Kamis, 28 September 2017

RESILIENSI WARGA TANJUNG PASCA BENCANA BANJIR

Pasca bencana banjir bandang di Tanjung 29/8, "ada 14 KK kehilangan tempat tinggal, diantaranya 3 rumah hanyut dan sisanya rusak berat," jelas Mimi tim relawan posko ketika ditanya dalam rapat FGD identifikasi masalah & rencana kontigensi 25/9. Hasil kajian 2 identifikasi korban 10/9 oleh Caritas Keuskupan Ketapang dan Caritas Indonesia serta tim posko Tanjung juga menemukan kapasitas yang masih dimiliki oleh warga adalah mereka masih punya kebun untuk menyadap terutama bagi ibu janda atau rumah tangga yang tidak jadi buruh perkebunan sawit, sebagian dari mereka masih punya tabungan di Credit Union Gemala Kemisiq untuk modal berusaha. Namun mereka dalam 3 bulan kedepan (oktober-des) masih trauma takut banjir datang lebih besar lagi karena masa itu adalah masuk awal musim penghujan seperti peristiwa tahun biasanya. Banyak warga terutama para ibu rumah tangga dan anak yang sengaja belum mengemas kembali pakingan barang dalam karung mau pun kantong dan tas.

Situasi lain juga menunjukan adanya pembangunan kembali jembatan darurat penghubung antar dua desa, jembatan penghubung kerapkali dipakai antar warga desa Tanggerang mau pun desa Teluk Runjai sebagai jalan transportasi umum dan jalan menuju usaha tani. Namun di tempat lain dibagian hilir dua desa tadi belum ada jembatan darurat yang dibanagun, tampak aktifitas anak sekolah terpaksa menyebrang dengan meniti dahan dahan dan batang pohon besar yang melintang di sungai Jelai tersebut.(Papin)



www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com