CARITAS KEUSKUPAN KETAPANG

Caritas Keuskupan Ketapang adalah lembaga pelayanan kemanusiaan yang hadir untuk menggerakkan komunitas dalam meningkatkan ketangguhan diri dan pengorganisasian diri sebagai upaya mengurangi kerentanan

DIMENSI DASAR CARITAS #1

Memiliki Identitas Caritas yaitu Melayani dengan Kasih (Deus Caritas Est), dan bekerja berdasarkan visi dan misi, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh Caritas Keuskupan Ketapang

DIMENSI DASAR CARITAS #2

Memiliki struktur pelayanan dengan manajemen yang baik, efisien, efektif, berkomitmen tinggi

DIMENSI DASAR CARITAS #3

Melayani berdasarkan Konteks (profilling) yang mengacu pada prioritas isu-isu kerentanan yang dihadapi masyarakat di wilayah Keuskupan Ketapang menuju masyarakat yang resilien terhadap bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

ALAMAT CARITAS

Jln. R.M. Sudiono No.11,KETAPANG 78813, Ketapang - Kalimantan Barat - INDONESIA Telp. +62534-32344, Email: caritasketapang@gmail.com / berkuak@gmail.com Website: www.caritasketapang.org

Rabu, 03 Desember 2014

HARI V DISKUSI TENTANG ANLISA USAHA.


