CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Jumat, 27 Februari 2015

PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN KARET di Tanjung Beulang Serengkah.



menyiapkan lahan batang bawah untuk okulasi karet
 Pelatihan budidaya tanaman karet yang diselangarakan di Tanjung Beulang, Kec. Tumbang Titi Kab. Ketapang Kalbar  Jumat (8/2) sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat.

Masyarakat sangat anthusias untuk mengikuti kegiatan yang diselanggarakan oleh Caritas Keuskupan Ketapang (CKK). “Kami sekarang sedikit-sedikit sudah paham untuk membudidayakan karet unggul dan kami berharap  dapat menyediakan bibit ungggul untuk kebun sendiri” kata Yadi warga Tanjung Beulang yang ikut pelatihan Budidaya Tanaman karet. Selain bapak-bapak, anak-anak merekapun nampak serius dan melontarkan pertanyaan kepada orang tuanya dan memperhatikan apa yang dikerjakan orang tua mereka.

Menurut Ketua Kelompok II(kelompok Santika I), Jinggo pelatihan tersebut sangat bermanfaat untuk keterampilan dan menambah pengetahuan anggotanya dan dia  sendiri. Dia menambahkan memang harga karet  saat ini masih rendah, akan tetatapi kalau menggunakan karet unggul yang produksinya tinggi, tanaman karet tidak kalah dengan tanaman perkebunan lainnya dan bahkan bisa melebihi hasil 
tanaman lain. Dia nampak gembira sejak diadakannya pelatihan tersebut. 
Semantara itu menurut kepala Desa Tanjung Beulang, Perkebunan karet ini sangat cocok untuk melestarikan alam, karena selain mendapatkan penghasilan, mereka juga dapat menjaga hutan tanpa harus merusak hutan, bahkan dapat menambah jumlah hutan agar daerah mereka tetap terhindar dari 
pencemaran lingkungan dan erosi. 
“Kami mempunyai tanah yang luas” Kata Anasius (35)yang adalah  kepala Desa Tanjung Beulang, dia mengatakan selama ini kami Cuma mencabut dari kebun, kemudian ditanam keladang yang padinya sudah digetam, akan tetapi produksinya sangat rendah. Dari semua karet yang kami tanam hanya beberapa yang lateksnya banyak, sehingga penghasilanpun sedikit. Dengan adanya karet unggul kami berharap penghasilan dapat bertambah. Menurut Sempana(55) Ketua Kelompok I(kelompok Sibau Baru), kami masih perlu bimbingan dan pelatihan supaya kami lebih memahami tentang budidaya karet yang baik dan benar.(Yoh Budin fasilitator ckk)


Kegiatan Monitoring bersama Karina. (CMLP-2)


memberi peluang dan ruang, itulah pendamping
Karina yang menjadi officer programme telah mengadakan kegiatan monitoring ke Caritas Keuskupan Ketapang  sebagai implementor program CMLP-2 dari tanggal 25-29 Januari 2015. Tulisan ini diambil dari hasil laporan Christine Lora Egalatry.
Melalui kegiatan ini diharapkan secara bersama-sama, bisa dilihat bagaimana perkembangan yang sudah terjadi di wilayah dampingan, mencoba menggali/mengidentifikasi segala capaian, tantangan, kelemahan, serta kelebihan yang muncul, sesuai indicator yang ingin dicapai dan konteks local yang berlaku. Selain itu juga diharapkan melalui pertemuan rutin antara KARINA dan CKK/CAKAP dan semua komunitas dampingan, bisa saling berbagi pembelajaran dan informasi yang kiranya bisa menjadi sumber motivasi untuk pelaksanaan CMLP II secara khusus dan kehidupan bermasyarakat secara umum.
Kegiatan ini juga bersamaan dengan kegiatan distribusi seedfund oleh Direktur CAKAP kepada kedua KSM dampingan dan juga kerja royong kebun KSM di Caritas Keuskupan Ketapang.

