Selasa, 21 Juli 2015

POLA PIKIR MEMPENGARUHI CARA BERTINDAK

  

Pertemuan evaluasi dan refleksi pendampingan cerdas mengelola keuangan keluarga atau yang sering disebut pendampingan anggota KSM mengaplikasikan pengelolaan ekonomi rumah tangga (PERT), tim program CMLP II berkumpul dengan tim Credit Union Semandang Jaya di Balai Semandang (13/07/2015). Pertemuan ini bertujuan menemukan pembelajaran bersama tentang kesulitan dan tantangan pendampingan PERT dan menemukan strategi bersama melakukan pendampingan yang lebih cocok dan tambah bermanfaat. Hadir dalam pertemuan 4 staf Caritas (Aloysius Rachmad, Stepanus Adiyanto, Jelly Karel Peyoh, dan Petrus Apin) dan 4 staf CU SJ (Lanius Leman, B.Pinarko, V.B.Kalun, dan P.Conto). 

 Hasil sharing evaluasi dan refleksi bersama, ternyata yang menjadi akar masalah utama penyebab sulitnya dan payahnya anggota menerapkan pembukuan keuangan keluarga adalah persoalan mindset (pola pikir) bukan karena ketidakmampuan membaca dan menulis (hasil temuan midterm evaluasi program CMLP 27-29/06/2015). Kabag SDM CU SJ;P.Conto mengatakan ini adalah masalah ekonomi dengan harga komoditi karet rendah mempengaruhi pola budaya, gaya hidup komsumtif tinggi dan instan sangatlah nampak di masyarakat khususnya lagi adalah anggota CU. Jadi, upaya untuk mengubah budaya dan pola pikir memerlukan proses yang lama. Kabag Kredit CU SJ; pak B.Pinarko menambahkan, anggota/masyarakat akhir-akhir ini mudah terprofokasi oleh oranglain, apalagi saat sekarang lagi trendnya jual lahan dan budidaya tanam sawit. Cara cara instan ini semakin memperkuat budaya mindset tadi mengalahkan intervensi program kita kepada masyarakat.Koordinator lapangan Caritas; Aloysius juga berpendapat bahwa intinya sekarang adalah "mindset anggota/masyarakat" adalah masalah utama. Mereka tidak punya target yang jelas dan tidak punya kebiasaan mencatat. Saya harap ada sebuah pelatihan penyadaran yang mampu membawa anggota berpikir kritis dan mau melakukan perubahan. Koordinator Tanggap Darurat CMLP;Petrus Apin juga menambahkan pengalaman tim CMLP bahwa tim lapang pernah melakukan pendampingan penyesuaian jadwal sebagai salah satu tindakan adaptif terhadap kalender musim, namun modal pembelajaran ini belum mampu memotivasi anggota KSM memulai budaya merencanakan dan mengelola keuangan keluarga dengan cerdas, saya setuju solusi perubahan mindset adalah memberi pelatihan penyadaran kritis dan saat melakukan kreatifitas immersion menggunakan filosophy “menempa parang”. Kabag MBD; Lanius Leman menanggapi  data data yang disampaikan oleh Caritas adalah riil dan menjadi pembelajaran yang bernilai baik. Ada yang belum dicapai ditingkatan KSM sehingga hal ini belum maksimal, ya kadang-kadang yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan keinginan mereka. Kehadiran kita ditengah masyarakat, terkesan membuat masyarakat dampingan kurang fokus. Ada program CU mau mengundang mereka dalam sebuah pertemuan motivasi atau pengembangan diri guna membuat mereka fokus. Suasana dan tempat pertemuan sangat menentukan kondisi nyaman dan konsentrasi peserta mengikuti pelatihan. Penyampaian materi sehari yang pernah kita lakukan bersama caritas adalah terbatas waktu dan muatan materinya. Ada materi analisis sosial sebagai pendekatan "brainstorming/bongkar pikiran" belum tergali guna menyadarkan mereka. Pengalaman CU, perlu 1 hari membuka pikiran mereka atau memberi pencerahan, 1 hari lagi materi aplikasi. (PA)


www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com