Rabu, 03 Desember 2014

HARI II (25/11) Pelatihan budi daya karet unggul


 PRAKTEK LAPANGAN (SEKOLAH LAPANG)
1.     Seleksi biji karet dan penyemaiannya (hari I)
2.     Teknis okulasi (penjelasan juga tentang memilih batang bawah dan entres yang baik)
3.     Pemupukan berdasarkan usia tanaman
4.     Perawatan entres (perangkasan cabang)
5.     Penanaman hasil okulasi dari polibag ke lahan
6.     Perkenalan jenis dan pencegahan hama penyakit
7.     Penjelasan teknis perawatan bibit di polibag
REFLEKSI PRAKTEK LAPANGAN (SEKOLAH LAPANG)
Marsel :
-        merupakan pengalaman pertama okulasi karet
-        prakteknya memang tidak semudah teori, sempat membuat kesalahan saat pengamilan mata entres, lalu dicoba lagi.
-        Diajarkan langsung di lapangan bagaimana cara pemupukan yang tepat berdasarkan usia tanaman, tidak hanya teorinya saja.
Martin :
-        Pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya, tetapi dengan adanya pelatihan ini semakin mempertajam dan memperkuat lagi pengalaman sebagai fasilitator karet.
-        Ada pengupasan modul lebih dahulu sebelum praktek, secara bertahapa / sistematis.
-        Ada tahapan-tahapan budidaya yang sistematis.
-        Tidak boleh lepas dari modul sebagai pengingat saat praktek.
-        Diambil film/video untuk mengingat teknis2 nya.
Romo Made :
-        Bagaimana pengalaman pak Yulius sebagai fasilitator ? apakag pernah mengalami masalah saat berhadapan dengan masyarakat ? apakah selalu buka modul saat di lapangan ?
Pak Yulius :
-        Awalnya juga tidak percaya diri. Belum siap menyampaikan kepada masyarakat. Masih berpedoman pada buku atau modul. Tapi karena ada minat dan kemauan keras untuk belajar dan mau mencoba, jadi mau tidak mau harus siap menghadapi masyarakat. Saya lihat para peserta di sini pada dasarnya sudah memiliki kemampuan dasar / ada bekal, hanya tinggal sekarang bagaimana teman-teman bisa semakin berani menggebrak masyarakat / percaya diri untuk menyampaikan ke masyarakat apa yang ingin kita bawa ke masyarakat.
Pak Martin :
-        Merasa terbantu juga dengan kebun contohnya pak Aloy yang mantap.
Budhin :
-        Pengalaman di masyarakat, mata entres tidak terikut, dan batang entres belum dibersihkan masih banyak bekas tangan, sehingga banyak terjadi kegagalan.
-        Factor waktu juga seringkali yang menyebabkan gagal, dimana masyarakat biasanya melakukan okulasi di siang hari, bukan di pagi atau sore hari.
Pak Aloy :
-        Meningkatkan kepercayaan diri
-        Harapannya nanti saat di masyarakat, para fasilitator bisa merunut faktor2 penyebab kegagalan anggota KSM. Mulai dengan dilakukannya inventarisir penyebab-penyebab kegagalan.
-        Kadang kita masih kurang yakin dengan apa yang kita bawa ke masyarakat.
Pak Ewal :
-        Saat pelatihan dengan Pak Johan di awal fase I yang lalu, system okulasi yang diajarkan agaknya rumit. Sedangkan saat bertemu dan sekolah lapang dengan pak Tini, mendapatkan teknis okulasi yang lebih mudah dan sederhana.
-        Seringkali persoalan di masyarakat adalah berkelit dengan alas an tidak ada biaya untuk membeli pupuk atau peralatan berkebun lainnya.
Pak Adi :
-        Banyak dapat motivasi dan pembelajaran dari Pak tini. Banyak temuan-temuan yang selama ini ternyata keliru dilakukan. Dengan demikian, menjadi lebih yakin saat penyampaian ke masyarakat.
-        Walaupun memang pada saat sudah di komunitas, masih saja ada masyarakat yang berkelit atau melakukan hal-hal yang menyimpang dari apa yang diajarkan. Dan itu dilakukan berulang-ulang. Yang mau mengikuti arahan fasilitator memang terlihat kemajuannya, namun kalau yang tidak maka memang gagal terus okulasinya.
-        Entres à apakah berpengaruh jika tidak dirantas 1 minggu sebelumnya ?
Pak Yulius :
-        Yang bagus memang 1 – 2 minggu dirangkas supaya pelepahnya jatuh sendiri.
-        Tergantung cuaca hujan tinggi bisa pengaruh, karena kadar air bisa menyebabkan busuk pada jendela okulasi.
Pak Adi :
-        Belum sempat praktek pengajiran
Pak Martin :
-        Ada oknum masyarakat yang membuat teknik tandingan dari apa yang sudah diperkenalkan oleh fasilitator, sehingga kadang mempengaruhi anggota masyarakat lainnya.
-        Sulitnya merubah mindset.
-        Masih ada anggota masyarakat yang nyeleneh / tidak taat aturan / coba-coba.
Romo Made :
-        Pentingnya berjejaring tetapi tetap utamakan masyarakat mandiri, tidak tergantung dengan pihak lain.
Lora :
-        Menjawab Pak Ewal, pentingnya mendorong KSM untuk bisa berjejaring, dengan mengajukan proposal ke dinas atau stakeholder terkait , jika memang butuh bantuan pupuk.
Pak Yulius :
-        Menjawab sharing dari pak Adi, sebagai fasilitator harus bisa yakin dalam menyampaikan ke masyarakat , jangan sampaikan tentang hal-hal yang lebih ke kepercayaan local (seperti bulan terang)
-        Waktu okulasi sangatlah penting , jangan saat hujan atau siang hari
-        Jika sudah disayat perisai matanya, jangan dibiarkan terlalu lama baru diokulasi, lakukan proses yang cepat.