Tujuan Pendampingan & Monitoring
memastikan progam tidak melenceng dari log-frame
1.     Mengetahui dan memastikan perkembangan pengorganisasian masyarakat dalam mengelola kegiatan komunitas (KSM), keaktifan/keterlibatan anggota, dan kapasitas pengorganisasian yang dimiliki.
2.     Mengetahui dan memastikan dampak project terhadap kemampuan anggota KSM / komunitas dalam mengelola keuangan rumah tangga.
3.     Mengetahui dan memastikan perkembangan keahlian anggota KSM dalam pengelolaan budidaya karet serta hasil tanaman karet yang dihasilkan (kualitas & kuantitas).
4.     Refreshment penyusunan laporan bulanan dengan format yang ada bagi tim CKK/CAKAP.
5.     Review kelengkapan fisik dokumen pelaporan dan pendukungnya yang wajib diarsipkan


Metode
Kegiatan ini dilakukan dengan kunjungan lapangan (diskusi dengan anggota KSM dan observasi kebun), diskusi internal tim CAKAP & CKK, dan cek dokumen.

Peserta :
1.     Program Officer KARINA
2.     CKK : Koordinator Lapangan, 2 fasilitator, 1 staf CKK, 1 admin finance (5 orang)
3.     KSM Uncak Kontok = 19 orang ; KSM Kak Jaka = 24 orang ; KSM Pateh Banggi = 18 orang; KSM SPA = 11 orang
Konteks kegiatan Pendampingan & Monitoring 2
monitoring=biar tidak menyesal karena membiarkan......?
Pada pendampingan dan monitoring yang kedua kali ini, KARINA lebih menitikberatkan kepada penggalian informasi perkembangan dan refleksi dengan keenam komunitas dampingan, terutama perkembangan yang sudah terjadi di semester 1 di CMLP II ini. Diharapkan bahwasanya di CMLP II ini kelompok-kelompok dampingan sudah mulai menunjukkan hasil dari keseluruhan proses pembelajaran yang sudah dilakukan selama 2 tahun lamanya di CMLP fase pertama sebelumnya.
Pada kesempatan ini pula, KARINA memastikan perkembangan penyaluran dan penggunaan dana seedfund ke kelompok dampingan. Seyogyanya dana seedfund ini dapat digunakan sesuai dengan prosedur dan kesepakatan yang berlaku dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota KSM tanpa terkecuali sesuai peruntukkannya.
Sedangkan di level staf CAKAP dan CKK, KARINA menitikberatkan pada penyamaan pemahaman terhadap implementasi penyajian laporan bulanan project dan juga refreshment tentang capaian indicator dan kegiatan sesuai dalam logframe dan workplan.

Hasil Kunjungan dan Diskusi
 
pastikan mereka memiliki komitmen
A. Kunjungan Lapangan ke kelompok dampingan
1. Caritas Keuskupan Ketapang
Topik yang dibahas antara lain :
1.     Penguatan KSM (dinamika kelompok, pengarsipan, pelaksanaan RK KSM, kegiatan berjejaring)
2.     Budidaya karet unggul & tanaman sayur di pekarangan rumah
3.     PERT (CU & buku kas harian KK)
4.     Proses pemetaan & pengukuran lahan
5.     Pendampingan dari fasilitator
Capaian – capaian :
1.     KSM Kak Jaka (Jangat) & KSM Uncak Kontok (Kontok) à Dengan adanya anggota KSM yang terlibat dalam pra-musrenbangdes walaupun bukan diundang mewakili KSM, namun itu bisa menjadi peluang dan kesempatan untuk mengangkat nama KSM atau paling tidak sebagai pintu masuk segala informasi yang dibutuhkan KSM dalam rangka berjejaring dengan stakeholder eksternal. Dalam pra musrenbangdes, sudah diusulkan supaya juga turut mengundang KSM dalam musrenbangdes Februari 2015 mendatang.
2.     Dana seedfund sudah didistribusikan di 4 KSM. 4 KSM sudah mempergunakannya sebagian oleh KSM untuk membeli kebutuhan budidaya karet dan tanaman sayur. Khusus KSM Uncak Kontok, perlu segera dikejar untuk setiap anggota membuat bedengan sayur di pekarangan rumah agar bibit seedfund yang sudah ada bisa segera didistribusikan dan ditanam. 
seandainya setiap kk memilik 1 hektar tanah untuk hasil okulasi
3.     Okulasi sudah dilakukan di 3 KSM di November 2014 lalu, ada sebagian anggota yang sudah memindahkannya ke Polibag, dan ada yang sudah ditanam di lahan pribadi. Walaupun masih ada beberapa yang masih mengalami kegagalan okulasi karena kurang perawatan batang bawah dan musim hujan. Hanya KSM Pateh Banggi yang belum sama sekali melakukan karena belum dimulai penanaman batang bawah.
4.     SL tumpang sari dan budidaya sayur sudah dilakukan, dan anggota sudah langsung mendapatkan bibit sayur untuk bisa mempraktekkannya langsung di pekarangan rumah masing-masing. Sudah ada partisipasi kaum ibu-ibu dalam kegiatan ini (pembagian peran), walaupun masih perlu ditingkatkan. Jenis sayurnya adalah kacang panjang, pare, dan timun. Dan ada yang sudah dipanen. Ini bisa sebagai stimulant dan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
5.     KSM Pateh Banggi dan SPA sudah mengajukan proposal ke DInkes untuk posyandu, dan sudah mendapatkannya, dimana 4 kader posyandu dilatih oleh dinkes.
6.     Ada rencana mengajukan proposal ke Dinas pertambangan dan energy untuk pengadaan PLTS/A.
hasil mengokulasi sendiri akan menumbuhkan keyakinan sendiri
7.     KSM Uncak Kontok sudah mengajukan proposal ke Kesra tentang karet, dan mendapatan bantuan Rp 10.000.000,00, dipakai KSM untuk kebutuhan perbaikan pagar kebun KSM supaya babi tidak masuk.
8.     Selain sayuran, KSM Uncak Kontok menanam juga kakao dan pisang sebagai tumpang sari karena melihat nilai ekonomis yang terkandung di dalamnya.
9.     Pemetaan lahan sudah dilakukan di 4 KSM.
10.  tingkat keberhasilan okulasi di KSM SPA cukup tinggi. Ada kemajuan dalam KSM dan karet di KSM ini, dibandingkan saat CMLP I.
11.  Sudah ada jadwal royong KSM setiap minggu, walaupun fasilitator tidak datang. Memang masih ada yang tidak aktif berkegiatan (masih orang-orang yang sama).

