Selasa, 19 Januari 2016

Mensiasati Krisis dengan Mengoptimalkan Aset Riil Keluarga





Ada sebuah keluarga kecil dan sederhana yang tinggal disebuah pemukiman Giet, Atam nama kepala keluarganya, bersama istrinya Lino Dolita memiliki permata hati seorang bocah laki-laki berusia kurang lebih 5 tahun bernama  Refanus. Dalam kehidupan sehari-harinya bapak satu anak ini bekerja sebagai guru honorer mengajar siswa /I di Sekolah Dasar Negeri Giet pagi sampai siang, sedangkan sore sampai menjelang magrib bekerja mencari nafkah di hutan tembawang miliknya.  Dalam kesehariannya juga ia terlibat di kegiatan KSM Siling Pancor Aji, silih berganti tugas yang diembannya setiap hari ke sekolah, ke KSM, dan untuk keluarga.

Akhir-akhir ini masyarakat umum dan masyarakat khususnya Giet mengalami masalah krisis ekonomi keluarga karena kurang stabilnya keuangan keluarga dan tantangan mendongkrak pertumbuhan ekonomi keluarga sejak harga karet turun. Komoditi karet menjadi andalan pendapatan keluarga selama ini, karena satu komoditi saja sebagai sumber pemasukan keluarga, banyak keluarga terpapar mengalami krisis, daya beli masyarakat rendah mengakibatkan perputaran uang di Giet menjadi lemah di segala lini. Pedagang pun semakin berhati-hati memberi bantuan sembako kepada masyarakat penoreh takut hutang menumpuk dan usaha dagang terancam rugi besar.

Kondisi ini tidak menyurutkan semangat Atam dan istrinya, pasutri ini mampu menggerakkan seluruh kemampuan dan potensi ekonomi yang ada dikeluarganya guna mencapai tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Ujar Atam waktu kedatangan tim CKK 12/01/2016 kunjungan monitoring impelementasi pembukuan PERT dan pembukuan keuangan KSM, “Kami sudah berhasil membangun 4 jenis sebagai sumber pemasukan keluarga yaitu 1)tunjangan dana terpencil guru honorer, 2)jual karet, 3)jual buah-buahan lokal, 4)dan jual sayur mayur pekarangan dan ladang. “  Kiat dan sikap dari istri tercinta yang mau kerjasama, mau terbuka, mau disiplin dan mau jujur menjadi modal keluarga muda ini muncul kesadaran dan motivasi yang kuat untuk mencapai pertumbuhan dan kehidupan ekonomi yang baik. Jika mengalami kesulitan perencanaan keuangan, pasangan suami istri ini mampu melakukan pengendalian berupa perencanaan ekonomi rumah tangga dan pengendalian pelaksanaannya sehari-hari secara taat dan disiplin, tidak kalah pentingnya lagi si ayah Refanus menceritakan pengalamannya dengan penuh semangat, “ bahwa cara pengendalian pengeluaran adalah menyusun skala prioritas kebutuhan dan alokasi sumber ekonomi keluarga yang didasarkan atas tingkat kemendesakan kebutuhan dan bukan sekedar keinginan.” (Papin)
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com