CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Kamis, 24 Juli 2014

kegiatan startup meeting CMLP-2

perhatian tertuju pada perubahan budget

direkturku

Kunjungan Bapak uskup ke Simpang dua







Anak-anak adalah media mewariskan tradisi.... kunjungan uskup ke Simpang dua





 Caritas Ketapang, “Anak-anak adalah media utama mewariskan tradisi iman”, tegas Mgr. Pius Riana Prabdi, pada setiap tatap muka, dalam kunjungan pastoral ke paroki St, Mikael Simpang dua, stasi Keranji, Natai Pemocah,Mentawabiring, Pantan, dan Sui Dua, Keuskupan Ketapang, 19-23 Juli 2014.

Tiga hal yang harus difahami dan dibatinkan oleh  umat, pertama bersyukur atas benih iman yang telah diterima melalui pembaptisan, kedua, merawat dan memelihara dengan tekun melalui doa, melalui perayaan-perayaan iman, dan ketiga, mewariskannya kepada anak-anak. Ucap Uskup yang akrab disapa Mgr. Pius dalam setiap kali wejangan bijaknya.

Saya ingin pengalaman iman yang saya peroleh dari orang tua saya waktu kecil, yaitu menerima tanda salib di dahi saya dan ibu saya meniupkan nafas ke ubun-ubun saya  sambil mengatakan, “smoga anak-ku tetap setia mengikuti Kristus”, dapat menjadi tradisi yang dilakukan oleh orang tua pada anaknya menjelang tidur. Apakah bapak ibu bersedia……dan apakah anak-anak mau mengingatkan bapak dan ibu kalian, dengan klok… sambil menotok dahi, mama berkatnya belum……. Nasehat yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mengalir membuat anak anak habis sembahyang berlari-lari kecil, bilang, romo-romo,klok…sambil ketuk dahi… tanda salibnya dong.

Kunjungan yang menjadi cita-cita beliau untuk dapat bertemu langsung dengan umat stasi-stasi menjadi agenda prioritas yang disusun rapi dan selalu dikomunikasikan kepada setiap pastor paroki pedalaman. Dari 14 stasi Simpang dua, tinggal 2 stasi yang belum dikunjungi bapak Uskup, yaitu stasi Otong dan Sibori, stasi kecil saja, ungkap Rm. Ubin pastor paroki Simpang Dua pada acara pemberkatan gereja st. Lukas Sungai dua yang menjadi pengujung kunjungan Bapak uskup kali ini.
Meski letih, Uskup yang menyetir sendiri mobil ke pedalaman melewati jalan-jalan berlumpur, saat bertemu anak selalu gembira, dan menyempatkan diri bermain  dengan anak-anak dan tidak jarang mendengarkan anak berceitra. Kami terkesima ketikan beliau bertanya ayo hari ini hari apa, hari apa suster, hari apa anak-anak, …hari bermain, teriak anak-anak sesuka hatinya… bapak uskup tetap saja meladeni kicau anak-anak.

Ternyata, hari itu tgl, 23 Juli 2014 adalah hari anak-anak sedunia. Mgr Pius Riana Prabdi, sosok yang sangat pemperhatikan anak-anak pedalaman, yang memang hampir sering luput dari perhatian kita, mengajak umatnya untuk mewariskan tradisi gereja yang baik, seperti memberi tanda salib pada dahinya, ketika lewat di depan kapel atau gereja,bisikan; itu rumah Tuhan anakku, hal-hal yang sederhana.

Setiap memasuki kampung ataupun stasi, umat menerima dengan sukacita, dengan tradisi adat yang kas, menari, disuguhi tuak yang harus diminum, tanda selamat datang Yang Mulia. Kemudian  beliau  melewati upacara injak telur dan injak besi (parang), dibusanai, dan beliau pasrah saja menerima semuanya karena kita adalah bagian dari tradisi juga. Ucap beliau sambil menari dengan anthusias.

Pada penutup kunjungan  selama  5 hari, beliau memimpin Ekaristi di kapel Suster-Suster Sang Timur, 23 Juli 2014. Sesudah perayaan kami sempat sharing bersama, berceritra tentang pengalaman-pengalaman kecil saja. Hadir dalam sharing tersebut, RD.Made, RD.Ubin, Fr.Frans, katekis Marsel dan  4 suter.Salah satu Suster berceritra, hatiku terharu bisa hadir berceritra dengan orang kampung, duduk berdoa di kapel stasi ukuran 4x4 meter, entah kenapa aku bisa kusuk berdoa di tempat yang kayaknya tidak pernah dipakai, dan dibersihkan. Bukankah Yesus juga hadir di kandang yang hina, papar Sr. Lusia PIJ.
Itulah kunjungan Bapak uskup, sederhana saja, tidak spektakuler, karena intinya adalah berkomunikasi dengan bahasa umat dengan segala situasinya. (md)



Start-up Meeting CMLP tahap 2



Caritas Ketapang. Start up meeting untuk CMLP tahap dua, telah dibuka oleh Rm.Adrianus Suyadi SJ, selaku direktur Karina, 17 Juli 2014 di Kantor cabang Caritas Balai Berkuak, Ketapang Kalimantan Barat dengan anthusias.

