CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Sabtu, 22 November 2014

'HADIRLAH DENGAN HATIMU"


team ckk


Caritas Ketapang— Refleksi bulanan para Fasilitator Caritas Ketapang telah berlangsung di Kantor Caritas Jl. Sudiono 11 Ketapang pada 18-19 November 2014. Hadir juga pada acara rekoleksi itu koordinator lapangan masing masing program. Aloysius Rachmad yang menjadi koordinator divisi CMLP(community managed livelihood promotion), Ir. Paulus Unjing koordinator wilayah Kepari dan Sepotong program CCLA(community conservation livelihood agreement). Marsellus yang menjadi koordinator DA (Diocese accompaniment)

Rekoleksi sehari mengambil tema"vocasional” hadir dalam komunitas seturut panggilan hati. "Kami sangat sadar hadir bersama masyarakat untuk pemberdayaan bukan perkara mudah. Kami banyak makan hati", Ucap Mulyono dalam sharing, Kamis (19/11/2014)
Namun, menurut Mul, ketika kehadiran kita diterima, ketika pilihan program membuat komunitas anthusias, rasa-rasanya ada kebanggaan tersendiri, yang tidak bisa diukur dengan materi. Apalagi kalau ilmu dan pengalaman kita bisa ditularkan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam kelompok.
“jika hadir dengan hati, memulai dari apa yang ada, apa yang mereka miliki tanpa hitung-hitungan uang, penat ini rasanya hilang” tambahnya

Sebelumnya, direktur Caritas Keuskupan Ketapang (CKK), Rm. Ignasius Made, mengajak para pelayan lapangan untuk selalu mengingat kembali identitas kita sebagai orang Caritas berkarya teguh memegang  prinsip profesionalitas-vocasionallitas, bekerja secara profesional namun seturut panggilan hati, dipercaya karena memiliki komitmen yang tinggi.
Rm. Made menyebut, seorang fasilitator dicintai pertama-tama bukan karena kehebatan atau kemampuannya melainkan karena ketulusan hatinya untk selalu berkomitmen, apa lagi kita semua bekerja berdasarkan konteks, memahami peta masalah yang ada dalam komunitas

Paulus Unjing menambahkan, meski beberapa kegiataan kita hampir closing, jangan lelah semangat kita, mari kita tetap berlari seakan akan kita sedang bertanding.
“Jika kita mau dikenang sebagai pendamping yang baik, mari kita menangkan hati warga dengan tetap hadir dengan hati kita” ucapnya dengan penuh semangat.

Refleksi bulanan adalah salah satu agenda Caritas yang wajib dihadiri oleh para pendamping lapangan. Dalam forum itu kami bisa saling menyemangati sekaligus melengkapi laporan-evaluasi, dan merencanakan penemanan untuk bulan berikut. Sampai saat ini, ada tujuh Fasilitator, tiga  koordinator lapangan, satu finance, yang selalu siap hadir. Selamat jalan menuju pedalaman teman, sampai jumpa bulan depan.(mrsl)

Jumat, 21 November 2014

Komisi-komisi Keuskupan Ketapang berevaluasi



suasana rapat komisi-komisi
Caritas Keuskupan Ketapang-CKK, Evaluasi komisi-komisi Keuskupan Ketapang yang sudah menjadi agenda setiap 3 bulan, berlangsung  dari tanggal 19-20 November 2014, di wisma Keuskupan Ketapang. Semua Komisi Keuskupan hadir dalam evaluasi yang dipimpin oleh Rm. Laurensius Sutadi selaku Vikjen merangkap koordinator komisi Keuskupan. Komisi yang telah memberikan evaluasi  kinerjanya 19 Nov malam hari adalah PSE, Komsos, Kateketik. Pada kesempatan ini, Caritas Keuskupan Ketapang, mendapat kehormatan untuk ikut hadir menyampaikan evaluasi karya, dilanjutkan dengan laporan Komisi Karya Kepausan  Indonesia (KKI) dan Komisi Keluarga pada esok harinya.

Bangun Nugroho , menyampaikan bahwa Komisi PSE telah melakukan pemberdayaan melalui serentetan aktivitas menjawab beberapa program yang telah dicanangkan, seperti program lingkungan hidup (keutuhan ciptaan). Kami juga telah mengirim  6 anak-anak pedalaman untuk mengikuti kursus ketrampilan organik ke Jawa, dalam rangka menjawab program pemberdayaan SDM, imbuhnya, Lebih jauh Ketua PSE merangkap KKP menenkankan “dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat saat ini rasanya lebih penting memberi ikan dari pada kail” ujarnya.

