CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Rabu, 22 Juli 2015

Kreatifitas Ibu-Ibu Membuat Bahan Pangan Lokal Untuk Penambahan Gizi Anak




 Pendampingan fasilitator membuat bahan pangan lokal untuk penambahan gizi anak bagi kelompok ibu di Tanjung Beulang tidak sia-sia. Sejak memperoleh ketrampilan dan pengetahuan, ibu-ibu semakin bergairah meningkatkan kemampuan mereka dalam hal mengolah bahan olahan lokal. Ternyata ubi yang berserakan di pondok bisa dijadikan makanan yang enak. ucap seorang peserta latihan. 

Hal ini bisa dilihat dari munculnya ide baru yang inovatif dan kreatif dari ibu-ibu membuat bahan dari pangan lokal. Awalnya sekedar dikonsumsi bersama saja, tetapi akhir-akhir ini menjadi sebuah bisnis yang cukup menjanjikan untuk menambah penghasilan,jelas ibu Bita. 

Mereka mudah menjualnya disekitar kampung dan konsumennya pun tidak hanya dari kalangan anak-anak tetapi orang dewasa pun doyan. Beberapa jenis aneka olahan kue diproduksi dan dijual adalah donat, keripik, tape dan lain sebagainya. (Budin)

INTERVENSI PROGRAM DA DI TANJUNG BEULANG MEMBERI MANFAAT

Tanaman Serai

Intervensi program DA dan pendampingan Caritas Keuskupan Ketapang sudah dirasakan manfaatnya oleh kelompok ibu dan bapak di tanjung Beulang. Manfaat yang dirasakan adalah sayuran sudah terawat dengan baik berkat ketrampilan berbudidaya tanaman muda yang diproleh, praktek tanaman mudah dan tidak harus di ladang, bibit rempah lokal seperti kunyit, jahe, serai, dan tanaman jagung, sawi lokal (sensabi), terong, kacang tanah, gambas dan lain sebagainya tidak tersimpan terlalu lama sebagai benih. Melakukan budidaya tanaman muda ini bisa di sekitar pekarangan rumah atau buat kebun sendiri yang tidak jauh dari rumah tetapi harus dipagar supaya aman dari gangguan ternak.


Tanaman Timun Lokal
Kelompok bapak-bapak juga aktif melakukan budidaya ini, ada yang sudah menanam dikebun sendiri, dan sudah mampu menjual hasil tenaman sendiri, contohnya keluarga pak Bito, yang sebelumnya sempat berpendapat kalau tanaman ditanam diluar musim tidak akan menghasilkan dengan baik. Sekarang menjadi sebaliknya, berkat rasa penasaran dan perlu bukti yang kuat pak Bito dan istri sudah mencoba penanaman sayur sendiri dan didampingi fasilitator ternyata membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Beberapa bulan terakhir ini keluarga mantan alias “Thomas” ini sudah berapa kali menjual hasil panennya? Apalagi peluang yang ada adalah saat ini orang-orang yang ada dikampung lebih suka membeli sayuran hasil tanaman dari kampungnya sendiri dibandingkan dengan pedagang keliling dari luar kampung. Faktor penyebabnya antara lain berorganik, hasil tanaman bagus dan lebih terjangkau harganya. (Marsel)

TANTANGAN KELOMPOK IBU BERTANAM SAYUR DI TANJUNG BEULANG

Daun Sirih
Kelompok ibu dampingan Caritas melakukan budidaya tanaman muda di Tanjung Beulang menghadapi banyak tantangan. Musim kemarau panjang kesulitan menyiram tanaman kebun bersama karena sulit air dan kalaupun ada jauh sekali mengambilnya dengan dirigen. Oleh karena keterbatasan air, mereka hanya menyiram seadanya dan membersihkan gulma disekitar bedeng tanaman. Dampak perubahan iklim juga semakin mempersulit keadaan, semua tanaman selain kekurangan air juga rentan terserang hama dan penyakit. Lebih parah lagi, tidak hanya dampak perubahan iklim memperparah keadaan tetapi gangguan ternak liar seperti babi merusak tanaman sayur kelompok ini.

Sawi Lokal
Walau pun keadaan demikian, kelompok ibu ini tetap berusaha melakukan upaya pencegahan dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Sistem tanaman tumpang gilir sangat bermanfaat menggantikan tanaman sayur yang tidak tahan pada musim kemarau. Tanaman yang mampu hidup ditanah walaupun kurang air adalah  seperti lengkuas, kunyit dan jahe dan pemasarannya pun tidak sulit juga di kampung karena merupakan kebutuhan pelengkap bumbu sayur dapur jadi tidak perlu menunggu musim ladang panen baru mendapatkannya. Mengatasi gangguan ternak liar, mereka bergotong royong memperbaiki pagar yang sudah  rusak termakan usia.  

