Rabu, 22 Juli 2015

TANTANGAN KELOMPOK IBU BERTANAM SAYUR DI TANJUNG BEULANG

Daun Sirih
Kelompok ibu dampingan Caritas melakukan budidaya tanaman muda di Tanjung Beulang menghadapi banyak tantangan. Musim kemarau panjang kesulitan menyiram tanaman kebun bersama karena sulit air dan kalaupun ada jauh sekali mengambilnya dengan dirigen. Oleh karena keterbatasan air, mereka hanya menyiram seadanya dan membersihkan gulma disekitar bedeng tanaman. Dampak perubahan iklim juga semakin mempersulit keadaan, semua tanaman selain kekurangan air juga rentan terserang hama dan penyakit. Lebih parah lagi, tidak hanya dampak perubahan iklim memperparah keadaan tetapi gangguan ternak liar seperti babi merusak tanaman sayur kelompok ini.

Sawi Lokal
Walau pun keadaan demikian, kelompok ibu ini tetap berusaha melakukan upaya pencegahan dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Sistem tanaman tumpang gilir sangat bermanfaat menggantikan tanaman sayur yang tidak tahan pada musim kemarau. Tanaman yang mampu hidup ditanah walaupun kurang air adalah  seperti lengkuas, kunyit dan jahe dan pemasarannya pun tidak sulit juga di kampung karena merupakan kebutuhan pelengkap bumbu sayur dapur jadi tidak perlu menunggu musim ladang panen baru mendapatkannya. Mengatasi gangguan ternak liar, mereka bergotong royong memperbaiki pagar yang sudah  rusak termakan usia.  

Selain upaya yang dilakukan oleh kelompok, fasilitator juga melakukan pendampingan lebih intensif lagi untuk penanaman sayur-sayuran dan rempah-rempah serta memberikan pengarahan tentang penanaman tumpang gilir, untuk memutus mata rantai hama dan penyakit. (Budin)
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com