CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Kamis, 12 Mei 2016

BELUM TERLAMBAT UNTUK BELAJAR



Belajar tidak mengenal Usia, itulah semboyan dipakai KSM Pateh Banggi. KSM Pateh Banggi merupakan KSM Yang anggotanya  orang-orang yang sudah lanjut Usia.
Pak Bujek, yang juga Disapa Mas Bey yang hobynya memancing ini merupakan salah satu anggota aktif yang mau belajar, baik itu Pembibitan batang Bawah, Okulasi maupun penanaman tanaman muda atau syuran. “Kami ini sudah tua dan mudah lupa katanya” tapi kami tetap ingin belajar dan bisa meninggalkan kebun untuk anak cucu, tambahnya lagi kemampuan saya sudah tidak kuat untuk kerja  tapi harapannya kami masih bisa melakukan apa yang dilakukan orang yang masih muda. Dia juga mengatakan, saya bercita-cita untuk memiliki perkebunan karet yang luas yang bisa saya wariskan untuk anak cucu nantinya.(budin)

MIMPI HARUS DI WUJUDKAN




Karet merupakan sumber pendapatan utama bagi masyakat Kalimantan barat pada umumnya.
 Udengk yang juga merupakan Salah satu anggota KSM Siling Pancor Aji mempunyai cita-cita memiliki perkebunan karet yang luas, dan mempunyai kebun sayuran yang hasilnya dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Saya mempunyai kekurangan, yaitu tangan saya gemetaran ketika memegang sesuatu Kata Udengk. Saya tidak mau kalah dengan orang lain dan saya harus mewujudkan apa yang  saya cita-citakan tambahnya. Dia menambahkan saya akan menanam syuran disela-sela karet yang sudah saya tanam dan saya akan mengajak anak dan istri untuk bersama-sama menyiapkan lahan penanaman. Tambahnya lagi, dengan adanya syuran, ketika harga keret turun atau musim penghujan, kami bias bejualan syuran sehingga kebutuhan rumah tangga tetap dapat dipenuhi(budin)

BEKERJA SAMA DALAM KELUARGA



saling menguatkan dalam bekerja
 Sayuran telah menjadi primadona dikalangan masyarakat, dan mampu menopang perekonomian rumah tangga.
“Mungkin” yang merupakan Ketua KSM Siling Pancor Aji dan Bapak dari tiga orang anak ini, termasuk salah satu orang yang pandai dalam memasarkan sayurannya  dan mampu membaca peluang pasar. Selain itu, dia juga mampu merangkul keluarga untuk berkerja sama, baik menanam sayuran dipekarangan maupun dilahan penanaman karet miliknya, dengan cara ditumpangsarikan. Menurut mungkin, dukungan keluarga merupakan semangat yang dapat mendorong untuk bekerja lebih giat. Kami menggunakan waktu luang untuk menanam dan merawat, baik itu karet  maupun sayuran kata mungkin. Tambahnya lagi, hitung-hitung setiap hari banyak waktu yang terbuang Cuma-Cuma dan waktu yang terbuang kami gunakan untuk menanam dan merawat tanaman  sehingga  hasilnya bisa kami jual untuk membeli apa yang kami butuhkan dan juga untuk menabung. Tambahnya lagi, mudah-mudahan apa yang kami kerjakan saat ini akan membawa perubahan yang lebih baik kedepannya.(budin)

CAHAYA KECIL KSM JANGANLAH REDUP : MEKAR MEI 2016

KSM-KSM binaan Caritas Keuskupan Ketapang (CKK) sudah memasuki masa-masa akhir pendampingan. Hal-hal yang sudah dibuat, diharapkan dapat menjadi "cahaya kecil" bagi masyarakat sekitar. Cahaya kecil yang dimaksud adalah, bagaimana anggota KSM dampingan CKK dapat membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada masyarakat, supaya dengan demikian, praktik-praktik baik yang telah dilakukan, dapat juga dilakukan masyarakat sekitar. Semuanya dilakukan agar taraf kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Tentu tidak semuanya menjadi lebih mudah. Akan tetap menjadi tantangan di masa depan, supaya semangat-semangat 'kodal' tidak meredupkan 'cahaya kecil' ini.
Selain itu, ditulis juga oleh Adi dan Budin,  beberapa kisah sukses yang dapat menginspirasi anggota KSM dan masyakat sekitar supaya berbenah dan meneladani mereka.
Anda dapat membaca Mekar Edisi Mei kali ini di KSM-KSM binaan CKK atau anda dapat mengunduhnya di sini

Rabu, 11 Mei 2016

Jangan Biarkan Redup Cahayamu Kawan. (refleksi live in bersama komunitas dampingan)



penuh pengharapan.

Kelompok swadaya masyarakat (KSM) bukanlah kelompok yang istimewa. Sekumpulan orang –orang kampung yang biasa saja, sama seperti kelompok lain yang muncul di desa-desa atau di dusun. Kelompok ini bukanlah himpunan manusia-manusia bercita-cita hebat, namun tampil untuk kalangan sendiri. Lalu dimana letak perbedaannya dengan kelompok-kelompok(KSM-KSM) lain? Perbedaannya terletak pada cara pengorganisasian diri mereka, alias proses pembentukan keompok itu sendiri.