Selain upaya yang dilakukan oleh kelompok, fasilitator juga melakukan pendampingan lebih intensif lagi untuk penanaman sayur-sayuran dan rempah-rempah serta memberikan pengarahan tentang penanaman tumpang gilir, untuk memutus mata rantai hama dan penyakit. (Budin)

RKT KSM FOKUS PADA KEMANDIRIAN, BUDIDAYA KARET & TANAMAN MUDA, DAN KEUANGAN LITERACY KELUARGA





Penyusunan RKT baru periode Agustus 2015 s/d Juli 2016, berfokus pada target untuk mencapai 4000 batang bawah. Budidaya bibit karet batang bawah  yang ada saat ini masih jauh dari target. 
Program pengembangan tanaman muda yang semula direncanakan memilih lokasi di sekitar pekarangan rumah, tidak terlaksana. Ibu-ibu kawalahan dengan banyaknya gangguan ternak yang lepas bebas. Mereka sepakat untuk kembali ke pondok ladang, karena menurut anggota resikonya kurang. Nah inilah cara pikir yang harus diubah. Berkebun utamanya adalah belajar merawat dan mendapatkan hasil yang baik dan bisa dihitung. Mari kita tinggalkan cara berpikir tanam gampangan.

Praktek pengelolaan ekonomi rumah tangga (PERT) untuk anggota masih memerlukan pendampingan dengan sistem per kepala keluarga. Fasilitator nampaknya perlu lebih aktif dan penuh perhatian membimbing bagaimana mencatat uang masuk dan wang keluar. 

Dari evaluasi kita telah memperoleh gambaran bahwa banyak program RKT tidak jalan. Alasan yang mengemuka selalu sama. Sibuk di ladang. Mohon perhatian kita semua.

Jon Tak Berkutik, Ketika disimulasi Kajian Kalender Musim & Kegiatan Keseharian

Sebelum pengurus dan anggota KSM UK mulai menyusun RKT baru atau rencana kerja tahunan periode Agustus 2015 s/d Juli 2016, fasilitator (Stepanus Adiyanto) mengajak peserta rapat menganalisa pengalaman salah satu anggota (Jon) terhadap kalender musim setempat dan pengalaman kegiatan keseharian pribadinya sebagai contoh untuk menarik pembelajaran mengatasi “sibuk”. 

Hasil kajian kegiatan keseharian menyatakan bahwa Jon memiliki waktu luang cukup untuk berkegiatan dalam kelompok maupun keluarga dan kegiatan non kelompok lainnya. Hal ini menandakan seorang seperti Jon saja tidak bisa mengelola waktu dengan baik dan membagi peran dalam keluarga dengan baik juga,apalagi yang lain. Sedangkan, hasil kajian kalender musim menyatakan kondisi yang kurang lebih sama bahwa tidak semua bulan dan tidak setiap minggu adalah padat oleh kegiatan non KSM. 

Dua alat kajian ini sangat membantu agar anggota KSM mampu berdaya ubah dan tidak miskin ide membagi waktu berkegiatan KSM demi masadepan keluarga yang resilien. Dengan demikan, Jon mengakui hal tersebut dan akan lebih aktif dan lebih baik lagi berkegiatan dalam KSM.

Analisa dua alat kajian ini disampaikan dengan tujuan untuk membantu anggota agar mengetahui dimana ada waktu luang dan mampu mengelola waktu yang baik dan bekerjasama dalam keluarga hingga ada pembagian peran kerja di masa pelaksanaan RKT mendatang. Dengan demikian, diharapkan bisa menjadi pedoman dalam  meminimalisir ketidakhadiran anggota pada setiap berkegiatan KSM. (PA)

80% Rencana Kerja Tahunan KSM Terlaksana

KSM Uncak Kontok
KSM Kak Jaka

Hasil evaluasi rencana kerja tahunan KSM dampingan Caritas menyatakan tingkat pelaksanaan RKT KSM Uncak Kontok dan Kak Jaka adalah 80% terlaksana. Sebaliknya periode RKT Agustus 2014 s/d Juli 2015 20%nya lagi tidak terlaksana diantaranya karena gagal mendatangkan tenaga penyuluhan peternakan dari Badan Penyuluhan Pertanian kecamatan karena pengurus KSM tidak mengkonfirmasi ulang dengan pihak terkait setelah gagal buat janji pertama, tidak jadi memotivasi masyarakat lain/non KSM membuat SKT lahan kebun karet karena anggota KSM sendiri merasa tidak enak hati kepada masyarakat bahwa belum selesai memproses persyaratan penerbitan SKT ke pemerintah desa. Pengurus juga tidak berhasil mencari dana pelatihan untuk penyegaran pengurus dan anggota.


Walaupun dua KSM di atas 80% RKTnya terlaksana, namun ada mengalami masalah dan tantangan ketika implementasi. Faktor pendukung yang menyebabkan hasil pelaksanaan RKT tidak maksimal adalah lagi lagi karena harus beradaptasi dengan kalender musim. Musim kerja berladang akan semakin menyita waktu anggota tidak bisa berkegiatan KSM, sikap putus asa melakukan budidaya karet unggul karena gangguan ternak sapi pada tanaman stum di lahan, dampak harga karet anjlok. Dan yang mengejutkan fasilitator adalah munculnya ungkapan anggota merasa agak malu meminta pendampingan secara pribadi kepada fasilitator karena takut tidak mampu menghidangkan konsumsi saat penemanan padahal hal tersebut masalah sepele dan fasilitator sudah dibiayai dari lembaga, fasilitator Adi menjelaskan.(Aly)