-        Cara mengikat membutuhkan latihan yang terus menerus
-        Jangan sampai ada gesekan pada jendela okulasi.
-        Jika ada masyarakat yang berbuat yang berbeda, sepanjang dia mampu mempertanggungjawabkan dan membuktikan keberhasilannya, jangan ditentang/adu argument karena bisa fatal akibatnya. Yang terpenting kita terus berusaha untuk mengenalkan apa yang kita punya.
-        Terkadang yang membuat gagal adalah karena mata entres yang terikut hanya setengahnya, menyebabkan lambatnya pertumbuhan.
-        Jika anggota KSM terus saja mengulang kesalahan yang sama , di sanalah tugas dan perang fasilitator untuk terus mengajak mereka mencoba dan terus berlatih, memotivasi mereka, jangan langsung menyalahkan mereka.
-        Menjawab pertanyaan pak Martin, pentingnya pengaturan jarak tanam. Dan fasilitator harus terus berusaha membuat perbandingan langsung dengan masyarakat, supaya masyarakat bisa melihat langsung perbedaan dan membuka mindset mereka.
Pak Martin & Pak Ewal :
-        Pemupukan à dapat metode yang simple dari Pak Yulius, yaitu dengan menggunakan bahan bekas untuk alat praktek, seperti botol air mineral bekas untuk alat takaran pupuk.
Marsel :
-        Waktu kecil saya pernah mencoba mencampurkan 3 pupuk urea, TSP, dan KCL. Apa fungsinya ?
Pak Yulius :
-        Pada dasarnya fungsinya adalah untuk menyuburkan tanaman dengan memberikan ketiga unsure tersebut yaitu fosfor, kalium, dan nitrogen. Sebenarnya baiknya, pemberian pupuk bertahap dan terpisah. Namun terkadang untuk mempersingkat waktu maka orang mencampurkan menjadi satu sekaligus.
Pak Ewal :
-        Saat sekolah lapang di KSM, menggunakan kompos untuk entres (E4), apakah itu bisa ?
Pak Yulius :
-        Kompos sebagai pupuk dasar sebelum dilakukan penanaman.
Romo Made :
-        Pentingnya persiapan awal untuk pemupukan (menakar ukuran), dan fasilitator harus bisa tahu betul bagaimana penakarannya.
Pak Yulius :
-        Harus serba siap menghadapi hal-hal / pertanyaan-pertanyaan / kondisi-kondisi di luar prediksi di masyarakat karena itu nyata terjadi. Contoh :
SP 36               150 gr                                                                            36%        P2O5
TSP                                                                                                             46%        P2O5
Rouphospat                                                                                                           21%        P2O5
         36 x 150                                   = 117 gr TSP
         46
         36 x 150                                   = 257 gr TSP
         21
Pak Adi :
-        Penanaman à di masyarakat ada pengalaman, yang dimasukkan lebih dulu adalah topsoil baru subsoil.
Pak Yulius :
-        Jika menghadapi tantangan bahwa topsoil dimasukkan lebih dulu baru subsoil. Maka fasilitator bisa member penjelasan dengan mengatakan bahwa subsoil dan topsoil dipisahkan dan diangkat ke atas dengan tujuan utama supaya subsoil yang lebih masam bisa menjadi netral kembali. Tapi memang tetap baiknya subsoil dimasukkan lebih dahulu baru topsoil.
-        Topsoil dan subsoil baru diberi pupuk dasar 1 minggu setelah digali, baru 1 minggu kemudian ditanam. Atau 2 minggu diberi pupuk , baru 2 hari setelahnya ditanam. Baik jika disiram air hujan. Jangan dilakukan pada saat kemarau.
Pak Martin :
-        Panen hasil okulasi (pemindahan ke polibag), bagaimana masa pemupukan di polibag ?
Pak Yulius :
-        Baru diberi pupuk jika sudah ada tunasnya, sekitar 1 bulan berjalan setelah dipindahkan ke polibag. Yang paling penting pertama kali adalah penyiraman, karena sangat membutuhkan supply air.
Pak Ewal :
-        kalau omat yang tumbuhnya lambat berbulan-bulan belum ada tunasnya, apakah juga ditunda pemberian pupuknya ?
Pak Yulius :
-        tetap bisa diberi pupuk.
-        Sebelum tanah dimasukan dalam polibag bisa lebih dahulu dicampur dengan kompos
-        Tapi jangan 100% kompos semua tanpa tanah, karena bisa berakibat daun menjadi kuning setelah unsure kompos nya habis. Hal itu karena bibit tersebut terbiasa dengan unsure yang terkandung di kompos, dimana di awal pertumbuhan akan pesat sekali, namun setelah unsure komposnya habis, maka dia tidak bisa beradaptasi dengan unsure lainnya sehingga menjadi melambat dan berdaun kuning.
-        Perbandingan 2 : 1 (tanah : kompos)
-        Pemupukan dilakukan 1 bulan 1 kali.
-        Pestisida alami belum bisa diandalkan untuk tanaman karet, hanya bisa diandalkan untuk tanaman muda / tumpang sari saja.
-        Pencegahan hama dan penyakit baiknya 1 kali 1 minggu.
-        Kalau sudah diserang hama penyakit baru digunakan dosis tinggi (3 gr).
Pak Adi :
-        Ada ralat keterangan pada tabel 7.1 hal. 29 tentang takaran pupuk à yang benar TM bukan TBM.
Pak Yulius dan peserta à melakukan perhitungan rumusan %dosis pupuk di modul hal. 29.
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com