Rabu, 28 Oktober 2015

Hujan mengguyur Ketapang, pertanda asap akan berkurang?





Ketapang diguyur hujan
Caritas Ketapang.com – Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Ketapang dan wilayah sekitarnya selama kurang lebih satu jam, Rabu, 28/11/2015 pk 18.30 membuat warga Ketapang bergairah dan anthusias. Sangat bisa dipahami karena sejak 3 bulan terakhir Ketapang gelap sendu, sesak nafas, perih mata, dan terkadang kepala pusing, dikepung asap padahal berbagai  aksi pengurangan resiko bencana asap sudah dilakukan, seperti menyiram titik api di wilayah gambut Pelang, namun asap semakin tebal saja.

Nampaknya harapan satu satunya ditumpahkan pada alam kembali, setelah jiwanya disakiti, paru-parunya dilubangi oleh kerakusan mahluk ciptaan dengan pembakaran hutan  gambut dan perluasan lahan perkebunan. Sebagian orang yang sejak awal mengingatkan jangan lagi ada ijin pembukaan lahan, mensyukuri pristiwa ini, agar terjadi pertobatan masal. Ya mereka sudah putus asa. Mereka sudah tidak tahu mau buat apa lagi dengan asap ini. Gerakan membagi-bagikan masker hanya menjadi gerakan iba hati sesaat saja.

Ataukah memang kita sudah tidak peduli lagi dengan situasi terpapar oleh dampak asap di Ketapang, sebab jarang yang memberitakan pekatnya asap di Ketapang di Media National. Sayangnya  para pemangku kepentingan merasa aman saja oleh kurangnya pemberitaan yang memilukan seputar  Ketapang, sehingga mereka tenang-tenang saja. Dulu ketika Ketapang diklaim sebagai pengirim dan penghasil  asap terbesar, para punggawa Ketapang dibawah pimpinan (PJ) Bupati, bergerak cepat.

Sekarang setiap asap mengepung Ketapang  mereka bilang “Anggap saja ini asap kiriman dari Kaltim”. Debat calon Bupati  Ketapang yang diselenggarakan KPU sebatas prihatin atas musibah asap, (mereka bilang musibah) dan banyak yang berjanji akan menindak tegas para pelaku namun siapa yang peduli dengan lingkungan hidup ke depan. Disisi lain  masyarakat yang membakar ladang baru,  tidak merasa bersalah karena ini sudah warisan bertahun-tahun, dan luasnya juga tidak seberapa dibandingkan perluasan lahan yang tetap diterbitkan untuk perkebunan sawit.

Serasa tidak ada jalan keluar lagi, serasa tidak perlu lagi gerakan pengurangan karhutla (kebakaran hutan dan lahan), serasa semua bisu, serasa apa yang telah dilakukan tidak berdampak.

Dan hujan telah mengguyur Ketapang, namun lihatlah besok, asap akan datang lagi karena luasnya hutan dan gambut yang dikeringkan dan kini  terbakar.

Ingin rasanya menyampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan  bahwa sesudah usaha pemadaman kebakaran dengan helikopter selanjutnya tidak ada gerakan  pengurangan karhutla  di Ketapang, kecuali menebar himbauan lewat sepanduk "desaku bebas api" atau dilarang membakar. 

Kini yang hiruk pikuk,lalu lalang adalah  bunyi alat berat di wilayah Tanjung Beulang Serangkah Kecamatan Tumbang titi, meski ijin pembukaan lahan baru sudah tidak diterbitkan lagi, namun “ijin extension (perluasan ) nampaknya berjalan mulus untuk perusahan tertentu. Itu aja sih. (suklan)

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com