CKK:PENDAMPINGAN & FASILITASI RKT KSM

Rapat RKT KSM UK 14 Juli 2015
Rapat RKT KSM KJK 16 Juli 2015

KSM Uncak Kontok dan Kak Jaka sudah mengimplementasikan rencana kerja tahunan (RKT) periode Agustus 2014 s/d Juli 2015. Ada empat komponen rencana kerja yang telah disusun dan dilaksanakan oleh dua KSM ini; komponen pertama perlindungan karet, segala kegiatannya berkaitan dengan budidaya karet unggul. Komponen kedua pengembangan non karet, kegiatannya adalah terfokus pada budidaya tanaman muda dipekarangan rumah dan aplikasi pengisian buku kas keuangan keluarga bulanan yang sering disebut pengelolaan ekonomi rumah tangga (PERT). Komponen ketiga pengembangan KSM, kegiatannya berupa peningkatan kapasitas kepengurusan kelompok maupun anggota melalui pelatihan dan pembuatan proposal partisipatif, serta meningkatkan kemitraan dengan stakeholder eksternal. Komponen keempat adalah monitoring dan evaluasi rencana kerja tahunan.

Pelaksanaan RKT dua KSM ini berakhir pada bulan Juli 2015, maka dari itu perlu menjalankan komponen keempat yaitu melakukan evaluasi rencana kerja yang sudah dilaksanakan setahun lewat. Pasca evaluasi dan berpedoman hasil evaluasi KSM akan menyusun kembali RKT baru untuk periode Agustus 2015 s/d Juli 2016.

Tujuan evaluasi dilaksanakan adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat pelaksanaan RKT KSM, dan menarik pembelajaran selama setahun lewat perihal tantangan kesulitan dan faktor pendukung kegagalan dan KSM bisa melakukan evaluasi sendiri dan menyusun RKT baru.

Selama kegiatan berlangsung fasilitator lapangan hanya mendampingi proses. Proses awal evaluasi RKT lama dipimpin oleh salah satu anggota atau pengurus KSM. Selama evaluasi dan penyusunan RKT baru anggota lebih banyak berpendapat dan staf CKK membantu memberi masukan dan informasi.

Kehadiran Koordinator Lapangan (Aloysius Rachmad) dan Petrus Apin adalah selain observer sekaligus mendukung fasilitator lapangan dan KSM dampingan selama berproses.(PA)


ALOYSIUS RACHMAD: ANGGOTA KSM DIHARAP TERMOTIVASI BERUBAH LEWAT PELATIHAN PENYADARAN

Koordinator Lapangan CKK (Aloysius Rachmad)

Mengawali pertemuan refleksi PERT 13/7, di depan 7 peserta rapat Aloysius memaparkan latar belakang perlunya dilakukan refleksi dan evaluasi PERT bersama dengan CU SJ. Bahan yang disampaikan adalah data-data pendukung hasil midterm evaluasi program pendampingan KSM oleh CKK pasca setahun periode pendampingan KSM mulai Agustus 2014 s/d Juli 2015. Sejumlah capaian, tantangan, pembelajaran dan kondisi terakhir diharapkan menjadi modal refleksi bersama guna menemukan solusi dan metode atau bahkan terobosan baru dalam mengaplikasikan PERT yang lebih baik. Fakta dilapangan, sesungguhnya berdasarkan pengamatan dan data anggota KSM memiliki aset riil cukup memadai dan berpenghasilan.


Dalam sharing yang alot, menurut bapak dua anak ini masalah utama anggota adalah mindset. Mereka tidak punya target yang jelas dan tidak punya kebiasaan mencatat pengeluaran dan pemasukan. Usulan CU SJ mengundang KSM pelatihan penyadaran diharapkan mampu membawa anggota berpikir kritis dan mau melakukan perubahan. Penyadaran kritis lewat pelatihan ini saya anggap “cuci otak dulu”, apa yang kita sharingkan banyak mengarah ke soal mindset. Tapi jangan lupa, jika mengundang KSM ikut pelatihan penyadaran ini, perlu mencari waktu yang tepat. Seyogianya kita memilih waktu jeda antara kegiatan musim menanam padi (menugal) dan musim membersihkan gulma (merumput/miyobuh dalam bahasa kampungnya), hal ini adalah penting untuk diantisipasi oleh kita, ujar Aloysius. (Adi)

Selasa, 21 Juli 2015

Masalah Ekonomi & Budaya Melatarbelakangi Terbangunnya Mindset

Kabag SDM Credit Union Semandang Jaya (P.Conto)