Tantangan dan hambatan :
1.     Hasil panen tanaman sayur di pekarangan rumah kurang baik, akibat kurang perawatan dan hama semut/ulat.
2.     Dependensi KSM terhadap fasilitator masih cukup tinggi, terlihat dari kecenderungan kegiatan akan terlaksana apabila ada fasilitator terlebih dahulu.
sdh lihat hasilnya kok belum menyebar dampaknya,why?
3.   Pencatatan penggunaan seedfund dalam buku kas KSM masih lemah dan masih bercampur dengan iuran KSM dan tidak urut waktunya.
4.   Harga karet turun, berdampak pada demotivasi anggota KSM untuk budidaya karet, sehingga lebih memilih mengerjakan hal lain yang dianggap lebih menghasilkan uang. Selain itu juga menyebabkan ada beberaoa anggota KSM Kak Jaka dan Uncak Kontok  yang mundur dari keanggotaan di CU.
5.   Belum semua anggota KSM terlibat dalam penyusunan RKT maupun RK 2 bulanan, sehingga masih banyak yang tidak mengetahuinya apalagi melaksanakannya. Implikasinya tingkat rasa memiliki antar anggota masih rendah.
6.   KSM Uncak Kontok dan KSM SPA sudah terlihat kekompakannya, namun untuk KSM Pateh Banggi dan KSM Kak Jaka mengendor semangat dan kekompakannya.
7.   Di Januari ini adalah musim ngetam, sehingga hamper semua anggota sibuk di ladang masing-masing. Akibatnya RK belum semua terlaksana, sebagian mundur dari jadwal yang sudah disepakati bersama.
kalau mau hasil dibutuhkan ketekunan dan kerjasama ksm
8.   Tumpang sari dan kebun kelompok masih kurang perawatannya, sehingga pertumbuhan batang bawah, entres, dan tumpang sari kurang baik.
9.   Beberapa bibit yang sudah di polibag , baik dari Disbun maupun hasil okulasi sendiri tidak terawatt dan terlambat dipindah ke lahan pribadi sehingga tidak tumbuh/mati.
10.  Di KSM Kak Jaka dan Uncak Kontok ditemukan bahwa ada dana seedfund sebesar Rp 1.000.000,00 yang digunakan untuk fee menulis proposal bagi ketua KSM, dan itu adalah penyimpangan dari MoU yang sudah disepakati. Jalan keluarnya, seedfund hanya untuk kebutuhan yang diajukan di proposal tidak bisa diluar itu, jika memang ada kesepakatan pemberian fee menulis proposal maka silakan gunakan kas KSM tidak dari seedfund.
11.  Ada anggota KSM Uncak Kontok yang tuna netra menyulitkan untuk budidaya karet, tapi ada semangat tinggi (Pak Laco). Bisa disiasati dengan berbagi tugas dengan anggota KSM lainnya. Dia bagian tanaman sayur, sedangkan anggota lain membantu proses budidaya karetnya.
12.  Dari 500 bibit Disbun, hanya 300-400 yang hidup setelah pendistribusian, dan ada beberapa anggota yang tidak merawatnya.

