CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Selasa, 30 Juni 2015

PAK KADES, KAMI BERSEDIA MEMBUAT KANDANG SAPI ASAL KAMI DIBANTU PAKU


sandainya tidak disikat sapi,karetku tumbuh...
Caritas Ketapang-Semangat para petani karet Siling Pancor Aji Giet Kecamatan Simpang Hulu benar-benar terpuruk. Pasalnya, sudah tiga tahun mereka belajar mulai dari seleksi bibit hingga sekolah lapang dalam hal okulasi karet unggul, kemudian mereka coba tanam dengan sistim 7:3 di lahan milik mereka, sirna dimakan sapi. Kesaksian ini terungkap dalam temuan-temuan  monev midterm Karina – Caritas Ketapang, Jumat,19/6/2015.

“ini sudah kedua kali tanaman karet kami dimakan sapi, dan kami tidak berdaya, kami sudah berusaha memagari karet kami, tapi sia-sia" ujar pak Udeng dalam forum diskusi group di lahan karet milik komunitas SPA Giet.

Udeng mengatakan patut disayangkan justru sapi yang memakan karetnya adalah sapi milik bapak kepala desa yang berkeliaran bebas di kampung, tidak ada usaha untuk mengandangkan sapinya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh anggota KSM Siling Pancor Aji, seperti Pak Lawan anggota yang sangat anthusias meski baru bergabung, Pak Mungkin, sebagai ketua kelompok dan Pak Atam sekretaris kelompok.

Udeng mengatakan, bila saja pak kades mau mengeluarkan ongkos atau paku, kami rela untuk membuat kandang sapi untuk beliau, namun kami ragu apakah beliau menerima ide dan niat baik kami.
“Pak Kades juga adalah toke kami, namun kami sangat berharap beliau juga bertanggungjawab untuk menjaga mata pencaharian kami, toh karet kami juga jual ke beliau. Kata Udeng

Namun, kata Mungkin, membuka dialog  dengan pak Kades  tidak semudah itu. SPA sebelumnya harus kompak dan bahu membahu untuk membela kelompok, dan tidak takut dengan ancaman. SPA tetap harus berlanjut dan tidak putus asa.
"Kekompakan dan keterlibatan kita dalam melindungi diri dan kebun kitalah  yang menentukan apakah KSM ini mampu menghadapi tantangan," kata Pak Lawan

Lawan mengatakan, saat ini kami sungguh putus asa, karet yang menjadi satu-satunya mata pencaharian harganya sudah anjlok, sementara kami mencoba untuk menata kembali dengan cara berkebun yang lebih unggul, diusia ke tiga tahun kami bergumul dengan karet unggul justru dihantam oleh ternak sapi milik kepala desa. Oleh karena itu, lanjutnya saya tetap berharap Caritas Keuskupan Ketapang masih berkenan mendampingi kami.

"Pak Aloysius koordinator lapangan dari CKK menegaskan, siap membantu mereka yang benar-benar mau membantu diri mereka, melepaskan diri dari keterpurukan. Karet dan pengetahuan serta ketrampilan ini milik kalian. Kami hanya pendamping” kata dia.

 Inklusi

Caritas Ketapang sebelumnya telah mengadakan SKLP(studi kelayakan livelihood promotion) bersama komunitas SPA. Dari identifikasi kebutuhan pokok, komunitas SPA menemukan bahwa penghidupan dari karet adalah sumber matapencaharian pokok mereka. Maka harus dilindungi, dikembangkan dan dipromosikan. Berkebun karet merupakan warisan nenek moyang mereka, dan sangat familiar. Tanam tinggal atau tanam “tepoh” segera harus ditinggalkan.

“Keberanian meniru cara-cara perkebunan sawit, perlu dipelajari terus, agar kita tidak ketinggalan”, kata pak Lawan bersemangat.

Pak Mungkin selaku ketua kelompok mengatakan, kita juga harus menjadikan karet sebagai tanaman  yang diperlakukan sama seperti pemerintah memperlakukan kebun sawit sangat istimewa. Kita harus diberi akses yang sama, kita tidak dibedakan. Pemerintah lewat, pemerintahan desa harus melindungi perkebunan karet kami, dengan membuat perdes pengandangan ternak yang berkeliaran bebas. Mudah mudahan pak Camat mendengarkan kami. “Jumlah kerugian kami sudah cukup besar” imbuhnya.