Dalam kesempatan sharing dan berdiskusi dengan Caritas Keuskupan Ketapang 13/7 lalu Kabag SDM Credit Union Semandang (P.Conto) mengungkapkan keprihatinannya soal mindset sebagian anggota CU/masyarakat. Menurut beliau, yang melatar belakangi mindset yang merugikan ini terbangun adalah berbagai aspek. Aspek pertama adalah masalah ekonomi, orang kampung susah memproleh pendapatan yang lebih agar mencukupi biaya hidup terutama harga sembako semakin melambung tinggi naiknya, bayangkan membeli 1 kilogram gula pasir saja harus menjual karet 2 kilogram baru sepadan. Aspek faktor budaya dan gaya hidup konsumtif sangat tinggi semakin menunjukkan pola pikir dan sikap masyarakat yang sangat nampak dan ditambah harga komoditi karet rendah mempengaruhi pola budaya baru, mempengaruhi sikap.Terkadang masyarakat merasa tidak ada untungnya kalau berproses terlalu lama terhadap intervensi program budaya baru yang ditawarkan. Mengubah budaya dan pola pikir memerlukan proses yang lama. Terkait rencana tindak lanjut pengembangan diri bagi 82 kepala keluarga anggota KSM, mantan staf Koperasi Pancur Dangeri ini mengusulkan mungkin diperlukan klasifikasi dulu peserta yang akan dilatih berdasarkan level minat. Mengapa demikian, karena pendekatan pelatihannya pun berbeda antar minat tingi-sedang-dan rendah. Sebagaimana target Caritas dan CU SJ melalui intervensi pelatihan ini juga bagaimana memotivasi anggota menjadi anggota CU dan pelan-pelan mengubah pola pikir menjadi kebiasaan baik hingga akhirnya menjadi budaya baru yang bermanfaat pula. (Aly)

V.Kalun; Aset Riil Terancam Hilang Karena Anggota Pelan Pelan Meninggalkan Karet

Kabag Keuangan Credit Union Semandang Jaya (V.Kalun)

Kabag Keuangan Credit Union Semandang Jaya (V.Kalun) hadir dalam rapat evaluasi dan refleksi bersama Caritas 13/7 berpendapat bahwa menjadi catatan sendiri bagi CU SJ terkait komoditi karet murah. Sebagai lembaga keuangan berbasis masyarakat ini punya rasa tanggungjawab sosial kepada anggotanya, maka di setiap saat ada kesempatan dalam pendidikan anggota maupun capacity building staf selalu diperdalam berbagai aspek mengenai keprihatinan harga karet anjlok berdampak pada simpanan dan pinjaman anggota CU. Apalagi kecendrungan sekarang ini adalah sawit, pelan-pelan anggota meninggalkan karet. Menurut penuturan anggota yang pro tanaman sawit tahap awal budidayanya memang susah dan berat kostnya, tetapi pasca panen tingal menikmati hasilnya. Salah satu upaya yang pernah kami sarankan kepada anggota adalah boleh menanam sawit namun tidak perlu menjual lahan karet ke pihak lain. Karena, karet yang produktif sudah nyata hasilnya tinggal meningkatkan pemeliharaannya dan jangan sampai anggota mengurangi aset atau bahkan menghilangkan aset keluarga yang sudah familiar dengan mata pencaharian dan kapasitas mereka selama ini. (Adi)


B.Pinarko, Pengalaman Pendampingan Anggota CU

Kabag Kredit Credit Union Semandang Jaya (B.Pinarko)

Ketika sharing PERT bersama Caritas Keuskupan Ketapang 13/7, Kepala Bagian Kredit Credit Union Semandang Jaya (B.Pinarko) membagikan pengalamannya soal pola pikir anggota CU/masyarakat. Beliau membagikan pengalaman pribadinya, saya punya rasa kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar tetangga saya mengeluh dengan pendapatan menurun karena harga karet anjlok, muncul ide saya mengajak mereka menanam sayur yang mempunyai nilai jual. Awalnya mengajak 15 orang, dalam waktu seminggu berkurang tinggal 6 terakhir sisa 2 orang masih berkomitmen. Alasan anggota mundur dari komitmen tadi karena tidak terbiasa dengan sebuah proses. Kebiasaan praktis membuat mindset mereka terpatri. Padahal analisis peluang usaha sayur 1 ton tidak cukup untuk kebutuhan level kecamatan Simpang Hulu. Pengalaman pendampingan PERT bagi anggota CU; alasan tidak bisa menulis karena tidak tahu apa yang mau ditulis. Alasan umum : repot, hal kecil kok dicatat, apa sih yang mau di catat. Keinginan mereka konsep cuma satu, konsep mereka dapat uang dulu baru dicatat, karena keterbatasan cara mereka berpikir. Roadmap yang pernah dilatih CU belum memberi dampak perubahan prilaku ke arah yang lebih baik di level anggota/masyarakat.

KabagDit ini juga menyatakan sebagian anggota/masyarakat mudah terprofokasi oleh oranglain, apalagi saat sekarang lagi trendnya jual lahan dan budidaya tanam sawit. Cara cara instan ini semakin memperkuat budaya mindset tadi mengalahkan intervensi program kita kepada masyarakat. Namun ada temuan saya dan teman-teman CU sebuah pengalaman menarik yaitu anehnya anggota/masyarakat mau melakukan kewajiban kepada oranglain dan lebih bertanggungjawab lagi dibandingkan melakukan kewajiban untuk diri sendiri. Contoh simpanan wajib di CU susah dilakukan daripada bayar kewajiban kredit ke dealer, satu lagi mereka mau menabung kalau sedang dalam pengembalian pinjaman di CU jadi kesannya seperti harus dipaksa kali ya biar ada motivasi. Ini masih phenomenal.(Adi)