Rekomendasi :
1.     Setiap pengeluaran seedfund dalam KSM perlu selalu dicatat rapi dalam buku kas yang terpisah dengan buku iuran KSM. Dan seyogyanya secara rutin diupdate/diinformasikan ke seluruh anggota KSM setiap rapat rutin bulanan KSM/RK 2 bulanan.
pendampingan perorangan jauh lebih efektif
2.     Fasilitator perlu kembali mendampingi KSM untuk menyusun RK kembali sesuai dengan kalender musim. Tidak perlu kegiatan yang terlalu padat, dibuat lebih realistis.
3.     Diperlukan sharing informasi antar anggota yang ikut kegiatan dan yang ikut sehingga tidak ada yang tertinggal. Fasilitator perlu terus memotivasi pengurus dalam menjalankan peranannya.
4.     3 KSM lainnya bisa membantu menyediakan biji karet untuk KSM Pateh Banggi yang terkendala persediaan biji karet yang tidak kunjung banyak.
5.     Petakan anggota-anggota KSM yang secara aktif berproses dalam KSM, kemudian didampingi secara intensif untuk kemudian bisa menjadi agen pembelajar (kaderisasi) bagi anggota-anggota KSM lainnya. Susun jadwal pendampingan bersama antara fasilitator dengan aggota KSM.
6.     Fasilitator harus lebih jeli menangkap peluang dan kesempatan bagi KSM untuk bisa terlibat dalam Musrenbang dan kegiatan berjejaring lainnya.
7.     KSM Kak Jaka dan Uncak Kontok perlu segera merevisi dan menyusun ulang proposal yang hendak diajukan ke Disbun.
8.     Perlu adanya pendampingan intensif dari setiap fasilitator dan peningkatan kualitas di setiap pendampingan (live in).
9.     Perlu adanya sosialisasi RK KSM kembali ke seluruh anggota KSM
10.  KSM Kak Jaka & Uncak Kontok perlu menindaklanjuti revisi proposal yang ditujukan untuk Disbun kaitannya dengan budidaya karet unggul. Selain untuk ketrampilan berjejaring, juga untuk bisa mengejar target 650 bibit per KK di akhir program.
fasilitator perlu lebih sering aktip menggali komitmen komunitas

11.  Iuran KSM yang masih tersendat bisa diupayakan untuk dicicil per minggu supaya tidak memberatkan (Rp 5000/bulan)
12.  Untuk 4 KSM sebaiknya paling tidak per KK menanam minial 500 batang bawah,.
13.  Perlu dilakukan kegiatan refleksi bersama di KSM, difasilitasi oleh fasilitator tentang latar belakang, visi dan motivasi anggota KSM untuk terlibat dalam kegiatan KSM, karena semangat dan keterlibatannya semakin mengendor.
14.  KSM SPA & Pateh Banggi belum terlibat dalam Musrenbangdes (walaupun ada anggota yang diundang tapi bukan sebagai wakil KSM (sbg kadus)), sedangkan diupayakan untuk bisa terlibat dalam musrenbang tingkat kecamatan. Dari sekarang perlu lebih dulu menyiapkan proposal yang akan diajukan saat musrenbang kecamatan nanti.
15.  Bisa dimulai pencatatan monitoring perkembangan karet dan sayur per KK.
16.  Untuk anggota-anggota yang sulit aktif, dan dirasa sulit bagi pengurus melakukan pendekatan dengan yang bersangkutan, maka diperlukan pendekatan khusus dari fasilitator untuk mendorong mereka untuk tetap terlibat aktif dalam KSM.