1.     Diskusi tentang Analisa Usaha
a.     Definisi :
                                               i.     Pak Aloy : Perhitungan biaya produksi, situasi pasar, dan untung rugi
                                             ii.     Pak Martin & Pak Ewal : Tahap awal sebelum perancangan usaha
                                            iii.     Kesimpulan : suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui situasi pasar. Tentang jenis komoditi apa saja yang memiliki nilai jual yang tinggi, yang selanjutnya membuat perhitungan  biaya produksi.
b.     Penjelasan teori
c.     Simulasi analisa usaha (perhitungan biaya)
2.     RKTL Fasilitator à dilanjutkan masing-masing sebelum dikumpulkan ke PO KARINA
3.     Refleksi dan evaluasi
a.     Tanaman Karet Unggul
                                               i.     Pak Aloy : untuk budidaya karet, dapat pengetahuan baru tentang cara pemberian pupuk dasar (perlakuan topsoil dan subsoil), termasuk tentang penggunaan belerang dan SP 36. Seedfund KSM bisa disarankan untuk dibelikan pupuk2 tersebut.
                                             ii.     Budin : banyak dapat hal-hal baru, tentang penyemaian karet dan seleksi biji, selama ini hanya tahu teori saja. Untuk tanaman muda juga demikian.
                                            iii.     Romo MaDE : Nantinya saat terjun ke lapangan, pastinya akan menemui orang-orang yang sudah pernah mengalami dan melakukannya berpuluhan kali. Sehingga menjadi tugas fasilitator nanti bagaimana bisa meyakinkan masyarakat tentang cara atau metode yang kita bawa.
                                            iv.     Pak Ewal : untuk karet unggul, yang akan saya ajarkan nanti adalah cara okulasi yang sekarang diajarkan dari pak yulius. Saya minta informasi dari pak yulius, tanaman muda apa yang tidak sulit pemeliharaannya (tidak rentan) ? karena biasanya masyarakat malas dengan yang punya tingkat kesulitan tinggi.
                                              v.     Pak Yulius : bisa saja kita menggunakan tanaman muda yang mudah pemeliharaannya, tapi biasanya justru hasilnya nanti tidak terlalu menggiurkan. Tanaman yang punya nilai ekonomis tinggi biasanya justru yang mudah terkena hama penyakit. Atau bisa juga kalau mau dicoba, bisa dengan tanaman jagung. Terong bulat hijau (local) biasanya lebih tahan dibandingkan dengan terong ungu.
                                            vi.     Pak Jelly : di komunitas, untuk tanaman muda, akan mendorong menanam bibit local. Namun yang ada sekarang itu adalah keyakinan mereka bahwa tingkat keberhasilannya rendah jika di lahan yang tidak dibakar. Bagaimana cara penanaman tanpa lebih dulu membakar lahan? Khususnya sawi kampung.
                                           vii.     Pak Yulius : kita harus melihat lebih dahulu, ada apa di lokasi yang dibakar itu. Pertama, tanahnya subur, apalagi jika bukaan pertama. Kedua, ketika semua kayu2/ranting2 semua terbakar menjadi abu, maka abu kayu tersebut mengandung 80% kalium. Abu kayu juga bisa dijadikan campuran bahan kompos. Tapi masih kalah jauh dengan sabut kelapa atau batang pisang (kalium tinggi). Setelah dibakar, tanahnya menjadi lebih gembur, karena abu bercampur dengan tanah topsoil, sehingga lebih subur. Namun ada kelemahan pada lahan yang dibakar. Kesuburannya tidak tahan lama, apalagi jika sudah tersiram air hujan. Akan hilang zat2 yang terkandung di dalamnya.situasi positif di lahan yang dibakar itu, kita ambil di bedeng yang kita buat. Dengan cara, pengolahan tanah yang sempurna. Adanya masa istirahat tanah, untuk menetralkan keasaman/pH tanah. Dari situasi tanah yang berat menjadi lebih gembur.pada bedengan