WARNING; PENDAMPINGAN HARUS INTENSIF, GIGIH, & SABAR


Setelah rapat refleksi dan evaluasi PERT bersama Credit Union Semandang Jaya, tim Caritas Keuskupan Ketapang mengadakan rapat lagi di kantor CMLP II di Balai berkuak. Koordinator Lapangan Aloysius Rachmad mengingatkan kembali soal sejumlah rekomendasi yang telah didapatkan waktu midterm bersama Karina dan hasil refleksi bersama CU SJ. Petrus Apin yang hadir menambahkan; tidak kalah pentingnya adalah kegigihan fasilitator lapangan dalam live in melakukan peningkatan hubungan (immersion) dengan kreatifitas pendampingan-variatif menginap-pendekatan personal-kejelian mengenal situasi dan mengidentifikasi kebutuhan anggota dalam berkegiatan KSM. Mengingat; pertama sejumlah capaian dalam berbudidaya karet unggul, berkelompok, dan perencanaan keuangan keluarga yang baik serta budidaya tanaman muda masih memerlukan pendampingan yang intensif pula. Kedua, kegiatan petani peladang padat mulai Agustus dan tantangan besar tidak hanya terletak pada penyesuaian jadwal kalender musim tetapi juga melakukan pendekatan personal dengan sabar. (Jelly)

Peluang Kolaborasi Pendampingan PERT

Kabag MBD Credit Union Semandang Jaya (Lanius Leman)

Di pertemuan evaluasi dan refleksi PERT bersama CKK dan CU SJ 13/7 lalu, akhir diskusi mau menjelang makan siang pak Lanius Leman dari CU menginformasikan bahwa di setiap tempat pelayanan (TP) anggota CU yang tersebar di wilayah pengembangan khususnya desa yang ada KSM dampingan Caritas sudah ada penambahan staf lapangan dan marketing. CU telah membuka lowongan 67 staf baru. Hasil perekrutan staf baru yang terseleksi dalam tahun 2015 ini memang diperbantukan untuk melayani anggota baik untuk pelayanan kredit, simpanan dan pendampingan lain bagi anggota keluarga/CU yang membutuhkan. Adanya penempatan 8 staf di Botong & 4 staf di Merawa yang berkedudukan dimana ada KSM dampingan Caritas adalah peluang untuk kerjasama antara fasilitator lapangan, maka Petrus Apin dari caritas meminta dukungan kepada lembaga mitra CU SJ untuk kesediaan stafnya tersebut untuk mau berkolaborasi dengan staf lapangan Caritas mendampingi keluarga KSM praktek pengelolaan ekonomi rumah tangga (PERT) bilamana diperlukan, pak Leman menyanggupi dan akan menghimbau ide tersebut kepada staf lapangannya.(Aly)

POLA PIKIR MEMPENGARUHI CARA BERTINDAK

  

Pertemuan evaluasi dan refleksi pendampingan cerdas mengelola keuangan keluarga atau yang sering disebut pendampingan anggota KSM mengaplikasikan pengelolaan ekonomi rumah tangga (PERT), tim program CMLP II berkumpul dengan tim Credit Union Semandang Jaya di Balai Semandang (13/07/2015). Pertemuan ini bertujuan menemukan pembelajaran bersama tentang kesulitan dan tantangan pendampingan PERT dan menemukan strategi bersama melakukan pendampingan yang lebih cocok dan tambah bermanfaat. Hadir dalam pertemuan 4 staf Caritas (Aloysius Rachmad, Stepanus Adiyanto, Jelly Karel Peyoh, dan Petrus Apin) dan 4 staf CU SJ (Lanius Leman, B.Pinarko, V.B.Kalun, dan P.Conto). 

 Hasil sharing evaluasi dan refleksi bersama, ternyata yang menjadi akar masalah utama penyebab sulitnya dan payahnya anggota menerapkan pembukuan keuangan keluarga adalah persoalan mindset (pola pikir) bukan karena ketidakmampuan membaca dan menulis (hasil temuan midterm evaluasi program CMLP 27-29/06/2015). Kabag SDM CU SJ;P.Conto mengatakan ini adalah masalah ekonomi dengan harga komoditi karet rendah mempengaruhi pola budaya, gaya hidup komsumtif tinggi dan instan sangatlah nampak di masyarakat khususnya lagi adalah anggota CU. Jadi, upaya untuk mengubah budaya dan pola pikir memerlukan proses yang lama. Kabag Kredit CU SJ; pak B.Pinarko menambahkan, anggota/masyarakat akhir-akhir ini mudah terprofokasi oleh oranglain, apalagi saat sekarang lagi trendnya jual lahan dan budidaya tanam sawit. Cara cara instan ini semakin memperkuat budaya mindset tadi mengalahkan intervensi program kita kepada masyarakat.Koordinator lapangan Caritas; Aloysius juga berpendapat bahwa intinya sekarang adalah "mindset anggota/masyarakat" adalah masalah utama. Mereka tidak punya target yang jelas dan tidak punya kebiasaan mencatat. Saya harap ada sebuah pelatihan penyadaran yang mampu membawa anggota berpikir kritis dan mau melakukan perubahan. Koordinator Tanggap Darurat CMLP;Petrus Apin juga menambahkan pengalaman tim CMLP bahwa tim lapang pernah melakukan pendampingan penyesuaian jadwal sebagai salah satu tindakan adaptif terhadap kalender musim, namun modal pembelajaran ini belum mampu memotivasi anggota KSM memulai budaya merencanakan dan mengelola keuangan keluarga dengan cerdas, saya setuju solusi perubahan mindset adalah memberi pelatihan penyadaran kritis dan saat melakukan kreatifitas immersion menggunakan filosophy “menempa parang”. Kabag MBD; Lanius Leman menanggapi  data data yang disampaikan oleh Caritas adalah riil dan menjadi pembelajaran yang bernilai baik. Ada yang belum dicapai ditingkatan KSM sehingga hal ini belum maksimal, ya kadang-kadang yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan keinginan mereka. Kehadiran kita ditengah masyarakat, terkesan membuat masyarakat dampingan kurang fokus. Ada program CU mau mengundang mereka dalam sebuah pertemuan motivasi atau pengembangan diri guna membuat mereka fokus. Suasana dan tempat pertemuan sangat menentukan kondisi nyaman dan konsentrasi peserta mengikuti pelatihan. Penyampaian materi sehari yang pernah kita lakukan bersama caritas adalah terbatas waktu dan muatan materinya. Ada materi analisis sosial sebagai pendekatan "brainstorming/bongkar pikiran" belum tergali guna menyadarkan mereka. Pengalaman CU, perlu 1 hari membuka pikiran mereka atau memberi pencerahan, 1 hari lagi materi aplikasi. (PA)