Team Caritas beserta fasilitator yang terdiri dari Pastor Made, Petrus Apin, Adiyanto telah mendatangi Bapak Yulianus Camat Simpang Hulu di tempat kediamannya Balai Berkuak, Senin 22/6/2015 dan  menyampaikan keluhan KSM. Beliau berjanji akan memanggil kepala Desa Merawa, agar menindak-lanjuti usulan anggota SPA yang juga adalah warganya. Mudah mudahan kelompok yang terinklusi di pedalaman mendapat perhatian, sehingga kehidupan yang lebih baik tidak menjadi milik orang orang yang memiliki akses lebih mudah. Semoga. (PA)

Senin, 29 Juni 2015

CKK DAN YOHANES TERANG : STRATEGI PEMBANGUNAN RENDAH EMISI


S
aat ini bumi sedang dalam keadaan sakit, penyakit itu pupuler dengan nama “ Global Warming” . Global Warming ini disebabkan oleh polusi  Carbon Dioksida, Belerang Dioksida, Gas Metana, Gas CFC atau yang biasa kita sebut sebagai si biang kerok. Inilah cara kerja si biang kerok  dalam menciptakan global warming; matahari mengirimkan sinarnya ke bumi lalu kembali pulang  namun ketika manusia semakin banyak memproduksi “si biang kerok” ke udara bumi semakin lama dikelilingi oleh dinding yang dibuat oleh si biang kerok dan nasib sinar matahari banyak yang tidak bisa kembali karena dindingnya semakin tebal, sinar matahari banyak yang terperangkap dan menyebabkan bumi ikutan kepanasan. Kisah ini dikenal juga dengan istilah efek  rumah kaca. Beberapa hal buruk akibat bumi semakin panas adalah sering terjadinya gagal panen sehingga menyebabkan krisis pangan, kebakaran hutan, hingga kutub utara yang makin lama makin meleleh dan akhirnya air akan membanjiri banyak pulau.

Banyak cara dan strategy membangun rendah emisi oleh sebagian individu maupun lembaga penggiat peduli lingkungan. Salah satunya adalah Caritas Keuskupan Ketapang telah memfasilitasi budidaya karet unggul dan tanaman muda kepada  4 kelompok tani di kecamatan Simpang Hulu, 1 kelompok tani di Tanjung Beulang. Karet memiliki peran yang sangat besar dalam penyerapan karbon karena memiliki kanopi lebih lebar dan permukaan hijau daun yang luas. Tanaman karet mampu mengolah CO2 sebagai sumber karbon yang digunakan untuk fotosintesis. CO2 diproses oleh vegetasi tanaman melalui fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Karena itu tanaman karet berpengaruh sangat nyata dalam mengurangi jumlah emisi gas CO2 di udara. Satu lagi, seorang konservasionis dari Laman Satong, beliau adalah Yohanes Terang yang telah berhasil merevitalisasi sebuah kearifan warisan dari nenek moyang yaitu livelihood tembawang. Melalui tembawang ini banyak jenis pohon yang sudah ia tanam berkontribusi besar mengurangi lajunya dampak perubahan iklim, diantaranya pohon karet, gaharu, pohon buah hutan, dan lain-lain. Setelah dikunjungi Chief of Party Usaid Ifacs oleh Reed Merril bersama 4 staf  Ifacs Regional landscape Ketapang Febuari 2015 lalu, ia diundang membagikan pengalamannya tentang pelestarian hutan ke Kedutaan besar Amerika. Oleh Dr.Ir.Siti Nurbaya Bakar, M.Sc dalam kata sambutan bukunya yang berjudul “Menjaga yang Tersisa” menyebutkan bahwa Yohanes Terang adalah  si penulis dan seorang rimbawan sejati, yang jujur memersepsikan lingkungan dan hutan, khususnya Taman Nasional Gunung Palung, serta secara umum kondisi di wilayah Ketapang. Mantan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Prof.Dr.Emil Salim juga mengharapkan buku rangkaian sajak dan renungan Yohanes Terang ini menggugah hati pembaca untuk mengajak: “Agar hari esok kita masih boleh bermimpi semoga kedamaian dan rasa suka cita selalu beserta kita dalam kehidupan alami hijau lestari.(PA)

