CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Selasa, 29 April 2014

Siap-siap CCLA

SIAP-Situasi Kantor Caritas Keuskupan Ketapang, saat persiapan keberangkatan ke Laor untuk kegiatan CCLA bekerja sama dengan USAID-IFACS. Photo diambil hari Selasa (29/4/2014) oleh Mering

Bapak Kepala Desa Kualan Hulu Antusias

FGD
Kepala Desa Desa Kualan Hulu (Yulius Sedan) anthusias dengan kegiatan program Community Manage Livelihood Promotion atau dengan kata lain kegiatan rencana promosi Penghidupan yang di kelola oleh masyarakat. Ketertarikan dan dukungan beliau bisa dilihat dari kunjungannya ke lahan KSM SPA dan ikut proses forum diskusi kelompok laki-laki di Jangat saat dikunjungi Caritas pada tanggal 18 Juni 2013. Dalam forum diskusi juga  kepala desa sekaligus pedagang ini mendorong dan memberi penguatan kepada pengurus/anggota/masyarakat untuk lebih serius lagi menjalankan rencana kerja agar Nampak hasilnya. Rencananya di tahap sekolah lapang okulasi batang bawah karet lokal di Jangat maupun Kontok, kades berkepala sulah dan peramah ini sangat ingin belajar juga, bagaimana mengokulasi batang bawah karet lokalnya di kebun sendiri. yang sudah disiapkannya beberapa bulan lalu. (AP)

Senin, 14 April 2014

Penyuluhan UKS di SDN Sungai Bansi

Bertempat di gedung Sekolah Dasar Negeri 09 Mengkaka, 12/02/2013 telah dilaksanakan Penyuluhan Usaha Kesehatan Anak Sekolah (UKS), pembawa materi adalah seorang Kepala Puskesmas Kecamatan Simpang Hulu didampingi seorang perawat (ibu Sinta Paulina), peserta yang hadir selain ….orang anak-anak, juga hadir kepala Desa Merawa, Kepala Dusun Mengkaka, 6 orang guru, kepala sekolahnya, ketua dan sekretaris KSM PB dan beberapa orang anggota masyarakat turut serta mendengarkan penyuluhan UKS tentang bagaimana anak-anak menjadi remaja yang sehat dan berprestasi serta menjauhi narkoba dan pergaulan yang tidak sehat. (PA)
 
 

Minggu, 13 April 2014

DPRD Ketapang Dukung Pelatihan Etos Kerja

Pada awal perencanaan etos kerja adalah melihat dari hasil kajian study kelayakan livelihood yang di manajemeni oleh masyarakat (S K L P) khususnya pada kajian ke dua belas, dimana pada kajian ini stakeholder eksternal yang bisa di hubungi untuk memfasilitasi kegiatan ini adalah salah satu dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Tingkat Dua (DPR Tk II)  Kabupaten Ketapang yaitu ibu Tini, SE. Mengingat keberadaan masyarakat Dusun Botong Kanan khususnya RT Jangat,rata-rata pola kerja dan pola kehidupan mereka sangat mengkhwatirkan, untuk itu terinspirasi oleh  fasilitator  dan anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM KJK) untuk mengadakan pelatihan ethos kerja kepada anggota masyarakat kelompok rentan, namun yang jadi bahan pikiran adalah bagai mana cara menghubungi ibu tini untuk bisa memfasilitasi dan mau membantu membiayai sebagian selama pasca kegiatan etos kerja ini.
 
Setelah fasilitator dan pengurus KSM mengadakan rapat, maka diputuskan untuk mempercayai fasilitator untuk menghubungi anggota dewan ini, setelah di hubungi lewat via handphone ternyata pucuk dicinta ulampun tiba bahwa beliau bersedia untuk datang dan memfasilitasi kegiatan etos kerja namun hal ini baru ada kesediaan secara lisan saja  belum diperkuat dengan adanya nota kesepakatan antara Ibu Tini dengan pengurus KSM Kak Jaka dan KSM Uncal Kontok. Setelah ada kesediaan dari ibu Tini,maka pak Stefanus Adiyanto alias fasilitotor CKK untuk KSM KJK turun ke Ketapang untuk minta kepastian dari ibu anggota DPRD secara langsung dan sekaligus membuat nota kesepakatan.
 