Selasa, 14 Juli 2015

PROGRAM PEMBERDAYAAN YANG TERUKUR : MEKAR JULI 2015

Dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita lihat berbagai jenis kegiatan proyek. Jenis-jenis kegiatan proyek tersebut secara garis besar terkait dengan pengkajian aspek ekonomi, keuangan, permasalahan lingkungan, desain engineering, marketing, manufaktur, dan lain-lain.
Sajian utama MEKAR Edisi Juli kali ini, mengetengahkan tentang langkah-langkah bagaimana sebuah program yang baik itu dilaksanakan mengikuti siklus manajemen proyek.
Ensiklik Laudato Si' yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Paus Fransiskus mendapat tempat dalam rubrik serba-serbi. Diterangkan juga bagaimana dalam ensiklik kali ini, Paus mempunyai visi "Menjaga Tempat Tinggal Kita" yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan hidup, yang sekarang menjadi isu internasional.
Anda dapat membaca dan mendapatkan MEKAR Edisi Juli 2015 di KSM-KSM binaan Caritas Keuskupan Ketapang, di pastoran paroki masing-masing, atau Anda dapat mengunduhnya di sini 

Selasa, 07 Juli 2015

VIDEO CMLP II: PERKEMBANGAN DAN TANTANGAN PENDAMPINGAN KSM


 




 Adaptasi program CMLP II terhadap kegiatan kalender musim masih menjadi kendala utama KSM-KSM dampingan Caritas Keuskupan Ketapang. Pengalaman lapangan menyebutkan, bahwa budaya/tradisi odi (gotong royong kerja lahan) komunitas pada umumnya menyita banyak waktu anggota dan kegiatan tidak terencana (bisa mendadak). Tantangan ini memerlukan solusi pendampingan, salah satunya adalah penyesuaian jadwal dengan kegiatan keseharian atau kegiatan kalender musim petani. PA

PAK BITO DAN BU SALVIA, “BIARLAH MEREKA JUAL TANAH, KAMI YANG AKAN MENIKMATINYA”


Kebanyakan orang khususnya masyarakat Tanjung Beulang ingin selalu instan atau cepat mendapatkan hasil secara cepat dan tidak sanggup untuk melalui proses yang ada, dengan kata lain menginginkan hari itu berbuat hari itu juga menikmati hasilnya.  Tapi berbeda dengan anggota kelompok tani Sibau Baru pak Bito namanya, beliau dan istrinya salah satu penerima manfaat program pendampingan masyarakat terinklusi oleh program dukungan Carina DA-IBF melalui lembaga mitra Caritas Keuskupan Ketapang. Dalam berkegiatan kelompok tani, keluarga ini selalu berproses dengan serius dan  tidak mudah terprovokasi oleh orang lain. Selain melakukan budidaya karet unggul, dua petani suami istri ini merasa sangat bersyukur karena memproleh ketrampilan dan pengetahuan budidaya tanaman muda. Menurutnya, tanaman muda bisa menjadi pendapatan keluarga produktif dan alternatif bibitnta tidak susah di cari hanya benih lokal. “Biarlah orang-orang menjual tanahnya untuk perusahaan, nanti kami yang akan menikmati uang mereka karena akhirnya mereka akan membeli sayuran pada kami,” imbuh pak Bito. Istri pak Bito, bu Salvia menambahkan “dengan kata lain kami juga ikut menikmati uang hasil penjulan tanah mereka, apalagi pasca panen pemasaran sayuran sangatlah mudah karena sayuran dibutuhkan orang setiap hari dan ini menjadi penghasilan tambahan bagi kami.”  Pasangan ini sempat berpikir bahwa dulu menanam jagung, sawi ladang dan sayur lainnya hanya musim berladang saja (sayur musiman), tapi sekarang berkat pendampingan Caritas kami merasakan ada perubahan dan manfaat, ternyata tanaman muda tersebut dapat ditanam sepanjang tahun. Setiap panen kami bisa menumis sawi kampung andalan sayur lokal masyarakat Tanjung Beulang, jadi tidak harus menunggu berladang dulu, terimakasih Caritas Keuskupan Ketapang.(Budin)