B. Kelengkapan fisik dokumen pelaporan dan dokumen pendukungnya
1. Caritas Keuskupan Ketapang

- Dokumen-dokumen project dan pelaporan sudah ada, namun pengarsipan belum dilakukan secara urut (masih bercampur), akan mulai dilakukan di Januari ini.
- Sudah ada form monitoring karet dan tanaman sayur per KK, akan diterapkan pendataan di Februari ini.
C. Diskusi Internal Tim (Laporan Bulanan, workplan, & logframe)
1. Caritas Keuskupan Ketapang
- Review dan diskusi hasil kunjungan
sayang tidak dirawat. Perlu penjadwalan ulang komunitas
- Walaupun ada beberapa keterlambatan dalam workplan, namun ada kesempatan untuk dikejar ketertinggalannya, asalkan penguatan dari SDM dalam KSM maupun fasilitatornya sendiri. Sehingga kemudian refleksi bersama menjadi penting dalam kelompok untuk digali kembali visi dan motivasi setiap anggota.
- penyusunan draft form monitoring karet dan tanaman sayur per KK
- review pencapaian dalam logframe

·       

Perjalanan Pontianak – Balai Berkuak = Januari 2015
·      CKK :
1.     Briefing singkat dengan tim CKK = 26 Januari 2015
2.     Kunjungan (Live in) ke Jangat = 26 – 27 Januari 2015
3.     Kunjungan (Live in) ke Kontok = 27 Januari 2015
4.     Kunjungan (Live in) ke Sei Bansi = 27 – 28 Januari 2015
5.     Kunjungan (Live in) ke Giet = 28 Januari 2015
6.     Pertemuan internal denganTim CKK & Cek dokumen hardcopy = 29 Januari 2015
·      Perjalanan Balai Berkuak – Pontianak = 30 Januari 2015
·      Perjalanan Pontianak – Jakarta = 1 Februari 2015




Training ABK (anggaran belanja keluarga) adalah saat pembelajaran diri, bagian dari pengorganisasian diri


Dalam rangka meningkatkan kemampuan  mengatur ekonomi rumah tangga, KSM Pateh Banggi di desa Merawa, KSM SIling Pancor Aji, mengadakan kegiatan belajar bersama,11/12/2015, tentang mencatat uang masuk dan keluar keluarga. Kegiatan ini menjadi menarik karena kebanyakan dari bapak-ibu di kampung tidak punya kebiasaan mencatat uang yang mereka dapat dari pekerjaan rutin mereka, apa lagi mencatat uang pembelanjaan mereka. Lihatlah betapa seriusnya pak Antam dengan istrinya yang tengah belajar mencatat penghasilan mereka. Dalam ruang komunitas yang belajar mengorganisir untuk meningkatkan pengetahuan praktis keuangan sederhana, menjadi tantangan yang berat, pasalnya tidak semua peserta kelompok bisa baca tulis. Tidak masuk akal namun sangat penting dan berguna. Diharapkan, pada awal 2015 mereka sudah dapat dengan rutin melakukan update keuangan keluarga mereka.


Bulan Desember 2014 adalah bulan pertama KSM Siling Pancor Aji melakukan okulasi  karet unggul. Sebagian batang bawah karet lokal milik anggota KSM ini telah memenuhi kriteria okulasi dan semua pohon sumber entres karet unggul kelompok pun sudah dapat dipanen. Belajar dan belajar untuk olah ketrampilan tidak akan ada ruginya.

Dalam pendampingan okulasi batang bawah karet lokal milik Pak Mungkin pada tanggal 17 Desember 2014 lalu, tak disangka ternyata dikunjungi oleh seorang staf lapangan CU Semandang Jaya (Pak Bandi Wijoyo), yang juga turut memfasilitasi pelatihan Ekonomi Rumah Tangga sejak 2 bulan sebelumnya. Staf Lapangan CUSJ ini tampak terkesan melihat bahwa ternyata di kecamatan Simpang Hulu sudah mampu melakukan budidaya karet unggul seperti ini.


14 Desember 2015

lalu di Sei Bansi, desa Merawa, telah diadakan sekolah lapangan mengenai budidaya tanaman muda organik. Kegiatan ini melibatkan para anggota KSM Pateh Banggi khususnya ibu-ibu, dan Pak Budin sebagai fasilitator. Dalam kegiatan ini, para peserta dibimbing secara teori dan praktek mengenai cara bercocok tanam yang baik melalui praktek lapangan di areal pekarangan rumah anggota KSM. Materinya antara lain: pembuatan bedeng tanam, penyiapan tanah, pengaturan penanaman / penyemaian, perawatan, pemupukan hingga penanggulangan hama dan penyakit pada tanaman.
Para peserta tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlebih saat kunjungan ke beberapa lahan pekarangan milik anggota KSM. Mereka dengan aktif melontarkan berbagai pertanyaan dan keluhan mengenai apa yang mereka alami saat mulai mencoba melakukan penanaman masing-masing.