Setelah ada nota kesepakatan, fasilitator menceritakan dari awal proses kegiatan CMLP CKK sampai SKLP pada kajian diagram ven pemetaan stakeholder nama beliau terdaftar sebagi stakeholder yang dianggap mampu membantu program kerja KSM dalam hal ini pelatihan ethos kerja keluarga. Pembicaraan diakhiri dengan salam ucap terimakasih dari pak Stefanus Adiyanto kepada ibu Tini dengan penuh rasa kekeluargaan.(AD)

Pelatihan Ethos Kerja Keluarga KSM Uncak Kontok



Pelatihan ini diinisiasi sendiri oleh masyarakat Dusun Kontok, yang pada awal kajian mereka merasa ada sesuatu yang perlu untuk digugah kembali sehingga mereka akan merasa termotivasi dalam kegiatan bekerja sehari-hari untuk mencari nafkah bagi keluarga, ada banyak kekurangan mereka dalam hal bekerja, mereka merasa jenuh, merasa frustasi karena giat bekerja setiap hari tetapi kebutuhan hidup selalu saja tidak mencukupi. Nah berawal dari kajian yang didapat inilah sehingga Caritas Keuskupan Ketapang memfasilitasi KSM untuk mendapatkan pelatihan Ethos Kerja Keluarga yang difasilitasi oleh ibu Tini, SE anggota DPRD TK II kabupaten Ketapang. Dalam pelatihan ethos kerja ini juga dihadiri oleh bapak kepala desa, perangkat desa serta perangkat adat Desa Kualan Hulu, bapak kepala desa secara khusus mengucapkan banyak terima kasih karena ibu Tini, SE secara khusus mau datang memenuhi undangan KSM Uncak Kontok, walaupun dusun kami ini terletak jauh dan terpencil tetapi tidak menyurutkan niat ibu untuk hadir memfasilitasi pelatihan ethos kerja keluarga ini yang dirasa sangat dibutuhkan anggota masyarakat pada umumnya untuk memotivasi, meningkatkan semangat kerja dan lain sebagainya.
Anggota DPRD TK II kabupaten ketapang ini secara bangga memaparkan akan keberdaan KSM yang secara sah diketahui oleh semua masyarakat dan perangkat desa setempat, inilah contoh kelompok yang sanggup untuk menampung kebutuhan aspirasi masyarakat banyak, kalau begini adanya sebuah KSM saya sebagai dewan perwakilan rakyat dikabupaten ketapang tidak akan segan menceritakan kepada teman-teman serta menampung aspirasi KSM Uncak Kontok untuk pembangunan dan kemajuan masyarakat banyak, dengan semangat masyarakat hadir langsung bertepuk tangan bersama-sama.
Tidak ada yang secara khusus untuk penyambutan anggota DPRD TK II kabupaten ketapang ini, masyarakat secara umum hanya menyambut dengan berjabat tangan, sebentar berbincang langsung pada pokok acara untuk memfasilitasi pelatihan ethos kerja keluarga, tidak ada situasi yang tegang semuanya berjalan dengan santai yang dibawakan oleh ibu Tini, SE, acara dihadiri sekitar 40 orang masyarakat yang termasuk didalamnya anggota KSM Uncak Kontok, setelah selesai acara pokok pelatihan ethos kerja sekaligus ditutup dengan do’a dan do’a makan.
Secara umum KSM uncak Kontok sudah mempersiapkan acara untuk pelatihan ethos kerja ini yang dibuktikan dengan dua kali mengadakan rapat untuk persiapan pelatihan ethos kerja keluarga, membentuk panitia kecil untuk acara pelatihan tersebut termasuk didalamnya untuk menyediakan hidangan kepada tamu yang akan datang, teristimewa dalam menyediakan hidangan panitia kecil penyambutan mengumpulkan uang per anggota KSM sebanyak Rp. 10.000, uang tersebut digunakan untuk membeli keperluan yang benar-benar tidak tersedia dikampung mereka, sayur mayur, ikan, concong (sejenis bekicot) dan rempah-rempah semua tersedia, sehingga penggunaan uang dapat diminimalisir. Kesan yang dirasakanpun hanya kesederhanaan yang benar-benar hanya dimiliki oleh mereka sendiri. Sekian kisah sukses KSM uncak kontok dalam acara pelatihan ethos kerja keluarga yang difasilitasi oleh anggota DPRD TK II kabupaten Ketapang, ibu Tini, SE. (WY)