Setiap KSM(kelompok swadaya masyarakat) mempunyai gaya dan rohnya sendiri. Gaya dan roh itulah yang membuat kelompok ini bercahaya bagi orang disekitarnya. Besarnya cahaya yang mereka punya tergantung aksi dan kegiatan bersama mereka di kampung. Semakin teratur kegiatan dan rencana aksi yang dilakukan, maka semakin besar  dampak dan potensi cahaya yang bisa dipancarkan.

Di pedalaman  wilayah dampingan Caritas Keuskupan Ketapang, Giet, Sie Bansi, Kontok Jangat  banyak sekali muncul kendala-kendala yang bikin cahaya kian hari kian redup. Kebiasaan berkumpul yang disertai dengan aroma pesta sering menjadikan pertemuan melimpah, namun gagal fokus. Alur bicara dalam kelompok sulit dikendalikan, sehingga menimbulkan gagal faham. Orang berlomba mau bicara tapi kurang fokus pada persoalan. Sementara yang lain berusaha memahami pembicara yang bicara ngelantur dan tidak teratur. Sungguh celakalah, cahaya menjadi remang-remang saja, oleh karena sikap dan semangat  “kodal” yang tumbuh subur dikalangan anggota. Mereka sadar, cahaya suluh sangat membantu mereka menyinari ruang kegelapan..

Mengapa kita lebih suka menjalankan semangat “kodal”,  acuh saja dalam kegiatan kelompok? Ayo mengapa? Apakah karena belum faham dan belum menangkap tujuan kita berkegiatan selama ini. Atau ada yang salah strategi ketika masuk dalam kelompok masyarakat.

Tidak ada yang salah. Sekecil apapun pengalaman yang kita miliki tidak boleh anda sembunyikan. Jangan menyembunyikan cahaya anda dibawah alat takaran beras atau canting. Taruhlah pengalaman anda ditempat yang tinggi biar berdampak bagi orang lain. Jauhkan sikap “Kodal” yang membungkus diri anda selama ini. Masalahnya ialah karena kalian tidak serius berbagi cahaya dengan masyarakat.

hasil kegiatan bersama, mengembangkan kakao
Pengalaman sekecil apapun akan menjadi sangat berharga dan bernilai tinggi ditengah pekatnya persoalan hidup. Jika saja setiap anggota mencerna dengan baik sebagian saja pengalaman-pengnalaman yang telah kita lalui bersama, entah itu berlajar mengelola kelompok, belajar berkebun, belajar bicara di depan umum, belajar ketrampilan, belajar mencatat keluar masuk pendapatan dan pengeluaran, betapa bermaknanya pengalaman itu.  Anda adalah pelita yang menerangi banyak orang.

Ketika pengalaman membuat proposal dengan baik anda bagikan kepada kepala Dusun atau bahkan kepala Desa, akan sangat membantu menyusun rencana pembangunan desa. Ketika penglaman berkomunikasi dengan direktur pabrik karet dari Tayan, beberapa usulan praktis memprduksi karet yang berkwalitas anda jalani dengan baik, karet anda pasti akan dihargai dengan harga yang lebih layak. Disamping itu beberapa pengepul karet mulai  melihat ada saingan baru yang pada akhirnya mereka tidak seenaknanya menentukan harga karet. Cahaya kecil anda membawa perubahan dan menjadi bercahaya bagi publik.

Kemampuan kecil anda dalam “mengokulasi karet unggul” ini juga sudah memperlihatkan hasil. Berbahagialah para anggota yang tidak menyia-nyiakan kesempatan melatih diri. Ketrampilan kecil anda suatu hari pasti akan dinikmati oleh anak cucu anda. Kalaupun anda mati, anda meninggalkan kenangan yang indah.
Jika melihat kebelakang, maka cahaya kecil yang kita lakukan bersama telah mampu menguak berbagai macam pembelajaran. Cahaya kecil anda memaksa anda untuk belajar mebentuk kelompok dengan benar, tidak instan berdasarkan pesanan. Kelompok yang memiliki struktur kepengurusan yang jelas, bekerja secara terukur, dipercaya anggota. Kelompok yang memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Kelompok yang memliki RKT (rencana kerja tahunan). Cahaya kecil mengelola tanaman muda, dengan cara yang benar, merawat dengan baik, pemupukan alami, telah memampukan ibu-ibu memanen mentimun, kacang panjang dan terong secara berhasil. Pengalaman kecil anda kususnya para ibu yang tekun mencatat pengeluaran dan pemasukan telah mengingatkan kembali agar  lembaga keuangan seperti CU semakin aktip memperkenalkan cara menggunakan uang dengan pandai dan bijak.
belajar menjadi notulis dalam setiap rapat kelompok


Cahaya kecil anda  sangatlah kecil untuk mengusir kegelapan Pedalaman ini. Tidak lama lagi kita akan memasuki akhir sebuah pembelajaran kecil dalam kebersamaan. Jangan sampai terlihat ada orang yang sengaja memadamkan pengalaman yang telah diterima, namun semakin menaburkan penglaman kecilnya ke wilayah sekitar. Jangan biarkan padam cahayamu kawan.

