Sabtu, 09 April 2016

Jalan Panjang menuju Perubahan mindset (2)




Pada tanggal 30-31 Maret 2016 kami mendapat kesempatan untuk hadir, melihat, merasakan kembali hidup ditengah komunitas Jangat, Kontok, Sie Bansi dan Giet. Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat perkembangan yang sudah terjadi, menggali dan mengidentifikasi capaian-capaian, mengenali tantangan dan tidak lupa saya mencoba melihat dampak pendampingan Caritas bagi penduduk lain yang tidak memperoleh kesempatan untuk didampingi.
Bagi KSM rapat bulanan sebagai sarana untuk kemandirian kelompok, manfaatnya sangat mereka rasakan, disanalah mereka mendiskusikan rencana mereka, menyusun rencana kerja mereka, meski tantangan utama mereka yang terjadi adalah pengurus kadang tidak mempersiapkan dengan baik, sehingga kehadiran fasilitator lalu sangat dominan. Ini kurang sehat bagi pergerakan organisasi kelompok.

Meningkatkan kemampuan kelompok untuk bisa membuat proposal sederhana berdasarkan kebutuhan yang riil dan nyata, adalah sebuah kebutuhan pokok saat ini. Pemda, Kecamatan,Desa, menyiapkan banyak bantuan yang bisa diakses dengan mengajukan proposal. Alangkah berguna dan sangat membantu kalau kesempatan ini dimaksimalkan bersama fasilitator. Hanya sangat disayangkan kelompok tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Proposal asal jadi dan terkesan asal sesuai dengan pesanan. Ini kurang baik untuk kemandirian kelompok.

Menarik untuk mencermati pengalaman anggota kelompok ketika mengisahkan pengalaman mereka meningkatkan ketrampilan mereka mengokulasi bibit karet unggul. Ada kebanggaan mampu menghasilkan bibit karet unggul dari tangan mereka sendiri. Hanya saja ketika ditanya apakah keahlian anda ini mampu menjadikan kegiatan ini sebagai lahan pekerjaan baru yang mendatangkan penghasilan tambahan. Mereka tidak yakin mereka masih belum mantap, bahkan memberi kesan ini pekerjaan untuk belajar saja, bukan untuk kehidupan.

Pendampingan lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan tanah pekarangan atau tanah lahan karet untuk tanaman sela. Awal awalnya mereka sedemikian anthusias, namun untuk masa tanaman berikutnya mereka lesu, alasannya tanaman tidak subur, banyak hama, hasil kurang, pekerjaan ribet. Sangat bisa difahami, karena selama ini tanaman muda seperti sayur, kacang, mentimun, terung, cabe adalah tanaman tambahan untuk memanfaatkan kesuburan tanah bakaran untuk ladang padi. Tidak usah merawat namun akan hidup subur. Hanya saja karena semua orang menanam pada waktu yang sama, hasil berlimpah dan tidak ada yang mau beli.

Jalan panjang menuju sebuah perubahan cara kerja, cara pikir, cara pandang, cara tutur, cara laku masih sangat jauh, kendati Caritas sudah hampir 4 tahun hadir menemani mereka. Ketergantungan anggota untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi masih tinggi. Hubungan antar anggota dan pengurus belum terjalin baik. Belum ada rasa memiliki. Padahal praktek pengorganisasian masyarakat pada level kearifan lokal sudah sangat biasa dik kampung. Pengetahuan ketrampilan yang sangat erat dengan mata pencaharian mereka seperti menanam karet baik yang lokal maupun secara unggul, belum menjadi sebuah milik yang harus diperjuangkan mati-matian. Belum merasa rugi kalau praktek okulasi belum berhasil. Pencatatan atau buku kas harian masih dianggap sebagai beban.

Sangat tidak mudah mengubah mindset kelompok yang terbiasa tergantung, dimanja alam, serba enteng dalam memenuhi kebutuhan primer. Oleh karena itu pendampingan yang terus menerus dan tidak beroirentasi hasil dan capaian  melulu tetap menjadi rekomendasi kami ke depan. 

Saat ini pemerintah telah mengirim pendamping-pendamping desa yang direkrut dan mengetengahkan profesionalisme tinggi, namun ke depan tetap saja sangat diperlukan pendamping yang memiliki hati, dan bersedia hadir (benar-benar tinggal bersama komunitas untuk saling belajar).

Memperkenalkan cara bekerja dengan terukur, berdasarkan  data sangatlah tidak mudah, oleh karena itu mencatat, mendokumenkan data dengan cara tabulasi  data lapangan menjadi cara belajar yang baru dalam pemberdayaan kelompok. Refleksi bulanan untuk para pendamping akan sangat membantu memberi penguatan  dan tetap annthusias dalam pendampingan.(PA)
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com