Senin, 07 April 2014

Ketua KSM SPA yang sabar

Matius Mungkin demikian nama lengkap seorang bapak tiga orang anak ini, ketika dikunjungi fasilitator CKK dikediamannya ini, membagikan pengalaman hidupnya dalam berkarya demi sesama tanpa pamrih. Suami tercinta Yuliana Cocong ini sejak th.2005 dipilih umat menjadi ketua umat sampai sekarang, sejumlah pengalaman memimpin umat beliau alami baik pahit dan manis dan dijalaninya dengan penuh sabar selama delapan tahun terakhir. Salah satu tantangan terbesar dalam penghidupannya adalah bagaimana dan apa upaya yang terbaik pelayanan yang “pak Yuyut” ini bisa berikan pada keluarganya sampai pada sesamanya melalui setiap amanah yang ia embani. Berkat dukungan keluarga terutama istri selalu mendorong dirinya untuk selalu ingat menjadi pribadi yang baik dan berbuat semampunya berbagi kasih dan melayani kepada orang lain. Sejak Juni 2013 KSM SPA mengalami stagnan dalam roda organisasinya, hingga harus ada keputusan sikap dari organisasi masyarakat ini. Saat itu pula sang ketua umat ini mendapat kepercayaan serta mandat penuh dari anggota untuk menjadi ketua KSM SPA menggantikan saudara Sudar yang telah mengundurkan diri. Putra asli Giet ini ketika ditanya apa alasan mau menjadi ketua; “merasa yakin program Caritas Keuskupan Ketapang ini memiliki nilai pelayanan yang perlu diperjuangkan.” (AP)

Koran Kecil Bagi KSM

Ditemukan oleh fasilitator (Wayan) bahwa ada orangtua dan sejumlah anak di komunitas Kontok gemar membaca warta PLDM (Promosi Livelihood Dikelola Masyarakat), setiap bulan terbit kemudian dibagikan kepada masyarakat. Bagi mereka, warta PLDM adalah koran kecil yang memiliki banyak informasi tentang KSM dan Karitas, berbagi cerita sukes/kegagalan antar KSM. Melalui media cetak bulanan ini, masyarakat lebih mengenal KSM dan Karitas dengan program pemberdayaan yang bersandar pada dikelola oleh mayarakat  yang biasa disebut CM oleh fasilitator CKK, arti bahasa Inggrisnya Community Manage. Sumber koran kecil ini banyak membantu anggota KSM maupun masyarakat untuk mengetahui sebagian kegiatan-kegiatan promosi livelihood (penghidupan/paridoppamodant) yang dikelola oleh masyarakat. Mereka bisa mendapatkan pembelajaran positif, ada juga  membanggakan dengan apa yang sudah mereka lakukan selama kurang lebih satu tahun ini, memiliki pengalaman dalam  berorganisasi. KSM, mereka rasakan sebagai wadah untuk pemersatu, merencanakan, sarana untuk berbuat melalui kebersamaan. Menggali kreatifitas juga bersama warga lainnya membangun kampung. (WY)