Apakah cahaya kecil anda akan mati atau tetap bercahaya sebagaimana namanya Siling Pancor aji, yang akan mengalirkan air kehidupan bagi warga Giet, atau menjadi Pateh Banggi yang tinggal kenangan dihati, atau menjadi  masyarakat di tempat sumber datangnya air kwalan yang memberikan kesegaran seperti Uncak Kontok,  Jangat? Entahlah. Jika Sang Maha Cahaya yang di atas sana ikut menyertai perjuangan anda, maka tidak ada yang mustahil. Salam Caritas.

Senin, 09 Mei 2016

Berkomitmen & Kompak Dalam Kegiatan KSM

Program kerja KSM Uncak Kontok dan KSM Kak Jaka dalam tahun 2016 ini  fokus pada dua hal. Pertama mengembangkan kelompoknya dalam mencapai target yaitu penanaman dan perawatan karet unggul. Kedua , penanaman dan perawatan kebun pekarangan.

Dengan bersemangat beberapa anggota KSM termotivasi  mengajak anggota keluarganya menanam karet dan berkebun. Namun ada juga anggota KSM yang merasa kurang yakin dengan karet unggul dan berkebu tanaman muda, padahal mereka telah merasakan manfaatnya bagi ekonomi rumah tangga mereka.

Keluarga Pensi
Diantara mereka yang bersyukur atas pengalaman dalam kelompok misalnya  Pensi. Kebetulan ia terpilih sebagai bendahara di komunitas Ka Jaka.. Istrinya bernama Klaudia Koncen, dan puteranya  bernama Klaudius Kandi (5th). Ia sering dipanggil “Chongk” oleh warga di Jangat. Sejak Maret diberi kepercayaan menjadi pengurus Kelompok KJK. Semangatnya untuk hadir dalam setiap kegiatan kelompok luar biasa. Tak henti hentinya Ia memotivasi dan mengarahkan teman-temanya menanam karet unggul  dan berkebun sayur di pekarangan Dia tidak hanya omong, ia buktikan juga dengan keberhasilan pekarangannya. “Berkat ketekunan kami bersama istri merawat dan memagari kebun  kini membuahkan hasil dan  hasilnya bisa buat nabung dan buat jajan anak,” katanya sambil menunjukkan catatan buku anggaran belanja keluarga(ABK) kepada fasilitator.

"Sungguh saya sangat bersyukur kepada Tuhan dikarunia istri yang mau mendukung, dan membantu saya saat menyiapkan lahan, membuat bedeng, menanam dan merawatnya" Ujarnya lagi dengan gembira.
Semenetara menurut  Liter yang juga menjabat sebagai ketua mengatakan kepada fasilitator Adi bahwa, “keuangan KSM semakin terbuka sejak Pensi menjadi bendahara,” dan pak Adeng menambahkan “pak ketua pernah memberi tugas kepada Pensi untuk memimpin rapat dan ternyata bisa juga.”

Adrianus Abadi (Badong)
Tidak kalah cerita dengan Pensi, anggota KSM UK Adrianus Abadi bersama istrinya Adriana Adent juga sangat kompak berkegiatan di KSM. Istrinya yang pendiam namun sangat mendukung suaminya, misalnya merawat karet unggul dilahan, ikut menananam, menyiapkan dan mengelola konsumsi waktu royong okulasi (nganai), dan selalu ikut rapat KSM.  

Bulan Maret lalu pasutri ini berhasil menanam 40 stum karet unggul di lahan mereka. Ia bermimpi memiliki  300 pohon karet. Oleh karena itu  ia dan istrinya harus pandai-pandai membagi waktu untuk bekerja. Di pagi hari sampai siang mereka gunakan untuk menyadap karet, setelah menoreh menjaga warung sembako dan beli karet dan kakao, sorenya mereka manfaatkan untuk bekerja di pekarangan, terkadang juga ke lahan menanam karet dan mengokulasi batang bawah.

Kegiatan budidaya karet unggul yang dilakukan oleh kakek dari dua cucu (Dika dan Prabu) ini menarik perhatian oleh menantunya. Sejak Maret, sang menantu, Awak namanya telah mereplikasikan budidaya karet unggul di tempat tinggalnya di desa Tamang Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau. Adrianus Abadi menyampaikan kepada Adi “beberapa hari di Sekadau, saya membantu menantu saya mengokulasi, dan sekarang sudah sedang perawatan di polibag.” Kebetulan Awak ikut nimbrung berdiskusi di ruang tamu, fasilitator Adi menanyakannya “ apa yang memotivasimu kok mau menanam karet unggul juga?” Awak menjawab “ saya tidak hanya tertarik saja, tapi ingin membuktikan kepada teman-teman saya bahwa karet unggul cepat produksinya Cuma 4 tahun.”  (ADI)
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com