yang sudah digemburkan, baik jika diberi humus/kompos. Itulah peluang kita di situ. Usahakan penyemaian biji di koker (botol aqua/polibag/daun pisang) yang paling mudah dan murah untuk masyarakat. Batang sawi akan tumbuh dengan diameter yang lebih besar (sebotol aqua) jika ditanam di koker. Biji diayak. Di bedeng, di lubang tanam, setelah diberi kompos, tambah sedikit SP 36 atau belerang. Di dalam SP 36 sudah ada juga sedikit kadar belerangnya. Abu kayu yang menganudng kalium , bisa kita tebar di bedengan. Bisa juga pelepah kelapa yang sudah kering, taruh di atas bedengan dan dibakar. Atau pelepah pisang kering tebar di atas bedengan lalu dibakar.
                                         viii.     Pak Yulius : agar kalian tidak kalah saing dengan masyarakat, silakan dibuktikan (lewat percobaan pribadi), bahwa biji yang ditanam di koker bisa tumbuh dengan lebih baik. Jadi harus diujicoba dan dibuktikan hasilnya.
                                            ix.     Pak Yulius : sosialisasi tentang kompos memang tidak mudah di masyarakat. Jangan melihat keberhasilan langsung 100%, tapi lihat dari sekian banyak orang, tetap ada segelintir orang yang akhirnya mau ikut terlibat. Yang terpenting adalah pendekatan yang terus menerus. Pupuk kimia memiliki dampak buruk karena residu kimia yang ada bisa menguap dan mengganggu kesehatan kita.Pentingnya penggunaan bahasa untuk pendekatan. Fasilitator sebagai agen perubahan di masyarakat. Fasilitator bukan sebagai pekerja masyarakat, tapi sebagai contoh bagi masyarakat. Masyarakat sudah ada potensi, kehebatan fasilitator adalah bagaimana bisa mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada.
                                              x.     Pak Ewal : berapa biji di setiap aqua/koker untuk sawi kampung ?
                                            xi.     Pak Yulius : 1 biji.
                                           xii.     Pak Ewal : untuk kompos, apakah kotoran sapi bisa diganti kotoran hewan lainnya ?
                                         xiii.     Pak Yulius : pada dasarnya adalah kotoran ternak / kandang. Tapi kalau kotoran babi biasanya mengandung penyakit tertentu.
                                          xiv.     Pak Yulius à Pak Jelly :  kapur dolomite bisa untuk menetralkan pH tanah. Bagus untuk tanaman cabe dan tomat, untuk mencegah kekurangan kalsium. Di tanaman cabe biasanya kalau kekurangan kalsium, buahnya seperti 2 tapi ternyata hanya 1. Kapur dolomite bisa diganti abu dapur.
                                           xv.     Pak Yulius : semua pohon pisang bisa dipakai, tidak hanya pisang nipah. Dan pada dasarnya yang terpenting adalah apa yang ada di masyarakat itulah yang perlu dimanfaatkan.
                                          xvi.     Pak Aloy : yang terpenting RKTL yang dibuat semua berdasarkan modul yang ada.
                                        xvii.     Pak Martin : film yang dibuat tidak mendetail tapi paling tidak gambaran besar yang ada di pikiran saya. Saya senang dengan pelatihan ini.
                                       xviii.     Pak Adi : dari pelatihan ini, begitu terasa dibandingkan dengan pelatihan lainnya yang pernah diikuti, mulai dari teori maupun praktek. Seperti tentang jarak tanam entres, dan juga tentang pengenalan dan pengukuran dosis pupuk secara detail. Bisa untuk gambaran SL saat di lapangan nanti, karena sesuai akal mereka.
                                          xix.     Pak Yulius : kita harus hati-hati, perhitungan pupuk kemarin di sekitar kita, bukan di lingkup masyarakat. Jadi nanti tetap harus disesuaikan dengan konteks level masyarakat.
4.     Penutup à Romo Made