Senin, 06 Juli 2015

VIDEO CMLP II:ASET RIIL, MENJAMIN KEUANGAN KELUARGA KUPONG


ISTRI KUPONG

ASET KAYU BELIAN DEPAN RUMAH KUPONG

Anggota KSM Uncak Kontok,  Kupong dan istri memiliki banyak aset riil seperti kebun karet lokal, ternak babi, kebun kopi, mesin penggiling padi, kebun  kakao, dan yang baru mereka bangun adalah kebun karet unggul. Menurut penuturannya, sejumlah aset riil ini kelak menentukan nasib baik keuangan keluarga kami bila terjadi seperti krisis keuangan global dan inflasi tahun 2008. Pengalaman punya aset kertas banyak pun tidak menjamin keamanan  jika terjadi lembaga keuangan krisis/collaps, kita tidak semudah membalik telapak tangan meminta uang kita kembali, sedangkan kita membutuhkannya segera untuk keperluan hidup, ujar Kupong saat ditanya soal  investasi di Credit Union.PA

Minggu, 05 Juli 2015

VIDEO CMLP II: PENDAMPINGAN & FASILITASI KSM UK






Kelompok dampingan program CMLP II KSM Uncak Kontok merasakan ada manfaat setelah didampingi oleh Caritas Keuskupan Ketapang. Diantaranya adalah pengetahuan tentang budidaya karet, tanaman muda, mengatur keuangan keluarga, dan bagaimana KSM berjejaring dengan stakeholder eksternal/internal.ADI 

VIDEO CMLP II: PEMETAAN LAHAN ANGGOTA KSM

Ada perubahan setelah setahun CMLP II berjalan (sejak Juni s/d Mei 2015) mendampingi 4 Kelompok Swadaya Masyarakat (Uncak Kontok, Kak Jaka, Sei Bansi, dan Siling Pancor Aji) berbudidaya karet unggul. Batang bawah yang terokulasi oleh anggota dan bibit dari DisBun kini sudah siap lahannya. Sudah ada pemetaan lahan karet unggul KSM. Mensukseskan pemetaan lahan ini Caritas menggunakan metode partisipatif kerjasama fasilitator dan anggota KSM, masyarakat dan seorang konsultan (Ir.Djakiman) mendukung menjadi fasilitator dilapangan dan finishing petanya. Masyarakat menyadari pentingnya pemetaan lahan sebagai upaya mempertahankan wilayahnya. Secara adat maupun ketentuan agraria status kepemilikan lahan menjadi jelas.PA
 .

Sabtu, 04 Juli 2015

GIZ BERKUNJUNG KE KSM


Lembaga mitra Caritas Keuskupan Ketapang adalah GIZ (Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit) Kalimantan Barat, lembaga yang mengelola pajak dari negara Jerman, dan bekerjasama dengan BAPPENAS untuk mendukung program pemberdayaan di Indonesia. 2 staff surviornyanya (Agustiawan ,SH dan Imam) berkunjung ke KSM dampingan di Giet dan Sei Bansi. Kunjungan selama dua hari (27-28/06) bertujuan melakukan pengkajian kondisi mata rantai nilai karet, salah satunya mengkaji dan mengidentifikasi akar penyebab rendahnya harga jual karet di tingkatan petani.(Jelly)


PENGUKURAN LAHAN BUAT SKT


Kamis 25/06 pak Leman bersama anggota KSM KJK lainnya mengukur lahan untuk menanam karet unggul. Fasilitator mendampingi pengukuran di lapangan guna memastikan terkumpulnya data pendukung penerbitan SKT seperti luasan lahan dan personil data batas lahan. Semua data pendukung paling lambat 1 Agustus dikumpulkan ke desa agar terealisasi dengan lancar.(Adi)

SYUKURAN 3 TAHUN KSM PB


25 Juni lalu KSM Pateh Banggi syukuran tahun ke-3 kebersamaan dalam kelompok. Acara bersama di isi dengan doa sharing dan makan bersama di pondok Penyoan KSM. Saat sharing dan diskusi dimanfaatkan oleh pengurus dan fasilitator guna berbagi dan menggali tantangan seputar kegiatan KSM mau pun non KSM. Suasana kekeluargaan pun tercipta selama acara berlangsung. Saat berbagi cerita beberapa ibu sambil berkomentar dan mendengar juga bisa menganyam souvenir tas botol madu dari bahan pandan (dalam bahasa lokal:daun bengkuang).Hasilnya nanti akan dijual dan dititipkan ke showroom Caritas, semoga laris ya...demikian kata mak Yeti (istri Ketua). (Jelly)

RAPAT EVALUASI KSM UNCAK KONTOK

Senin 29/06/2015 bertempat di kediaman bendahara KSM UK (Emilianus Ebun),hadir semua anggota  melaksanakan rapat evaluasi kegiatan KSM. Rapat guna menindaklanjuti hasil temuan midterm evaluasi bersama staf program Carina (Christine Lora Egaratri ). Rapat evaluasi bersama kali ini mengundang seorang tokoh cukup berpengaruh di desa Kualan Hulu dan juga juga sekaligus ketua panesahat KSM UK (pak Jeman). Mantan kepala desa ini juga mengajak tiga orang mahasiswa KKN Universitas Atma Jaya Yogyakarta hadir dan melihat mendengar proses berorganisasi di tingkat komunitas Kontok. Hasil evaluasi adalah sharing capaian kerja antar anggota, dan menentukan jadwal menyusun kembali Rencana Kerja Tahunan kedua pada Hari Selasa tanggal 14 Juni 2015. (Adi)

