagar. Ketika tanaman ini sudah tumbuh, datang babi tetangga, kita usir dan lempar, ee malah kita kena marah. Siapa suruh bersayur di pekarangan, salah sendiri, sindir tetangga. Yah apa boleh buat. Saya pak Mungkin tidak ingin ragu-ragu, dengan langkah pasti saya buat pagar kuat-kuat untuk menghindari tanaman saya. Bambu mudah didapat, rotan untuk mengikat pagar juga banyak. Murah meriah buat pagar. Ternyata tanaman cabe, terung asam, juga bisa tumbuh subur. Wah subur sekali. Pasalnya kami bawa tanah bakaran, kami kumpulkan tai sapi dan kami bakar, soalnya tai sapi berserakan di kampung kami. Beruntung sekali kami mendapat pendampingan dari Caritas soal menangkal hama. Soalnya di kampung hama lebih banyak dari pada  di ladang. Kami diajari memindahkah semut merah ke tanaman agar semut itulah yang memakan segala hama. Masuk akal juga ya.

Tapi, meski demikian tidaklah mudah meyakinkan tetanggaku untuk ikut belajar. Mereka memuji, bilang hebat, tapi ya sambil memetik buah cabe dan terung. Untuk teman makan pak Mungkin,sekali ini saja, besok saya akan ikut cara pak Mungkin. Besoknya datang memuji lagi. Semakin sering memuji, artinya semakin cepat cabe dan tanaman lain sirna. Nasib...nasib. Tapi ndak apalah. Mungkin itu salah satu cara untuk meyakinkan orang agar berani mencoba dan mengubah cara bertanam gampangan, artinya tanpa perawatan, tinggal lempar dan hidup.

Sangat tidak mudah meyakinkan tetangga untuk mengubah cara bertanam seperti ini. Saya selalu bersyukur hidup di tanah Giet yang telah memberi kemurahan untuk hidup, tapi sampai kapan. Tanah sudah semakin sempit. Kayu yang ditebang dan dibakar semakin langka. Apa yanag bisa disisakan untuk anak cucu saya.
Trimakasih pak Aloy dan pak Apin, pak Budin. Saya senang dapat berbagi kisah dalam pertemuan Tim monitoring KSM (27/2). Bahkan ketika tetangga tahu bahwa saya menyetor ke CU dari hasil tanaman pekarangan ini, mereka juga belum mau secara serius menekuni cara mudah memanfaatkan pekarangan. Seharusnya disaat harga karet sangat terpuruk, peluang ini harus menjadi berkat agar kita tidak hanya memeras dari alam tapi sekali kali memberi ke alam dengan merawat tanah.

Saya Pak Mungkin senang melakukan budidaya tanaman muda dan tetap belajar tentang pengelolaan keuangan keluarga. Biar sedikit yang masuk dan waduh... keluar uangnya banyak, lalu saya menyadari bahwa ada banyak cara untuk mencari rejeki dan mengamankan hasil rejeki. Belajar berkebun di pekarangannya ternyata lebih siip,mudah enak,nyaman dibandingkan berkebun jauh, capek. Memang si makan hati, karena itu tadi, banyak pujian dari tetangga. papin






Kakao dapat memberikan hasil tambahan bagi keluarga

KSM UK, Media Caritas Keuskupan Ketapang. Ada banyak manfaat yang dapat dihasilkan dari kebun demplot kelompok. Ambil contoh misalnya, manfaat untuk sumber mata entres karet unggul. Sejak KSM Uncak Kontok menanam 153 pohon entres karet unggul (2012), anggota kelompok bisa belajar praktek ukulasi karet. Disamping itu, disela-sela sumber mata entres telah ditanam kurang lebih 80 pohon kakao, dan saat ini sudah bisa dipanen. Utamanya manfaat dari demplot adalah tempat untuk belajar dan belajar, berlatih dan berlatih, sehingga teori yang banyak didapat dari pelatihan bisa dipraktekan langsung.


Kini anggota Kelompok Uncak Kwalan memiliki pilihan untuk penghidupan mereka. Mereka tidak hanya tergantung dari karet saja, tapi juga bisa hidup dari kakao. Tidak saja kakao, masih ada dua jenis tanaman sela lain, yaitu sayur-sayuran dan tanaman pisang. Disamping untuk merawat sumber mata entres karet, mereka juga mendapat hasil tambahan yang bisa dinikmati bersama. l

Pada tanggal 27/2, anggota KSM membersihkan gulma dan memanen buah kakao dengan cara gotong royong. Setelah dipanen & dikupas oleh anggota,  hasilnya kurang lebih 12 kilogram dalam bentuk biji kakao basah siap  dijual. Harga kakau pasar  desa,  biji basah 10.000/kg, kalau jual biji kering 12.000/kgnya. Sambil guyon kepada tim monitoring, Laco anggota KSM yang tunanetra itu mengatakan, "lumayan kas kami bertambah lagi bulan ni pak." hehe. Papin

Udeng: Pestisida Alami Mengusir Hama Kutu Daun

Caritas Keuskupan Ketapang, (27/2) ketika SPA dikunjungi oleh koordinator lapangan Aloysius Rachmad  Udeng di pekarangannya sedang menuangkan cairan pestisida alami buatannya sendiri ke dalam botol, setelah penuh dipercikan ke tanaman kacang panjang buat mengusir kutu daun yang meraja lela, makan daun akar dan buahnya, kata Udeng. Peptisida itu, racun alami dari akar tuba yang banyak dijumpai di hutan.