HARI IV (27/11) Praktek budidaya tanam muda


Praktek budidaya tanaman muda :
1.     Pengolahan lahan dan membuat bedengan
2.     Pembuatan pupuk kompos
3.     Proses pemupukan
4.     Proses penanaman contoh komoditi tanaman muda yang disemai (cabe) dan yang tidak disemai (kacang panjang, kangkung, mentimun)

HARI III (26/11) Kegiatan Pelatihan Budi Daya Karet Unggul




1.     Penjelasan dan pengenalan jenis dan cara pencegahan/pengobatan hama penyakit pada tanaman karet unggul.
a.     Ada 1 jenis penyakit yang belum tertera dalam modul, yaitu KAS (Kering Alur Sadap), yang diakibatkan karena penyadapan yang terlalu tinggi/sering. Bisa menyebabkan kering pada alur sadap. Cara mengantisipasinya yaitu dengan mengatur intensitas penyadapan.
2.     Penjelasan dan pengenalan teori tentang panen dan pasca panen karet.
a.     Waktu penyadapan baiknya dilakukan di pagi hari sekitar pk. 05.00. tidak masalah jika dilakukan tengah malam atau dini hari pk. 00.00 atau 02.00 am bisa jadi memang lateksnya lebih banyak, tapi normalnya adalah pk. 05.00 dimana merupakan waktu normal seseorang pada umumnya sudah bangun di pagi hari.
3.     Penjelasan teori tentang Tanaman Muda Organik
a.     Dikatakan organic itu artinya terletak pada perlakuan kita. Semua tanaman muda bisa diorganikan.
b.     Pada tanaman muda , pengolahan tanah adalah mutlak hukumnya.
c.     Budidaya tanaman cabe merah
                                               i.     Perlu lebih dulu identifikasi jenis tanah, tanah harus dalam kondisi gembur terlebih dahulu.
                                             ii.     Mulsa plastic bisa diganti dengan jerami, walaupun fungsi MPHP tidak bisa digantinya dengan menggunakan jerami. Jerami hanya bisa membantu fungsi melindungi saja.
                                            iii.     10 gr = 1 sendok makan rata ; 15 gr = 1 sendok makan gembung.
d.     Pembubunan paling bagus untuk tanaman jagung.
4.     Praktek membuat polibag dengan menggunakan gelas plastic bekas yang dilubangi dan daun pisang yang digulung dengan sematan lidi (menggunakan kearifan local). Gelas plastic dan daun pisang yang sudah dikondisikan sebagai polibag, kemudian diisi dengan topsoil yang sudah lebih dahulu dicampur dengan SP 36 dan belerang. Kemudian semuanya dijejer, disiram, dan didiamkan semalaman. Untuk kemudian esok hari dilakukan penanaman.