KSM PB PRAKTEK OLAH BOKAR DARI PT.KP

Mei 2015 Kelompok Swadaya Masyarakat Pateh Banggi (KSM PB) mendapat pelatihan pengolahan bahan olahan karet (bokar) dari staf ahli kadar PT.Kirana Prima (Andu Apriesa Nursetyo). Setelah dibina, anggota mengolah sendiri dan mengumpulkan karet hasil olahan menjadi satu tempat. KSM merencanakan menjual hasil bokar mereka langsung ke pabrik pada minggu ketiga Juli 2015. Anggota merasa yakin dan berharap memproleh harga karet yang lebih baik karena pada bulan Juni lalu bokar bersih hasil praktek bersama staf pabrik karet ini dinilai cukup berkualitas, tidak bercampur kontaminan yang mengurangi kadar karet kering.(Jelly)

KSM IKUT PELATIHAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Bertempat di gedung serba guna Kecamatan Simpang Hulu Balai Berkuak, 4 orang perwakilan anggota KSM UK dan KJK yang didampingi oleh fasilitator mengikuti pelatihan penerapan teknologi tepat guna yang difasilitasi oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Ketapang (Keling.S.ST).Pelatihan sehari dilaksanakan pada hari Sabtu 6 Juni 2015.Dalam pelatihan ini selain KSM fasilitator melibatkan juga dari beberapa staf desa ikut menjadi peserta dan beberapa masyarakat non KSM lainnya sekitar kecamatan di undang Koordinator program CMLP II. Tujuan melibatkan staf desa adalah pulang dari pelatihan staf desa dan KSM bisa mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat tentang bahayanya penggunaan cairan herbisida,pestisida dan insektisida tidak menggunakan dosis serta peralatan keamanan kesehatan yang disarankan oleh dinas perkebunan,karena hal ini berpengaruh buruk pada kesehatan Manusia. (Adi)

Jumat, 03 Juli 2015

PENGEMBANGAN KSM

Sejak bulan Juni s/d Mei 2015 Caritas Keuskupan Ketapang mendampingi 4 KSM dalam CMLP fase II, ada perubahan yang terjadi selama pelaksanaan di lapangan yaitu adanya 2 sub kelompok di dalam KSM Uncak Kontok (Kelompok Tani & Kelompok Sawah) sebagai replikasi KSM. Isu munculnya kelompok ini ditemukan saat kunjungan midterm evaluation 20/06 sebagai upaya mempertahankan kepemilikan lahan masyarakat melalui pertanian. Menjadi dasar muncul karena ada peluang, dan anggota menyadari adanya kebutuhan dan kesempatan kerjasama dari dinas terkait dan dana stimulan ADD dari APBN. Juga, pengaruh adanya pembelajaran berorganisasi dari KSM. (PA)

BUDIDAYA TANAMAN MUDA


Hasil refleksi tim Caritas Keuskupan Ketapang (29/06/15) bersama Carina, bahwa kegiatan yang direncanakan bersama KSM tentang budidaya tanaman muda sudah ada upaya dari penerima manfaat melakukan penanaman di pekarangan rumah. Hal dirasakan oleh anggota KSM karena meningkatnya kesadaran dan pemahaman anggota tentang perlunya meningkatkan sumber pendapatan tambahan. Hasil panen ada yang untuk kas KSM, ada yang untuk pribadi dikonsumsi sendiri atau juga dijual (kacang panjang, timun, sawi kampung). Namun ada yang masih tidak terlalu baik hasil panennya karena serangan ternak dan hama penyakit. (PA)

PEMETAAN LAHAN ANGGOTA KSM

4 KSM dampingan sudah ada pemetaan lahan untuk karet unggul. Mereka menyadari pentingnya pemetaan lahan sebagai upaya mempertahankan wilayahnya dan sebagai bukti kepemilikan secara adat maupun ketentuan agraria. Namun realisasi Surat Keterangan Tanah (SKT) masih terkendala di pendataan luas lahan anggota KSM. Selama immersion dan fasilitasi serta penemanan, fasilitator lapangan sudah mendampingi mengukur luas lahan beberapa anggota terkait pemetaan lahan dan koordinasi dengan pihak Kepala Desa. (PA)

PENDAMPINGAN PENULISAN PROPOSAL PARTISIPATIF

Kegiatan yang direncanakan untuk pendampingan penulisan proposal partisipatif memberi perubahan pada 4 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dampingan. Saat Midterm Evaluation 29/06/15 KSM sudah bisa mengirimkan proposal kepada stakeholder external seperti Dinas Perkebunan, Dinas KesRa, dan Dinas Kesehatan. Caritas melakukan pendampingan yang bertahap dan terarah, didukung dengan identifikasi kebutuhan dan kesadaran berjejaring untuk penuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi terakhir ada perhatian dan dukungan dari Dinas Perkebunan melalui pelatihan budidaya karet unggul dan pertanian tepat guna. (PA)

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com