Workshop Midterm CMLP

Bertempat di Hotel Mercure, Pontianak, 23 - 25 Juni 2013, telah dilaksanakan pertemuan workshop midterm program kegiatan community manage livelihood promotion (promosi penghidupan yang dikelola oleh masyarakat) oleh Caritas Keuskupan Ketapang dan Caritas Kesukupan Agung Pontianak, difasilitasi oleh Carina bersama Caritas Kesukupan Sibolga. Peserta yang hadir berjumlah 18 Orang, terdiri Carina (3 orang), CKS (2 orang), Cakap (6 orang), CKK (7 orang). Agenda pertemuan ini adalah secara bersama mau melihat dan menilai apa yang sudah dikerjakan tentang pembangunan daya tahan masyarakat  untuk mengurangi resiko kebencanaan melalui pendekatan CMLP oleh CKK dan CAKAP. Kemudian menghantar ke pengembangan strategy CMLP ke tahap berikutnya. Diharapkan keberlanjutannya CMLP ini oleh Caritas Keuskupan Agung Pontianak dan Caritas Kesukupan Ketapang sebagai pelaksana program memiliki produksi kapasitas yang memadai dan keefektifitan, guna mencapai kinerja  yang lebih baik dan bernilai tambah. (PA)

Pelatihan Pembuatan pupuk organik

   Fasilitator mengarahkan pembuatan pupuk organik
Sekitar 22 orang anggota KSM Pateh Banggi mengikuti sekolah lapang pembuatan pupuk kompos di halaman SDN 09 Mengkaka pkl.13.00-14.30 oleh fasilitator CKK. Tujuan sekolah lapang ini diberikan agar anggota KSM bisa mengelola dan membuat pupuk kompos sendiri untuk memupuk karet lokal maupun karet unggul nantinya secara berkelanjutan dan tidak bergantung lagi pada pupuk kimia.  Pupuk kompos dari bahan dedaunan dikumpulkan  sebanyak 52 kg, bahannya dicincang bersama di atas sebuah terpal alas pengolahan pupuk, setelah halus semuanya, bahan tersebut disiram dengan kadar air 60%, kemudian dicampur dengan bahan pengaktif mikroba (50 cc Em 4 dilarutkan dengan air 4 liter serta 50 cc air gula merah). Cairan larutan 3 unsur tadi disiramkan secara perlahan pada tumpukan daun sambil di aduk-aduk dengan tangan sampai merata. Hasil adonan dipindahkan ke 3 buah karung (tidak ada papan buat kotak penampung).

Pembuatan pupuk kompos dari bahan kotoran Ternak tidak jadi dilaksanakan karena hujan lebat. Secara teori fasilitator tetap menyampaikan bagaimana cara mengolah pupuk tersebut. Bahan atau material yang digunakan adalah sebagai contoh siapkan 10 kg kotoran ternak sapi yang sudah terurai, campurkan dedaunan yang dicincang secukupnya, siramkan air secukupnya berkisar kadar air 60% dengan tanda terpal tidak tergenang air, siramkan lagi larutan air sebanyak 4 liter ditambah cairan Em 4 dan air gula merah masing-masing 10 cc. Bahan yang suadah tercampur diadon sampai betul betul merata. Setelah dipandang merata campuran bahan tadi diremas sampai terasa megar (tidak terlalu basah), ini menandakan adonan sudah cukup matang. Kemudian hasil adonan dibungkus pakai terpal dengan rapi di tempat yang aman, terhindar dari sinar matahari langsung dan kena curah hujan. Endapkan selama 7 hari dan pupukpun siap digunakan untuk memupuk apa saja. Pada saat hujan, peserta SL memanfaatkan waktu luang saat hujan untuk berdiskusi di teras. Hasil diskusi peserta SL ketika berkumpul diteras Sekretariat. Final pembersihan lahan bersama akan dilaksanakan besok tanggal 09 Januari 2013 sehabis makan siang sepulang menoreh. Tanggal 10-11 Januari pemagaran demi keamanan kebun batang bawah dari ternak pada saat SL pembibitan batang bawah.(PA)

CMLP Publikasi Lagi....