HARI II (25/11) Pelatihan budi daya karet unggul


 PRAKTEK LAPANGAN (SEKOLAH LAPANG)
1.     Seleksi biji karet dan penyemaiannya (hari I)
2.     Teknis okulasi (penjelasan juga tentang memilih batang bawah dan entres yang baik)
3.     Pemupukan berdasarkan usia tanaman
4.     Perawatan entres (perangkasan cabang)
5.     Penanaman hasil okulasi dari polibag ke lahan
6.     Perkenalan jenis dan pencegahan hama penyakit
7.     Penjelasan teknis perawatan bibit di polibag
REFLEKSI PRAKTEK LAPANGAN (SEKOLAH LAPANG)
Marsel :
-        merupakan pengalaman pertama okulasi karet
-        prakteknya memang tidak semudah teori, sempat membuat kesalahan saat pengamilan mata entres, lalu dicoba lagi.
-        Diajarkan langsung di lapangan bagaimana cara pemupukan yang tepat berdasarkan usia tanaman, tidak hanya teorinya saja.
Martin :
-        Pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya, tetapi dengan adanya pelatihan ini semakin mempertajam dan memperkuat lagi pengalaman sebagai fasilitator karet.
-        Ada pengupasan modul lebih dahulu sebelum praktek, secara bertahapa / sistematis.
-        Ada tahapan-tahapan budidaya yang sistematis.
-        Tidak boleh lepas dari modul sebagai pengingat saat praktek.
-        Diambil film/video untuk mengingat teknis2 nya.
Romo Made :
-        Bagaimana pengalaman pak Yulius sebagai fasilitator ? apakag pernah mengalami masalah saat berhadapan dengan masyarakat ? apakah selalu buka modul saat di lapangan ?
Pak Yulius :
-        Awalnya juga tidak percaya diri. Belum siap menyampaikan kepada masyarakat. Masih berpedoman pada buku atau modul. Tapi karena ada minat dan kemauan keras untuk belajar dan mau mencoba, jadi mau tidak mau harus siap menghadapi masyarakat. Saya lihat para peserta di sini pada dasarnya sudah memiliki kemampuan dasar / ada bekal, hanya tinggal sekarang bagaimana teman-teman bisa semakin berani menggebrak masyarakat / percaya diri untuk menyampaikan ke masyarakat apa yang ingin kita bawa ke masyarakat.
Pak Martin :
-        Merasa terbantu juga dengan kebun contohnya pak Aloy yang mantap.
Budhin :
-        Pengalaman di masyarakat, mata entres tidak terikut, dan batang entres belum dibersihkan masih banyak bekas tangan, sehingga banyak terjadi kegagalan.
-        Factor waktu juga seringkali yang menyebabkan gagal, dimana masyarakat biasanya melakukan okulasi di siang hari, bukan di pagi atau sore hari.
Pak Aloy :
-        Meningkatkan kepercayaan diri
-        Harapannya nanti saat di masyarakat, para fasilitator bisa merunut faktor2 penyebab kegagalan anggota KSM. Mulai dengan dilakukannya inventarisir penyebab-penyebab kegagalan.
-        Kadang kita masih kurang yakin dengan apa yang kita bawa ke masyarakat.
Pak Ewal :
-        Saat pelatihan dengan Pak Johan di awal fase I yang lalu, system okulasi yang diajarkan agaknya rumit. Sedangkan saat bertemu dan sekolah lapang dengan pak Tini, mendapatkan teknis okulasi yang lebih mudah dan sederhana.
-        Seringkali persoalan di masyarakat adalah berkelit dengan alas an tidak ada biaya untuk membeli pupuk atau peralatan berkebun lainnya.
Pak Adi :
-        Banyak dapat motivasi dan pembelajaran dari Pak tini. Banyak temuan-temuan yang selama ini ternyata keliru dilakukan. Dengan demikian, menjadi lebih yakin saat penyampaian ke masyarakat.
-        Walaupun memang pada saat sudah di komunitas, masih saja ada masyarakat yang berkelit atau melakukan hal-hal yang menyimpang dari apa yang diajarkan. Dan itu dilakukan berulang-ulang. Yang mau mengikuti arahan fasilitator memang terlihat kemajuannya, namun kalau yang tidak maka memang gagal terus okulasinya.
-        Entres à apakah berpengaruh jika tidak dirantas 1 minggu sebelumnya ?
Pak Yulius :
-        Yang bagus memang 1 – 2 minggu dirangkas supaya pelepahnya jatuh sendiri.
-        Tergantung cuaca hujan tinggi bisa pengaruh, karena kadar air bisa menyebabkan busuk pada jendela okulasi.
Pak Adi :
-        Belum sempat praktek pengajiran
Pak Martin :
-        Ada oknum masyarakat yang membuat teknik tandingan dari apa yang sudah diperkenalkan oleh fasilitator, sehingga kadang mempengaruhi anggota masyarakat lainnya.
-        Sulitnya merubah mindset.
-        Masih ada anggota masyarakat yang nyeleneh / tidak taat aturan / coba-coba.
Romo Made :
-        Pentingnya berjejaring tetapi tetap utamakan masyarakat mandiri, tidak tergantung dengan pihak lain.
Lora :
-        Menjawab Pak Ewal, pentingnya mendorong KSM untuk bisa berjejaring, dengan mengajukan proposal ke dinas atau stakeholder terkait , jika memang butuh bantuan pupuk.
Pak Yulius :
-        Menjawab sharing dari pak Adi, sebagai fasilitator harus bisa yakin dalam menyampaikan ke masyarakat , jangan sampaikan tentang hal-hal yang lebih ke kepercayaan local (seperti bulan terang)
-        Waktu okulasi sangatlah penting , jangan saat hujan atau siang hari
-        Jika sudah disayat perisai matanya, jangan dibiarkan terlalu lama baru diokulasi, lakukan proses yang cepat.