Ada berbagai ragam tanggapan yang muncul dalam diskusi, menanggapi model pendampingan pemberdayaan masyarakat, misalnya Rm. Juli, berujar, “hopeless” tidak tahu lagi mau bilang apa. Lebih jauh pastor yang senantiasa keras menyuarakan orang Dayak pedalaman mempertanyakan: “apa yang belum kita(gereja) berikan untuk memberdayakan orang pedalaman”.
“Sudah banyak”, dan saya kalah dalam membela mereka untuk tidak menyerahkan tanahnya pada perusahan”, ungkap Romo Bangun.

Pertanyaannya sudah seberapa serius kita mempersiapkan dan membantu masyarakat untuk dapat mengakses program-program ekonomi yang ditawarkan berbagai individu maupun perusahan dan pemerintahan, tambah bapak Hieronimus Tanam dari Komisi Keluarga.

Bila kita jujur berefleksi, kita juga harus mempertanyakan model advokasi kita, apakah advokasi kita selama ini berimbang. Jangan-jangan justru pengambil keputusan seperti perusahan, pemerintahan perlu diadvokasi juga agar kita memperoleh info yang benar, tambah rm. Made dari Caritas Keuskupan Ketapang.

Dalam evaluasi Komisi Kataketik, Pastor Kukuh selaku koordinator komisi  mengungkapkan bahwa apa yang telah diprogramkan dalam tahun ini, seperti lomba kitab suci yang berlangsung di paroki Balai Berkuak telah berlansung dengan sukses. “Model kegiatan dalam bentuk seminar rasanya lebih terasa memiliki nuansa kesejukan, tidak lagi nuansa kalah menang” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Sementara Komisi Komunikasi Sosial, yang dinahkodai oleh Rm.Endi sebagai ketua komisi yang baru menggantikan pastor Made, sedang berbenah benah, belum bisa membuat banyak kegiatan.

Rm.Damas ketua Komisi Kepemudaan dengan anthusias membagikan pengalaman beraktivitas bersama anak muda. Pengalaman camping anak Muda di Balai Semandang memberikan sentuhan baru. “Anak muda sedemikian canggih dalam bermedia sosial”kisahnya. Lebih jauh beliau, yang juga adalah pastor paroki Sepotong mengungkapkan, “mengajari anak muda menjadi wartawan kampung dengan memanfaatkan alat komunikasi seperti hp android, sungguh memberikan kegairan baru bagi anak muda”.

Perlu diketahui Youth Camp berlansung di Balai semandang, Agustus 2014 yang melibatkan seluruh paroki Keuskupan Ketapang.

Evaluasi dilanjutkan kesokan harinya dengan menghadirkan Caritas Keuskupan Ketapang yang memaparkan visi dan misinya. Caritas keuskupan Ketapang adalah lembaga sosial kemanusia yang bergerak dalam bidang kebencanaan. Kami ingin hadir membawa wajah gereja pada kelompok komunitas pedalaman  dengan pendekatan “community managed”. ungkap Aloysius selaku koordinator lapangan. Lebih jauh ia  memaparkan, “Caritas hadir memberi pendampingan pada kelompok yang mau mengorganisir (memanage) dan benar-benar mau membantu diri mereka sendiri, tidak tergantung dari bantuan luar”. Tidak lupa ia mengingatkan, “yang dimaui orang pedalaman bukan duit, ikan, tapi yang perlu  itu hadir memahami persoalan mereka dengan assesment yang benar, kajian yang mendalam, apa sih yang sesungguhnya mereka perlukan dulu, sesudah itu baru kita masuk (live in).

Selanjutnya evaluasi diteruskan dengan mendengarkan pengalaman Rm. Joko Purwanto, sebagai ketua komisi keluarga menggantikan rm Simon. Dia  mengatakan, “komisi keluarga pasti tidak bisa bekerja sendiri” Ia juga memaparkan: “komisi-komisi  adalah fasilitator untuk paroki-paroki, perpanjangan tangan uskup dalam berbagai karya dan program, mari kita menggarap pendampingan secara utuh dalam program yang satu”.

Senada dengan cita-cita ini, uskup menegaskan kembali, program tahun 2015-2016 berfokus pada pembinaan keluarga kristiani. Beliau mengingatkan Komisi ini (Komkel) menjadi the leader untuk program Keuskupan yang akan ditandai dengan sinode Keuskupan yang akan berlangsung pada tanggal 26-30 Januari 2015. Komisi Keluarga diharapkan menyusun semacam logframe work, (kerangka kerja logis ), mencanangkan  tujuan umum, dimana kemudian komisi-komisi ambil bagian dalam tujuan-tujuan kusus berdasarkan ciri kas komisinya untuk bersama mencapai tujuan jangka pendek, melalui outputs (hasil yang mau dicapai), sehingga gerakan(aktivitas) untuk mencapai sasaran menjadi aktivitas komisi-komisi dalam kebersamaan. Sebagai contoh, beliau merumuskan cita-citanya tentang keluarga: “mewujudkan keluarga kristiani sejahtera yang beriman tinggi (militan) dalam  wilayah Keuskupan Ketapang". Tujuan umum ini akan terurai logis dan  kongkrit dalam tujuan kusus (input) yang dirumuskan masing masing oleh komisi. Indikator hasil dari tujuan juga dirumuskan ditingkat komisi berdasarkan aktivitas yang disusun untuk mencapai output. Nah bila program ini digarap bersama dalam komisi-komisi akan menjadi gerakan bersama yang indah, harap beliau. (pls.u)