Petrus Apin yang menemani koordinator berkunjung menanyakannya apa bahan yang digunakan? Udeng mengatakan, "saya belajar dari Budin agar memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kami, ada 5 jenis bahan masing-masing disiapkan secukupnya saja, antara lain akar tuba, daun nangka, lengkuas, serai, dan daun ketepeng." 

Udeng menjelaskan lagi cara mengolahnya, "semua bahan ditumbuk, campur air, kemudian masukan ke karung untuk diperas. Hasil perasan dimasukan ke dirigen, dan siap pakai, begitu."

Lebih Lanjut, dia mengambil botol aqua sedang yang tutupnya diberi beberapa lobang kecil agar bisa dipercikan ke tanaman, dan memperagakannya setelah diisi. Kata Udeng lagi, "saya memercikan daun dan buah kacang panjang setiap pagi dan sore."

Sementara ini, hasil pekarangannya masih untuk konsumsi keluarga saja, namun bulan Maret kedepan udeng bertekad " Saya akan mengajak anak dan istri untuk menambah beberapa karung untuk tanaman portable, nanti akan ditanami jenis tanaman lain selain kacang panjang, moga hasilnya bisa dijual seperti pak Mungkin, lumayan menambah penghasilan," ujarnya dengan semangat. Papin

Kebun Karet Unggul Menambah Daftar Aset

Kontok, Media Caritas Keuskupan Ketapang, Petrus Husen namanya, ayah Agustina Shella Marisca (5th) dan istrinya Selestina Pribuwati Trida Kuse adalah salah satu penggiat Kelompok Swadaya Masyarakat Uncak Kontok. Sejak bergabung KSM mengikuti pendampingan dari Caritas, beberapa pelatihan yang diikuti antara lain budidaya karet unggul, budidaya tanaman muda dan pengelolaan ekonomi rumah tangga. Husen yang sekarang menjabat kepala dusun Botong Kiri ini sangat senang karet unggul dan tanaman pekarangan  yang ditanam menambah daftar aset dan kekayaan keluarga (sumber: Buku Keuangan Keluarga Husen). 

Ketika ditanya soal cita-cita & target menanam karet saat field visit monitoring program CMLP II oleh koordinator lapangan CKK (29/2); dia mengatakan "Juni nanti, saya akan mentargetkan sudah punya 200 pohon karet unggul hasil okulasi sendiri sebagai warisan untuk anak, Febuari ini sudah tertanam 169 pohon dan tinggal kekurangan 39 pohon agar mencapai target 200 pohon, (sumber: data tabulasi ksm uk).
Husen yang pernah menjabat sekretaris KSM UK ini menambahkan "rencananya di antara dan batas terluar perkebunan tanaman karet unggul akan saya tanami juga beberapa pohon buah seperti petai, rambutan, jambol, dan kakao ditanam mengelilingi batas lahan."Diharapkan dengan pola tanam sisip (inter-cropping) tanaman karet dengan tanaman buah-buahan ini dapat menjadi alternatif nilai tambah ekonomi  jika terjadi fluktuasi penurunan harga karet atau sebaliknya. Husen sangat meyakini bahwa pola tanam sisip dengan beraneka tanaman (multi-cropping) yang bernilai ekonomi dalam kawasan perkebunan yang merupakan replikasi sistem tembawang buah-buahan ini, disamping sebagai alternatif adaptasi sistem pertanian terhadap perubahan iklim  dan fluktuasi ekonomi global, juga sebagai upaya resiliensi sosial ekonomi keluarga di masa yang akan datang.

"Sebagai Kepala Dusun dan pelayan masyarakat , Husen juga berperan membantu mempelopori pengembangan KSM UK mau pun KJK. Pada 2016 beliau mendorong partisipasi masyarakat dan menginisiasi proses penyusunan rencana pembangunan jangka menengah Desa (RPJMD), Musrenbangdes, dan  lokakarya perbaikan mutu karet berkerjasama dengan pemerintahan desa Kualan Hulu dan PT.Kirana Prima,dan selalu mengingatkan Sekdes untuk mengundang KSM, "kata Stepanus Adiyanto menambahkan.

"Untuk menjamin proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman karet dan tanaman buah-buahan yang telah dibudidayakan, semestinya harus rutin dilakukan pemeliharaan dan diberikan pupuk sesuai panduan pada modul ", demikian anjuran koordinator CMLP, Aloysius R.(ADI)





www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com