Kepala puskesmas kecamatan Simpang Hulu (pak Dewanto) ketika ditemui di kediamannya, beliau merasa senang berkenalan dengan teman-teman dari Caritas  Nasional Indonesia (pak Jamari) dan pak Kasih dari Caritas Keuskupan Sibolga. Terjadi sebuah komunikasi yang transaksional bagaikan mengalun tiada henti namun rasional antara si pengunjung dan pemilik rumah yang dikenal vocal oleh banyak orang ini. Pak Kasih paling getol berdiskusi sambil memberikan pertanyaan informative melihat sejauh mana pemangku kepentingan kesehatan terlibat bersama Caritas Keuskupan Ketapang dalam meningkatkan kemampuan daya kelola oleh masyarakat (community manage) di empat Kelompok Swadaya Masyarakat dampingan CKK. Mantan sekretaris umum Dewan Adat Daerah (DAD) kabupaten Ketapang ini mengawali penjelasannya dengan kata “ ada rasa kasih”. Secara pribadi maupun institusi yang dipimpinnya bermimpi meningkatkan pelayanan kesehatan terjangkau diseluruh wilayah pengembangan kerjanya; penempatan tenaga kesehatan di desa/dusun, peningkatan ketrampilan bidan untuk anak melahirkan. Termasuk komitmen kami melakukan penyuluhan kesehatan di empat KSM dampingan CKK. Diharapkan masyarakat setelah mendapatkan pengetahuan penyuluhan, ada perubahan prilaku secara perlahan-lahan tentang kesehatan dasar. Masyarakat tidak lagi buang air besar sembarangan karena bisa menimbulkan pentakit. Memang, ada sejumlah tantangan mengubah prilaku masyarakat, karena factor budaya, prilaku pribadi dan ekonomi keluarga/masyarakat belum baik. Diharapkan juga, model pendekatan Promosi Penghidupan yang dikelola oleh Masyarakat ini pelan tapi pasti bisa memperbaiki kualitas ekonomi masyarakat. Berdampak kemudian perubahan pada ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan meningkat pula. Keprihatinan putera asli penduduk Simpang Hulu ini, juga tertuju kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat pedalaman. Bahwa, sedang terjadi proses masyarakat menuju kemiskinan dan tak berdaya alias masyarakat/kelompok rentan  bila tak ada resilience dibangun mulai dari sekarang. Petani terbiasa dengan budaya kerja menoreh dan berladang, juga akrab dengan hutan. Kedatangan livelihood sawit dengan berbagai macam propaganda menarik bisa meluluhkan hati petani, asset menjadi hilang menjadi milik orang lain karena dijual untuk kepentingan sesaat. Tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk melakukan aktivitas penghidupan baru karena dituntut ketrampilan. Para pendatang berkuasa dan memiliki kekuatan uang, terjadi kompetisi hidup yang tidak seimbang dan masyarakat asli  tidak siap. Akhir kata sebagai saran dari bapak yang pernah menjadi ketua kerasulan awam ini, agar meningkatkan publikasi model pendekatan ini kepada public, bisa menarik perhatian pemimpin daerah lain untuk mereplikasikannya. CMLP Quo vadis? September 2013 ada Expo CMLP. (AP)

Bapak Kepala Desa Kualan Hulu Antusias

Kepala Desa Desa Kualan Hulu (Yulius Sedan) anthusias dengan kegiatan program Community Manage Livelihood Promotion atau dengan kata lain kegiatan rencana promosi Penghidupan yang di kelola oleh masyarakat. Ketertarikan dan dukungan beliau bisa dilihat dari kunjungannya ke lahan KSM SPA dan ikut proses forum diskusi kelompok laki-laki di Jangat saat dikunjungi Caritas pada tanggal 18 Juni 2013. Dalam forum diskusi juga  kepala desa sekaligus pedagang ini mendorong dan memberi penguatan kepada pengurus/anggota/masyarakat untuk lebih serius lagi menjalankan rencana kerja agar Nampak hasilnya. Rencananya di tahap sekolah lapang okulasi batang bawah karet lokal di Jangat maupun Kontok, kades berkepala sulah dan peramah ini sangat ingin belajar juga, bagaimana mengokulasi batang bawah karet lokalnya di kebun sendiri. yang sudah disiapkannya beberapa bulan lalu. (AP)
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com