Selasa, 18 November 2014

Disbun Ketapang blusukan



 
Ir.Laurensius Sikat.G, tengah, penanaman karet unggul.
 Caritas Ketapang.ckk – Karet adalah salah satu dari 9 komoditi yang menjadi andalan Pemerintahan Kabupaten Ketapang, tegas Ir. Laurensius Sikat.G dalam pengarahan singkatnya dihadapan  Kolompok Swadaya Masyarakat, Silir Pancur Aji dan Pateh Banggi di Giet,  dalam penanaman perdana karet unggul, Jumat,14 November 2014 siang hari.

Kepala Dinas perkebunan Ketapang ini disambut hangat oleh KSM karena berkenan datang ke pelosok pedalaman, dan  gencar mensosialisasikan program penanaman karet unggul mengimbangi perkebunan sawit besar besaran oleh perusahan swasta. Sawit jalan, karet juga harus jalan, jangan terpancang dengan satu jenis komuditi saja pesan beliau.
 
Sejumlah warga Giet dan Sie Bansi yang dijumpai Caritas, jumat sore usai penanaman karet unggul, mengaku terkejut dan sekaligus gembira, baru kali ini ada pejabat Dinas bersedia datang ke daerah pelosok seperti daerah kami ini. Salah satunya seorang petani karet yang kini belajar mengokulasi bibit karet unggul, Sojung (42) .

“Saya sudah lama merindukan kehadiran pejabat di dusun kami yang terpencil ini, apa lagi hadir membawa program " kata Sojung, saat tengah berbicang dengan Bapak Kepala Dinas di Kebun pak Pede tempat penanaman perdana karet unggul jenis IR di  Dusun Giet  Desa Merawa Kecamatan Simpang Hulu.

Sojung mengatakan, dengan menanam karet unggul, kami berharap ada peningkatan pendapatan dan perubahan cara mengelola kebun karet “tepoh”, tanam tinggal ke cara tanam teratur dan terawat. 

Menurut Sojung, kebutuhan ekonomi keluarganya akan semakin meningkat, tanah semakin sempit, perkebunan sawit sekala besar tak terhindari. Apalagi, dua dari tiga anaknya saat ini masih membutuhkan biaya pendidikan. Perlu revolusi mental, imbuhnya bersemangat.

Petani karet lokal di wilayah Giet dan sekitarnya, Pak Desi (52), juga mengungkapkan hal yang sama. Ia tak mengira bahwa Pak Disbun tetap nekat mendatangi dusun Giet, pasalnya dalam keadaan hujan, jalan yang menghubungkan dusun dan desa ke kecamatan akan sangat licin dan mengerikan. Rupanya Bapak Kepala Dinas Perkebunan paham bener keadaan jalan pedalaman, karena beliau juga adalah putra pedalaman asal desa Karangan Kec. Marau. Akan tetapi, ia, pak Desi  berharap, pemerintah benar-benar memberi perhatian dan bantuan untuk kepentingan masyarakat.

"Maunya bapak-bapak pemerintahan bila perlu Bupati sesekali  blusukan gini, mobil tidak lolos numpang motor masyarakat, ini baru pejabat".Ujarnya.

Sudah dua tahun usia KSM Siling Pancur Aji dan Pateh Banggi, menurut Desi, ia mendapatkan pendampingan dari Caritas Keuskupan Ketapang. Desi mengatakan, pendampingan selama ini benar-benar memberi motivasi bagi kami untuk serius bekerja sama bahu membahu  dalam kelompok, ini yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kali ini, ia berharap, pemerintahan daerah  selaku pemangku kepentingan dan mitra benar-benar memperhatikan nasib kami orang pedalaman.

Sebelumnya Disbun juga sudah mengadakan pelatihan untuk para pengurus kelompok agar trampil menanam sumber mata entres dan mahir okulasi di pusat kecamatan,Rabu,12-13 November di demplot milik Koordinator CKK, Aloysius Rahmad km.4 Balai Berkuak. Keling sebagai instruktur pelatihan sungguh bersemangat. Ia mengatakan: betapa anthusiasnya peserta mengikuti latihan "
Salam tempel karet selalu.(Jelly)

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com