Selasa, 12 September 2017

Bendera Merah Putih Berkibar Di Tengah Reruntuhan Rumah Terdampak Banjir Sungai Jelai

Photo by Danang

Bendera Merah Putih kebanggaan Bangsa Indonesia berkibar di tengah reruntuhan bangunan rumah yang terdampak banjir Sungai Jelai (30/08/17). Tidak ada yang mengetahui siapa yang memasang bendera tersebut. Sungai Jelai memang tidak pernah banjir sekurang-kurangnya 50 tahun terakhir ini. Menurut banyak penduduk yang puluhan tahun tinggal di bantaran Sungai Jelai, bencana banjir yang terjadi selama ini, tidak pernah sebesar ini. Meski tidak ada ucapan resmi pemerintah "turut prihatin" kepada korban, bencana ini tetap merupakan bencana terbesar sepanjang sejarah sungai Jelai.
Tidak ada korban jiwa yang tercatat sejauh pengamatan tim pendataan Posko Bela Rasa Paroki St Maria Assumpta Tanjung. Namun demikian, menurut data yang dihimpun tim per 8 September 2017, ada setidaknya 13 rumah yang mengalami kerusakan berat, dan ratusan rumah yang  rusak karena terendam air luapan sungai. Selain itu, banyak penduduk yang kehilangan harta, ternak, lahan pertanian dan Saat ini, tim pendataan yang dikoordinir oleh RD Bernardus Tedy Prasetyo sedang memusatkan perhatian untuk mendata secara khusus 75 Kepala Keluarga (KK) di desa Tanggerang agar dapat memperkirakan jumlah keseluruhan kerugian yang diakibatkan oleh banjir sungai Jelai yang melanda 17 Desa di Kecamatan Jelai Hulu maupun Manismata. "Data menyeluruh mengenai kerusakan bangunan ini sangat diperlukan untuk masa setelah emergency respon," kata Mgr Pius Riana Prapdi, Uskup Ketapang.
Sejak kunjungan beliau pada tanggal 1 September 2017, Mgr Pius menekankan pentingnya sikap bela rasa bagi korban terdampak banjir. Bela rasa adalah sikap dasar yang harus dimiliki para relawan untuk berjuang dan ikut serta merasakan apa yang dirasakan para korban bencana. Dengan sikap demikian, relawan harus membantu agar korban betul-betul dipulihkan. Oleh karena itu, bantuan dibagi dalam tiga masa yakni, Emergeny Respon (Tanggap Darurat), Reconstruction (Perbaikan), dan Recovery (Pemulihan). Mgr Pius menetapkan Vikaris Jenderal Keuskupan Ketapang, RD Laurentius Sutadi menjadi ketua umum Posko Bela Rasa Paroki St Maria Assumpta Tanjung. Sementara itu, RD Eduardus Banggut, pastur kepala paroki St Maria Assumpta Tanjung ditetapkan sebagai koordinator lapangan posko. (MoNdhan)
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com