Caritas Austria selaku mitra  Karina telah menyetujui untuk melanjutkan kerjasama tahap kedua bidang pemberdayaan communitas dengan metoda community managed dengan perubahan strategy yang  fokus pada livelihood karet, ucap beliau mengawali perjumpaan dengan staff caritas Keuskupan Ketapang.

Strategy ini tentu berdampak pada terjadinya perubahan anggaran pada poin-poin tertentu pada budget yang telah dirancang menjelang closing CMLP tahap pertama April tahun 2014, namun perubahan tersebut tidak mengurangi pemantapan kegiatan program secara signifikan, tambah Lora, staff progam CMLP Karina yang juga hadir saat itu.

Penguatan pada  kemampuan masyarakat dampingan untuk semakin melindungi tanahnya dari kecendrungan melepaskannya  untuk kepentingan perkebunan sekala besar, menjadi misi utama pendampingan Caritas Keuskupan Ketapang, sehingga sertifikasi kepemilikan tanah secara legal menjadi program yang sangat strategis. Tentu saja ini langkah besar dengan biaya yang besar, papar Aloysius Rahmad, koordinator lapngan progam CMLP.

Gagasan untuk lebih bergerak pada  profilling persoalan kepemilikan tanah, dengan pemetaan yang terukur dan terekam jelas, perlindungan pada area-area milik petani kecil, mungkin langkah-langkah yang perlu diprioritaskan terlebih dulu, dan ini bukan perkara yang mudah, pesan yang sangat jelas disampaikan oleh Sivia, Caritas Austria, tutur Lora mengkompilasi hasil kesepakatan CMLP tahap 2 dengan Karina untuk Caritas Ketapang.

Community managed livelihood promotion, lebih dikenal CMLP, dan fasih dilafalkan oleh komunitas dampingan yang rata-rata tidak tamat SD, adalah model pemberdayaan partisipatif yang berbasis pada proses,  dari dan untuk komunitas, start from what they have, release but not relief, telah berlansung sejak April 2012. Namun pada tahap kedua ini, kita harus lebih keras lagi hadir ditengah mereka untuk menemani komunitas meneruskan prosesnya tapi juga menikmati hasilnya. Sudah saatnya kita memperkenalkan pelayanan yang bersumber pada hasil setelah melalui proses CMLP tahap pertama. (Md.)


Kamis, 10 Juli 2014

foto kegiatan training kepemimpinan di Sepotong dan Kepari

anthusias

mari berproses

riang bermain

saya pak

training kepemimpinan ibu-ibu






CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG. Kelompok swadaya masyarakat (KSM) sangat penting karena menjadi sarana membangun masyarakat yang riseliens (tangguh terhadap bencana) melalui kajian, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan penilaian kegiatan masyarakat. Caritas Ketapang  dengan mitra IFACS telah mengadakan training kepemimpinan organisasi dalam rangka mengisi kegiatan monitoring atas kesepakatan konservasi hutan yang dilindungi oleh masyarakat di Desa Kepari dan Sepotong, pada tanggal 28-30 Juni 2014.

Para peserta training dari kelompok ibu-ibu sangat anthusias mengikuti kegiatan ini, karena baru pertama kali diadakan di desa ini, kata Aloysius Racmad koordinator lapangan Caritas.

Kaum perempuan harus diberi kesempatan untuk bersama belajar memahami konflik, belajar merencanakan keuangan dengan mencatat secara sederhana. Ibu ibu juga diperkenalkan bagaimana mengenali pemangku kepentingan yang dapat mereka ajak untuk semakin memberdayakan mereka dalam mimpi yang kecil dengan aksi besar, ibu ibu juga dipromosi untuk mampu tampil sebagai pemimpin dalam organisasi,tutur Jeli Peuyoh sebagai nara sumber.

Ada 117 ibu-ibu yang hadir dalam dua hari pelatihan di dua desa. Sebelumnya juga telah diadakan kegiatan pemetaan nilai kehidupan tinggi (NKT) melalui program pelestarian hutan oleh masyarakat yang berbasis matapencaharian dengan utamanya melindungi nilai tinggi yang dimilik hutan. Hasil dari identifikasi nilai hidup dituangkan dalam peta yang kemudian disepakati untuk dijaga dimonitoring dilindungi dengan berbagai cara.

Yang menarik adalah  adanya rencana kesepakatan melindungi nilai kehidupan yang sudah tergambar dalam papan peta CCLA ini, akan ditandai dengan upacara adat bebantant Masyarakat adat Kepari tgal 17 Juli 2014. (md)
                                                                    
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com