Belum lama ini keempat KSM dampingan CKK berkesempatan untuk datang menghadiri suatu pertemuan yang bertempat di Hotel Starlet, kecamatan Sandai.

Pertemuan diskusi tematik mengenai “Pembangunan Masyarakat Rendah Emisi Berbasis Livelihood” ini diprakarsai oleh IFACS (Indonesia Forest and Climate Support) bersama Caritas Keuskupan Ketapang. Kerjasama antara kedua lembaga ini telah berhasil menjembatani hubungan antara petani karet dengan pihak perusahaan karet sebagai pembeli. Sayang sekali  Direktur pabrik yang dinanti-nanti kehadirannya oleh petani karet batal hadir  karena pada saaat yang sama beliu harus hadir dalam rapat direksi di Jakarta., sementara manager bagian pembelian sedang melakukan transaksi dalam kegiatan “Penjualan Perdana Karet” di Desa Kepari, Kecamatan Sei Laur yang juga menjadi salah satu daerah dampingan CKK.
Meski demikian peserta tetap anthusias mengikuti pertemuan karena adanya sharing dari kelompok tani Pelangkaraya yang sangat relevan dan kontekstual.
Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi awal dari pengembangan jejaring keempat kelompok dampingan CKK (Giet, Sei Bansi, Kontok dan Jangat) dalam hal pemasaran hasil produksi karet masyarakat. (jelly)

Kamis, 26 Februari 2015

Komunitas Giet dan Sie Bansi, dalam gerakan community managed (CMLP-2)


Saat yang ditunggu-tunggu kedua dusun di daerah Merawa (Sei Bansi dan Giet ) akhirnya datang juga. Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kecamatan Simpang Hulu telah menugaskan tim kesehatan untuk menjalankan kembali program Posyandu di dua dusun ini yang telah berhenti sejak tahun 2011. Kegiatan ini adalah  tindak lanjut dari Proposal Posyandu yang telah diajukan oleh kedua KSM kepada Puskesmas Kecamatan. Pelaksanaan Posyandu ini diselenggarakan pada tanggal 15 Januari 2015 di Sei Bansi dan 16 Januari pada bulan yang sama di Giet, dan akan diteruskan pada tanggal yang sama di bulan-bulan selanjutnya.

Dua hari sebelum kegiatan dilaksanakan para kader posyandu sie Bansi dan Giet telah menyiapkan diri untuk nanti terlibat bersama dengan para fasilitator kecamatan. Selain pembekalan teori dan praktek, para kader juga diberikan timbangan sebagai sarana pelayanan, Melalui pelatihan ini, diharapkan agar para kader akan dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat kedua dusun, khususnya ibu hamil dan balita.




Untuk para Lelaki, seperti Pak Mungkin dan Pak Udengk juga tidak ketinggalan dengan aktivitasnya  memindahkan hasil okulasi Bulan Desember lalu ke dalam polybag. Kegiatan ini kemudian disusul oleh beberapa anggota KSM Siling Pancor Aji lainnya yang telah memulai okulasi di bulan Desember 2014 lalu. 

Tercatat jumlah keberhasilan okulasi tertinggi dicapai oleh Pede (51 dari 66 batang terokulasi), disusul oleh Pak Udengk (42 dari 68 batang) dan Pak Mungkin (31 dari 37 batang) serta 2 anggota lainnya. Pada Januari ini jumlah anggota yang telah melakukan okulasi bertambah 3 orang lagi dan akan dipantau keberhasilannya pada Februari 2015.


Monitoring -Evaluasi, Rencana Kerja  2 Bulanan KSM Pateh Banggi periode November-Desember 2014 memberikan  pembelajaran berharga untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya. KSM ini harus belajar untuk memacu diri mengejar ketertinggalannya dibanding 3 KSM lainnya. Tentunya butuh kekompakan dalam tim kerja untuk menjadwalkan beberapa kegiatan guna menunjang pencapaian, terutama dalam pemenuhan jumlah batang bawah karet lokal dan pengukuran lahan yang akan di-SKT kan. Mereka janji akan membuktikan bulan Maret ini klaar.


Pak Pardi ayo tetap semangat, biar kawan-kawan yang lagi lesu termotivasi oleh semangatmu yang tak pernah luntur. Yakinlah suatu hari nanti kerja kerasmu akan dikenang oleh anak cucumu. Bravo pak Pardi.Pindahkan habis ya hasil okulasimu.(jelly)













www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com