Rabu, 11 Mei 2016

Jangan Biarkan Redup Cahayamu Kawan. (refleksi live in bersama komunitas dampingan)



penuh pengharapan.

Kelompok swadaya masyarakat (KSM) bukanlah kelompok yang istimewa. Sekumpulan orang –orang kampung yang biasa saja, sama seperti kelompok lain yang muncul di desa-desa atau di dusun. Kelompok ini bukanlah himpunan manusia-manusia bercita-cita hebat, namun tampil untuk kalangan sendiri. Lalu dimana letak perbedaannya dengan kelompok-kelompok(KSM-KSM) lain? Perbedaannya terletak pada cara pengorganisasian diri mereka, alias proses pembentukan keompok itu sendiri.

Setiap KSM(kelompok swadaya masyarakat) mempunyai gaya dan rohnya sendiri. Gaya dan roh itulah yang membuat kelompok ini bercahaya bagi orang disekitarnya. Besarnya cahaya yang mereka punya tergantung aksi dan kegiatan bersama mereka di kampung. Semakin teratur kegiatan dan rencana aksi yang dilakukan, maka semakin besar  dampak dan potensi cahaya yang bisa dipancarkan.

Di pedalaman  wilayah dampingan Caritas Keuskupan Ketapang, Giet, Sie Bansi, Kontok Jangat  banyak sekali muncul kendala-kendala yang bikin cahaya kian hari kian redup. Kebiasaan berkumpul yang disertai dengan aroma pesta sering menjadikan pertemuan melimpah, namun gagal fokus. Alur bicara dalam kelompok sulit dikendalikan, sehingga menimbulkan gagal faham. Orang berlomba mau bicara tapi kurang fokus pada persoalan. Sementara yang lain berusaha memahami pembicara yang bicara ngelantur dan tidak teratur. Sungguh celakalah, cahaya menjadi remang-remang saja, oleh karena sikap dan semangat  “kodal” yang tumbuh subur dikalangan anggota. Mereka sadar, cahaya suluh sangat membantu mereka menyinari ruang kegelapan..

Mengapa kita lebih suka menjalankan semangat “kodal”,  acuh saja dalam kegiatan kelompok? Ayo mengapa? Apakah karena belum faham dan belum menangkap tujuan kita berkegiatan selama ini. Atau ada yang salah strategi ketika masuk dalam kelompok masyarakat.

Tidak ada yang salah. Sekecil apapun pengalaman yang kita miliki tidak boleh anda sembunyikan. Jangan menyembunyikan cahaya anda dibawah alat takaran beras atau canting. Taruhlah pengalaman anda ditempat yang tinggi biar berdampak bagi orang lain. Jauhkan sikap “Kodal” yang membungkus diri anda selama ini. Masalahnya ialah karena kalian tidak serius berbagi cahaya dengan masyarakat.

hasil kegiatan bersama, mengembangkan kakao
Pengalaman sekecil apapun akan menjadi sangat berharga dan bernilai tinggi ditengah pekatnya persoalan hidup. Jika saja setiap anggota mencerna dengan baik sebagian saja pengalaman-pengnalaman yang telah kita lalui bersama, entah itu berlajar mengelola kelompok, belajar berkebun, belajar bicara di depan umum, belajar ketrampilan, belajar mencatat keluar masuk pendapatan dan pengeluaran, betapa bermaknanya pengalaman itu.  Anda adalah pelita yang menerangi banyak orang.

Ketika pengalaman membuat proposal dengan baik anda bagikan kepada kepala Dusun atau bahkan kepala Desa, akan sangat membantu menyusun rencana pembangunan desa. Ketika penglaman berkomunikasi dengan direktur pabrik karet dari Tayan, beberapa usulan praktis memprduksi karet yang berkwalitas anda jalani dengan baik, karet anda pasti akan dihargai dengan harga yang lebih layak. Disamping itu beberapa pengepul karet mulai  melihat ada saingan baru yang pada akhirnya mereka tidak seenaknanya menentukan harga karet. Cahaya kecil anda membawa perubahan dan menjadi bercahaya bagi publik.

Kemampuan kecil anda dalam “mengokulasi karet unggul” ini juga sudah memperlihatkan hasil. Berbahagialah para anggota yang tidak menyia-nyiakan kesempatan melatih diri. Ketrampilan kecil anda suatu hari pasti akan dinikmati oleh anak cucu anda. Kalaupun anda mati, anda meninggalkan kenangan yang indah.
Jika melihat kebelakang, maka cahaya kecil yang kita lakukan bersama telah mampu menguak berbagai macam pembelajaran. Cahaya kecil anda memaksa anda untuk belajar mebentuk kelompok dengan benar, tidak instan berdasarkan pesanan. Kelompok yang memiliki struktur kepengurusan yang jelas, bekerja secara terukur, dipercaya anggota. Kelompok yang memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Kelompok yang memliki RKT (rencana kerja tahunan). Cahaya kecil mengelola tanaman muda, dengan cara yang benar, merawat dengan baik, pemupukan alami, telah memampukan ibu-ibu memanen mentimun, kacang panjang dan terong secara berhasil. Pengalaman kecil anda kususnya para ibu yang tekun mencatat pengeluaran dan pemasukan telah mengingatkan kembali agar  lembaga keuangan seperti CU semakin aktip memperkenalkan cara menggunakan uang dengan pandai dan bijak.
belajar menjadi notulis dalam setiap rapat kelompok


Cahaya kecil anda  sangatlah kecil untuk mengusir kegelapan Pedalaman ini. Tidak lama lagi kita akan memasuki akhir sebuah pembelajaran kecil dalam kebersamaan. Jangan sampai terlihat ada orang yang sengaja memadamkan pengalaman yang telah diterima, namun semakin menaburkan penglaman kecilnya ke wilayah sekitar. Jangan biarkan padam cahayamu kawan.

Apakah cahaya kecil anda akan mati atau tetap bercahaya sebagaimana namanya Siling Pancor aji, yang akan mengalirkan air kehidupan bagi warga Giet, atau menjadi Pateh Banggi yang tinggal kenangan dihati, atau menjadi  masyarakat di tempat sumber datangnya air kwalan yang memberikan kesegaran seperti Uncak Kontok,  Jangat? Entahlah. Jika Sang Maha Cahaya yang di atas sana ikut menyertai perjuangan anda, maka tidak ada yang mustahil. Salam Caritas.

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com