Jumat, 12 Juni 2015

FORUM DISKUSI MULTI PIHAK MENDUKUNG MASYARAKAT ADAT


 Sabtu 11/04/2015 telah terjadi pertemuan forum multipihak mendukung gerakan masyarakat adat Komunitas Kayu Bunga dengan tema konservasi dan penguatan posisi masyarakat adat. Pertemuan bertempat di Tembawang Sei Kapat milik Kepala Adat Kayu Bunga (Kayus Jenu) ini, dihadiri oleh warga adat sekitar dan tetangga  juga hadir diundang oleh panitya kegiatan yaitu 4 lembaga pemberdayaan masyarakat. Mereka adalah Donatus Rantan seorang Deputy Regional Manager Usaid Ifacs Landscape Kalimantan Barat yang mendukung tata kelola hutan dan perubahan iklim Indonesia, Direktur Caritas Keuskupan Ketapang (pastor Made Ignasius Sukartia,Pr) mendukung masyarakat mempersiapkan diri resilien terhadap kebencanaan melalui pendekatan Promosi Livelihood yang dikelola oleh masyarakat, Asriadi Alexander Mering seorang penulis dan seorang program manager Kemitraan Indonesia untuk mendukung pemberdayaan masyarakat yang terinklusi, dan sukses memposisioning dan membranding komunitas kecil masyarakat adat lewat beberapa pemuda Loncek lebih eksis keberadaanya, dan perwakilan dari badan pelaksana harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Barat (Agapitus Aga) dan Petrus Apin dari AMAN Ketapang Utara. Masyarakat yang hadir memproleh sejumlah masukan dan pembelajaran penting untuk melakukan konservasi dan memperkuat posisi masyarakat adat dari para Narasumber di atas, diskusi dan sharing berjalan lancar berkat pemandu oleh Paulus Unjing dari Narmac Institute.

Selesai diskusi dan sharing, kegiatan diakhiri dengan ritual serah terima peta wilayah adat Komunitas Kayu Bunga dari AMAN KalBar kepada perwakilan tokoh adat (Timotius Telon). Peta adat ini berisi sejumlah informasi kekayaan alam bersama dan secara kolektif dilindungi untuk keberlanjutan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat adat. Rencana warga adat Komunitas Kayu Bunga selanjutnya oleh kepala adat dan kepala dusun akan mengajak masyarakat menyusun kesepakatan konservasi bersama di bulan berikutnya.

VIDEO KSM PB SUDAH MENANAM BIBIT UNGGUL BANTUAN DISBUN


Sejak Maret 2015 25 anggota KSM PB sudah menanamkan 500 bibit okulasi dari Dinas Perkebunan, dan 2 anggota (Karetok dan Lijun) bergabung kembali karena malu & merasa jauh tertinggal dalam sejumlah capaian budidaya karet unggul dibanding temannya.

VIDEO PENDEK KARYA OMK YANG KREATIF

Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi Paroki St. Martinus Balai Berkuak bekerja sama dengan Komsos dan Caritas Keuskupan Ketapang menyelenggarakan workshop pelatihan membuat film dengan HP untuk OMK, 10-12/5-2015 di Aula Susteran Agustinus Balai Berkuak.Kegiatan ini  direncanakan untuk mengisi hari Komunikasi dengan memutar hasil karya anak-anak muda ini. “Kami ingin orang muda Katolik mengambil peran dalam tahun keluarga yang dicanangkan Keuskupan Ketapang” papar Apin  seksi PSE paroki mengawali kegiatan workshop. Alat komunikasi yang canggih seperti handphone berbasis android sudah menyebar pula di  kampung-kampung. Kami ingin anak muda mampu memanfaatkan alat alat yang canggih ini untuk hal-hal yang positip, seperti membuat film singkat. Oleh karena itu, paparnya bersemangat, “Dalam penyusunan program paroki saya mengusulkan agar anak muda diberi ruang untuk mengekpresikan diri dalam memahami dan memotret keluarga dengan gaya mereka sendiri.”

Pelatihan membuat film features secara sederhana ini dikuti oleh 20 OMK dipandu oleh Alexander Mering, seorang wartawan dan penulis, ditemani oleh videografer dan editor film Danang Sujati dari Caritas Keuskupan Ketapang. “Ini cara belajar yang baru dan asyik”, ungkap Silvia salah satu peserta yang aktif bertanya. “Kami mendapat pelajaran membuat storyline  dan dengan detail harus mencatat dan menentukan shot-shot yang harus kami buat. Pokoknya asyik dan keren,” ungkap Lita salah satu peserta Anak-anak muda umumnya memiliki alat komunikasi yang berbasis android, bisa digunakan untuk memotret dan membuat video, sayang kalau hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak kreatif.

Fasilitator dengan tekun menemani para peserta yang dibagi dalam lima kelompok untuk diberi bekal, membuat storyline, mengambil footage. Hari berikutnya  mereka dilepas selama satu hari untuk menghubungi nara sumber, mewawancarainya, mengambil gambar sesuai dengan skenario yang telah mereka susun. Hasilnya ada 5 film pendek yang berbasis keluarga yaitu: Lampion of Emptiness, 100% Dayak 100% Katolik, Merajut budaya dalam keluarga, Remaja dan harapan orang tua, Senja bersama Gereja, yang akan diputar nanti pada hari Minggu Komunikasi Sedunia di Balai Berkuak.

“Saya puas dan bangga,” ungkap pastor Karel yang mendampingi OMK. “Saya tidak mengira mereka mampu

memotret keluarga dengan cara mereka sendiri, termasuk untuk kepentingan gambar di gereja, mereka mampu mengajak pasangan ini untuk perayaan ekaristi. Salut.” ungkapnya lebih lanjut.




