Sabtu, 13 Februari 2016

Puisi Penulis Buku "Menjaga yang Tersisa" Yohanes Terang















JALAN PINTAS
Sampurna adalah harapan setiap manusia
tak perduli apapun caranya.
Bagi yang lupa
 jalan pintas merupakan sebuah pilihan  sederhana.
Budak oleh rasa cemas, gelisah, kosong, hampa dan putus asa.

Nirwana agung, racun ketamakan,
orang-orang buta arti  Narkoba
Bagi yang percaya “NARKOBA” sebuah bayang hitam media pencabut nyawa.
Derita panjang kurang percaya diri, lemah, luka, derita, dan hina.

Bisa terjadi dimana-mana
kota sampai desa, tak pilih penguasa, kaya maupun papa.
Dampak dari lemahnya iman, mencari surga seketika.
Ibarat luka kusta menjalar kemana-mana
Bak kangker ganas virusnya menyebar kemana-mana.

Banyak cara dipakai  Negara untuk mencegah namun sia-sia.
Terpidana mati, hukum lama tidak membuat jera.
Dari sini kusapa semua
kita mencari sulosi agar tak terjadi kehancuran generasi muda penerus bangsa.
Orang tua, Agama Aparat Negra, Sekolah, sebuah baca untuk menghentikan itu semua.


Karya Yohanes Terang (penulis Buku “Menjaga yang Tersisa”
Laman satong, 10 November 2015


MEMBUNGKUS YANG TERSISA
Hutan-hutan yang tersedia
adalah hadiah yang paling berharga
dari sang pencipta teristimewa bagi umat manusia.
Hutan yang tersisa
hendaknya kita bungkus dengan rasa cinta,
dijaga, dikelola secara arif/bijaksana

Agar titipan anak cucu kita dan anak cucu mereka takpernah habis oleh rantangnya waktu dan lanjutnya usia
Karena hutan berguna menghadang angina dan taupan, penyimpan air serta obat-obatan, habitat  flora dan fauna

Hari ini kita buktikan tindakan nyata sebagai dewa penyelamat, melindungi, bumi dimana kita berdiri.
Kita tolak segala kebijakan yang tidak berpihak pengalihan

fungsi hutan yang seharusnya tidak boleh terjadi
Hak ulayat, tembawang, tempat keramat, hutan adat dan HCV
difungsikan sebagai HPK, APL,HGU,
konpensasi berubah jadilah orang asing ditanah sendiri.

Disanasini dijaga Security,
Masyarakat menggugat berususan dengan polisi
70 tahun Indonesia Merdeka
sematang usia harusnya dapat dinikmati semua lapisan anak Bangsa Negeri ini.

Pejuang bangsa yang menitipkan susu dan madu
demi kepentingan bersama generasi
setelah mereka bukan perpecahann penindasan dan saling menghakimi.
Konsevasi, hutan Desa hanya sebuah media pembalut luka penawar duka, pengurang kecewa bagi yang peduli.

Goresan ini kuuntukan bagi semua yang peduli lingkungan alam yang lestari,
bagi saudaraku suku anak dalam di Jambi,
suku sakai di Pekan Baru
dan saudara senasip diseluruh pelosok Negeri.
Dan bagi pejuang sejati yang rela mengorbankan jiwa dan raga,
keringat darah dan air mata demi berdiri tegaknya NKRI

Karya Yohanes Terang (Penulis Buku “Menjaga yang Tersisa”.
Laman Satong, 2 september 2015




www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com