-        Cara mengikat membutuhkan latihan yang terus menerus
-        Jangan sampai ada gesekan pada jendela okulasi.
-        Jika ada masyarakat yang berbuat yang berbeda, sepanjang dia mampu mempertanggungjawabkan dan membuktikan keberhasilannya, jangan ditentang/adu argument karena bisa fatal akibatnya. Yang terpenting kita terus berusaha untuk mengenalkan apa yang kita punya.
-        Terkadang yang membuat gagal adalah karena mata entres yang terikut hanya setengahnya, menyebabkan lambatnya pertumbuhan.
-        Jika anggota KSM terus saja mengulang kesalahan yang sama , di sanalah tugas dan perang fasilitator untuk terus mengajak mereka mencoba dan terus berlatih, memotivasi mereka, jangan langsung menyalahkan mereka.
-        Menjawab pertanyaan pak Martin, pentingnya pengaturan jarak tanam. Dan fasilitator harus terus berusaha membuat perbandingan langsung dengan masyarakat, supaya masyarakat bisa melihat langsung perbedaan dan membuka mindset mereka.
Pak Martin & Pak Ewal :
-        Pemupukan à dapat metode yang simple dari Pak Yulius, yaitu dengan menggunakan bahan bekas untuk alat praktek, seperti botol air mineral bekas untuk alat takaran pupuk.
Marsel :
-        Waktu kecil saya pernah mencoba mencampurkan 3 pupuk urea, TSP, dan KCL. Apa fungsinya ?
Pak Yulius :
-        Pada dasarnya fungsinya adalah untuk menyuburkan tanaman dengan memberikan ketiga unsure tersebut yaitu fosfor, kalium, dan nitrogen. Sebenarnya baiknya, pemberian pupuk bertahap dan terpisah. Namun terkadang untuk mempersingkat waktu maka orang mencampurkan menjadi satu sekaligus.
Pak Ewal :
-        Saat sekolah lapang di KSM, menggunakan kompos untuk entres (E4), apakah itu bisa ?
Pak Yulius :
-        Kompos sebagai pupuk dasar sebelum dilakukan penanaman.
Romo Made :
-        Pentingnya persiapan awal untuk pemupukan (menakar ukuran), dan fasilitator harus bisa tahu betul bagaimana penakarannya.
Pak Yulius :
-        Harus serba siap menghadapi hal-hal / pertanyaan-pertanyaan / kondisi-kondisi di luar prediksi di masyarakat karena itu nyata terjadi. Contoh :
SP 36               150 gr                                                                            36%        P2O5
TSP                                                                                                             46%        P2O5
Rouphospat                                                                                                           21%        P2O5
         36 x 150                                   = 117 gr TSP
         46
         36 x 150                                   = 257 gr TSP
         21
Pak Adi :
-        Penanaman à di masyarakat ada pengalaman, yang dimasukkan lebih dulu adalah topsoil baru subsoil.
Pak Yulius :
-        Jika menghadapi tantangan bahwa topsoil dimasukkan lebih dulu baru subsoil. Maka fasilitator bisa member penjelasan dengan mengatakan bahwa subsoil dan topsoil dipisahkan dan diangkat ke atas dengan tujuan utama supaya subsoil yang lebih masam bisa menjadi netral kembali. Tapi memang tetap baiknya subsoil dimasukkan lebih dahulu baru topsoil.
-        Topsoil dan subsoil baru diberi pupuk dasar 1 minggu setelah digali, baru 1 minggu kemudian ditanam. Atau 2 minggu diberi pupuk , baru 2 hari setelahnya ditanam. Baik jika disiram air hujan. Jangan dilakukan pada saat kemarau.
Pak Martin :
-        Panen hasil okulasi (pemindahan ke polibag), bagaimana masa pemupukan di polibag ?
Pak Yulius :
-        Baru diberi pupuk jika sudah ada tunasnya, sekitar 1 bulan berjalan setelah dipindahkan ke polibag. Yang paling penting pertama kali adalah penyiraman, karena sangat membutuhkan supply air.
Pak Ewal :
-        kalau omat yang tumbuhnya lambat berbulan-bulan belum ada tunasnya, apakah juga ditunda pemberian pupuknya ?
Pak Yulius :
-        tetap bisa diberi pupuk.
-        Sebelum tanah dimasukan dalam polibag bisa lebih dahulu dicampur dengan kompos
-        Tapi jangan 100% kompos semua tanpa tanah, karena bisa berakibat daun menjadi kuning setelah unsure kompos nya habis. Hal itu karena bibit tersebut terbiasa dengan unsure yang terkandung di kompos, dimana di awal pertumbuhan akan pesat sekali, namun setelah unsure komposnya habis, maka dia tidak bisa beradaptasi dengan unsure lainnya sehingga menjadi melambat dan berdaun kuning.
-        Perbandingan 2 : 1 (tanah : kompos)
-        Pemupukan dilakukan 1 bulan 1 kali.
-        Pestisida alami belum bisa diandalkan untuk tanaman karet, hanya bisa diandalkan untuk tanaman muda / tumpang sari saja.
-        Pencegahan hama dan penyakit baiknya 1 kali 1 minggu.
-        Kalau sudah diserang hama penyakit baru digunakan dosis tinggi (3 gr).
Pak Adi :
-        Ada ralat keterangan pada tabel 7.1 hal. 29 tentang takaran pupuk à yang benar TM bukan TBM.
Pak Yulius dan peserta à melakukan perhitungan rumusan %dosis pupuk di modul hal. 29.
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com