VIDEO BUDIDAYA KARET DILAKUKAN OLEH KSM PB LEWAT ODI



14-15/5/2015 3 volunteer dan 2 fasilitator lapangan Caritas dan 6 agen pembelajaran KSM Uncak Kontok dan Kak Jaka mendukung KSM PB melakukan gotong royong KSM. Selama 2 hari berkegiatan telah berhasil membuat 4 bedeng baru batang bawah dan membersihkan lahan,  mengajir dan menggali lobang tanam di lahan milik Kek Ade.

Video Pendek : Pembekalan 3 Agen Pembelajaran KSM Uncak Kontok


Immersion Maret 2015, Fasilitator Lapangan melatih 3 agen pembelajaran anggota KSM UK mengaplikasikan pupuk organik kepada tanaman muda di Kontok

PEMBELAJARAN IMMERSION

Immersion dengan kata lain hadir ditengah masyarakat atau membangun hubungan dengan masyarakat di tahap-tahap awal berjalannya proyek promosi livelihood dikelola oleh masyarakat (PLDM) fase I memang mudah dan menyenangkan. Saat itu, fasilitator lapangan menggunakan 4 alat kajian cepat partisipatif yaitu mengenal sejarah kampung-perjalanan transek-belajar mandiri-dan aspirasi. Empat metode ini dikenal dalam Caritas sebagai panduan mutlak "kitab suci" atau "Credo" buat fasilitator lapangan menjalankan immersion. Metode ini berhasil dan berkontribusi membangun hubungan dengan masyarakat terasa santai akrab, ada rasa saling percaya, mereka merasa dihargai dan menimbulkan perasaan emosional ketika kita bertanya mendengarkan aspirasi penduduk mengenai kebahagiaan dan penderitaan mereka. 

Ternyata di PLDM fase II ini, immersion perlu dipelihara soal meningkatkan hubungan dan kedekatan dengan masyarakat terlebih lagi anggota KSM dampingan. Ini sangat penting dalam intervensi memberdayakan masyarakat resilien agar tetap ulet berdaya tanggon dan tanggap. Perlu mencari terobosan baru soal teknis penggunaan alat kajian cepat partisipatif tadi. Tantangan pendampingan adalah bagaimana berdaptasi terhadap kalender musim. Masih banyak belum dikenali belajar mandiri praktek kearifan lokal yang bisa dipadukan dengan budidaya karet unggul dan tanaman muda. Mengembangkan pendekatan aspirasi kembali bertanya dan mendengarkan kaum perempuan mengenai apa peran meraka dalam keluarga menjalan kegiatan keseharian mereka di hutan dan di KSM, yang mungkin selama ini kurangnya keterlibatan mereka di KSM karena perlu pencerahan atau persuasi dari kita. Mungkin perlu juga Sejarah kampung masuk lagi ke subtansi yang lebih kecil yaitu sejarah keluarga, dengan begitu keluarga akan lebih senang mengenang kembali sejarah keluarga mereka (silsilah/ekonomi/pendidikan/liveliohood). Dengan harapan, ini bisa menciptakan keakraban anggota dan fasilitator lebih lagi
, dan menjadi dasar atau pintu masuk mendapat kepercayaan pendampingan pengelolaan ekonomi keluarga. Sekali lagi memang perlu terobosan baru terus menerus untuk immersion. (Papin)

Rabu, 10 Juni 2015

KREATIF MEMBANGUN MELALUI MUSRENBANGDES : MEKAR EDISI JUNI 2015

Anggaran Dana Desa (ADD) memang sedang ramai diperbincangkan oleh orang-orang. Dana yang tidak sedikit tersebut diharapkan nantinya akan bisa membangun dan mensejahterakan masyarakat desa di Indonesia. Apakah akan dibagi-bagi begitu saja? Atau dipergunakan untuk membangun dan menggali potensi lokal yang ada di desa masing-masing?
MEKAR edisi Juni 2015 kali ini mencoba membantu membuka pemikiran masyarakat tentang ADD. Bagaimana dana tersebut bisa dimanfaatkan, bagaimana masyarakat juga berhak untuk mengawasi dan meminta informasi tentang penggunaan ADD, dan sebagainya.
Selain itu juga, MEKAR mencoba mengetengahkan kotbah dari Paus Fransiskus pada Misa Pembukaan pertemuan Caritas Internasionalis. Beberapa berita KSM yang dibina oleh Caritas Ketapang juga diangkat.
Penasaran ? Anda dapat mendapatkan MEKAR Edisi Juni 2015 ini di paroki-paroki atau Anda juga bisa langsung mengunduhnya di sini
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com